
Nathan lalu menjauh dari Lian . Entah kenapa dadanya serasa berdetak lebih kencang. Dan lalu masuk ke dalam kamar mandi .
" Akh ........sialan ....hampir saja. aku tergoda " guman Nathan.
Lalu membasuh wajahnya dengan air. Dan bersandar didinding sambil menetralkan dadanya yang masih berdetak kencang.
Sedang kan Lian beranjak duduk bersandar
Di kepala ranjang. " Ya ampun apa dia gila " bathin Lian sambil memegang dadanya. Yang serasa berlompatan karna ulah Nathan.
Lalu mencoba mengatur nafas kembali agar lebih tenang. Bersamaan dengan Nathan yang keluar dari kamar mandi.
" Tidurlah ......." kata Nathan yang lalu duduk disofa dekat meja nakas.
" Em........Lian hanya menjawab dengan deheman. Lalu kembali berbaring.
Sedang kan Nathan berbaring di sofa empuk . Sambil melihat langit langit kamar tak ada satu pun yang bicara diantara keduanya. dan kamar mulai hening.
Satu jam........kemudian......
Kian sudah terpejam dan terbuai dalam mimpi. Karna hari ini ia merasa lelah. Sedangkan Nathan masih dalam posisi gelisah. karna tak nyaman tidur disofa. Lalu ia beranjak dan duduk
":Apa dia sudah tidur" kata Nathan yang beranjak dari tempat duduknya . Dan mendekati Lian yang terlelap.
" Ya ampun ......dia sangat imut dan cantik " kalo sedang tidur " kata Nathan yang menggeser anak rambut Lian Yang menutupi wajah Lian yang masih terlihat imut.
Lama Nathan memandangi wajah Lian Yang terlelap pulas .Karna memang mengantuk dan lelah.
" Ah.....andai saja dia benaran jadi miliki tak akan ku biar kau tidur secantik ini " kata Nathan Yang menelan salivanya . Karna hasratnya mulai naik .
Nathan menjauh i dari sisi ranjang dan lalu keluar dari kamar. Menuju ruang tengah.Sedang kan Lian yang terbangun dari tidurnya lalu melihat jam.
" Ya ampun aku ketiduran. Mana bos ?" kata Lian yang melihat sekeliling kamar. Dan tak ada Nathan disana.
" Ah bodo amat aku ngantuk " kata Lian yang lalu kembali memejamkan matanya Untuk kembali tidur . Karna ia tahu Nathan tak mungkin berani macam macam dengannya.
Sedangkan Nathan tiduran di sofa depan . Dia belum bisa memejamkan matanya. Nathan hanya mem bolak balik kan tubuh nya gelisah.
__ADS_1
" Ish .......kenapa dengan ku ? " bathin Nathan yang merasa tak nyaman. Entah mengapa ia merasa gelisah ..Apalagi tadi ia sangat lama menatap Lian.Yang membuat wajah Lian terbawa bawa dalam rekaman kepalanya
Nathan belum pernah berurusan dengan wanita mana pun . Dulu dia pernah dekat dengan seorang gadis. Tapi hanya sebatas teman .Tak lebih dan tak ada rasa pada gadis itu Dan Nathan sibuk dengan kuliah dan karier nya saja . Sehingga ia bisa sukses . Walau kini ia sudah mapan dan sukses Namun Nathan tak pernah meniduri wanita manapun. Sekali pun ia ke sering ke club malam .Namun Nathan hanya sebatas minum dan bersenang senang saja. Kana dia berprinsip hanya akan tidur dengan wanita yang di dicintainya.
"'Huh ........apa dia terbiasa tidur begitu " bathin Nathan yang lalu duduk di sofa. Seraya meraup wajahnya kasar
" Ya ampun dia membuat ku tak bisa tidur " kata Nathan . Yang memikirkan Lian dikamar dan lalu beranjak menuju kamarnya .
Ceklek....
" Dia masih tidur " guman Nathan melihat Lian yang tertidur pulas. Lalu ikut berbaring di sebelah Lian dengan memberi guling sebagai pembatas antara keduanya.
...............................
Subuh Lian sudah terbangun dan lalu mengerjapkan matanya. Dan lalu.....
Deg.... ...
" Astaga dia tidur disini juga. aku pikir dia tidur di sofa " bathin Lian yang melihat Nathan meringkuk kedinginan .Tapi ada pembatas guling ditengah mereka.
" Kasihan.......tapi dia terlihat tampan kalo tidur begini. Bahkan tak terlihat galak " guman Lian lalu beranjak menuju kamar mandi dan berwudhu. Lalu mengambil rukuh didalam tas ya. Karna Lian slalu membawa rukuh di tasnya. Untuk mengingat kan waktu sholat. Karna dia seorang muslim yang taat
Setelah sholat Lian kembali melipat rukuh nya dengan rapi. Dan lalu duduk meraih ponselnya. Ada beberapa pesan masuk . Termasuk pesan Ayse yang menanyakan keberadaannya.
Lian pun lalu membalas pesan Ayse . Bahwa ia menginap di hotel dengan sang kakak. Agar tidak membuat temannya curiga. Karna sudah biasa Lian menghilang Apabila ada salah satu keluargganya datang menjemput. Dan itu sudah biasa bagi ketiga teman temannya .
Lalu Lian meletakan kembali ponselnya Dan keluar kamar menuju dapur. Mansion grand pa Nathan sangat luas. Karna sang kakek hanya tinggal sendiri. Dan Lian juga tak pernah mau bertanya dimana orang tua Nathan. Karna takut Kalo ia di bilang kepo. Apalagi ia tak punya hubungan apapun dengan Nathan. Jadi lah Lian hanya diam mengikuti arus saja
" Nona sudah bangun " tegur salah seorang pelayan Yang sedang menyiapkan sarapan untuk sang majikan.
" Iya bi apa aku boleh meminta rotinya dan segelas susu " kata Lian.
" Oh ya kenapa tidak nona, ambilah semau nona " kata pelayan itu .Yang menyodorkan roti bakar buatannya. Lalu Lian pun mengambilnya beberapa potong
" Biar saya buat kan susu nya nona " kata pelayan.
" Tidak usah bi, biar saya sendiri saja . Bibi lanjut kan saja membuatnya ." kata Lian yang lalu mendekati tempat membuat minum . Karna disitu tersedia berbagai macam rempah dan kopi dan juga susu yang siap diseduh.
__ADS_1
" Bi kok lengkap sekali semua nya ada dan tersedia ?" kata Lian bertanya.
" Iya nona karna tuan besar kadang bosan harus meminum kopi ,kadang beliau mencoba yang lain " jawab pelayan Sambil tersenyum melihat Lian yang membuat susu.
Setelah selesai Lian lalu duduk di dekat dapur dan menikmati sarapannya dengan lahap. Tampa sadar ada seseorang. Yang berdiri sambil berpangku tangan. Bersandar di pintu dapur. Memperhatikan nya sejak dari tadi.
" Tuan muda " kata pelayan kaget ketika ia melihat Nathan .
" Hah...... . mata Lian pun mencari kemana arah mata pelayan itu .Dan ikut terkejut melihat Nathan.
" Dari sejak kapan disitu ?" tanya Lian sambil menguyah makanannya.
" Dari tadi " kata Nathan yang lalu mendekati Lian dan duduk dihadapannya. Lalu mengambil roti di piring Lian.
" Apa kau sudah terbiasa bangun sepagi ini " tanya Nathan menatap Lian.
" Iya apa masalah bagimu "jawab Lian.
" Tidak itu bagus untuk kesehatan. Kau mau jalan jalan sekeliling Mansion " kata Nathan .
" Tidak aku hanya ingin sarapan " jawab Lian .Yang menyesap susu yang ia campur dengan sedikit kopi.
" Tuan muda mau kopi " tawar pelayan yang melihat interaksi tuan mudanya itu
" Iya bi satu cangkir kopi susu " jawab Nathan seraya menatap Lian .
" Kenapa ?" kata Lian heran. karna Nathan begitu intens menatapnya.
Nathan hanya diam namun jarinya lalu menghapus sisa selai di ujung bibir Lian . Yang membuat Lian kaget.
" Kau makan belepotan " kata Nathan.Yang tersenyum .
" Oh......." kata Lian lalu mengambil tissue dan melap mulutnya
Deg..........
Namun kedua manik mata mereka saling bertemu satu sama lain yang membuat kedua nya terdiam.
__ADS_1