
Lian membawa mobil nya dengan kecepatan sedang. sampai kantor. Dan bergegas naik ke atas menuju ruangannya. L.alu langsung duduk sambil menghidupkan komputernya .
Hatinya cukup lega karna bisa membawa mobil sendiri. Dan itu menjadi alasan bagi Lian Agar Nathan tak bisa mengantarnya pulang Karna Nathan sudah tahu Kalo Rayyan kakaknya Dan ia bisa beralasan tidur di apartemen sang kakak.
" Hai cantik ini buatmu " Kata Dion yang memberikan sekotak coklat untuk Lian.
" Pagi kak, hah........ ini untukku " kata Lian menatap Dion tak percaya.
" Kenapa kaget " kata Dion.
" Ya aku senang saja sepagi ini sudah ada yang memberi ku hadiah " jawab Lian senang
" Itu hadiah mu karna kamu rajin membantuku " kata Dion tersenyum manis.
" Alhamdulilah rezeki anak sholehah trimakasih ya kak " kata Lian sumringah karna dia memang suka coklat . Dan Coklat pemberian Dion cukup mahal dan langka. untuk ditemukan di toko biasa. Dan hanya bisa di dapat kan di kalangan tertentu saja.
' Syukur lah kalo kau senang " kata Dion..
" Iya kak aku senang , trimakasih kak " kata Lian sambil memeluk kotak coklat itu yang membuat Dion tersenyum .Karna itu oleh oleh kliennya .
" Ya sudah slamat bekerja " kata Dion meninggalkan Lian
" Sama sama kak " kata Lian juga Sambil tersenyum. melihat Dion melangkah keruangannya
Lalu Lian pun menyimpannya di laci. Dan kembali melanjutkan pekerjaannya..Takut sang bos menagih laporannya.
" Apa dia belum datang ya ?" guman Lian sambil mengecek berkas laporan.
Sedangkan Nathan yang sedari tadi sudah berkutat dengan pekerjaanya . Sibuk mengecek ulang data.
" Apa dia jaga masih belum datang ? " kata Nathan yang berdiri lalu menuju pintu untuk mengintip Lian di mejanya.
" Huh ..... syukurlah dia sudah datang " kata Nathan yang lalu kembali ke kursinya.. Dan lalu menghubungi Lian.
" Ana laporan mu " kata Nathan
" Sebentar pa " kata Lian yang masih menyusun berkas.
" Baik ku beri waktu 15 menit " kata Nathan lalu menutup ponselnya.
Lian lalu mengecek data laporannya. Dan setelah lengkap dan benar ia pun me print laporannya sambil menyusunnya.
__ADS_1
" Ya ampun kupikir dia belum datang " kata Lian pelan. Lalu mengecek lagi datanya. dengan data di komputer. Setelah merasa sama ia pun lalu beranjak ke ruangan sang bos. Yang pasti sedang menunggunya mengantar laporan
Tok....tok....tok.....
" Masuk" kata Nathan.
" Pagi pa " kata Lian dan lalu memberikan laporannya di meja Nathan . Lalu menunggu sambil berdiri.
" Apa kau sudah diberikan data klein yang di san Fransisco ?" tanya Nathan menatap Lian yang berdiri mematung.
" Belum pa, mungkin nanti " kata Lian tersenyum
" Baik aku ingin kau pelajari semuanya. sebelum.aku pergi .Kau bantu Dion " kata Nathan yang siang ini ada pertemuan Tapi ia tak bisa membawa Lian Karna hanya para Ceo saja yang akan hadir dalam pertemuan itu. Karna hanya pemilik perusahaan besar yang diundang. Itu pun untuk kalangan tertentu.
" Baik pa, apa saya sudah boleh kembali ke meja saya "' kata Lian basa basi.
" Ya , tolong siapkan dan susun jadwalku untuk 2 minggu kedepan .Minta dengan Dion untuk datanya lengkapnya " kata Nathan.
" Baik pa " kata Lian yang bergegas keluar Dan menuju ruangan Dion untuk meminta data. jadwal bosnya.
Cek lek
" Hai kak apa sibuk ?" tanya Lian .
" Iya kak , kok kak Dion tahu " kata Lian heran.
" Iya lah pastinya bos mu itu cukup disiplin karma tak mau ada kesalahan. Tapi duduklah dulu aku sedang menyusunnya " kata Dion yang terlihat sibuk.
" Baik kak " kata Lian yang lalu menarik kursi dan duduk di hadapan meja Dion.
Lian duduk menunggu dengan sabar. Begitu juga Dengan Dion yang fokus pada laptop nya dan sesekali menyesuaikan semua laporan yang ia buat sesuai jadwal.
" Apa hari ini bos tidak mengajak mu pergi rapar Li " kata Dion sambil tetap fokus pada layar laptopnya
" Tidak kak, karna hanya antar pimpinan perusahaan saja " kata Lian.
" Ya begitulah itu hanya 20 perusahaan ter
pilih yang masuk . Juga menurut data forbes bisnis Dan bos Nathan masuk jajaran perusahaan yang sangat kompeten " kata Dion..
" Keren ya kak berarti bos Nathan terkenal dan uangnya banyak " kata Lian .
__ADS_1
" Ya begitulah, apa kau tidak senang bisa menjadi bagian dari hidupnya Kau bisa minta apapun Pasti dia akan memberikan nya tampa syarat " kata Dion .
Deg.........
" Aku........" kata Lian menggantung.
" Jangan sia siakan itu, banyak wanita yang tergila gila padanya dan ingin mendapat kan posisimu. Jadi buat lah dia senang . Dia memang galak tapi dia pria yang baik Lagi pula dia tak pernah bermain perempuan " kata Dion Yang ingin Lian dan bosnya itu hidup bahagia.
" Iya kak " kata Lian yang merasa tak enak hati padahal ia terpaksa nikah kontrak . Tak itu pun tak ada seorang pun yang tahu kecuali Katrina dan Alex.
" Ini sudah selesai kalo masih kurang kau bisa bertanya dengan bos . Biar tak ada kesalahan kau bisa bertanya langsung karna ia akan pergi selama dua minggu " kata Dion .
" Baik kak , aku tanyakan dulu ya " kata Lian yang menerima berkas dari Dion. dan melihat datanya. Lalu keluar dari ruangan Dion dan kembali keruangan Nathan.
" Maaf pa menganggu saya mau memastikan lagi " kata Lian yang memberi kan data jadwalnya pada Nathan yang lalu menerimanya dan mengecek semua jadwalnya.
Lumayan lama Lian menunggu Nathan mengecek jadwalnya sampai akhirnya .
" Ok ini semua sudah benar , kau bisa membuat laporannya ku tunggu sampai nanti sore kalo belum selesai Dan letakkan di mejaku kalo aku belum kembali " kata Nathan .
" Baik pa , saya kembali kemeja " kata Luan pamit dan keluar dari ruangan Nathan.
" Hem .... " jawab Nathan dengan deheman.Yang sedang sibuk dengan berkasnya.
Lian pun kembali kemejanya. Dan memasukan data laporan. Agar ia bisa menyelesaikan semuanya Lian bersyukur karna Nathan sibuk jadi tidak ada waktu mengganggunya Karna biasa nya bos nya itu slalu membuatnya serba salah.
*********
Jam pulang Lian lalu merapikan mejanya . Sedang kan Nathan belum.kermbali dari rapatnya. Dan Dion sudah duluan pulang karna ada urusan. Lian pun bergegas turun sambil merapikan tasnya.
Ting ..
Pintu lift terbuka . Lalu lian melangkah menuju mobilnya. Dan membawa mobilnya keluar dari halaman parkir sambil melihat ponselnya. " Oh ya aku lupa mampir supermarket dulu untuk membeli pembalut " kata Lian yang lalu meminggirkan mobilnya di antara mobil pengunjung lain .
Tak lama setelah itu Lian kembali ke mobilnya dan hendak membuka pintu ketika .....
" Aku ingin kau buat seperti kecelakaan dan pastikan aman " kata seorang pria yang berjalan mendekati mobil yang berada disebelah Lian .Karna memang sepi .
Lian yang mendengar pun bergegas masuk Dan menutup pintu mobil dengan pelan . Sambil mendengarkan penilik mobil sebelah nya berbicara.
" Namanya Nathan .... dia seorang ceo dan juga pengusaha terkenal " kata pria itu .
__ADS_1
.
.