Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 121


__ADS_3

Nathan mengantar Lian sampai mansion


Sesampainya disana orang tua Lian masih belum pulang..Dan Lian mengajak Nahan menunggunya diruang tamu. Kehadiran Nathan membuat Grace tak berani keluar .


Emma yang merasa tahu Nathan menyukai Lian menyuruh Grace untuk menunggu dikamar saja. Hanya Ayse sesekali mengintip kedua pasangan itu Yang lagi asyik ngobrol sambil menunggu Orang Tua Lian. pulang .


"'Apa mansion ini milik kalian . Maksudnya milik pribadi ?" tanya Nathan . Karna penasaran dengan mansion tua itu.


" Saya kurang tahu pa, tapi mansion ini sudah lama ditempati. . Yang tahu adakah bunda. " kata Lian


" O begitu... terus apa Kak Rayyan tinggal disini selama ini ." kata Nathan


" Iya , kenapa ? bapa penasaran , bapa bisa melihat nya disini ada sekitar 40 Kamar " kata Lian.


" Ya aku rasa begitu karna ini lebih luas dari milik Grand pa dan milik daddy " kata Nathan yang melihat ruang tamu nya begitu tertata rapi Dan dengan bahan kwalitas barang lama tapi asli


" Oh ya kapan kak Rayyan pulang "tanya Nathan.


" Mungkin setelah papa dan bunda pulang . Karna Kak Ray mengurus perusahaan papah " kata Lian..


Cukup lama mereka ngobrol dan lalu melihat lihat taman bunga.. Dan Ayse menghampiri keduanya .Ketika Lian masih tertawa dan bercanda. Bersama Nathan


"' Hai ..... pa " Kata Ayse ketika lewat


" Hai Ay apa kabar ?" sapa Nathan yang membuat Ayse menghampiri keduanya.


" Baik pa Kok bapa betah disini ? Apa bapa menunggu orang tua Lian " kata Ayse yang lalu ikut bergabung.


" Ya begitulah " kata Nathan.


" Mana Grace dan Emma " kata Nathan bertanya Membuat Lian dan Ayse saling pandang .


" Hei santai , aku bukan sekutu Lukas aku tahu Grace ada disini Aku tak mengatakan apapun pada Lukas. Itu urusan mereka .. Aku hanya ingin bertemu orang tua Ana " kata Nathan to the point.


" Ya aku mengerti . Apa bapa benar benar serius pada Ana. Atau bapa hanya me jadikan ban serep " kata Ayse menyindir.


" Hahaha......... rupa nya kalian sangat menyayangi sebagai sahabat ya. Hingga saling mengawasi sahabat kalian. Tapi aku serius untuk itu " kata Nathan santai ..

__ADS_1


Dan melihat sekeliling mansion dengan rasa kagum dan takjub Karna tempat ini menjadi incarannya sejak dulu.


" Ayse bos ingin bertemu papah dan bunda ku. Jadi ia tak mungkin bercanda " bisik Lian.


" Aku tahu. Tapi apa kau yakin bisa mencintainya Atau kau hanya belum sadar menyukainya .Aku sih terserah kamu Li. Dia cukup baik di mataku Tapi usiamu dengannya terpaut jauh ." kata Ayse.


" Tapi aku nyaman dengan nya " kata Lian.


" Ya aku mengerti , tapi kau harus pastikan Kau mencintai nya atau hanya sekedar kau nyaman saja . Karna itu beda beda tipis . Tapi pasti kan kau juga mencintai mya dan yakin " kata Ayse. Yang tak ingin Lian terperangkap dengan perasaan nya sendiri.


" Iya Ayse aku mengerti " kata Lian . Yang tahu teman nya itu Tak mau Lian hanya merasa nyaman saja . Tapi juga mencintai nya. itu yang utama


" Aku mendukung mu Li, Aku melihat dia serius padamu Tapi kau juga harus siap banyak wanita yang akan mengejarnya dan mengusik mu " kata Ayse


" Yah I see your mean " kata Lian tersenyum .


Ketiganya pun asyik ngobrol . Sampai bunda Aira pulang . Dan Nathan langsung mencium tangan bunda Aira seperti Ayse menyambutnya.


" Kau Nathan kan , " kata Bunda Aira penuh selidik .


" Benar bun saya Nathan yang dulu pernah bertemu. Apa bunda sendiri Di mana papah ?" kata Nathan


" Apa papah ngak pulang bun, " tanya Lian


" Papah mu lagi atau pertemuan, apa putri bunda bekum mandi . Mandilah ini sudah sore biar bunda yang menemaninya " kata bunda yang melihat wajah serius Nathan pada putrinya.


" Ya baiklah bun., pa saya mandi dulu ya " kata Lian pamit


" Ya silahkan " kata Nathan.


" Kalo begitu aku juga aunty , pa Nathan permisi " kata Ayse .


" Ya sana kalian bersih bersih dulu " kata Bunda Aira tersenyum..


" Silahkan di minum nak " kata bunda ketika Seorang pelayan mengantar minuman untuk Nathan dan juga dirinya


" Teimakasih bun " kata Nathan.

__ADS_1


"' Oh ya berapa lama papah dan bunda disini " kata Nathan sedikit tegang kita mulai pembicaraan


" Mungkin hanya sampai besok Kenapa apa ada sesuatu ?" tanya bunda menatap Nathan.


" Begini bunda jujur saja saya menyukai Ana dan mencintai nya .Saya ingin melamarnya dan bertemu papah nya. Saya ingin menikahinya Dan saya ingin memperkenalkan orang tua saya Agar bisa bertemu dengan Papah dan bunda " kata Nathan gugup.


" Oh ya apa kau yakin , Ana tak seperti yang kau lihat dia berbeda dari dia masih anak anak dan belum dewasa . Usia kalian terpaut cukup jauh .Tapi tak masalah kalo kau memang serius " kata bunda santai karna ia sudah tahu. Sejak pertama bertemu Nathan . Bahwa Nathan sangat serius mencintai putrinya


" Apa bunda menyetujui nya " kata Nathan


menatap bunda Aira


" Itu tergantung Lian pada mu, kalo kalian punya perasaan yang sama tak jadi masalah. Bunda hanya mengiyakan saja " kata bunda.


" Trimakasih bun, saya akan bicara dengan papah Ana dulu apa beliau akan merestui kami " kata Nathan


" Beliau ada rapat malam ini , nanti akan bunda sampaikan dan jelaskan maksud mu . Kau bisa bertemu beliau kapan pun . Bila kau serius pada putri kesayangan nya itu " kata bunda Aira tersenyum .


" Trimakasih bun .Saya akan bicara pada beliau secepatnya bila ada waktu " kata Nathan senang . Karna ia sudah tak sabar ingin Lian menjadi miliknya seutuhnya.


" Oh ya ..... apa mansion ini sudah lama Rayyan beli ini mansion yang sangat tua . Bagaimana Rayyan bisa membelinya " tanya Nathan yang memang lama tertarik dengan mansion unik Apalagi mansion yang sangat kokoh Dan sekeliling nya di kelilingi tembok Yang membuat aman penghuni nya Dan lagi cukup luas dan nyaman selain tingkat dua juga fasilitas tamannya cukup nyaman


" Ini milik keluargga " jawab bunda santai


" Oh ya , maksudnya keluargga dari pihak bunda atau papah " kata Nathan penuh selidik. Yang tahu mansion ini milik tuan Alexander. Seorang pengusaha yang cukup berpengaruh di Amerika.


" Tuan Alexander kakek bunda , dari pihak keluargga bunda " kata bunda tersenyum .


" Hah . .........bunda serius ?" kata Nathan terkejut .


" Ya dan Lian juga Rayyan adalah cicitnya " kata bunda santai .Karna tak mungkin ia menjelaskan secara rinci pembagian harta sang kakek Tentang dirinya dan Lina. saudara angkatnya Karna memang ada pembagian yang sudah disepakati. bersama


" Oh ... saya mengerti bun. Pantas kalo Orang luar tak bisa melihat mansion ini . Karna selain tertutup juga tak pernah di jual atau ditawarkan . " kata Nathan . Yang sempat tertarik membeli mansion ini. Namun tak pernah dijual sang pemiliknya sudah lama meninggal . Yang membuat banyak orang penasaran siapa sebenar nya pemilik mansion . Dan pewaris perusahaanya .


"' Hahaha....... kurasa banyak sekali orang yang penasaran dengan mansion ini " kata bunda. tersenyum


" Iya bun itu pasti " kata Nathan . yang tak menyangka kalo Lian salah satu cicit dari tuan Alexander.

__ADS_1


.


__ADS_2