
Lian pun ikut kaget ketika Nathan ikut makan di kantin. Karna memang setahu Lian Big bos nya jarang kekantin.
" Boleh bergabung " kata Nathan
" Em ......silahkan pa " kata Grace yang terpesona dengan big bosnya
" Kok tumben bapa makan dikantin " tanya Lian. Seraya menatap Nathan.
" Lagi malas keluar " jawab Nathan..
" Ayo makan " kata Nathan yang lalu melahap makanannya. Tampa perduli dengan orang di sekitarnya . Yang cukup heran dengan kehadirannya .
Akhirnya mereka makan dengan tenang tampa bicara . Karna sungkan dengan big bos mereka yang duduk tenang menikmati makanannya
........................
Sore harinya Lian bersiap untuk pulang . Ketika Nathan menghampirinya ..
" Ayo pulang " kata Nathan.
" Sebentar pa " kata Lian yang masih merapikan mejanya. Lalu setelah selesai ia pun menyusul Nathan. Karna ada hal yang ingin big bosnya bicarakan.
Mobil berhenti di sebuah restoran .Nathan pun mengajak Luan turun. Nathan yang sudah memesan tempat langsung menuju meja yang sudah disediakan. Yang agak menjauh dari meja yang lain.
Keduanya duduk dengan tenang .Lama keduanya terdiam sampai akhirnya Nathan pun buka suara
" Ana begini , grand pa minta aku menikahi mu tapi ........
" Hah .......kok bisa " kata Lian kaget
" Dengarkan aku dulu. jujur saja begini aku ingin kau membantuku untuk bersandiwara bahwa kita pasangan .Hanya didepan keluargaku saja " kata Nathan.
" Tapi itu tetap saja bohong pa , saya ngak mau " kata Lian
" Come on please hanya untuk grand pa An ,
Agar beliau senang "Kata Nathan
" Saya tidak mau pa, saya ngak mau bikin masalah . Karna kalo nanti ketahuan bisa jadi menyakiti orang lain . Dan itu akan masalah besar. Silakan bapa cari yang lain.sajax " kata Lian tegas.
" Coba pikirkan dulu An. Hanya kita berdua yang tahu " kata Nathan Membujuknya
Lian mengeleng kan kepalanya Yang membuat Nathan bingung .Karna tak berhasil.membujuk Lian.Tapi Nathan tak menyerah ia mencoba mencari ide lain sambil berpikir.
Lalu pelayan pun datang membawa makanan yang membuat keduanya terdiam. Dan menikmati makanan tampa bicara. Setelah selesai .Nathan membayar makanannya . Lalu mengantar Lian pulang.
__ADS_1
"'Tolong pertimbangkan sekali lagi "'kata Nathan ketika mereka didalam mobil. Ketika mobil melaju di jalanan.
Namun Lian tak menjawab Dan hanya fokus melihat kedepan. Karna Lian tak mau berpura pura atau bersandiwara. Tak lama mobil pun berhenti dipinggir jalan. Dekat dengan apartemen Lian.Lalu Lian pun bergegas turun dari mobil .
" Trimakasih pa traktirannya dan tumpangannya " kata Lian. lalu ingin membuka pintu .Namun Nathan menarik tangannya .
" Please An, pikirkan sekali lagi " pinta Nathan yang tubuhnya sangat dengan Lian.Sehingga nafas Nathan terasa oleh Lian.
"'Maaf pa saya tidak bisa " kata Lian yang menghindari wajah Nathan yang sangat dekat .
" Baiklah aku tak memaksamu tapi tolong pikirkan sekali lagi " kata Nathan yang kembali duduk ke sisi semula.
Lian pun bergegas turun .Dan meninggalkan Nathan sendiri di dalam mobilnya Sedangkan Nathan hanya terdiam menatap Lian menghilang dibalik apartemen.
"'****......." umpat Nathan kesal . Karna Lian bukan orang yang mudah untuk diajak bersandiwara.
"'Kita lihat saja besok " kata Nathan lalu pergi membawa mobilnya meninggalkan apartemen Lian.
............................
Sedangkan Lian mengunci pintu kamarnya. Setelah masuk kamar. lalu melempar tasnya. Keatas ranjang . dan menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur.
" Gila aja tuh bos , bagaimana bisa dia membuat sandiwara seperti itu. " dumel Lian sendiri. Karna kesal dengan apa yang diinginkan Nathan.
" Tapi bagaimana dengan grand pa " kata Lian lagi yang tak tega melihat pria tua itu. Mengingatkannya pada opanya di jakarta..
" Tumben sudah rapi beb ?" tanya Ayse yang melihat Lian sudah siap kekantor
"'Iya Ay aku berangkat duluan ya " kata Lian pamit.
" Li.......Kamu ngak sarapan dulu " teriak Ayse.
" Nanti dikantor ,aja Ay " jawab Lian Yang turun menuju pintu keluar. Dan pergi ke kantornya.
Lian naik taxi ke kantornya , tapi ia sempat membeli beberapa r roti untuk sarapan dikantor. Karna tadi malam ia ketiduran
Sesampainya dikantor Lian langsung duduk di meja kerjanya. Dan sarapan roti yang sempat dibelinya . Pikirannya kalut hingga ia ketiduran ketika masuk kamar .Tapi karna rasa profesional nya ia tetap masuk kantor. Dan bekerja seperti biasa. Sambil mengecek laporan Lian menguyah rotinya .Tampa menoleh kiri kanan..Sepasang mata memperhatikannya sedari tadi.
"'Dia sudah dikantor. apa aku harus bicara sekarang .Tapi gimana kalo dia marah." bathin pria itu yang tak lain adalah Nathan yang sudah lebih awal kekantor. Karna pusing sendiri dengan rencananya.
" Lian .........lho kok tumben sudah datang " kata Dion yang hendak melewati Lian.
" Hai kak slamat pagi " kata Lian.
" Pagi juga " balas Dion.
__ADS_1
" Kok datang pagi banget sih ngak kaya biasanya " kata Dion heran sambil mengernyitkan dahinya
"Tadi malam ketiduran lebih awal kak .Takut telat jadi mumpung bangun pagi berangkat cepat " kata Lian memberi alasan.
" Ya sudah slamat bekerja. " kata Dion yang melangkah ke ruangannya . Namun ia sempat melirik ruangan Nathan.Yang pintunya terbuka sedikit.
" Apa bos juga sudah datang ?" bathin Dion yang lalu masuk ke ruangannya.
Sedangkan Nathan gelisah di ruangannya.
Dan bingung harus melakukan apa Karna baru kali ini .Ia seperti orang bodoh. Banyak wanita yang ingin dekat dengannya. Namun tidak bagi Lian yang malah menghindarinya.
Lalu Nathan pun membuka pintu ruangannya Dan memanggil Lian.Lian yang kaget bosnya itu sudah datang hanya bisa terdiam.
" Astaga kapan dia datang ?kenapa aku tak melihatnya lewat sih " bathin Lian .
" Ya pa sebentar " kata Lian. Yang lalu merapikan berkasnya dan menghadap Nathan yang lagi berdiri dengan berpangku tangan.
":ini laporannya pa " kata Lian yang menaruhnya diatas meja Nathan menutup pintunya dan menguncinya.
" Duduk lah aku mau bicara " kata Nathan.
" Bapa mau bicara apa ?" kata Lian yang lalu duduk di kursi di hadapan meja Nathan dan Nathan masih berdiri disamping mejanya.
" Apa kau sudah memikirkannya ?" tanya Nathan menatap Lian lekat . Entah mengapa hari ini ia menginginkan jawaban Lian Sampai rela bangun pagi Dan berangkat lebih awal kekantor .Melewatkan sarapan paginya
"'Kenapa ? jawabannya tetap sama pa saya tidak mau " kata Lian tegas.
"'Oh ya kau yakin ?" tanya Nathan yang mulai kesal dan mendekati Lian.
" Ya yakin pa " kata Lian.
" Walaupun kontrak magang mu aku putus Dan ku beri nilai D ." ancam Nathan penuh penekanan .
Deg .........
" Bapa mengacam saya " kata Lian menatap Nathan tajam.
" Terpaksa " kata Nathan balas menatap Lian. Kedua saling beradu pandang . Yang membuat mereka mengukur kekuatan masing masing
" Kalau saya tetap menolak bagaimana ?" tanya Lian
" Tak ada kata penolakan kalo kau ingin tetap kerja disini dan mendapat nilai sempurna ." kata Nathan tegas.
" Ok saya ingin bapa membayar satu trilyun hari ini juga " kata Lian menantang Nathan.
__ADS_1
" Apa............?????