
Rayyan tersenyum tipis ketika Nathan menatapnya. Mengharap ia mengiyakan perkataannya di depan Jhon.
" Ray.....apa benar ?" kata Jhon penasaran .
" Yah saudara ketemu gede Jhon dia cuma bercanda " kata Rayyan
" Oh my good aku pikir serius hahaha...... rupanya kau suka bercanda juga tuan Nathan.Aku pikir kau slalu serius. " kata Jhon Yang membuat Nathan dan Rayyan juga ikut terkekeh.
" Iya.......agar otot kita tidak tegang " kata Nathan mengaruk tengkuknya yang tak gatal. Karna sudah berbohong
" Kau betul bro sekali kali memang harus begitu. Stres juga bila kelamaan kerja dan hanya berkutat dikantor " kata Jhon.
" Yah begitulah. ...tuan Nathan ia sangat rajin bekerja sampai sekarang ia masih menjomblo tapi dia cukup santai untuk urusan cinta iya kan bro " kata Rayyan menyindir.
" Sialan dia mengerjai ku " bathin Nathan karna tidak mungkin membalas perkataan calon kakak. iparnya itu .
" iya.tuan Rayyan benar . Karna saya slalu terlalu fokus jadi begitulah" kata Nathan Sambil menarik nafas dalam
" Tapi ngomong ngomong kau tidak ingin minum bro ?" tanya Jhon..Yang melihat Nathan tak memesan apapun.
" Trimakasih . tadi nya saya ingin ikut bergabung. Tapi karna teringat sesuatu saya harus pergi , selamat bersantai bro dan nikmati lah " kata Nathan lalu beranjak dari kursinya dan menuju kasir. Untuk membayar tagihan di meja Rayyan.
" Bisa bil meja 17 bung " kata Nathan..
" Oh atas nama tuan Rayyan . " kata pelayan itu.
" Ya biar saya bayar " kata Nathan.
" Maaf tuan, tuan Rayyan sudah membayarnya lewat rekening .Jadi anda bisa membayarnya lain kali waktu saja " kata pelayan itu ramah. Yang memang Rayyan pelanggan tetap.
" Oh ya sudah ,kalo begitu terimakasih " kata Nathan lalu menjauh dari meja kasir. dari keluar dari cafe.
Dion yang asyik duduk di luar sambil merokok langsung menghampiri Nathan.
" Gimana bos apa kalian bicara baik baik ?" tanya Dion.
" Ayo pulang dia sudah punya teman.. " kata Nathan yang lalu masuk kemobil diikuti Dion . Lalu menghidupkan mesin mobil . Setelah Dion menutup pintu. Nathan pun pergi meninggalkan tempat itu. Tapi Nathan bertekad akan menemui Rayyan lain kali.
" Apa bos berhasil bicara dengannya?" tanya Dion lagi.
__ADS_1
" Tidak , kami ngobrol basa basi saja. karna nggak nyaman ada orang lain " kata Nathan . Membawa mobilnya dengan kecepatan sedang menuju mansion orang tuanya.
" Kau menginap di rumah mom saja Yon,aku malas mengantarmu " kata Nathan
" Ya bos , lagian juga sudah malam" kata Dion yang sudah terbiasa menginap di rumah bosnya itu ..Karna ia mengenal keluargga Nathan dari sejak kecil.
*********
Sedangkan di mansion pinggir kota Emma dan Grace sudah tertidur. Emma sengaja menemani Grace. dikamarnya. Sedang kan Lian bersama Ayse.
" Li belum tidur " kata Ayse yang juga belum mengantuk.
" Belum Ay aku masih belum mengantuk . sebentar lagi " kata Lian.
" Bagaimana dengan Grace selanjutnya Apa ia tak masalah mencairkan uang sebanyak itu Li, aku takut pria brengsek itu menuduh Grace merampoknya nanti. " kata Ayse.
" Tidak Ay, itu pantas untuk menghukum seorang Lukas. Yang sombong dan lagi pula itu untuk anak nya sendiri, Kalo dia marah. Aku buat malu dia di mensos . Agar dia bisa menghargai wanita. Enak saja di menidurinya tampa bertangung jawab " kata Lian kesal. Apalagi Lukas pernah merayunya.
" Kau cukup brani Li, tapi pantas karna kakak pun juga orang berpengaruh. Aku yakin dia tak kan brani melawan mu . Tapi menurutku kau benar Li, kita sebagai wanita harus berani " kata Ayse.
" Ya kau tahu Ay , kita diciptakan sebagai wanita tak hanya sebagai pemuas nafsu . Tapi juga bisa harus mengendalikan pria Gunakan otak sebagai kombinasi yang mematikan bagi kaum pria. Jangan mau dibodohi pria. Mereka akan besar kepala nanti. Bukan kah ini era moderen . Jadi bukti kan kita sejajar " kata Lian.
" Sudah kita tidur, sudah malam mungkin Emma dan Grace sudah tidur dari tadi " kata Lian
" Iya Li , kasihan juga ya Grace. Untungnya Emma perduli waktu itu . Jadi kira bisa menangkap basah tuh pria brengsek " dumel Ayse.
Sedang kan Lian sudah memejamkan matanya. Karna ngantuk berat. Membiarkan Ayse bicara sendiri. Karna tak ada sahutan Ayse pun menoleh.....
" Astaga jadi dia benaran ngatuk " kata Ayse yang lalu ikut memejamkan matanya. Sambil menghadap tubuhnya kearah Lian.
*********
Nathan baru saja sampai . Ketika Katrina turun dari lantai atas.
" Kenapa tak membawa Ana kesini ?" kata katrina melihat kearah Nathan yang terlihat lesu
" Dia ada urusan" kata Nathan tampa menoleh lalu melewati Katrina begitu saja.
" Ck........pasti mereka ribut lagi, terlalu egois pantas saja Ana kabur " decak Katrina Lalu menuju dapur untuk mengambil minum
__ADS_1
Sedangkan Nathan menghempas badannya diatas ranjang Setelah melepas kan semua pakaiannya Dan hanya menyisakan celana pendeknya.
" Ana kamu lagi apa? apa dia sudah tidur " kata Nathan yang rindu pada Ana. yang lalu memeluk guling kesayangannya.
" Aku harus apa bila kakak mu tak menerimaku. Atau aku menemuinya saja dikantor nya besok " kata Nathan yang belum bisa bicara dengan Rayyan. Padahal ia ingin berbaikan pada Pria itu . Yang ia kira rivalnya Tapi teryata dia adalah kakak Ana
" Huh..........tapi bagaimana aku menjelaskannya Kalo aku menyukai Ana. Atau aku jelaskan saja kami nikah kontrak.
" Tidak....... ngak mungkin pasti ia akan sangat marah " guman Nathan yang lalu memejamkan matanya. Untuk menghilang kan rasa lelahnya . Karna tadi tenaganya terkuras untuk melawan Nathan.Tapi sia sia. Rayyan sangat mumpuni diatasnya.
**********
Lian sudah duduk di meja kerjanya Hari ini ia diantar sopir Rayyan kekantor lebih pagi. Bersama Emma Sedangkan Grace tak diperbolehkan Lian keluar. Karna Emma bisa mewakilinya Untuk mengambil surat rekomendasi perusahaan untuk diantar ke kampus.
"Slamat Pagi cantik, tumben datang lebih awal " sapa Dion sumringah ketika hendak melewati meja Ana
" Pagi juga kak, tumben kak Dion terlihat berbeda hari ini " balas Lian tersenyum.
" Aku sedang naik gaji , apa kalian mau ku traktir " kata Dion berbisik.
" Wah slamat ya kak trimakasih traktiran nya..Tapi Lain kali saja kak kami sudah di masa akhir magang jadi kedepannya akan sibuk " kata Lian.
" Hah......lalu kau tidak kerja disini lagi , ayolah cantik bos tak kan mungkin memecat mu kan...!!!" kata Dion.
" Tidak kak ,bos malah menawarkan aku jadi karyawan tetap tapi masih aku pertimbangkan " kata Lian.
" Serius .....syukurlah.... jangan pergi Ana disini saja gajinya lebih besar . Dan itu kesempatan bagus untukmu. Sulit mencari perusahaan yang royal pada karyawannya " kata Dion.
" Iya kak , tapi aku juga masih melanjutkan kuliah Jadi aku masih berpikir ulang dan harus mempertimbangkan nya dulu . Mana yang terbaik itu yang akan aku ambil " jelas Lian.
" Oh iya aku lupa kalo kau masih kuliah , tapi kau bisa mengatur waktunya kan ..!! Ok .....pikirkan saja dulu .ya sudah slamat bekerja " kata Dion.
" Ya kan slamat bekerja juga enjoy your job " kata Lian tersenyum.
" Thanks " kata Dion yang lalu menuju ruangannya . Bersamaan dengan Nathan yang baru saja datang.
" Ke ruangan ku sekarang.... !!!!" kata Nathan yang melewati Lian begitu saja.
" Hah............??? Kenapa dengan bos " kata Lian bingung.
__ADS_1
.