
Dion pun ikut tertawa ketika tahu Nathan terlalu pe cemburu.Apalagi Rayyan adalah kakak Lian . Yang membuat Dion tak habis
pikir ada apa dengan bosnya itu.
" Jadi bos belum tahu kalo dia kakak kandung mu " tanya Dion serius.
" Pa Nathan memang belum tahu kak " kata Lian yang tak mau memperkenalkan mereka.. Karna belum saatnya.
" Cih ....dia membuat masalah bagi dirinya sendiri Ya sudah Li, kembali lah kemeja mu" kata Dion
" Ya kak slamat bekerja " kata Lian tersenyum lalu kembali kemejanya.
Sepeninggalan Lian Dion mengeleng gelengkan kepalanya. Mengingat bosnya itu terlalu posesif .
"'Dia membuatku bingung , bos....bos " guman Dion.
Tak lama Lian duduk , Nathan pun datang. Ia melewati Lian begitu saja. Namun Lian hanya tersenyum.Karna sudah mendengar cerita Dion
" Kau tak kan bisa mengalah kan Kak Ray pa karna dia lebih tangguh darimu " bathin Lian yang tahu dan mengenal kakaknya lebih baik dari siapapun.Melirik Nathan dengan ekor matanya.
*********
Lian menjelaskan semua detail tentang cara mudah mengakses dunia teknologi untuk bebas mencari tempat tinggal dan bagai mana proses nya hingga langsung ditangani perusahaan atau pemiliknya .
Dan perusahaan mereka menyediakan semuanya dengan tarif terjangkau.. Tinggal memesan saja dan tinggal mengurus keberangkatan.
Lian begitu tenang menjelaskan semuanya Sehingga yang mendengarkan terkesima.
" Apa ada yang mau bertanya lagi ?" kata Lian.
" Cukup nona semuanya sudah jelas" kata relasi bisnis mereka. Hingga Lian pun mengakhirinya. Yang diiringi tepukan tangan para relasi bisnis yang kagum pada Sekertaris Nathan itu.
" Tuan , sekertaris anda sangat cerdas dan juga berbakat . " kata relasi bisnis Nathan yang duduk disebelahnya.
" Trimakasih tuan Ma, anda terlalu memuji " kata Nathan tersenyum.
" Tapi itu fakta, tak mudah mencari sekertaris handal. dan tak semua orang bisa" kata tuan Ma tersenyum.
__ADS_1
Rapat pun selesai . Nathan pun kembali dengan Lian ke kantornya. Tapi sebelum nya mereka mampir dulu untuk makan siang. Disebuah restoran yang tak banyak pengunjungnya .
Lian makan dengan tenang . dan santai. tampa banyak bicara . Sedangkan Nathan diam diam memperhatikan Lian tampa berkedip.
' Bapa kenapa ? " tanya Lian yang sadar diperhatikan Nathan. tapi pura pura tak tahu.
" Tidak kenapa napa, Apa saja yang kau lakukan ketika aku pergi. " kata Nathan.
" Seperti biasa kerja, main belanja kumpul teman Apa ada yang aneh " tanya Lian balik bertanya.
" Kau kencan dengan pria lain kan ?"
" Em, apa menurut bapa begitu ?" kata Lian.
" Aku tak masalah bila kau pergi dengan siapapun tapi jangan tidur dengannya ..Apa tidak cukup dengan ku saja " kata Nathan menatap Lian intens.
" Huh..........kenapa bapa tak bicaranya dengan nya baik baik. Kenapa harus adu otot harusnya bapa mengunakan ini " kata Lian menunjuk kepalanya . Yang membuat Nathan terdiam.
" Bapa tak akan bisa mengalahkannya . Dan dia juga bukan orang yang mudah bapa kalahkan " kata Lian . Yang sangat mengagumi sang kakak setelah papahnya. Karna selama ini Rayyan menjaga dan mengawasi nya dengan baik. Jadi Lian tak.pernah bisa menyalahkan sang kakak . Yang sangat menyayangi itu.
Nathan terdiam , tak bisa bicara . karna Lian benar harusnya ia bicara baik baik tidak emosi. Mengingat pria itu juga cukup santai Dan tenang menghadapi . Bahkan terlihat ia lebih muda dari dirinya.
*********
Nathan menatap langit langit kamar nya. Hari ini ia tak perduli dengan Lian karna merasa kesal dengan gadis kecil itu Yang seakan akan mempermainkannya. Namun hatinya masih penasaran . Karna Lian saja yang mengusik pikirannya . Yang membuat dirinya seperti orang gila. Dia bisa saja menyuruh orang untuk menculiknya Namun tak semudah yang ia pikirkan. Karna Lian jago bela diri. Begitu juga dengan pria itu. Dan akan jadi masalah bagi Nathan bila ia tak berhati hati dalam bertindak.
" Kenapa melamun " kata Katrina yang
sudah berdiri sambil berpangku tangan.
" Kau sedang ribut dengannya apa kau tak bisa mengalah . " kata Katrin lagi.
Nathan lalu duduk dan menatap Katrina .
" Tak ada masalah diantara kami. Hanya kami ingin menikmati waktu sendiri sendiri " kata Nathan .
" Hah.........kau ini gampang baperan . Bagaimana bisa kau menangani gadis kecil itu dengan baik Jika kau emosi dan mudah baper. Hei.....dia masih 20 tahun .Wajar kalo ia masih senang bersenang senang. Sedangkan kau sudah dewasa. Harusnya kau mengalah dan memberi nya contoh bukan tambah membuatnya pusing." kata Katrin.
__ADS_1
" Cih kepo , Lagian mengapa kau ikut campur " kata Nathan. kesal.
" Apa kau yakin serius dengannya. dan mencintai nya tanyakan dirimu sendiri bro " kata Lian yang menujuk dada Nathan .
" Tak ada masalah dengan ku , Aku hanya kesal " kata Nathan.
" Ck......seperti anak kecil . Pantas dia ragu dengan mu karna kau tak punya pendirian dan gampang cemburu. juga tukang atur" kata Katrina yang lalu meninggalkan kamar Nathan
" Akh .......kalian perempuan sama saja. membuatku bingung" kata Nathan lalu kembali merebahkan dirinya. dan memejamkan matanya. Karna pusing memikirkan masalah percintaan nya sendiri.
*******
Dikamar Lian gadis itu sedang asyik fokus dengan laptopnya karna ada zoom meeting class dengan teman temannya . Membicarakan tentang tinjauan ulang data science nya . Setelah selesai ia pun rebahan . Dan Ayse masuk membawakan cemilan dan coklat panas untuknya.
" Gimana ? sudah clear...apa ada data yang kurang kan tinggal menunggu wisuda. " kata Ayse.
" Aku tak ada masalah , tapi beberapa temanku. " kata Lian .
" Ya sudah kau santai saja lagian bukan masalah mu. toh tinggal wisuda. aku besok maju sidang doakan lancar ya " kata Ayse.
" Aamin semoga nilai mu yang terbaik " kata Lian lalu duduk .
" Kamu juga " kata Ayse Lalu Keduanya asyik ngobrol sambil menyeruput coklat panasnya Bercerita tentang kampus mereka. Sampai tak terasa waktu berjalan cepat.
" Sudah malam ngatuk. Besok kamu keja kan Li, aku balik kekamar dulu ya " kata Ayse.
" Ok.... semoga mimpi indah " kata Lian yang merapikan mejanya dan naik ketempat tidurnya. Untuk istirahat karna besok ia juga kembali bekerja seperti biasa .
" Alhamdulilah tinggal dua minggu kelar, tapi bagaimana kontrak dengan bos ya " kata Lian yang akhir akhir ini juga sibuk. hingga tak terlalu merindukan bosnya itu.
" Ah .....bodo amat, biarkan saja. pusing bila dipikir. lagian aku juga harus daftar ulang " kata Lian yang memejamkan matanya . Karna sudah mengantuk.
Pagi nya setelah subuhan Lian dan Ayse sarapan bersama. Menikmati roti panggang dan omelette dan segelas susu putih hangat
" Tumben Emma dan Grace beberapa hari ini ngak nongol apa mereka juga sibuk " kata Lian .sambil menguyah makanannya.
" Mungkin juga , tapi Emma bilang Grace mau pindah kuliah setelah wisuda " kata Ayse.
__ADS_1
" Hah..........kenapa ??? " tanya Lian
" Ngak tahu " kata Ayse yang mengangkat kedua bahunya.