
Lian terbangun lebih dulu lalu ia bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
" Astaga apa tadi malam ia benar benar mabok " guman Lian yang hampir kewalahan melawan tenaga Nathan yang liar tadi malam. Untung nya bisa ia tangani .
Setelah ritual mandinya selesai Lian langsung ber pakaian . Dan keluar dari kamar. . Sedangkan Nathan yang baru bangun yang beranjak dari ranjang mencari Lian .Yang tak sadar hanya mengunakan segi tiga pengaman Karna tak melihat Lian di kamar ia pun berjalan menuju ruang makan.
Seorang pelayan yang tak sengaja melihatnya pun berteriak
" Aaaaaa............." kata Pelayan itu kaget .Lalu bergegas pergi kedapur. Semua orang pun menoleh pada Nathan Alex dan Katrina yang melihatnya pun tak bisa menahan tawanya
Hahaha............. tawa keduanya terbahak bahak. Sedangkan Lian menutup wajahnya karna malu melihatnya.
Daddy paul dan Mommy sheila melongo melihat kelakuan putranya itu. Yang tampil seperti tarzan
" Kenapa kau seperti ini than " kata grand pa yang menyenggol segitiga pengaman Nathan dengan tongkatnya . Ketika grand pa hendak ke meja makan.
Nathan yang baru sadar pun lalu melihat dirinya sendiri " Astaga ......." katanya yang lalu menangkup perkututnya dari lari terbirit birit kekamarnya.
Yang membuat semua orang dimeja makan tertawa terbahak bahak termasuk Lian.
" Lian ada apa dengannya " tanya grand pa. menatap cucu mantunya itu ketika Lia sudah berhenti tertawa.
" Tadi malam dia mabok opa , mungkin dia lupa dia tak memakai pakaian " kata Lian yang tersenyum menahan tawa.
" Hahaha.........mungkin dia lupa opa " kata Alex masih tertawa.
" Sudah berhenti ketawanya lex kau bisa sakit perut " kata daddy paul .Sambil mengelengkan kepalanya.
" Hahaha...... tapi lucu uncle baru kali ini dia lupa diri , Apa Ana tak membangunkan nya " kata katrina yang juga masih terkekeh. Seraya menatap Lian..
" Sudah kak, tapi dia masih mendengkur " kata Lian tersenyum..
" Sudah menjadi kebiasaan suamimu begitu Ana Kau harus merubahnya. " kata Mommy sheila
" Ya mom " kata Lian . Sambil memakan sarapannya.
Tak lama setelah itu Nathan pun sudah berpakaian rapi .Lalu ia duduk bergabung bersama keluargganya.
" Ada apa dengan mu boy " tanya daddy Paul ketika Nathan sudah duduk dikursinya.
" Aku lupa dad iaku pikir aku masih berpakaian " kata Nathan sambil menatap Lian. Seakan bertanya.
" Tadi malam kau mabok sayang jadi tidak sadar kau melepaskan semuanya " kata Lian
__ADS_1
"Astaga apa kau tak sadar kalo kau mabok Nat " kata Alex menyindir sambil melirik Katrina
" Cih .......mana aku tahu, padahal aku hanya minum sedikit " kata Nathan.
" Sudah ngak usah membahasnya. Lagian Nathan juga ngak sadar " kata Mommy sambil mengambil roti lapis
" Tapi lain kali jangan sampai memalukan. Apalagi para pelayan sempat melihatnya " kata daddy .
" Iya pi "' kata Nathan yang mengigit roti nya dan melirik Lian yang diam dengan ekor matanya.
Setelah selesai sarapan pun Lian dan Nathan bersiap siap untuk pergi kekantor. Karna ada rapat siang manti. Lian yang masuk kamar pun lalu mengambil tasnya Namun ketika berbalik Nathan sudah berdiri di depannya
" Astaga kenapa sih pa .,Senang banget bikin kaget. " kata Lian.
" Apa yang terjadi tadi malam ? " tanya Nathan menatap Lian.
" Bukannya tadi sudah dibahas kalo bapa mabok " kata Lian .
" Kau yakin, apa kita melakukannya lagi " tanya Nathan menatap Lian lekat..
" Melakukan apa ? tidak terjadi apa apa pa kita hanya tidur " kata Lian .
" Lalu kenapa kau terlihat tegang , Apa karna melihatku telanjang sehingga kau tegang bisik Nathan yang mendekatkan dirinya ke kuping Lian.Hingga helaan nafas Nathan terasa di pipi Lian.
" Jangan bilang kau lesbian " kata Nathan membuat Lian kaget .
" Ih bapa ngawur saya normal mungkin bapa kali " kata Lian tak terima
" Oh ya apa perlu bukti " kata Nathan yang lalu menarik tubuh Lian hingga berada dalam pelukannya.
" Pa bapa mau ngapain saja mau kekantor " kata Lian kaget.
" Membuktikan kalo aku juga normal " kata Nathan yang mendekatkan wajahnya pada wajah Lian yang membuat Lian gugup.
" Jangan macam macam pa, saya bisa teriak " kata Lian
' Berteriak lah keluargga ku sudah tahu kau istriku. Jadi tak mungkin mereka membelamu kata Nathan yang lalu makin mendekati Lian Yang membuat Lian mundur .Hingga tersandar dinding .dan Nathan langsung mengungkung nya .
" Minggir pa ,ini sudah siang kita harus kekantor " kata Lian yang merasa gugup ketika Nathan menatapnya lekat . Dan wajah keduanya nya tak berjarak.
" Aku bos nya kenapa kau takut ?" kata Nathan .
" Tapi kita hari ini ada rapat pa lagi pula Saya belum membuat laporan " kata Lian . yang semakin gugup.
__ADS_1
Namun Nathan tak bergeming lalu menempelkan bibirnya pada bibir Lian yang membuat Lian kaget. dan berusaha mendorong tubuh Nathan.. Dan ketika Lian hendak bicara kesempatan Nathan untuk ******* bibir Lian pun tak di sia siakannya. .Tampa perduli Lian yang berontak Nathan tetap semakin memperdalam ciumannya. Karna dia sudah tidak tahan lagi menahannya.
Mpt.....mpt...... Lian berusaha melepaskan ciuman Nathan . Namun Nathan yang kalap tak perduli dia menciumnya sampai puas . hampir 20 menit Nathan melakukannya dan lalu melepaskannya.
" Kenapa bapa suka sekali sih memaksa " dumel Lian . Dengan wajah memerah .
" itu hukumanmu " karna tadi ikut menertawakan ku, dan lagi kau berbohong membangunkan ku padahal kau meninggalkan ku begitu saja " kata Nathan
Deg......
" Aih........ kenapa dia tahu sih " kata Lian dalam hati.
Lalu mendorong tubuh Nathan dan bergegas pergi ke luar kamar
" Cih....... dasar aneh padahal ia juga menyukainya " kata Nathan yang lalu menyusul Lian . sambil tersenyum.
Lalu Nathan menuju garasi mobil . dan mengambil sebuah mobil sport nya. Dan menyusul Lian yang berjalan kaki ke arah gerbang Mansion.
Brum..........brum.......
" Ayo naik " kata Nathan ketika mobil sudah di dekat Lian. Lian pun lalu naik dan duduk di samping Nathan . Setelah pintu ditutup mobil pun melesat kencang menuju kantor.
Tak ada .pembicaraan di dalam mobil. Namun sesekali Nathan melirik Lian yang hanya diam. Sampai mereka tiba dikantor .
Beberapa pasang mata melihat keduanya yang datang bersama . Namun Nathan dan Lian tak perduli Dan bergegas naik lift menuju lantai atas.
Ting......
Kedua nya pun lalu keluar ketika pintu lift terbuka di lantai yang mereka tuju . Lian langsung menuju meja kerjanya begitu juga Nathan yang masuk ke ruangannya.
" Dasar mesum sempat sempatnya aja dia mencium ku " dumel Luan kesal
" Kan sudah biasa suami mencium istri " kata Dion yang mengejutkan Lian.
" Astaga.. .... kak Dion sejak kapan disitu " kata Lian yang kaget Dion sudah ada dibelakangnya .
" Sejak kalian saling diam " kata Dion yang lalu meletakan berkas untuk laporan Lian
" Ih kak Dion kepo aja " kata Lian.
" Iyalah...... perlu banget " kaya Dion tersenyum.
.
__ADS_1