
Grace terdiam sesaat ......
" Lukas ingin aku tinggal bersamanya Terpisah dari orang tuanya.Tapi aku tak mau Li Aku takut dia.....
" Apa kau ingin membuat perjanjian " kata Lian
" Iya bantu aku Li " kata Grace
" Baiklah sekarang istirahat dulu..Aku akan kekantor .Nanti malam kita bahas bersama. Sekarang tenang lah " kata Lian yang menyelimuti Grace.
" Oh ya panggil Gwen atau bibi Maria kalo kau butuh apa apa ya .. Aku pergi dulu " kata Lian
" Iya Li hati hati trimakasih. " kata Grace Yang senang Lian sudah pulang .Karna ia ingin Lian membantunya Karna Grace masih belum percaya dengan Lukas.
Lian pun lalu berangkat kekantor dengan mobil sport sang kakak. .Yang menjadi perhatiaan para satpam.
" Nona Lian sudah kembali " kata satpam
" Ya pa mari..." kata Lian yang masuk ke dalam gedung kantor
Loan pun masik lift khusus dan sesampai nya di lantai tempat kerjanya .Lian langsung kemeja kerja nya. Dan meja kerja nya kosong .Lalu ia pun mengetuk pintu ruangan Nathan . Tak ada jawaban.
Cek lek....
" Kok kosong " bathin Lian Yang lalu menuju ruangan Dion.
" Siang kak " kata Lian menyapa Dion.
" Hei...... sudah pulang gimana kabarnya " kata Dion tersenyum melihat Lian
" Masuk dan duduklah kita ngobrol Bos dan Emma lagi rapat di gedung tetangga " kata Dion Yang menunjuk gedung yang tak jauh dari gedung mereka.
" Oh ya.... bagus lah. " kata Lian.
" Apa ada masalah selama Lian tinggal " kata Lian bertanya.
" Nothing semua nya lancar kok, oh ya apa kau sudah tahu kasus Grace ..Lukas sudah melamar nya Dan orang tua mereka sudah merestui..Aku berharap Lukas dan Grace bahagia " kata Dion.
" Sudah tapi belum mutlak mereka menikah juga kan " kata Lian .
" Iya sih mereka akan bertemu Grace besok itu yang kudengar dari Emma " kata Dion
" Iya kak " kata Lian.
Keduanya pun asyik ngobrol .Dan tak lupa Lian memberikan sedikit oleh oleh Yang ia bawa Tadi nya buat Nathan tapi berhubung bosnya itu rapat Lian pun akan mengganti nya besok dengan yang lain .
********
__ADS_1
Malam nya Grace Emma dan Ayse juga Lian berkumpul dikamar Grace .
" Besok bertemunya di tempat umum saja .Giring orang tuamu kesana. Aku ngak mau Lukas masuk mansion ini. Dan kami bertiga akan mengawasinya " kata Lian kebetulan mereka besok punya waktu longgar setelah meeting
" Ya Li, lalu aku harus bagaimana." kata Grace.
" Tetap seperti rencana semula ada perjanjian hitam diatas putih Di depan orang tua kalian masing masing .Dan minta kau tinggal dirumah orang tuanya Dengan alasan. Kau butuh orang yang akan menjaga dan mengawasi mu lebih dari sekedar pelayan " kata Lian .
." Iya Grace Lian benar " kata Ayse.
" Yah aku akan mengatakan itu. nanti " kata Grace membuang nafas kasar
" Bagus lah itu semua sudah jelas kan tinggal. lihat besok hasilnya " kata Emma serius.
" Tapi aku yakin Grace kaya nya tuh orang belum iklas sana lho . Kemaren aja aku lihat dia masih jalan dengan perempuan Lain" kata Ayse .
" Itu pasti Ay memang aku belum percaya sepenuhnya..Makanya aku minta pendapat kalian ." kata Grace .
" Ya sudah sekarang kau tahu pendapat kami kan Sudah jelas kita akan lihat besok Dan kami akan mengawasi mu..Jadi tenanglah " kata Emma.
" Ya trimakasih kalian sudah mendukung ku " kata Grace
" Ya sudah sekarang istirahat ..Aku sama Lian mau belanja dulu kalian dirumah ya " kata Ayse yang memang keperluan nya sudah habis Dan Lian juga ingin mencari sesuatu.
" Ya kalian hati hati" kata Emma.
" Ok .....yuk Li nanti keburu malam " kata Ayse .
Keduanya pun berangkat ke supermarket terdekat Untuk mencari keperluan mereka . Mobil pun keluar di bawa oleh Ayse. Karna memang mereka berempat semaunya sudah bisa menyetir mobil
" Dimana Li?" kata Ayse
" Tuh yang disana saja lengkap " kata Lian . Dan Ayse pun membawa mobil ketempat yang Lian tunjuk.
Mereka pun belanja dan juga membeli barang titipan Grace dan Emma . Tampa mereka sadari ada Empat pasang mata Mengawasi kedua nya Yang mengikuti fari tadi.
" Kita tangkap mereka kita ikuti dan hadang ditempat sepi " kata Pria itu Yang menghubungi dua temannya yang lain .
" Siap .... kami menunggu " kata pria disebrang sana .
" Sepertinya mereka masih gadis bisa kita coba nanti kalo bos mengizinkan lumayan gratis bro" kata sang teman
" Iya dong lama ngak ngerasain perawan ting ting jelas legit .Wah mantap bisa digarap sampe pagi. Dan kita bisa pesta " kata pria satunya Yang menelan Salivanya membayang kan perbuatan mesumnya.
Sedangkan Ayse dan Lian yang sudah selesai belanja Langsung menuju kasir dan membayar nya. Lalu keduanya pun langsung membawa belanjaan kemobil. Dan pulang setelah selesai.
" Sudah Ay ?" kata Lian
__ADS_1
" Sip ayo pulang " Kata Ayse Yang lalu membawa mobil meninggalkan parkiran supermarket. Tak lama mereka menyusuri jalan sepi kearah mansion
" Li ada mobil yang mengikuti kita " kata Ayse meng gas mobil lebih cepat karna memang sudah dekat Mansion. Namun
.belum lagi Ayse me gas mobil Mereka sudah menghadang mobil Lian dan Ayse
" Turun " kata salah satu pria yang mengetuk kaca jendela mobil
Lian bukan nya menurun kaca mobil Tapi keluar dari mobil begitu juga Ayse. Dengan melipat kedua tangannya didada.
" Ada apa kami tak ada urusan dengan kalian " kata Lian santai
" Kami yang punya urusan karna kalian harus ikut dengan kami. Kalo tidak kami akan memaksa kalian " kata salah satu pria
" Oh ya coba saja kalo bisa " kata Ayse.
" Hahaha.... hei kami berempat bisa menggoyang kalian sampai pagi kalo mau . Jadi santai tanpa paksaan" kata salah satu pria terkekeh Pada Ayse yang tersenyum sinis
" Hei kami tidak tertarik goyangan mu paling ******** kalian itu belum disunat dan bau menjijikan " kata Ayse .
" Kau ...brani sekali kau ingat aku yang pertama akan menggagahi mu Biar nanti kau tahu rasanya enak Karena Sudah brani menghina kami
" Cih...... coba saja , aku akan membuatnya mati rasa " kata Ayse kesal. Dan lalu keempat pria itu pun membagi dua kelompok Untuk Menyerang Lian dan Ayse
" Ayo kita tangkap mereka " kata para pria itu yang langsung menyerang . Lian dan Ayse. yang sudah siap.
" Ciat ....... bug .....bug ...
Perkelahian pun terjadi dengan dua lawan satu . Yang membuat Lian dan Ayse bekerjasama Membuat mereka kewalahan.
Dari kejauhan mobil Rayyan pun berjalan pelan.. Karena baru pulang
" Bos bukan nya itu nona Lian dan Ayse " kata Jhon .
" Ya jhon kita menepi..Apa kau ingin bertaruh sambil nonton " kata Rayyan santai .Sedangkan Jhon mematikan mesin mobil dan mematikan Lampu menonton perkelahian seru antar pria dan wanita itu.
" Waduh nggak usah bos aku yakin dua gadis itu lebih unggul " kata Jhon Yang pernah menjajal kemampuan . Lian
" Hia.... buk plak....brak........
Tendangan Ayse yang marah pun makin membuat kedua pria itu kewalahan . Begitu juga dengan Lian Yang menyerang mereka . Dengan hitungan menit keempatnya sudah terkapar di tanah.
Dan Ayse langsung mendekati pria yang tadi sudah menghinanya Lalu menginjak ***********.
" Apa ini ******** mu yang kau sombong kan hah...." kata Ayse . yang menginjaknya dengan sepatu kets nya
" Aaa....... " teriak keras pria itu menahan sakit. sambil memegang ******** nya.
__ADS_1
" Waduh ..... " kata Jhon yang bergidik ngeri melihat Perlakuan Ayse Yang menginjak ******** pria yang terkapar itu. Sedangkan Rayyan melotot melihatnya Tak percaya dengan apa Yang dilakukan Ayse
" Ingat .....aku akan memotong motong ******** dan membakarnya seperti sate Bila berani menyerang kami lagi " ancam Ayse.