Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 51 Reaksi Nathan


__ADS_3

Lian ngobrol lama dengan Rayyan hingga ia lupa waktu. Kalau ia harus berangkat bekerja .


" Ya ampun kak Lian harus kerja " kata Lian menepuk jidatnya.


" Aish kau ini cepat ganti baju kakak antar " kata Rayyan . seraya mengelengkan kepala.


"'Ya kak, tunggu ya " kata Lian yang buru buru berganti pakaian .


Tak lama Lian bergantian. Ia langsung mengambil tas dan sepatunya. Lalu siap siap berangkat. kerja.


"'Ayo kak "' kata Lian Yang lalu menutup pintu apartemen dan menguncinya .


Keduanya bergegas turun . Lalu menuju mobil. Rayyan membawa mobilnya dengan kecepatan sedang. hanya 40 menit mereka sudah sampai halaman perkantoran.


"'Trimakasih ya kak " kata Lian Yang bergegas turun dari mobil Rayyan dan bersamaan dengan Nathan juga baru sampai


Deg ........


Nathan melihat jelas pria yang mengantar Lian. Tampan muda dan keren dan dilihat fari mobilnya bukan murahan.


"'Siapa dia ?" kata Nathan yang tak berkedip melihat Rayyan yang lalu meninggalkan halaman perkantoran. Dan Nathan diam sesaat berpikir dan lalu membuang nafasnya. Sambil berjalan masuk .


Sedang Lian sudah duduk di meja kerjanya dan memeriksa jadwal sang bos dan mengecek laporan yang belum masuk..


" Em dehem suara berat ."


"Siang pa " kata Lian memberi hormat .


" Ya " jawab Nathan yang melewatinya begitu saja .


" Cih........ dasar bos sombong pelit amat ngomong " kata Lian berdecak kesal. Karna Nathan hanya menjawab singkat.


" Huh........... heran juga gue lihat mahluk itu kadang ramah cuek dan sadis juga sombong " dumel Lian sendiri .


" Siapa ?" .........


" Hah ...........Lian pun kaget . ketika Nathan sudah berdiri di belakang nya .


" Bu......bukan siapa siapa pa " kata Lian tergagap. Karna ia sempat menggerutu kesal.


" Oh ya trus ngapain kamu bicara sendiri " kata Nathan menatap lekat wajah Lian.

__ADS_1


" Oh itu pa , kucing saya di apartemen pa makhluk ajaib yang punyak bulu cantik trus saya cuekin kalo dia lagi marah pa " kata Lian yang berbohong karna tertangkap basah.


" Yakin ...atau kamu sedang memaki saya " kata Nathan penuh selidik.


" Yakin pa 500 persen pa kan saya bilang mahluk bukan manusia. Hehehe.....lagian siapa yang berani memaki bapa sih , .kan bos baik dan juga pimpinan yang hebat " kata Lian yang mengaruk tengkuknya yang tak gatal.


" Ok ....tadi kamu diantar siapa ?" tanya Nathan menatap Lian.


" Pacar saya pa " jawab Lian tersenyum manis. Karna kini ia tahu rahasia bosnya itu.


Deg............


Nathan pun terdiam menatap Lian yang tersenyum manis padanya.


":****......bisa bisanya dia diantar pria itu " bathin Nathan kesal.


" Memang kenapa pa. kan wajar saja saya diantar pacar biar ngirit ongkos pa " kata Lian.


"'Kenapa kau pelit banget , kenapa kau tidak mencairkan uang mu yang 1 trilyun itu " tanya Nathan Yang kesal melihat Lian diantar pria Lain.


" Oh itu buat modal kawin pa, eh nikah pa " kata Lian asal yang semakin membuat dada Nathan serasa panas.


"Hehehe......... panas panas deh situ. biarin lah aku kerjain sekalian . Habisnya main ngatur aja seenaknya "kata Lian yang lalu kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Sedang Nathan gelisah di kursinya. Ia menyuruh orang untuk menyelidiki Rayyan . Pria yang mengantar Lian


"'Lihat saja siapa yang lebih hebat Kata Nathan.


****


Setelah makan siang Nathan dan Lian pergi meeting keduanya . Menghadiri rapat tahunan perusahaan. Yang dihadiri banyak orang. Termasuk teman teman Nathan yang pengusaha muda berbakat. Lian duduk tenang di kursi pojok. Entah mengapa Lian sangat suka duduk dipojok. Karna dengan mudah ia bisa melihat dari kejauhan untuk mengawasi sekelilingnya.


"'Kenapa sendiri " sapa Lukas pada Lian .


" Eh pa Lukas , tidak saya berdua dengan pa bos " kata Lian tersenyum.


" Kalo itu saya tahu maksudnya kok duduk sendiri " kata Lukas .


" Ya ngak pa kan berdua sama bapa " kata Lian menunjuk dirinya dengan Lukas .Yang membuat t Lukas tertawa dengan candaan Lian..


" Bisa saja kau ini, Bagaimana apa kau betah bekerja dengan Nathan kalo kau bosan kau bisa bekerja di kantorku " tawar Lukas menatap Lian .

__ADS_1


" Em kenapa bisa disini ?" tanya Nathan menatap Lukas.


" Wah ....wah kenapa kau jadi posesif kan kami cuma ngobrol " kata Lukas.


" Aku curiga kau menyukainya " bisik Lukas pelan


Nathan hanya diam tak menjawab. Lalu duduk disebelah Lian . Yang memang tak ingin berbaur dengan banyaknya pebisnis yang sedang sibuk mencari teman. atau partner untuk bekerja sama .


" Apa kau tak bergabung ?" tanya Lukas yang lalu ikut duduk .


" Malas lagi pula kita sudah banyak partner bisnis .Itu sudah lebih dari cukup..Dan terlalu banyak akan pusing " kata Nathan.


" Hahaha........Oh ya kau tadi belum menjawab " kata Lukas menyenggol Nathan. sambil melirik Lian yang asyik memperhatikan orang yang lalu lalang .


" Kenapa kau pengen tahu, kalau pun iya , Apa masalah buat mu" kata Nathan. yang tak ingin urusan pribadinya di usik.


" Aku hanya memastikan saja bro, Kalo tidak biar dia buatku " kata Lukas berbisik pelan di telinga Nathan yang membuat Nathan mendelik kan matanya menatap Likas tajam.


" Jangan mimpi " kata Nathan


Membuat Lukas terkekeh dengan reaksi Nathan yang terlalu posesif .Karna dari bahasa tubuhnya Nathan ada hati dengan sekertarisnya itu. Apalagi Lian masih muda dan juga pintar. Wajar wajar saja.


" Baiklah aku mundur teratur , semoga kau beruntung . jangan kendor dia daun muda yang berbakat " bisik Lukas lagi.


Yang membuat Nathan hanya membuang nafas kasar . Lalu Lukas pun beranjak dari duduknya " Lian kau ingin berdansa dengan ku " tawar Lukas basa basi. Yang membuat Nathan seketika menatapnya tajam.


Namun Lukas tersenyum . Seakan menguji Nathan


" Tidak pa terimakasih saya disini saja," tolak Lian yang memang malas turun melantai.


" Ok slamat menikmati " kata Lukas tersenyum Lalu pergi meninggalkan keduanya Karna tak berhasil mendekati Lian.


Nathan hanya menatap pungung Lukas yang menjauh. Dia tahu Lukas berusaha mendekati Lian .Bukan aneh bagi Nathan . Karna Lukas sangat senang dengan gadis baru Apalagi yang masih muda . Yang menarik perhatiannya. Dan Nathan tak akan membiarkannya begitu saja. Karna sekarang Lian sudah menjadi incarannya. Dan lagi pula Lukas seorang player .Tak mungkin Nathan membiarkan temannya itu bebas mendekati Lian.


"'Apa kau bosan, kita pulang saja kalo kau sudah lelah ?" tanya Nathan


" Apa boleh pa, kan masih belum selesai " kata Lian.


" Secara resmi sudah tinggal para pebisnis saja yang sedang ikut reuni atau kumpul untuk mengikat relasi bisnisnya . Jadi kita bisa pulang kekantor " kata Nathan.


" Ya sudah kalo begitu kita pulang saja pa, lagian saya bosan disini lama lama " kata Lian yang memang tak betah .Karna terlalu banyak orang yang memperhatikannya. Dan juga memperhatikan Nathan.

__ADS_1


__ADS_2