
Tak berapa lama Lian sudah kembali keruang tamu Setelah berganti pakaian Dengan pakaian rumahan dan terlihat cantik dan imut di mata Nathan .
" Tuh Ana sudah kembali, baik lah kalian ngobrol ya biar bunda hubungi Papah Ana dulu " kata bunda pada Nathan.
" Ya bun " kata Nathan . yang menatap punggung calon ibu mertuanya itu
" Hai ...sepertinya bapa betah ngobrol dengan bunda " kata Lian yang kembali duduk didekat Nathan.
" Bundamu sangat supel dan ramah jadi aku merasa nyaman ngobrol dengan beliau. Oh ya tadi bunda bilang ini mansion keluargga . Dan apa benar kalian cucu tuan Alexander " kata Nathan yang sangat penasaran dengan jati diri Lian
" Ya betul kakek punya empat cucu penerusnya Aku dan kak Ray adalah dua dari mereka yang lain menutup indentitasnya Sepupuku yang satu ada di australia menjalankan bisnis nya . Yang satunya mengurus bisnisnya di jakarta.
Kami yang wanita tak mendapat hak untuk itu . Kak Ray dan sepupu ku yang di australia lah Yang banyak punya hak atas warisan karma mereka laki laki " kata Lian yang tak mau menceritakan hal sebenar nya . Karna pembagian harta sudah dibagi dua Dan kakak nya Rayyan dan Jasmin pengikatnya yang menggabungkan kembali harta warisan itu. Dalam ikatan keluargga. Hingga mereka bisa mengaskan garis keturunan. sesuai harapan sang kakek.
" Hei ..... kenapa melamun " kata Nathan melambaikan tangan nya. Didepan wajah Nathan
" Mhem..... ngak cuma mengingat opa dan oma ku saja " kata Lian tersenyum.
" Apa bapa tak ingin pulang ini sudah hampir malam. Papah akan pulang larut malam" kata Lian
Nathan pun berpikir sejenak karna ia tak bisa memaksakan diri untuk menunggu . Yang penting ia sudah menyampaikan maksud hatinya . Ketika bertemu bunda ⁰Aira tadi. yang mengungkap kan niat hatinya yang ingin melamar Lian. Dan ia serius untuk itu.
" Ya ..... sebenar nya aku masih ingin bertemu dengan papah mu. Tapi karna papah mu pulang malam. ya baiklah aku pulang dulu " kata Nathan lega karna ia sudah bicara dengan bunda Aira.
" Ya sudah aku pulang dulu ya." kata Nathan yang juga tak enak berlama lama . Karna ia juga sudah merasa gerah .
" Ya pa ayo " kata Lian yang berdiri untuk mengantar Nathan kedepan .
" Ya " kata Nathan Yang ikut beranjak padahal ia berat untuk pergi. Karna masih ingin bersama Lian .Namun kaki nya tetap melangkah ke pintu utama .
" Hati hati ya pa " kata Lian .ketika Nathan sudah masuk kedalam mobil .
" Ya sayang " kata Nathan yang lalu menghidupkan mesin mobilnya . Dan
lalu membawa mobilnya keluar dari
halaman luas mansion.
Mobil pun menghilang dari pandangan Lian. .Lian pun masuk kembali dalam mansion .Dengan hati senang lalu
masuk menuju kamarnya. Melihat semua barang yang tadi di belanja kan Nathan .
__ADS_1
" Wow......... wah lho curang Li, masa
belanja ngak ngajak kita " kata Grace Ayse dan Emma . Yang masuk bersamaan ketika tahu Nathan sudah pergi
" Hai .....tenang saja kalian juga sudah tak belikan nih sama satu " kata Lian yang membongkar semua barang belanjaan ya.
" Ye...... teimakasih Li, wah barang bagus nih. Ya ampun keren lho Li Ngak nanggung nanggung Belanja banyak gini rupanya buat kita juga . " kata Ayse yang senang dapat tas branded
" Trimakasih ya Li kau memang sahabat terbaik kita " kata Grace .
" Iya dong Lian gitu ...." kata Emma Yang lalu langsung mencoba pakaian yang diberikan Lian dari Nathan . ia membelikan juga untuk ketiga temannya .Karna tak mungkin ia membeli banyak pakaian Karna Lian juga sudah punya butik sendiri . Yang tiap bulan di stok oleh sang bunda.
" Ya ampun kok pas banget , kamu pintar banget Li pilih fashion . Aku yakin pa Nathan mikirnya buat kamu semua. Tapi kita kita juga dapat. .hahaha......." kata Ayse ..
" Iya Li ih...... senang nya hatiku " kata Emma yang berputar putar gaun nya.
" Hahaha ......kalian ini gelak Lian yang melihat teman temannya senang . Tapi paling tidak ia bisa menyenangkan teman temannya . Juga Nathan karna sebenarnya Lian juga ngak butuh. Karna ia juga sudah
punya segalanya .Jadi ngak mungkin ia pake sendiri.
.
" Terima Kasih Li . kita senang banget. Mudahan rezekimu berlimpah " kata Ayse .
" Ya Li lain kali lagi ya .Li " kata Emma .
" Ok ya sudah sana sekarang kalian pergi aku mau mandi " usir Lian
"Ok nyonya Nathan siap " kata ketiganya kompak terkekeh meledek Lian
" Hei ....... apaan sih " kata Lian cemberut.
"':Hahaha.........kabur......." kata ketiganya berlari dari kamar Lian. Dan tertawa senang bisa mengoda Lian. sambil membawa paperbag
Yang membuat bunda Aira tersenyum melihat ketiga gadis itu. Karna mereka bisa jadi sahabat putrinya . Yang memang baik
Pada siapapun .
Bukan aneh kalau putri nya banyak mempunyai banyak teman karna sifatnya hampir mirip dirinya Yang supel dan ramah pada siapa pun .Dan juga tak pelit dan juga perduli dengan orang lemah.
********
__ADS_1
Nathan baru saja selesai mandi ketika pintu kamarnya di ketuk dari luar.
" Tuan muda ditunggu nyonya " kata pelayan ketika Nathan membuka pintu .
" Ya baiklah aku akan segera kesana " kata Nathan .
" Baik tuan " kata pelayan itu berlalu.
Nathan pun lalu memasang celana pendeknya setelah rapi ia pun bergegas menuju ruang makan untuk makan malam bersama.
" Kau sendiri lagi , mana Ana . " kata mommy Sheila menatap Nathan.
" Biasa mom ia sedang berkumpul dengan teman temannya " kata Nathan.
" Ya ampun Nat kenapa ngak jujur saja sama uncle dan aunty. " kata Katrina
" Hah.......apa !!! " kata Nathan kaget
" Apa maksudnya kat " kata mommy
" Oh bukan apa apa mom katrina. hanya membual " kata Nathan menatap tajam Katrin.
" Ada apa apa ada sesuatu yang terjadi ?" kata Daddy paul menatap Nathan.
" Ya itu nanti biar Nathan jelas kan semuanya apa bila semuanya sudah clear " kata Nathan.
" Apa itu " kata Mommy
" Nanti juga mom tahu " kata Nathan yang belum siap bercerita Tapi ia akan mencerita kan semuanya nanti Apabila semuanya sudah clear. Sampai orang tua Lian merestuinya..
" Kau ini senang sekali membuat kami penasaran . Apa Ana hamil ?" " kata mommy.
" Hah.. . .... bukan itu mom , bukan masalah itu ini hal yang berbeda " kata Nathan yang melirik Katrina .
" Biasa aunty masalah anak muda " kata Katrina yang membantu Nathan agar uncle dan aunty nya tidak curiga.
" Ya terserah kalian saja mommy dan daddy ngak mau ikut campur .Yang pening kalian tak bercerai "' kata mommy yang cukup menyayangi Lian .
" Ya mom kami hanya sedang bertengkar ringan Karma aku terlalu banyak mengatur nya Karna aku menyayangi nya Mungkin karna kami ngak sepaham jadi kadang ada konflik " kata Nathan yang ingin orang tuanya curiga berlebihan
.
__ADS_1
.