
Nathan mengantar Lian pulang ke apartemennya. Yang memang tak jauh dari kampus di Cambridge itu.
" Saya turun disini aja pa " kata Lian ketika sudah berada diparkiran apartemennya.
" Apa perlu diantar keatas ?" tanya Nathan .
" Ngak perlu pa , trimakasih . Bapa harus pulang untuk istirahat " kata Lian tersenyum.
" Baiklah " kata Nathan .Yang tak mau memaksa.
" Sekarang naiklah " kata Nathan .
" Ya pa sekali lagi trimakasih " kata Lian dengan sedikit membungkuk kan badan
.Lalu meninggalkan mobil bosnya itu.
Nathan menatap punggung Lian sampai menghilang. Entah mengapa hari ini ia cukup senang. Bisa berkumpul keluargganya. Dan juga sekretarisnya .
Lalu ia pun menghidupkan kembali mobilnya Untuk pulang ke mansion nya .Yang ada dipinggiran kota.
..............................
Tap ...tap..... tap.....
Lian pun mempercepat langkahnya. Menuju pintu apartemennya. Lalu menekan nomor Sandi pintu.
Ting.........
" Huh......akhirnya sampai juga " kata Lian Yang melepaskan sepatunya
" Lian sudah pulang " kata Ayse yang keluar dari kamarnya .
" Baru masuk " kata Lian yang lalu masuk kekamar .Yang memang sekamar dengan Ayse. Temannya yang juga seorang muslim
" Kenapa pulang malam ?" tanya Ayse
" Tadi bos ku ada acara Jadi aku juga harus ikut. Sebenarnya aku mau pulang Tapi karna di minta ikut jadi terpaksa ikut deh " kata Lian.
" Tadi Emma bilang kau tak ada dikantor .Memang acaranya di mana ? tanya Ayse
" Kita meeting di hotel Hilton Ay , .Lumayan lama. Lalu makan siang dan kumpul kumpul deh. " kata Lian.
" Pantas saja lama. Oh ya tadi ada paket ruh dari indonesia " kata Ayse.
" Hah...... sudah sampai " kata Lian
" Sudah tuh lihat aja sana " kata Ayse menunjuk kotak paket
":Alhamdulilah aku pikir belum
Karna tuh penting buat wisuda " kata Lian.
Lian hendak melangkah mengambil paket .Namun pintu kamar sudah berisik diketuk. Siapa lagi kalo bukan Emma dan Grace.
Ceklek..........
" Hai......sudah pada tidur nih " kata Emma yang naok.keatas tempat tidur Lian.
__ADS_1
" Sudah malam tidur sana , emang pada mau bergadang ." kata Lian
" Kita kesini mau dengar kegiatan lho . Sama tuh big bos Li " kata Grace
"'Hadeh.....aku capek banget tahu ....sana minggir....minggir ":kata Lian yang rebahan di kasurnya. Sedangkan Emma yang duduk disisi ranjang manyun . Melihat Lian yang yang tiduran
" Emang ngapain aja sampai kecapean gitu ?" tanya Grace
" Huh......kalian kepo banget sih. bisa besok aja ngak . Nih mata tinggal 2 watt" kata Lian.
" Jadi curiga kita nih Li, pulang sudah tepar .Padahal tadi berangkat tampil modis kok pulangnya acak acakan . Jangan jangan......" kata Grace.
" Apa ?" kata Lian santai.
" Bukan apa apa Li, he....he...bercanda. Ayo cerita lah. Kan besok kita kerja " kata Emma.
" Tadi aku kepantai sama big bos ,sama bu Katrin juga .Dan saudari nya " cerita Lian
" Wow. ....keren trus gimana lagi?" kata Grace makin kepo.
" Ya gitu lah trus main pasir dan bercanda setelah puas diantar pulang"Cerita Lian
"'Trus... trus....tuh si bos kasih perhatian lebih ngak ,ya gimana gitu ?" tanya Grace.
" Ish kok kalian kepo banget sih , capek nih aku ngatuk " kata Lian .
" Yah ceritanya belum selesai Li. come on gimana lanjutannya " kata Emma.
" Tahu ah ngatuk " kata Lian cuek . Yang lalu memejamkan matanya.
" Yah tidur tuh si tuan putri . Mana belum selesai ceritanya.
" Ya sudah yuk Em balik kamar " kata Grace.
" Bye.......met mimpi indah "Kata Emma.
" Ya " Kata Ayse yang lalu menutup pintu kamar dan menguncinya.
..................................
Ketika sudah dikamar Emma dan Grace pun naik keatas tempat tidur
" Yah.... lama lama tuh bos bakal ada rasa juga sama Lian ." kata Grace
" Itu wajar sih , banyak orang bilang bos itu dingin, cuek dan juga ngak tertarik sama wanita . Sering gonta ganti sekertaris. lah Dan galak tapi menurutku Lian luar biasa bisa menaklukannya dengan caranya sendiri.. " kata Emma.
" Iya sih dia cukup pintar membuat big bos jadi berubah seperti prof Jack. juga.
" Fix kamu betul Grace . Harusnya Lian buka jadi konsultan aja. tuh " kata Grace.
" Iya Em aku penasaran sama tuh bocah. Apa rahasia nya tuh bocah . Semua orang killer bisa dia taklukan " kata Grace
" Entah lah gue juga mikir " kata Emma
" Ya sudah lah mikirnya besok aja " kata Grace yang lalu memejamkan mata.
.................................
__ADS_1
Sedang di sebuah kamar Nathan berusaha memejamkan matanya .Namun masih belum ngatuk .
" Dia sedang apa malam malam begini.?"
" Aish kenapa aku memikirkan bocah itu sih. Dia bikin semua orang kagum padanya. Tapi tunggu . Tadi siang bagaimana bisa ia mengerti bahasa mandarin " Kata Nathan bingung .
Selama ini memang ia slalu bersikap dingin.
Dan cuek dengan wanita . Karna Nathan fokus kerja dan membangun perusahaan . Untuk lebih besar lagi.
Tapi ia lupa bagaimana ia jatuh cinta. Karna semasa kuliah dulu . Nathan pernah diremehkan dan juga ditolak seorang gadis. Tapi sekarang berbeda. Semua perempuan mendekatinya karna ia sudah sukses. Ia bagai magnet tersendiri . Namun sampai hari ini .Belum ada seorang pun .Yang bisa menaklukan hatinya. Yang sudah mengeras seperti batu.
............................
" Slamat pagi pa " kata Lian memberi hormat.
" Pagi " kata Nathan yang melewati Lian .Begitu saja
" Kenapa dengannya ? tanya Lian heran.
Lalu duduk dikursinya kembali dan tal lama kemudian ia masuk keruangan bosnya untuk mengantar laporan dan jadwal sang bos.
" Ini pa berkasnya " kata Lian .
" Trimakasih " kata Nathan datar .
Lalu Lian pun kembali kemejanya. Sedang Nathan lalu memeriksa semua berkasnya
"' Aku harus mencari tahu semuanya " kata Nathan . Yang lalu cepat cepat membereskan pekerjaannya..
Setelah beres Nathan pun lalu pergi keruangan lain .
" Ana aku ada urusan penting sebentar.Kalo ada yang bertanya bilang Aku meeting di luar " kata Nahan .
" Baik pa " kata Lian
" Ya ampun ada apa dengan bos . Kok jadi cuek. gitu. Tapi bagus lah. Aku jadi santai . Ngak perlu kepo . Mending kerja dan membereskan ini semua .Sebelum big bos datang . " kata Lian.
Disisi lain Nathan sedang menemui asisten sistemnya. Di lantai 16 untuk membahas masalah pekerjaan.
" Bagaimana? kata Nathan menatap asistennya itu.
" Beres bos semua siap..Untuk yang di London semua juga sudah siap " kata pria itu.
" Bagus seminggu lagi aku akan keliling Eropa . Tolong bereskan semuanya ." kata Nathan .
" Baik bos " kata pria itu.
" Ok kutunggu hasilnya "'Kata Nathan .Lalu pergi meninggalkan ruangan itu . Kembali ke ruangannya. Untuk melanjutkan pekerjaanya.
"'Ana .....beri tahu Dion untuk membuat hasil meeting kemaren." kata Nathan.
" Baik pa " kata Lian lalu bergegas menuju ruangan Dion yang sedang bicara dengan kleinnya.Dan lalu menyampaikan permintaan
Nathan bos mereka. Untuk melihat hasil rapat.
.
__ADS_1
.