
Lian duduk tenang dimeja nya siang ini .Sedangkan Nathan dan Dion pergi rapat. Entah mengapa Lian merasa bersyukur. Tapi ada yang menganjal dihatinya. Tumben bosnya itu tak mengajaknya . Padahal ia slalu di ikut sertakan.
" Ish kenapa denganku " kata Lian .
" Ah sudahlah. .....aku kekantin aja. pasti Emma dan Grace sudah disana."'guman Lian
Lian pun lalu merapikan meja kerjanya . Lalu bergegas kekantin .Untuk makan siang
" Hai Em , Grace......." sapa Lian sambil membawa piring makanannya.
" Hai Li, tumben makan dikantin ngak biasanya. Kan biasanya makan di luar dama big bos ?" kata Grace.
"'Big bos pergi sama kak Dion hari ini . Jadi aku di kantor. Tapi malahan kok bisa makan bareng kalian " kata Lian tersenyum.
" Cie .......masa, tapi bagus lah .Oh yang Li, kami kemaren ngantar tugas tuh. prof Jack menanyakan mu. Masalah untuk S3 sudah kelar diurus belum. Karna beliau mau bantu katanya" kata Emma.
" Untuk itu sudah kelar Em, Datanya juga sudah masuk " kata Lian.
" Ya enak banget lho Li, serba gratis sekolahnya. Nah kita lulus nyari kerja. Tapi aku berharap bisa kerja disini " bisik Grace pelan.
" Aamiin .....semoga saja " kata Lian
" Iya aku juga berharap. Disini cukup nyaman dan lagi gajinya lumayan besar " kata Emma.
Lalu ketiganya asyik makan sambil ngobrol .ini pertama kalinya Lian makan dikantin. Biasanya ia makan bersama big bos . Tapi tak jadi masalah bagi Lian .Lian malah senang bisa kumpul .Dengan teman temannya lagi.
Ditempat Lain Nathan baru saja selesai rapat dengan klein nya .Setelah selesai ia pun makan siang. Bersama Dion di sebuah restoran yang cukup mewah.
"'Tumben bos ,hari ini Lian ngak ikut " kata Dion . Ketika mereka menunggu pesanan
" Beberapa hari lagi kita keliling Eropa , biarkan dia istirahat Karna kemaren dia cukup lelah " kata Nathan.
" Hah........Kapan? tapi Lian ngak bilang tuh " kata Dion. Yang merasa Lian tadi pagi fine fine aja. Lalu Dion diam sambil berpikir.
" Masa iya bos mulai perhatian, ngak kaya biasanya " bathin Dion bertanya tanya.Sambil melirik dengan ekor matanya.
Lalu keduanya pun makan siang dengan tenang..Tampa bicara dan setelah selesai mereka pun kembali lagi kekantor.
" Siang pa, kak Dion " kata Lian menyambut kedua nya Yang baru datang setelah rapat. Ketika sudah berada dikantor.
" Siang " kata Nathan yang langsung melewati Lian begitu saja.
" Hai.....girl , sudah makan ?" tanya Dion basa basi.
" Sudah kak " jawab Lian tersenyum.
__ADS_1
" Bagus .....kak Dion lanjut kerja ya " kata Dion .Lalu melangkah menuju ruangannya.
" Ya kak " kata Lian .Lalu duduk kembali di kursinya. Melanjutkan kembali pekerjaannya.
Sedang Nathan langsung duduk dikursi kebesarannya. Dan diliriknya sekilas meja Lian.Gadis itu sedang asyik dengan pekerjaannya.
" Apa yang dia lakukan, selama di tinggal rapat " Kata Nathan menatap punggung Lian . Yang asyik dengan komputernya.
Nathan sengaja tak membawa Lian hari ini. Karna ingin memastikan perasaannya yang sedang galau. Entah mengapa ia merasa ada yang salah dengan dirinya. Beberapa hari belakangan ini. Padahal 5 hari lagi. Ia juga akan mengajak Dion dan Lian. Untuk keliling Eropa meninjau kantor kantor cabang Airbanb
" Ana " panggil Nathan .
" Ya pa " kata Lian yang bergegas menemui bosnya itu.
" Ya pa ada apa ? " kata Lian .Berdiri didepan meja Nathan.
" Kau sudah siap untuk pergi " kata Nathan.
" Hah......kemana pa ? kata Lian bingung.
" Astaga apa kau lupa , kita akan berkeliling Eropa beberapa hari lagi. Dan ingat semua laporan dan data harus sudah siap. Tanya Dion untuk kelengkapannya. " kata Nathan.
" I.....iya pa . maaf saya lupa pa, terimakasih sudah mengingatkan " kata Lian. Yang sengaja pura pura lupa. Padahal ia sudah tahu. Dan tak mungkin juga dia lupa.
" Baik pa " kata Lian . Lalu bergegas keluar ruangan Nathan .
" Eh... keruangan kak Dion ah , mau nanya dulu " Kata Lian yang berbelok ke ruangan Dion.Yang membuat Nathan memicingkan mata. Melihat Lian yang tak jadi kemejanya.
Tok.....tok.....tok.....
" Masuk.........."
" Maaf menganggu kak, Lian mau minta data. Yang ke Eropa boleh " kata Lian.
" Masuk dan duduk lah dulu , biar aku jelaskan " kata Dion.
" Iya kak trimakasih " kata Lian. Yang lalu duduk dikursi depan meja Dion. Setelah menutup pintu ruangan .
Dion pun lalu menjelaskan secara rinci dan detail . Mengenai agenda kerja mereka .Yang akan pergi ke beberapa negara
Sedangkan Nathan terusik di mejanya. Ketika Lian belum kembali ke meja kerjanya .
" Apa yang dia lakukan di ruangan Dion sih ?" kata Nathan penasaran.
Lalu keluar dari ruangan nya dan mendekati pintu ruangan Dion." Kenapa ditutup " kata Nathan yang mengintip dari lubang pintu.
__ADS_1
Sedangkan Lian fokus mempelajari data data. Yang diberikan Dion padanya . Sambil mencatat batas perhari Untuk setiap negara.Yang akan mereka datangi.
" Kak ini ada Lima negara. Apa besok kita akan kesana semuanya ?" tanya Lian menatap Dion.
" Iya kenapa , kita akan berkeliling selama satu minggu disana " kata Dion menjelaskan.
" Oh begitu " kata Lian .Lalu kembali memperhatikan berkas dihadapannya .
Sedangkan Dion menatap pintu. Karna terlihat pintu ruangan nya terbuka sedikit.
" Cih..... apa dia mulai punya kerjaan baru .Mengintip orang kerja " bathin Dion yang tahu jelas itu siapa . Lalu membuka Cctv di layar laptopnya.
" Apa ada orang di depan pintu .....!!!" kata Dion cukup keras .Membuat Lian kaget dan melihat ke arah pintu.
" Kenapa kak?" kata Lian bertanya dan bingung tak ada orang yang mengetuk pintu.
" Cih ....sialan Dion " kata Nathan yang cepat cepat menjauh dari pintu.Dan kembali ke ruangannya .Dengan hati dongkol karna ketahuan.
"'Lagian ngapain dia nyuruh Ana lama lama di ruangannya " omel Nathan .Seorang diri. Karna tak mungkin ia menanyakan apa yang mereka lakukan. Bisa jatuh harga dirinya sebagai bos.
Sedang Dion tersenyum. " Dasar bos kepo , tapi menarik. Tak biasanya dia begitu. Aku curiga dia ada rasa. Karma dengan sekertaris lain Nathan masa bodoh. Tapi berbeda dengan Lian. " kata Dion dalam.hati.
" Lihat saja bakal aku kerjain besok " kata Dion tersenyum simpul.
" Sudah kak, kok kak Dion senyum senyum " kata Lian heran .
" Tidak tadi kakak lagi main game " bisik Dion pelan.
" Oh ...., trus kenapa kak Dion tadi berteriak. Kan ngak ada orang didepan. Biasa kalo ada orang .pasti ketuk pintu dulu kalo mau masuk " kata Lian yang memakai logikanya.
" Ada hantu yang suka ngintip orang " kata Dion.
" Hah .......... hantu ....ih siang siang begini kak,. Masa sih " kata Lian yang lalu bangkit dari kursinya dan menuju pintu. Lalu membuka nya. Dan tak ada siapapun disana.
" Hahaha........dia sudah menghilang takut ketahuan " kata Dion terkekeh.
" Aish.....kak Dion ..Mana ada hantu siang siang begini. Lagian ngapain coba .... mau ngintip apa !!! " kata Lian dengan wajah polosnya.
Yang membuat Dion tergelak . Melihat wajah imut Lian yang polos. Karna ulah Bosnya yang mengintip.
" Ih kak Dion ngerjain Lian ya " kata Lian cemberut. Merasa dikerjai seniornya itu.
" Ngak kak Dion serius, tapi tukang ngintip nya sudah pergi. Sana bawa berkasnya ke meja mu. Nanti malah tambah penasaran tukang ngintipnya " kata Dion Sengaja bersuara keras .Yang menyuruh Lian kembali kemeja kerjanya.
" Awas .......kau Dion " geram Nathan yang mendengar tawa Dion . Yang membuat hatinya panas.
__ADS_1