
Satu bulan berlalu.......
Lian baru saja menghempaskan tubuhnya di kasur ketika Ayse menelpon nya.
" Woi kapan kembali kami Kangen beb " kata Ayse.
" Aku masih bingung Ay apa harus kembali kesana " kata Lian.
" Kenapa bingung ?" kata Ayse
" Pasti kau takut bertemu Nathan lagi kan Hei... kau harus tahu kebenarannya . Nanti kami ceritakan semuanya..Apa kau tidak mau kuliah hah.... ini sudah hampir di mulai beb " kata Ayse
" Ya besok aku akan kembali " kata Lian
" Ok aku tunggu , keponakan mu sudah bisa duduk , Dan anak Grace juga cowok beb. dia sangat mengemaskan " kata Ayse.
" Oh ya , pasti tampan " kata Lian .
" Iya mirip Grace banget untung ngak mirip bapanya beb. Tapi sepertinya si Lukas sudah berubah beb. Dia menjadi baik sekarang " kata Ayse bercerita
" Oh ya bagus lah " kata Lian.
" Kami rindu kamu Li, kembalilah tak ada yang perlu kau khawatirkan. Kami semua sudah tahu kau pasti masih bersedih .Tapi hidup terus berjalan. Iklas kan dia biar dia tenang di surga sana beb " kata Ayse lirih
" Ya Ay aku sudah iklas kok " kata Lian
" Ok kabari kami bila pulang ya , aku mau kerja lagi Nanti kak Ray ngomel bila ngak beres " kata Ayse
" Ok slamat bekerja Ay " kata Lian . Yang menaruh ponselnya .
" Ya aku harus move on . Aku yakin Aska sudah bahagia disana " kata Lian yang sudah mulai beraktivitas lagi setelah sempat sedih dengan kepergian Aska .
Yang membuatnya menyandang status janda dari pria tampan itu.
*****
Malam nya Lian pun minta Izin pada papah Bian untuk kembali ke Amerika. Karna Lian ingin kembali kuliah lagi .
" Kau serius sayang apa kau baik baik saja " kata Papah Bian menatap putrinya itu tak percaya
" Ya pah izinkan Lian ya. Lian bosan tak ada yang Lian kerjakan disini " kata Lian.
" Kau yakin ingin kembali ke sana atau kau ingin ....."
" Pah ....." kata bunda Aira mengeleng Menatap suaminya itu lekat.
" Apa ....?" kata Lian menatap Papah Bian.
" Bukan apa apa " kata papah Bian lalu
__ADS_1
kembali membaca korannya.
" Kalo Lian ingin kembali , kembalilah nak bunda dan papah mendukungmu . Kau masih muda.. Banyak hal yang bisa kau lakukan Tapi jangan lupa pamit pada mertua mu ya nak, Kau tetap menantunya. Dan kita tetap menjaga silaturahmi pada mereka " kata bunda Aira .
" Ya bun trimakasih pah trimakasih sudah izinin Lian " kata Lian terlihat senang Lalu mencium pipi bunda dan papah nya Dan pergi naik kelantai dua kembali kekamarnya..
" Kau memanjakannya sayang nanti kalo dia bertemu Nathan bagaimana?" kata papah Bian .
" Bi jodoh tak bisa kita cegah , toh Lian sudah bebas tak terikat Kalo Nathan masih mencintainya Dan Lian masih ada rasa Kita tak boleh menghalanginya bi. ingat dia sudah janda dia berhak memilih apa pun keputusannya " kata bunda Aira.
" Yah ... lalu siapa yang akan mengurus perusahaan papah Bila Lian juga tinggal disana sayang " kata Papah Bian
" Astaga kau ini .....pasti adalah . Nanti kita bicarakan ngak perlu risau bi . Kalo abi ingin pensiun Nanti bunda bicara dengan yan. Kenapa bingung " kata bunda Aira yang tahu suaminya itu khawatir Tak ada orang yang menggantikannya . Padahal selama ini Rayyan juga membantunya.
" Baiklah .... aku sudah mulai tua sayang aku juga ingin istirahat " kata Papah Bian
" Iya sayang ......aku mengerti " kata bunda yang menepuk bahu suaminya itu.
*******
Sore ini Lian berkunjung ke makam Aska Karna ingin kembali ke Amerika . Dan ia masih mengingat pesan Aska padanya Dituliskan Aska lewat sepucuk surat terakhir kali nya Sebelum Aska pergi berperang Yang Lian simpan rapi di balik foto mereka berdua. semasa sekolah dulu.
Flash back
**** Lian sayang aku tulis ini buat cinta ku yang paling ku sayangi . Kau bunga ku dan juga jantung hatiku . Aku slalu mencintaimu Sampai kapan pun sampai maut memisahkan kita .
saat kita masih sekolah . Dan aku slalu menunggu mu Dan kau aku bebaskan untuk memilih . Walau pun nanti aku tak selamat Aku tetap mencintai mu Kau satu satunya cinta ku di dunia dan akherat ku kelak
Bila aku kembali kita akan membangun Istana cinta kita bersama. Tapi bila aku tak kembali aku mendoakan mu bahagia dan menunggu mu Seperti yang sudah sudah sampai kau datang ke pintu surga ..Aku akan slalu mendoakan mu Dalam setiap detik nafas ku Dan cinta kita slalu abadi
suami mu tercinta.
Aska Audi Narendra
Flash off
Lian menabur bunga di makam Aska. Ada Airmata yang membasahi pipinya . Walau hanya sebentar mengenal Aska tapi Aska pria yang baik dan sangat manis bagi Lian .
" Aku juga mencintaimu ka, kita pasti akan bertemu lagi disana Terimakasih sudah hadir Dalam hidup ku walau hanya sebentar Aku slalu menyayangimu Aku akan melanjutkan hidup ku . Seperti pesan mu mengejar impian bisa menjadi pebisnis handal " kata Lian Sambil menuangkan Air meneral yang sudah ia bacakan yasin tadi malam .Lalu berdoa membaca surat Al mulk dan surat surat pendek. Setelah itu Lian pun pergi ke rumah mertuanya. Untuk bersilaturahmi .
" Jadi Lian mau ke Amerika kembali kuliah lagi nak " kata ibu Aska yang sempat tahu kalo Lian kuliah S2 di Harvard di amerika Dengan jalur beasiswa yang Aska ceritakan .
" Iya bu ' kata Lian tersenyum .
" Ya nak mudahan kau slalu sukses dan menemukan orang yang mencintaimu . Ibu dan ayah sudah iklas dengan kepergian Aska. Kau juga harus iklas ya nak, semoga Allah memberi mu jodoh yang terbaik " kata Ibu Aska yang kini menganggap Lian putrinya. Karna Lian rutin menengok mereka tiap minggu .Setelah Aska tiada .
" Ya bu , Aska pasti sudah bahagia di surganya Allah .Dan dia menunggu Lian " kata Lian getir .
" Ya kita semua akan kembali ke yang khalik nak. Sekarang lanjutkan lah hidup mu. Kau harus bahagia. Karna Aska juga bahagia disana ya sayang " kata ibu memeluk Lian .
__ADS_1
" Ya bu " kata Lian juga memeluk mertuanya. Yang sudah Lian anggap seperti ibunya sendiri. Walau jodohnya singkat Tapi Lian tak menyesal menikah dengan pria baik hati itu .Teman masa sekolahnya yang slalu menjaganya dan menjadi teman terbaiknya.
" Ya sudah bu Lian pamit pulang ya bu " kata Lian .
" Ya nak , hati hati ya " kata Ibu yang mengantar Lian sampai ke halaman rumah.
" Assalamualaikum " kata Lian ketika masuk mobil
" Walaikum salam " jawab ibu tersenyum lalu melambaikan tangan nya . Sampai
mobil Lian menghilang di tikungan jalan.
" Semoga kau bahagia nak, walau cuma sebentar jadi mantu ibu dan ayah tapi kau tetap permata di hati kami " guman ibu tersenyum. Karna tak menyangka bisa punya menantu anak pintar dan baik hati
seperti Lian.
" Bu ini dari siapa banyak banget ?" Kata Arfan menatap ibunya yang baru masuk.
Ke dalam rumah .
" Dari Lian , tadi dia mampir sini mau izin
Berangkat ke amerika lagi. " kata ibu
' Masyaallah , Aska beruntung banget bisa dapat tuh bini kaya gitu, Tapi sayang umurnya ngak panjang " kata Arfan lirih.
" Ya itu takdir nya mas mungkin Allah hanya memberikan cinta sekejap tapi bahagia " kata Ibu.
" Kalo dia mau sama Arfan sih hayo aja
bu Arfan nikahi sekarang " kata Arfan memainkan Alisnya.
" Hust .....trus mantu ibu si Lia mau kau
kemana kan fan " kata ibu .
" Di gembol bu dikantong " kata Arfan.
" Ih .... dasar kau ini ngak boleh gitu
syukuri saja yang kau dapat " kata ibu
Yang merapikan semua kantung plastik yang dibawakan Lian.
" Lah kok Arfan gak dibagi bu " kata Arfan. berteriak.
" Nanti mau dicek dulu " kata ibu yang tersenyum lalu membawa nya masuk kamar .
" Hadeh ... emang ....ya nasip Aska yang disayang Allah biar sudah ngak ada wangi nya masih membekas " kata Arfan .
__ADS_1