Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 47 Menemui Klien


__ADS_3

Nathan hanya bisa menahan kesal dengan Lian. Karna tak mungkin ia memaksa gadis itu untuk bicara terbuka. Karna memang mereka tak ada hubungan apa pun .Dan sebatas kontrak sandiwara.


Keduanya seimbang dalam pekerjaan .Tapi masalah cinta harus dibuktikan .Karna Nathan memang punya rasa dengan Lian tapi ia masih gengsi untuk mengungkapkannya. Karna Lian terkesan Cuek


Nathan mengajak Lian siang ini untuk meeting dan juga bertemu Klein setelah makan siang.


" Kenapa janjiannya di hotel sih pa ?" tanya Lian melirik Nathan ketika keduanya di mobil.


" Karna jadwalnya padat jadi minta kita ke hotel . Agar bisa ngobrol lebih lama. Karna dia tamu penting " kata Nathan.


" Oh begitu ......" kata Lian lalu tak bertanya lagi.


Tak lama keduanya pun sampai .Dan langsung menemui Klein yang ingin bertemu dengan Nathan .Dikamar hotel pribadinya.


Tok.......tok.....tok......


Ceklek.........


" Siang nona " sapa Nathan basa basi


" Hai Nathan ayo masuk, aku sudah menunggu mu sedari tadi " kata gadis itu yang lalu mengandeng Nathan dengan Manja. untuk masuk..


" Aish........ini meeting apa kencan sih " bathin Lian yang melihat Klein mengandeng Nathan dengan mesra. Hingga membuat Lian membuang muka .


":Ck........ modus ... bertopeng bisnis " bathin Lian .karna ngak mungkin ia berani mengomel didepan bos dan kliennya.


" Lian ayo duduk disini " Kata Nathan . yang lalu memperkenalkan Lian sebagai sekertarisnya.


" Wow........ kau terlihat masih muda nona Lian , oh ya aku dulu teman SMA bos mu " kata wanita itu yang bernama Rebecca.


" Oh begitu ya, pantas nona Rebecca terlihat sangat akrab " kata Lian.


" Iya kami juga tetangga dekat dulu sebelum orang tuaku pindah ke Rusia "Kata Rebecca


Setelah ngobrol sedikit , mereka pun melanjutkan kerjasama antar perusahaan .Lian yang duduk tenang hanya mendengar kan keduanya bicara serius.


"'Jadi hanya itu yang kita bahas, oh ya apabila disini lama , mampir lah kerumah " kata Nathan. untuk basa basi pada teman lamanya itu


" Terimakasih bro , ya kita lihat nanti bila ada waktu aku akan mampir kerumah " kata Rebecca tersenyum.


Lalu setelah itu Nathan dan Lian pamit . Dan Lian dengan setia mengikuti bos nya itu menuju lantai bawah untuk kembali menuju kantor


Ting........


"Kenapa tadi ku perhatikan kau diam saja , apa ada sesuatu yang terjadi ?" tanya Nathan melirik Lian.


" Apa itu penting buat bapa ?" tanya Lian balik bertanya ketika keduanya masuk ke dalam mobil

__ADS_1


" Tidak " kata Nathan singkat .Lalu membawa mobil meninggal kan hotel .Kembali menuju kantor


" Trus kenapa bapa bertanya begitu. bagaimana mungkin saya ikut ngobrol bersama bapa sedang yang dibahas berbeda " Kata Lian.


" Paling tidak ajukan saran jangan diam saja " kata Nathan .


" Hah......buat apa , kan saya hanya sekertaris bapa


" Kau ini , Slalu saja pintar mencari alasan " kata Nathan ngedumel.


" Hah........kok bapa bisa bilang begitu , emang kita sebatas hubungan kerja kan jadi wajar saja saling menghargai satu sama lain .Lagian dia teman bapa jadi kalian bebas mau ngobrol apa " kata Lian panjang lebar.


Nathan pun terdiam. karna tak mau berdebat dengan Lian. Apalagi mereka belum akrab Dan mengenal satu sama Lain.


" Oh ya hari ini grand pa minta kau datang ke mansion lagi untuk ngobrol " kata Nathan


" Ngak bisa pa saya sudah punya janji " kata Lian jujur


" Janji dengan siapa .Apa pria yang menelpon mu tadi malam itu ?" tanya Nahan dengan mimik serius .


" Lho kok bapa bisa tahu , apa bapak ngintip ponsel saja ketika tidur ?" tanya Lian heran.


" Kalo Iya kenapa ? apa kau keberatan. " kata Nathan


" Harusnya keberatan pa karna bapa terlalu ikut campur urusan saya " kata Lian kesal.


" Iya betul masalah buat bapa , kan kita cuma tidur " kata Lian


" What kau tidur dengannya ?" tanya Nathan menatap Lian serius.


" Iya " kata Lian singkat


Cit ....................Mobil pun mengerem mendadak . Yang membuat kepala Lian terbentur.


Brak.....


Auw......sakit pa, kira kira dong kalau ngerem pa " dumel Lian yang merasa kepalanya sakit kena benturan keras.


Nathan pun lalu terdiam tampa bicara ia kembali melanjutkan perjalananya . Namun tampak kesal diwajahnya Karna ia cukup terkejut kalo Lian tidur dengan pria bernama Rayyan itu .


Sedangkan Lian mengusap usap kepalanya yang terkena benturan akibat Nathan yang mendadak berhenti .


" Ih kenapa sih dengan nya " kata Lian dalam hati . Yang bingung karna Nathan seperti terkejut.Mendengar ia tidur dengan Rayyan.kakaknya


Mobil pun terus melaju. Sampai akhirnya mereka sampai dikantor dan Nathan bergegas turun dari mobil dengan membanting keras pintu mobil.


Brakk.............

__ADS_1


Deg ............


Lian pun kaget karna ia baru saja hendak melepas sabuk pengamannya..


" Astaga ada apa dengan nya ?" bathin Lian terheran heran. Melihat bosnya itu bertingkah aneh Lagian tak ada hujan ataupun mendung dan hujan petir. ":guman Lian Lalu Lian pun turun . Dan berjalan menuju LIft Untuk ke atas. menuju kantornya .


Sedangkan Nathan yang merasa gusar. langsung masuk ruangannya dan membanting pintu.


Brakk .


Dion yang hendak keluar pun terkejut. Lalu memegang dadanya yang hampir copot.


":Astaga ada apa dengan bos ?" guman Dion yang ingin ke ruangan Alexander. Lalu mengeleng dan melanjutkan langkahnya . Yang tak sengaja berpapasan dengan Lian. yang hendak kemejanya.


" Lian kenapa dengan big bos, datang datang kok banting pintu " kata Dion .


" Hah..... mana aku tahu........." kata Lian mengangkat kedua bahunya .


" Hadeh kalian ini .....ada masalah apa sih ?" kata Dion yang lalu melanjutkan langkahnya.


Begitu juga dengan Lian yang langsung menuju meja kerjanya. Untuk melanjutkan laporannya yang tertunda. Tampa banyak bicara karna ia memang tak tahu apa apa.


Ketika bosnya itu mendadak marah.


" Apa dia kesal dengan ku " kata Lian yang memang membuat Nathan khawatir dengannya.


" Apa iya sih , tapi masa ia marah sama aku. apa masalahnya " kata Lian bicara sendiri Lalu melanjutkan pekerjaanya lagi hingga selesai dan merapikan meja . Dan lalu mengecek data agar besok pekerjaannya ringan tak menumpuk..


Jam 4 sore Lian pun bergegas Menata tas nya hendak pulang .Namun Nathan yang melihat Lian hendak pulang langsung menarik Lian ke ruangannya.


" Pa apaan sih main tarik.aja " kata Lian .


" Saya harus pulang..............mpt......mpt......"


Lian langsung kaget ketika bosnya itu menghimpitnya kedinding dan langsung menciumnya . Reflek Lian langsung mendorong tubuh Nathan sekuatnya. Sebenarnya bisa saja Lian menghajar bosnya itu yang berlaku tak sopan padanya. Namun karna Nathan bosnya ia menahan diri. dan tidak terpancing emosi.


" Bapa.....kenapa sih ?" kata Lian marah.


" Kenapa ? kenapa kau harus bertanya. aku ini suamimu dan itu wajar kan.


" What........kita sudah punya perjanjian pa tak ada sentuhan fisik . Dan di kontrak tertulis jelas . masalah itu " kata Lian jengkel


" Kenapa aku tak boleh mencium mu sedangkan pria itu bisa meniduri mu " kata Nathan emosi.


" Hah........... siapa....?????" kata Lian bingung


.

__ADS_1


__ADS_2