Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 97


__ADS_3

Bunda Aira bersiap siap setelah selesai sarapan.. Karna Nathan dan Lian berjanji akan mengantar bunda Aira ke bandara.


" Bunda kenapa ngak pulang besok minggu aja sih bun biar kita bisa jalan jalan " kata Lian. Yang merayu bunda untuk tinggal sehari lagi


" Ish kamu ya ..Li, tuh malu sama teman teman mu masa sudah besar masih merengek " kata bunda


" Biarin " kata Lian cuek. Karna memang Lian sangat manja pada sang bunda


Grace dan Ayse hanya jadi penonton setia Melihat Lian yang kemana mana memegang baju sang bunda Dan merengek seperti anak kecil


" Lian kan Lian tahu bunda sibuk ayolah sayang nanti telat, eh .. ...sudah datang ya " kata Bunda mengerjai Lian.


" Bunda......." rengek Lian Yang membuat Grace dan Ayse terkekeh melihatnya.


" Li kamu lucu ya kalo lagi sama mommy mu persis kaya anak kecil " ledek Grace


" Iya Li, Emang dirumah suka gitu mom ?" tanya Ayse


" Iya sayang bahkan lebih parah " kata bunda Aira terkekeh. Yang membuat Lian cemberut. mencebikkan bibirnya.


" Wah itu sih kelewatan " kata Grace terkekeh


" Biarin kan mumpung my mom disini " kata Lian. cuek Yang lalu membantu bundanya menata semua barang dan oleh oleh yang akan dibawa. pulang


Tak lama kemudian setelah semua sudah beres. Seorang pelayan datang memberi tahukan ada tamu yang menunggu diruang tamu..


" Pasti dia sudah datang " kata Lian


" Iya sayang sana temani dulu " kata bunda .Menyuruh Lian untuk keruang tamu..


Benar saja terlihat bos nya itu sedang duduk tenang di sofa .seorang diri menunggu mereka keluar


" Bapa ngak kerja ? " tanya Lian . yang lalu langsung duduk disofa .


" Sehabis ngantar mommy ke bandara lansung balik ngantor " kata Nathan


" Baiklah tunggu sebentar " kata Lian. Yang menyuruh para pelayan membawa barang barang bundanya ke mobil.


" Hai ...Nathan maaf membuat mu menunggu lama " kata bunda Aira. Yang muncul tampil anggun


" Oh ngak pa pa mom , Apa kita berangkat sekarang ?" kata Nathan


" Ya tunggu sampai mereka selesai menata barang di bagasi " kata bunda yang melirik Nathan terlihat tampil rapi. Yang membuat nya kagum pada pria yang terpikat dengan putri manjanya


Setelah selesai ketiganya pun langsung masuk mobil Lian mengantar bunda nya pulang. Karna Nathan naik taxi ke mansion. Jadi mereka memakai mobil Lian.. Karna nanti Keduanya akan langsung kekantor. Setelah mengantar bundanya.


" Bunda berangkat ya, kamu jangan manja ya sayang kasihan kakak mu " kata bunda. ketika bunda Aira ingin Chek in

__ADS_1


" Ih.. bunda, siapa juga yang manja " kata Lian cemberut yang membuat bunda terkekeh dan memeluk putri kesayangan itu.


" Ok Nathan thanks sudah mengantar mom titip Lian ya. Maaf kalo anak mom itu manja dan juga merepotkan mu " kata bunda Aira tersenyum .


" Ya mom jangan khawatir aku akan slalu menjaganya sepenuh hati " kata Nathan tersenyum melepas bunda Aira yang langsung chek in ke dalam lalu melambaikan tangan pada mereka berdua.


" Hati hati bun....." kata Lian


" Kau juga sayang " kata bunda nya yang memang sering berpergian sendiri untuk melihat perkembangan bisnisnya.


Lian dan Nathan meninggalkan tempat itu setelah bunda Aira tak terlihat lagi Karna sudah memasuki ruang tunggu didalam . Dan lalu keduanya kembali menuju mobil untuk kembali kekantor.


" Apa mom sering pergi sendiri " tanya Nathan pada Lian ketika mereka sudah didalam mobil .


" Ya begitulah" kata Lian..


"Beliau menjalan kan bisnis apa ?" tanya Nathan sambil melirik Lian.


" Butik mom punya butik di paris dan Milan dan mom juga seorang desainer butik nya sendiri " jawab Lian..


" Wanita yang hebat dan cantik , aku pikir tempo hari dia istri kakakmu Rayyan . Apa Kak Rayyan sudah punya istri ?" kata Nathan bertanya sambil melirik Lian


" Mm.....istrinya juga cantik dan baru saja sehabis melahirkan putra pertama mereka " kata Lian .Sambil melihat Nathan dan Nathan tersenyum.


" Tapi kau juah lebih cantik sayang " puji Nathan . Yang membuat pipi Lian bersemu merah.


" Tidak ... itulah sebabnya aku menyukaimu dan aku serius mrncintaiku kau bidadari ku yamg menghiasi mimpi ku setiap malam dalam.mimpi indah ku " kata Nathan


" Gombal " kata Lian.


" Tapi kau suka kan " kata Nathan mengoda. Yang tak terasa mereka sudah hampir sampai di kantor


" Ck...... ngak " kata Lian dengan wajah bersemu merah karna malu


" Hahaha.........tapi kau lucu sayang bila malu malu begitu " kata Nathan yang memberhentikan mobil mereka . diparkiran


kantor . Yang membuat Lian Kaget . Karna mereka sudah sampai.


Lalu keduanya pun naik kelantai atas dengan lift khusus petinggi perusahaan.


Dan. menuju lantai dimana kantor Nathan dan Lian barada ..


Ting.......


Setelah keluar Lian pun langsung kemeja nya .Begitu juga Nathan.


" Jangan lupa laporanmu Ana " kata Nathan mengingatkan Lian .Yang sudah duduk di mejanya.

__ADS_1


" Ya pa . " kata Lian yang kembali berkutat dengan pekerjaannya . Padahal ia sudah malas magang karna ingin libur..Tapi terpaksa ia kerja karna kontraknya dengan masih mengikatnya dan tinggal 3 bulan lagi. ia harus menyelesaikannya dengan cepat


Sedangkan Nathan tersenyum sendiri . Setelah bisa mendekati bunda Aira .


Yang membuat Nathan yakin ia pasti bisa menaklukan gadis cerewet itu.. Dan kembali fokus dengan berkasnya. Karna semalam ia tidak fokus bekerja .memikirkan Lian


Tak lama Lian pun mengetuk pintu untuk mengantar laporannya


" Masuk " kata Nathan tampa menoleh. Sehingga Lian pun masuk dan lalu menyerahkan laporannya .


" Ini pa " kata Lian menyerahkan laporannya diatas meja dan hendak ketika berbalik badan.


" Tunggu aku belum mengeceknya Semalam Kau izin kan biar aku cek dulu takut kau lupa " kata Nathan yang mengambil berkas Lian dan memeriksa nya sambil melihat poin poin jadwalnya.


" Sini aku beri tahu " kata Nathan memanggil Lian untuk mendekat padanya.


" Apa " kata Lian bingung karma menurutnya laporannya sudah sesuai jadwal dan tak ada yang terlewatkan .


" Ini kau lupa memberi tanggal " kata Nathan protes .


" Astaga pa .ini kan tinggal di kasih tanggal dengan pena Kenapa masih protes juga sih " kata Lian cemberut. Karna Nathan mempermasalahkan nya.


Tak seperti biasanya.


" Ya jelas aku protes aku bos mu " kata Nathan yang lalu menarik Lian ke pangkuannya. Yang membuat Lian terkejut dengan perlakuan Nathan yang membuatnya terjatuh dipelukan Nathan.


" Bapa apaan sih " kata Lian yang hendak beranjak bangun Namun tangan Nathan sudah menahannya.


" Biar seperti ini aku sangat rindu pada mu " kata Nathan jujur seraya menatap lekat sekertaris kesayangan nya itu. karna semalam hadis itu membuatnya gelisah .


" Ih bapa ini dikantor " kata Lian yang tak sengaja menatap Nathan dan seketika kedua manik mata mereka bertemu .


Dan Nathan dan membuang kesempatan itu .Yang langsung mencium bibir mungil Lian dan **********.


" Mpt .....mpt......


" Aku mencintai mu Ana " kata Nathan ketika ia melepaskan ciumannya dan memeluk tubuh Lian erat dan mengangkat sebelah kaki Lian hingga Lian benar benar dalam posisi tersadar di meja. Hingga rok Lian tersingkap


" Pa ....mpt..... mpt ...."


Lian tak bisa bicara lagi ketika Nathan menghujam kan ciumannya bertubi tubi ******* bibir mungil nya yang membuat Lian terbuai dan tampa sadar ia mengalung kan tangannya di leher Nathan. Yang membuat mereka berciuman dengan penuh hasrat.


" Mhem......mhem........sebuah suara mengangetkan keduanya .


.


.

__ADS_1


__ADS_2