Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 6 Makan Siang Bersama.


__ADS_3

Selesai meeting Nathan mengajak Lian untuk makan siang . Karna perutnya juga seraya lapar. Apa lagi jam sudah menunjukan jam 01 80 siang. sudah melewati standar makan siang normal. Nathan menyuruh Gee untuk berhenti di sebuah restoran mewah. Yang biasa menjadi langganan Nathan.


" Apa kita makan disini pa " tanya Lian ketika turun dari mobil.


" Iya kenapa ?" kata Nathan menatap Lian.


" Ah bukan apa apa pa " kata Lian membuang nafas karna ia tak suka dengan jenis makanannya yang terlalu banyak daging. Karna Lian termasuk vegetarian


" Wah kalo tiap meeting gini bakal kaya gajah bengkak nih gue " bathin Lian.


Lalu Lian pun mengikuti bosnya itu masuk bersama sang supir.


Nathan mengambil tempat yang sepi . Agar bisa makan dengan tenang. Milyuner muda itu tak suka bicara bila sudah dimeja makan.


Sambil menunggu pesanan . Nathan pun menelpon temannya. Yang akan janjian nanti malam. Sedang Lian hanya diam . Sibuk dengan pikiran sendiri. Tak lama setelah itu pesanan pun datang. Lian yang hanya memesan sop daging dan sayur. Duduk makan dengan tenang.


Nathan menarik nafas dalam. Melihat menu sekertarisnya itu . Lian pun asyik makan menikmati sop nya. Yang tak sengaja di perhatikan bos nya sedari tadi.


" Kenapa kau hanya memesan semangkuk sop . Apa kau takut aku memotong gaji mu ?" tanya Nathan .


" Bukan begitu pa, saya tak terlalu suka makan daging, Makan tapi sedikit karna saya vegetarian " kata Lian santai.


" Oh ya pantas saja badan mu mungil dan tak bisa tumbuh besar agar kau dikira masih muda kan ? kata Nathan.


Uhuk......uhuk..........


Lian pun batuk batuk mendengar opini bis nya itu. Yang Lian ngak tahu apa maksudnya bosnya itu berkata demikian.


" Apa maksud bapa saja kerdil karna kurang makan." kata Lian .


" Kau terlalu mungil untuk ukuran di negara ini . Makanya penuhi asupan gizi mu." kata Nathan.


Lian terdiam tak menjawab perkataan bosnya itu.Yang malas berdebat apa lagi ada sopir pribadi sang bos. Akan terlihat tidak sopan bila ia berdebat .Apalagi banyak orang yang sedang makan siang i direstoran itu.


" Kok lama lama dia bikin kesal ya , nih orang. Kalo bukan big bos sudah gue sunat " dumel Lian dalam hati.


Sedangkan Nathan masih memperhatikan Lian yang hanya diam tak ingin melayani opini konyolnya. Yang membuat nya makin penasaran dengan gadis kecil itu.


-" Kau tak ingin menambah .Atau order untuk makan dikantor " tanya Nathan .


"Tidak pa trimakasih sudah cukup " kata Lian . Yang lalu menyesap jus alpukat nya.


" Baiklah ayo kita kembali kekantor " kata Nathan yang. berdiri dari tempat duduk nya. Lalu melangkah pergi setelah membayar .


.............................


Sesampai nya dikantor Lian langsung izin sholat. Sedang kan Nathan menuju keruang Katrina kakak sepupunya.Untuk melihat data Lian yang belum ia terima.

__ADS_1


Ceklek ......


" Ada apa ?" tanya katrina yang lagi bersantai sambil membaca majalah fashion .


" Bisakah aku meminta -data sekertaris ku " kata Nathan yang lalu menarik kursi duduk di depan katrina.


" Untuk apa memecatnya. Kau ini kebiasaan sekali . Kau tahu kau harus bayar denda kalo kau memecatnya " kata Katrina.


" Denda apa, kita ngak pernah buat kesepakatan kan " kata Nathan datar .


" Oh ya jangan kau bilang kau lupa kalo separo saham mu miliki ku . Karna dulu kau pernah berhutang sebelum sukses. Dan aku minta ganti rugi sesuai harga sekarang bila kau berani memecatnya " kata Katrina.


" Hah .......Astaga kau gila .Lalu kenapa dia jadi terlibat Dan dibawa bawa " kata Nathan.


kesal. Kata sepupunya itu menyentil masalah pribadi.


" Karna dia aset ku . Aku meminjamkan nya sementara untuk mu. Bukan permanen seharusnya dia masuk tim ku. Tapi karna kau butuh aku meminjamkannya. Kalo kau tak suka kembalikan dia padaku. " kata Katrina.


" Ck.......kau ini perhitungan sekali " kata Nathan kesal.


" Berikan datanya " kata Nathan.


" Hahaha apa kau penasaran " tanya Katrina tertawa mengejek.


" Aku hanya ingin melihat CV nya saja. Biar tak malu membawanya dan aku juga ingin tahu sampai mana kemampuannya. " kata Nathan .


" Cih ........ sombong " kata Katrina.


berkas dan memberikannya pada Nathan.


" Nih periksa baik baik. jangan sekali kali memecat. Kembali kan pada ku . aku Brani membayar gaji 2 x lipat " Kata Katrina.


" Ya baiklah " kata Nathan. Yang lalu membaca CV berkas sekertarisnya itu .Yang membuat matanya langsung terbelalak.


" Dia lulusan Harvard . maxima cum laude " kata Nathan


" Kenapa ?" kata Katrina yang menatap adik sepupunya itu.


" Aku pikir dia hanya ........


" Hanya lulusan senior high school .Kenapa kau bodoh sih . Tak mungkin aku merekrut orang sembarangan untuk Tim ku " kata katrina cemberut.


Huh.......


Nathan pun terdiam . karna dia tak pernah menyangka gadis itu lulusan Harvard seperti dirinya dan sudah 2 tahun lalu. Dengan nilai Maxima CL 4. 20. yang sangat jarang bisa diraih orang orang biasa.


Nilai cum laude adalah sekitar 3.40- 3.57

__ADS_1


Magma Cum laude 3.60 - 3 79


Summa Cum laude 3.80 - 3.99


Dan Maxima cum laude adalah 4.0 keatas.


Dan Sekertarisnya masuk katagori diatas rata rata. .Yang sudah mengalahkan dirinya . Dan lagi umurnya sangat muda dan belia.


Pantas saja sekertaris nya berbeda dengan yang lainya .Cukup brani dan juga cepat tanggap .Berbeda dari sekertaris yang dulu dulu. Yang membuat Nathan pusing.


" Bagaimana kau bisa merekrutnya " tanya Nathan menatap katrina penuh selidik


" Dia sedang magang untuk menyelesaikan S2 nya . Kebetulan dia juga mahasiswaku'" kata Katrina . Yang sering diskusi dengan para mahasiswa, itu.


" Baiklah oh ya gimana kabar kakek " tanya Nathan yang jarang pulang kerumah orang tuanya.


" Kenapa kau tak melihatnya sendiri. Dia sering menanyakan mu " jawab katrina cuek.


" Aku sibuk banyak proyek yang ku kejar" kata Nathan.


" Cih sekali kali bersantai lah . Nikmati hidupmu . Percuma punya uang banyak tapi kau tak bisa menikmatinya " kata Katrina


" Huh .....baik lah kalo ada waktu senggang aku akan kesana. " kata Nathan yang beranjak dari kursinya lalu keluar dari ruangan sepupunya itu.


" Kebiasaan ....Entah sampai kapan kau terus seperti itu " kata Katrina . Yang tahu sikap dingin sang adik sepupunya itu


................................


Sedangkan Lian baru saja menyelesaikan pekerjaannya.


" Alhamdulilah beres juga , jadi tengang nih leher. Kemana tuh bos ya .Padahal mau minta tanda tangan " kata Lian yang lalu mengambil ponselnya .Untuk mengirim pesan pada group temannya.


Lian " woi nanti pulang bareng cari makan rami rami yuk "


Grace " boleh tambah tip dari bos ngajak kita makan "


Emma " setuju.


Aisye" kok aku ngak diajak come on aku ikut sepi woi di apartemen sendiri.


Lian " kita tinggu tempat biasa aku yang bayar ada get one free one.


Grace " Hadeh cari gratisan juga "


Emma " hahaha bulan tua woi santai . Untung ada yang traktir.


Grace " Baiklah ......terima jadi "

__ADS_1


Lian tersenyum menatap layar ponsel nya yang tak sengaja sebuah kepala nongol dibelakangnya .


" Pa bos " kata Lian kaget . Melihat bosnya itu berdiri disampingnya sambil berpangku tangan


__ADS_2