
" Bagaimana kau bisa tahu apa sekertaris mu memberi tahukannya " kata Lukas
" Ya dia memberitahukan ku kemaren tapi aku lupa " kata Nathan. Membuang nafas kasarnya
" Lalu mau apa kau datang kesini ?" tanya Nathan penuh selidik.
" Apa dia tahu di mana Grace sekarang ?" kata Lukas menatap Nathan.
Namun Nathan hanya mengangkat kedua tangannya .Yang mengisyaratkan dia tak tahu apa apa.
Lukas terdiam " bisa kau bantu aku menanyakan dimana Grace berada ?" kata Lukas menatap Nathan
"Kau bisa bertanya langsung dengannya " kata Nathan yang lalu menghubungi Lian dan menyuruhnya untuk datang keruangannya
Tak lama Lian pun datang ke ruangan Nathan " Ada apa pa ?" kata Lian
" Duduklah " kata Nathan yang membawa Lian duduk disofa dan duduk disebelah Lian . Lalu Lukas ikut beranjak dari kursi dan ikut duduk disofa dan duduk berhadapan dengan Nathan dan Lian.
" Aku mau bertanya saja padamu Apa kau tahu dimana Grace . Karena sejak kejadian malam itu dia menghilang " kata Lukas menatap tajam Lian. Sedang Lian juga membalasnya tajam
"' Aku tidak tahu, kami hanya membuntuti nya waktu itu tampa sengaja. Dan hanya membantunya " kata Lian .
" Lalu kemana dia sekarang, aku sudah mencari nya kerumah orang tuanya dan hasilnya nihil " kata Lukas.
" Oh ya kenapa bapa mencarinya. Bukannya itu tak penting. Lagian bapa juga ngak mau tangung jawab kan Dan menyuruhnya untuk mengugurkan nya .Lalu untuk apa lagi mencarinya " kata Lian
" Apa dia sudah tak berada di apartemen nya " kata Nathan yang ikut bicara.
" Apartemen nya sudah habis masa sewa nya pa Dan kami juga tinggal menunggu waktu wisuda Jadi kami sudah berpisah Ayse juga sudah pindah Dan tinggal aku dan Emma saja disana " kata Lian menjelaskan.
" Lalu apa kau tidak tahu dia pindah kemana ?" tanya Nathan pada Lian.
__ADS_1
" Mana aku tahu. Kan kami sibuk masing masing . Saya bekerja dan dia juga punya urusan yang lain . Mana kami tahu lagi pula kami tidak terlalu dekat dan saya juga jarang pulang. kan bapa tahu sendiri kan " kata Lian menjelaskan dengan santai. Tampa membuat kedua pria itu curiga padanya.
Lukas terdiam. Dan menatap Nathan . Karna Nathan memang orang yang terbuka. dan juga baik. Tak mungkin Nathan ikut campur dan membohongi nya. Apalagi Lian hanya sekertarisnya. Dan Lukas dapat melihat wajah Nathan yang memang tak tahu apa apa. Karna pria itu terkenal sibuk dengan pekerjaannya.Namun Lukas belum percaya dengan Lian yang terlihat penuh misteri.
" Baiklah kau bisa kembali kemeja mu " kata Nathan pada Lian .
" Ya pa " kata Lian Lalu berdiri dan meninggalkan Nathan dan Lukas.
Lukas hanya menatap pungung Lian ang hilang dibalik pintu. Ada rasa penasaran masih menganjal dihatinya. Namun Lukas tak tahu harus berbuat apa
" Apa menurutmu sekertaris itu tak menyembunyikan sesuatu ?" kata Lukas menatap Nathan penasaran
" Kurasa tidak , karna aku sering bersama nya . Dan dia cukup baik dan jujur juga polos Tak mungkin ia mengurusi mu. karma seharian ia slalu bersamaku dikantor dan aku tak pernah melihatnya menghubungi siapapun " kata Nathan .Karna memang saat bersama Lian. Lian jarang sekali bermain ponsel atau menelpon dan menghubungi teman temannya.
" Memang ada masalah apa lagi ? bukannya urusannya sudah selesai .kau juga tak mau bertanggung jawab kan " kata Nathan
" Entah lah aku hanya merasa bersalah saja " kata Lukas yang memang memperdaya Grace yang polos. Dan mengenalnya lewat Rose malam itu..karna Rose adalah langganan nya. Dan ia meminta Rose mencarikan gadis perawan. Untuk tidur dengannya. Dan Kebetulan Rose malam itu mengajak Grace Lalu memperkenalkannya pada Lukas. Lukas yang memang hobby bertualang tak menyia yia kan nya . Dan memberi Rose hadiah . Dan membawa Grace dengan rayuan mautnya juga mencekoki Grace minuman .Dan ia pun medapatkan malam itu ia mengauli Grace yang memang asli perawan. Karna Grace gadis yang cukup baik. Dan itu membuat Lukas ketagihan dan melakukannya berkali kali.
" Apa kau sudah datang kekampus nya mencari keberadaannya " kata Nathan..
" Huh........ kenapa kau tak mencari gadis di klub malam . Malah mencari masalah dengan anak pelajar " kata Nathan .Menatap Lukas penuh curiga .
" Apa kau tak tertarik dengan sekertaris mu itu Dia cantik dan juga masih bersegel " kata Lukas menatap Nathan.Karna ia juga menyukai Lian yan smart dan pintar
" Hei........ tak mudah merayu nya dia cukup pintar menjaga diri. Lagi pula dia gadis baik baik mana mau dia ber gaul dengan sembarang orang . Dan kurasa Ana juga masih polos " Kata Nathan.
" Ya aku tahu " kata Lukas yang tahu teman teman Lian gadis baik baik . Terlihat jelas mereka masih murni dan juga baik..
Sedang di mejanya Lian fokus pada pekerjaannya. Sambil tersenyum penuh arti.
" Kau pasti akan lebih sibuk lagi nanti mencari nya bila kami membuat ulah " kata Lian yang terlihat santai. Sambil sesekali melirik ruangan Nathan .
__ADS_1
" Kenapa dia lama sekali . Apa yang mereka bicarakan " guman Lian sambil sibuk memperhatikan berkas berkas. Walau matanya fokus tapi pikirannya terbagi dua .Karna ia juga ingin tahu apa yang Lukas kata kan pada Nathan.
Tak lama setelah itu terlihat Lukas keluar dari ruangan Nathan . Dan pergi begitu saja melewati Lian yang menatap layar monitor komputernya
" Ana kemari lah " Kata Nathan memanggil Lian sambil berdiri didepan pintu ruangannya melepas kepergian Lukas.
Lian pun menoleh dan beranjak dari kursi nya..Dan lalu melangkah menuju ruangan Nathan .
" Ada apa lagi pa?" kata Lian yang duduk dikursi dihadapan Nathan.
" Apa kau benar benar tidak tahu dimana Grace , Lukas mencarinya. Untuk bertanggung jawab " kata Nathan dengan mimik serius . Seraya menatap Lian.
Lian hanya mengelengkan kepalanya dan juga mengangkat kedua tangannya.
" Lalu kemana dia. Bukanya kalian dekat dan berteman baik. Kenapa kau tak menelpon nya atau menanyakannya di mana ia tinggal " kata Nathan.
" Apa bapa percaya sama pa Lukas " kata Lian menatap Nathan penuh curiga. Takut Nathan membela temannya itu.
" Tidak juga tapi masalahnya bisa diselesaikan dengan baik baik dan cara kekeluargaan kan " kata Nathan
" Apa bapa yakin bisa !!!" kata Lian penuh penekanan. .Yang tak percaya dengan Lukas . Karna Lian sudah mendengar dan melihat langsung apa yang Lukas lakukan pada temannya Grace.
" Memangnya kenapa? kau sepertinya tak percaya bahkan seperti curiga apa Grace menceritakan sesuatu " Kata Nathan menatap Lian dengan wajah tak terbaca.
" Entahlah pa " kata Lian ragu .
" Ya sudah biarkan mereka mengurus masalah mereka, mana laporanmu dan jadwalku hari ini " kata Nathan yang belum menerima laporan Lian .
" Plak......astaga aku lupa " kata Lian menepuk jidatnya. Yang membuat Nathan tersenyum melihat polah lucu sekertarisnya itu yang membuatnya semakin gemas saja.
" Kenapa bapa tersenyum ?" kata Lian yang melihat Nathan tersenyum padanya penuh arti yang membuat Lian curiga.
__ADS_1
" Aku suka ........"...
" Stop " kata Lian yang buru buru beranjak dari kursi takut termakan rayuan bosnya itu.