
Mendengar ancaman itupun keempatnya langsung panik. Karna Ayse terlihat sangar bila marah .Sedang kan Lian menarik krah salah seorang pria.
" Siapa yang mengirim kalian hah...." kata Lian kesal.
" Mr x nona kami tidak tahu Kami cuma dibayar " kata Pria itu gemetaran.
" Siapa Mr x " kata Lian lagi .
" Kami tidak tahu Kami hanya mendengar suaranya saja " kata Pria itu.
" Sini berikan ponsel nya " kata Lian mendelik Membuat pria besar itu takut padahal tubuh Lian sangat mungil Tapi tenaganya luar biasa.
"' Ini..... kata pria itu memperdengarkan suara Mr x Yang membuat Lian langsung mengcopy nya Dan merekam suara itu . Lalu keduanya melepaskan empat pria itu Yang lari terbirit-birit masuk kedalam mobil Dan mereka pun langsung cepat pergi dari tempat itu.
" Ck....kabur ....cemen " kata Ayse.
" Sudah ayo pulang " kata Lian yang memasukan ponselnya kedalam tasnya kembali. Dan kembali masuk mobil .dan pulang menuju mansion . Ketika mereka keluar mobil Rayyan pun ikut masuk.
" Lah berarti mobil yang tadi ditepi jalan itu mobil kak Rayyan " kata Lian . Yang sempat melihat mobil berhenti tak jauh dari mereka.
" Iya nona maaf kami hanya jadi penonton saja " kata Jhon .
" Wah...... sengaja ya kak " kata Lian
" Kan kalian perlu olahraga malam sekali kali biar sehat " kata Rayyan sambil melenggang masuk ke dalam mansion.
" Ih.... dasar kak Ray untung tuh cowok lemes Kalo profesional ya kita tetap kewalahan " kata Ayse .
" Yuk masuk .... ngak usah dipikir ." kata Lian
" Kak bantuin .. Lian " teriak Lian Yang membuat Rayyan menghentikan langkahnya dan menoleh.
" Apa......?" kata Rayyan
" Nih cariin orang nya " kata Lian yang berjalan mendekati Rayyan Memberikan ponselnya.
" Tuh suara.... milik siapa ?"' kata Lian .
" Yuk ikut " kata Rayyan
" Ay kamu kekamar duluan ya, aku ada perlu sama kak yan " kata Lian Yang lalu mengikuti Rayyan kesebuah ruangan . Yang berada diruang kerjanya. Di belakang lemari.
Rayyan pun masuk diikuti Lian..Ruang yang penuh dengan perangkat lunak itu tertata rapi. Karna itulah kamar Rayyan yanng memang jurusan teknik komputer di samping ber bisnis .Yang membuat Lian kagum . Melihat semua peralatan lengkap sang kakak.
" Gila kok lengkap banget kak " lebih lengkap dari kak aji " kata Lian Yang dekat dengan hecker putra sahabat sang bundanya yang seorang hecker
Rayyan menyesuaikan suara orang dengan setiap foto gambar seorang pria dan akhirnya.....Ini .... " Apa kau mengenalnya ?" kata Rayyan .
" Dia ...Rose...." kata Lian
__ADS_1
" Dia Ceo PT xyz namanya Hendrik . " kata Rayyan
" Dan Rose pasti kekasihnya . Dia sekertaris yang pernah Lian ceritakan sama Kak Rayyan itu " kata Lian.
" Apa kau menganggu nya ?" kata Lian.
" Dia yang menganggu ku ,dan berniat mencelakai ku bersama Clara dan Jenny Sepertinya dia menyukai bos Nathan " kata Lian melihat foto itu dengan jelas.
" Lagu lama sakit hati lalu nekat Kenapa ngak bunuh diri aja di pohon tauge " kata Rayyan .
" Ih ya ngak bisa lah kak pengen dibelai belai dulu kali . Wah rival gue sadis juga Naksir sama bos Nathan tapi tubuh nya di pake Hendrik ish.... ish.... model mafia cap bekicot " Cibir Lian kesal..
" Ya begitulah kau harus hati hati de, Dia wanita ular kayanya Kakak akan selidiki dulu Hendrik nya. Tapi ingat jangan sampai lengah Simpan bukti kalo mereka terlibat " kata Rayyan
" Ini kak disalin dulu .... sepertinya mereka memang berniat jahat. Lian curiga mungkin dulu yang buat Nathan dan Lian celaka itu adalah mereka kak Tapi mereka sengaja menghapus jejak " kata Lian.
" Bisa jadi. berhati hatilah .Sekarang waktunya tidur besok kita bahas lagi " kata Rayyan Yang lalu mematikan semua peralatan canggihnya. Dan Lian pun kembali kekamarnya.
***********
Pagi ini Lian dan Emma sudah dikantor .Keduanya sibuk membuat laporan dan juga mendata ulang jadwal sang bos .Dan tak lama Nathan pun lewat.
" Pagi pa " kata Lian dan Emma berdiri.
" Ana kau sudah pulang " kata Nathan tersenyum. Melihat Lian sudah masuk kerja .
" Sudah pa, sekarang siap bekerja " kata Lian tersenyum .
" Em......" dehem Emma menyenggol lengan Lian.
" Apa ..." kata Lian melirik Emma.
" Sana cepat temuin pasti dia kangen berat tuh oleh oleh nya jangan lupa ..Mumpung aku baikan. Sini aku yang lanjut kan " kata Emma. Yang berlagak pengertian
" Modus nih ...pasti ada mau nya " kata Lian.
" Hehehe.... iya tapi ngak sekarang juga " kata Emma terkekeh ..
" Dasar ....Ya udah aku antar laporan dulu ya sebentar " kata Lian.
" Lama juga ngak papa beb ...kangen kangenan " kata Emma sambil memainkan kedua alisnya.
" Plak ....... Lian pun memukul berkasnya pada lengan Emma.
" Hahaha....... duh yang rindu berat salah tingkah " ledek Emma Sedang kan Lian menuju ruangan Nathan. Dengan hati berdebar debar.
Tok....tok...tok....
" Masuk " kata Nathan .
__ADS_1
Cek lek....
Lian pun masuk dan lalu menutup pintunya kembali .Dan melangkah membawa berkas dan 1 paperbag untuk Nathan .
" Ini pa, oh ya ini oleh oleh buat bapa..Maaf cuma sederhana " kata Lian .
" Trimakasih ini cukup " kata Nathan yang mengambil berkasnya. dan lalu menerima paperbag Yang diberikan Lian dan menaruhnya di meja samping .
" Kemarilah mendekat padaku " kata Nathan
" Hah..... kenapa pa " kata Lian bingung Yang tak mengerti maksud Nathan .
Nathan yang gemas pun lalu berdiri dan memeluk Lian.Yang membuat Lian kaget.
" Pa nanti ada ....... mpt mpt.... "
Nathan pun mengambil remote kunci otomatis Lalu memencet dan meletakkan nya kembali keatas meja . Sambil mencium bibir Lian tampa izin. Gadis yang seminggu ini dirindukannya
" Aku rindu " kata Nathan ketika melepas kan tautan bibirnya dan memangku Lian .
" Pa kita akan ada rapat " kata Lian yang juga rindu dengan pria tampan itu..
" Hanya sebentar saja " kata Nathan yang kembali mengecup dan ******* bibir Lian.
Yang membuat Lian mendesah. Hampir 20 menit mereka berbagi saliva..Nathan pun melepaskannya. Karma ia membuat Lian hampir tak bernafas Yang membuat dirinya juga ikut kalap.
" Pa sudah " kata Lian mendorong dada bidang Nathan . Yang membuat kemeja keduanya menjadi kusut karna berciuman.
" Aku sangat merindukan mu Ana. Kita akan menikah tunggulah seminggu lagi Aku akan menyelesaikan pekerjaanku dan kita akan menemui orang tuamu " kata Nathan yang tak berkedip menatap Lian sambil bibir keduanya saling bersentuhan.
" Ya pa " kata Lian gugup ..Bagaimana tidak Nathan memeluk nya erat Dan permainan bibir Nathan yang lembut membuatnya larut dalam hasrat. Lian tak menampik ia pun menikmati tiap sentuhan lembut yang Nathan berikan . Yang membuat nya ingin menuntut lebih. Tapi karna pekerjaan dan ada Meeting Lian menahan diri
" Kenapa " kata Nathan menatap dalam manik mata Lian.
" Bukan apa apa...pa kita harus siap siap meeting " kata Lian.
" Ya aku tahu , sebentar lagi ..." kata Nathan yang kembali ******* bibir mungil Lian. Setelah 10 menit keduanya pun berhenti Lalu Lian turun dari pangkuan Nathan.
" **** ..... umpat Nathan pelan buru buru ke kamar kecil Karna ada sesuatu yang terbangun .Yang harus di tidur kan kembali.
Sedangkan Lian kembali kemejanya untuk bersiap siap Dan menyusun berkas untuk di bawa.
" Sudah puas kok cuma sebentar " bisik Emma mengoda.
" Apa nya ?" kata Lian dengan muka pias
" Ciumannya enak ngak ?" kata Emma
" Kau......... " kata Lian
__ADS_1
" Sudah santai Li dia milik mu ,aku ngak menganggu kok orang bakal nikah juga kok " kata Emma terkekeh . .Karna terlihat jelas bibir Lian sedikit membengkak karna berciuman.