
Lian lalu menutup pintu dan bergegas menuju kamar mandi. Untuk membersihkan diri. Lalu keluar dengan handuk kimono.
" Cepat sekali " kata Nathan yang beranjak dari ranjang .
" Mandilah grand pa sudah menunggu " kata Lian tampa menatap Nathan.
" Baiklah " kata Nathan tersenyum. Melihat Lian ya malu padanya. Setelah apa yang terjadi.
Nathan lalu masuk kekamar mandi . Sedangkan Lian bergegas berganti pakaian Dan tak lupa Lian menyiapkan pakaian Nathan lalu keluar dari.kamar. menuju meja makan. Karna tak mau membuat grand pa nya menunggu lama.
"Nathan mana ?" tanya grand pa.
" Dia masih berpakaian opa" jawab Lian seraya menarik kursi dan duduk
" Kebiasaan ayo sarapan tak perlu menunggu nya " kata grand pa yang sudah lapar.
**********
Lian duduk melamun dimeja kerjanya. Ketika Nathan pergi menghadiri acara amal Karna Nathan tak mengajaknya Dengan Alasan tak banyak acaranya dan hanya memberikan donasi dan juga sebentar hanya cukup ditemani Dion.
Sorenya ketika Nathan belum.kembali Lian bergegas pulang. Karna ia tak mau Nathan membawanya menginap lagi ..Karna Lian yakin takut tak bisa menahan diri Setiap dekat dengan bosnya itu.
" Em ...... boleh masuk " kata Ayse dengan kepalanya yang nongol di balik pintu.
" Masuk lah " kata Lian yang lagi asyik memainkan gawainya .
" Lagi apa?" tanya Ayse lalu naik keatas tempat tidur Lian
" Biasa, habis menelpon bunda. " kata Lian
" Kayanya ada bau bau jatuh cinta nih " goda Ayse.
" Hah .....siapa ? " kata Lian bingung
" Siapa lagi " kata Ayse tersenyum. sambil jari nya kearah Lian.
" Dih... ....mana ada " kata Lian tersipu malu.
" Masa, ...... habisnya lho betah dikamar terus slalu pegang tuh ponsel Apa lagi kalo ngak berharap dan menunggu seseorang nelpon iya kan " kata Ayse mengoda.
" Dih.... tahu dari mana orang aku lagi main game nih lihat " kata Lian .
" Itu mah modus buat pengalihan " kata Ayse.
" Yah..... kalo ngak percaya ya sudah " kata Lian cemberut
" Hahahaha..... baper nih ye " ledek Ayse tertawa
" Cih........senang " kata Lian lalu menelungkup kan kan wajahnya ke bantal..
" Hahaha becanda Li, tapi kalo benar juga ngak pa pa " kata Ayse tertawa. lepas.
Lian hanya tersenyum melihat sahabatnya itu tertawa . Namun hatinya juga tak menampik
__ADS_1
merasakan ada rasa rindu dihatinya . Ingin bertemu bosnya dan dipeluk seperti yang biasa Nathan lakukan.
*********
Pagi ini Lian bekerja sendiri karna Dion mengirim pesan. Ia dan Nathan sedang pergi ke luar negri. Walau Lian belum mendapat kabar langsung dari bosnya itu..
Siang nya saat Lian sibuk Nathan menelpon nya. Yang membuat Lian gugup untuk mengangkat nya
" Iya pa saya dikantor " kata Lian formal
" Sedang apa ?" tanya Lian .
" Bekerja pa " jawab Lian
" Aku rindu dengan mu Ana, apa kau tidak merindukanku " tanya Nathan.
Deg........
" Aku. ........." kata Lian tergagap..
" Baiklah tunggu aku pulang I miss you " kata Nathan yang lalu menutup pembicaraan .
Yang Membuat Lian terpaku seorang diri. dan lalu tersenyum . Sambil meletakan ponselnya di dalam tas.
Dan hari hari berikutnya Lian juga tetap bersemangat kerja ketika Rayyan menjemputnya pulang dari tanah air
" Lian " kata Pria tampan itu memanggil Lian ketika ke luar dari kantornya.
" Kak Ray ....." kata Lian yang berlari menghampiri dan memeluk sang kakak
" Bagaimana kak.Jasmine kak , lancar bersalinnya nya " kata Lian yang duduk disebelahnya.
" Alhamdulillah lancar keponakan mu jagoan " kata Rayyan
" Alhamdulilah " kata Lian senang.
" Slamat ya kak slamat jadi ayah yang paling baik pasti dia tampan " kata Lian .
" Trimakasih de," kata Rayyan sambil membawa mobilnya melaju meninggalkan perkantoran. Tampa Lian sadari ada dua pasang mata yang mengawasinya. Yang langsung menelpon seseorang.
********
Nathan mengepalkan tangannya seketika dan rahangnya mengeras mendengar Lian pulang di jemput seorang pria tampan. Pria yang sama yang slamai ini dekat dengan Lian. Yang membuat hati Nathan seperti ditusuk tusuk .
" Apa jadwalnya sudah terisi yon ?" tanya Nathan.
" Sudah bos mungkin besok siang kita pulang " kata Dion.
" Bagus lah siapkan semuanya " kata Nathan dengan wajah muram.
" Ya bos, ada apa dengan bos apa bos sakit ?" tanya Dion yang melihat Nathan yang tak seperti biasanya.
" Aku baik baik saja " jawab Nathan yang lalu pergi dari ruangan itu meninggalkan Dion seorang diri.
__ADS_1
" Astaga ...... kenapa dia jadi bad mood " kata Dion mengelengkan kepalanya. tak mengerti
Lalu Dion membereskan semua berkas dan kembali untuk pulang ke hotel di mana tempat mereka menginap.
*********
Di sebuah mansion Lian baru saja terbangun karna hari ini akhir pekan jadi ia menginap di mansion sang kakak. Yang berada di pinggiran kota.
" Yah kesiangan " kata Lian melihat Jam 08 pagi yang membuat dirinya meninggalkan kewajibannya sebagai muslim..
" Terpaksa besok di qodo deh, kenapa aku ngak dibangunin sih " kata Lian Yang lalu menuju ruang makan.
" Bi Mery kenapa aku tidak di bangunkan " kata Lian menarik kursi duduk dimeja makan.
" Maaf nona saya lupa tadi tuan muda sudah mengingatkan juga , tapi karna tadi sibuk saya jadi lupa " kata bi Mery sopan.
" Ya sudah kak Ray kemana ? kok ngak sarapan. " tanya Lian
" Tuan muda lagi di ruang olahraga nona " jawab bi Mery.
" Ada yang dibutuhkan lagi nona " tanya bi Mery.
" Tidak ada pergi lah " kata Lian yang sedang mengoles selai kacang diatas rotinya. Lalu melipat roti dan menggigitnya.
Setelah itu Lian berenang untuk melatih otot ototnya karna lama ia tak berenang .Karna sibuk dengan rutinitasnya yang padat.
" Yah........kenapa aku ngak nelpon Ayse aja ya, biar ada teman ngobrol.." kata Lian yang lalu naik keatas dan meraih ponselnya dan langsung menelpon Ayse.
" Woi..........lagi dimana ngak pulang lagi ?" kata Ayse dari sebrang
" Berenang beb sini kalo mau ikut " kata Lian dalam mode Vc
" Serius tapi gue boke beb utang dulu deh , nanti dapat duit gue bayar " kata Ayse yang juga kesepian di apartemen
" Ok gue kirim lokasinya ya , lho kesini naik taxi aja . nanti ada yang nunggu didepan sekalian bayar taxi nya " kata Lian.
" Ok serius ngak bohong kan " kata Ayse
" Ck.......kebiasaan mau ngak , kalo ngak ya ngak sudah " kata Lian.
"Iya mau mau tunggu aku ganti baju dulu ok bye ..... " kata Ayse yang memutuskan pembicaraan.
Lian pun lalu menuju kamarnya mengambil dompet dan menemui bi Mery di dapur.
" Bi tolong tungguin teman Lian di depan ya , ini uang buat bayar taxi sisanya buat bibi " kata Lian
" Iya non, sekarang" kata Mery bertanya
" Iya, Lian balik berenang dulu " kata Lian yang berjalan kembali ke kolam renang disamping mansion.
***********
Nathan baru saja menghempaskan badannya ditempat tidur ketika tiba di rumah orang tuanya. Dan lalu meraih gawainya di saku celananya untuk menelpon Lian. Namun diurungkannya
__ADS_1
" Pasti dia sedang bersama dengan pria itu " kata Nathan yang lalu meletakan ponselnya di sebelah bantal . Dan memejamkan matanya karna lelah..