Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 67


__ADS_3

Lian bergegas merapikan bajunya. . Karna Ulah Nathan dan keluar dari ruangan bosnya menuju meja kerjanya. Dan lalu merapikan semua perkerjaan nya karna sebentar lagi waktu pulang.


" Em........kok cepat selesai " kata Dion yang datang mengantar berkas untuk besok.


" Tahu ah " kata Lian malu.


" Hahaha...... santai Li, kan sudah nikah jadi ngak masalah mau ngapain . Lagian bos orang nya baik . Sekalipun dia galak dan dingin tapi dia romantis .Dan satu hal yang harus kamu tahu Li , dia tak bermain perempuan Dan orang pertama yang membuat nya jatuh cinta itu adalah kamu " kata Dion.


" Tapi aku ........


" Rahasia mu aman kok, slamat ya ." kata Dion mengedipkan matanya Lalu pergi meninggalkan Lian.


Lian membuang nafas kasar dan bersiap untuk pulang . Begitu juga dengan Nathan yang baru keluar dari ruangannya.


" Ayo pulang " kata Nathan.


" Bapa duluan saja " kata Lian merasa tan nyaman setelah keciduk Dion.


" Apa mau ku gendong " kata Nathan yang duduk diatas meja kerja Lian .


" Pa please duluan . saya akan menyusul sebentar lagi . Kata Lian yang tak enak hati


"'Baik lah aku tunggu di mobil " kata Nathan yang tak.mau memaksa. Lalu ia pun pergi meninggalkan Lian sendiri.


Setelah semuanya rapi. Lian pun bergegas pulang . sampai lantai bawah ia sudah di tunggu bosnya itu.


" Huh..... . masa nginap lagi sih " kata Lian Sambil berjalan menuju mobil bos nya.


" Silahkan nona " kata Gee.


" Trimakasih ' kata Lian yang duduk disebelah Nathan. Setelah Lian masuk Gee pun menutup pintu . Dan mengantar mereka ke mansion grand pa.


********


Setelah makan Lian dan Nathan menyempatkan ngobrol dengan grand pa. Yang terlihat bahagia. Karna dirinya semakin merasa sehat


" Opa sangat senang bila kalian menginap disini ..karna grad pa sering kesepian " kata grand pa jujur .


" Ya opa kami akan sering menginap disini . biar grand pa slalu tersenyum " kata Nathan


" Ya bagus lah Kalo begitu istirahatlah, sudah malam kalian pasti lelah sehabis bekerja seharian " kata grand pa.


" Ya opa, biar Ana antar ke kamar ya " kata Lian


" Baik lah " kata grand pa terkekeh lalu Lian pun mengantar grand pa kekamarnya yang diikuti Nathan dari belakang.

__ADS_1


Lian menyelimuti pria bercucu tiga itu dan lalu menaruh air meneral tak jauh dati meja dekat tempat tidur.


" Slamat mimpi indah opa " kata Lian.


" Trimakasih sayang " kata grand pa yang tersenyum pada cucu mantunya itu.


" Sama sama slamat malam " kata Lian tersenyum lalu menutup pintu kamar .


" Sudah tidur " kata Nathan yang berpangku tangan melihat apa yang Lian lakukan .


" Astaga kenapa bapa senang banget membuat orang kaget " Kata Lian yang melangkah menuju kamar .


" Hanya kebetulan An " kata Nathan yang mengikuti Lian yang masuk kedalam kamar. Dan lalu berbaring diatas ranjang.


Nathan pun begitu Ikut berbaring di sebelah Lian . Lalu memeluk pinggang Lian dan la memeluknya dari belakang .


" Ana kau sudah tidur " kata Nathan


"'Sudah saya mengantuk pa " jawab Lian.


Nathan pun lalu semakin merapatkan dan memeluk Lian lalu menaruh dagu nya di caruk leher Lian dan berbisik " Aku mencintaimu Ana " Nathan pun lalu ikut memejamkan matanya.


Lian hanya diam. Karna sudah mengantuk ia pun langsung terlelap. Hingga waktu subuh Lian terbangun Dengan pelan ia beranjak dari ranjang agar tak membangun Nathan lalu masuk kekamar mandi untuk berwudhu.


"Kenapa sudah bangun ?" bisik Nathan


" Aku seorang muslim jadi aku sholat subuh " kata Lian .


Nathan cukup terkejut mendengarnya. " muslim ....?" Bisik Nathan


" Ya seharusnya aku juga tak sekamar dengan bapa dilarang dalam agama kami " kata .Lian.


" Kalo begitu ayo kita menikah ,sungguhan tak masalah kau seorang muslim " kata Nathan berbisik pelan yang menaruh kepalanya di caruk leher Lian. Yang membuat nya semakin erat memeluk Lian.


Nathan tak perduli tentang apa yang orang lain pikirkan bahkan keluarganya . Ia hanya ingin memiliki Lian seutuhnya dan bisa memeluk Lian setiap hari. Rasa cintanya yang semakin besar dengan gadis itu. Membuat hatinya slalu gelisah memikirkan Lian


Lian terdiam.. karna dia tahu tak semua orang asing bisa menikah dan merubah keyakinannya ..Apalagi bagi seorang Nathan yang notabene tak banyak mengenal muslim . Namun Lian tak mau memaksa Nathan untuk bertangung jawab atas apa yang terjadi.


" Kenapa bapa tak menikah dengan wanita Lian ?" tanya Lian . Membiarkan Nathan masih memeluknya


" Aku mencintaimu Ana, sangat mencintaimu. "'kata Nathan pelan


Kata yang sama yang Lian dengar tadi malam sebelum ia tertidur


Deg..........

__ADS_1


Entah itu nyata atau tidak Lian sadar ia mendengar langsung dari bibir Nathan . Nathan mengatakan itu berkali kali padanya.


" Apa bapa yakin ....tapi menjadi seorang muslim itu sulit " kata Lian . Walau dia bukan seorang muslim sejati tak semua orang yakin mampu merubah keyakinannya terutama bagi orang orang di negata maju seperti Amerika.


" Ya aku yakin " kata Nathan dengan suara serak.


Pipi kedua bersentuhan yang membuat Lian tak bergerak . Entah mengapa ia terbiasa dengan perlakuan Nathan padanya . Mengingat kejadian malam itu sampai dia shock dan menangis.


Lian lalu mengelus tangan Nathan pelan . Yang membuat Nahan lalu membalikan tubuh Lian hingga keduanya saling berhadapan.


Deg.......


Pandangan mata keduanya bertemu..Yang membuat Lian gugup . Tapi kali ini ia tak bisa menghindari tatapan Nathan yang dalam padanya. Lian juga tak.mungkin berontak. Karna Nathan sudah pernah melihat dirinya dalam keadaan polos. walau ia tak merasakan secara sadar apa yang terjadi.


" Apa kita harus menikah betulan ?" tanya Nathan tampa mengalihkan pandangannya .


Lian mengangguk . Mengiyakan perkataan Nathan. yang menatapnya lekat.


" Baik kita akan melakukannya . Aku akan mengurusnya " kata Nathan . Sambil membuang anak rambut yang menghalangi wajah Lian .


Lama kedua terdiam dalam posisi itu. yang membuat dada Lian berdegup kencang . Begitu juga Nathan yang masih memeluk tubuh Lian yang berada dibawahnya.


Tampa sadar Nathan mendekatkan wajahnya Yang membuat Lian memejamkan matanya. Lalu dirasakan bibir Nathan sudah menyentuh bibirnya pelan yang terasa hangat.


Nathan mencium Lian dengan lembut ******* bibir Lian yang terasa manis. Yang membuatnya tak ingin berhenti untuk melakukanya.


Keduanya semakin larut . Nathan semakin dalam mengecap bibir mungil itu . seluruh tubuhnya merasa bergetar . dan memeluk tubuh Lian semakin erat . Lian pun tak berontak . Karna itu bukan pertama kalinya ia berciuman dengan Nathan. Dian ia juga tak menampik menikmati ciuman yang diberikan Nathan . Yang membuat nya tak bisa berontak tapi hati nuraninya juga tak menolak bahwa ia menginginkan lebih.


Sebuah ******* dan lenguhan lolos dari bibir Lian ketika ciuman itu berpindah pada lehernya. yang membuat Nathan semakin berhasrat. dan kembali ******* bibir Lian dalam. Nathan merasakan tubuhnya menegang tak bisa menahan diri ketika


Tok....tok......tok.......


Lian pun lalu tersadar dan mendorong tubuh Nathan kesamping.Dan bergegas turun dari tempat tidur dan bergegas membuka pintu.


Tok......tok......tok......


Ceklek.........


" Nona tuan besar menunggu kalian dimeja makan "' kata pelayan yang mengetuk pintu.


" Iya kami segera kesana " kata Lian


" Ya nona permisi " kata Pelayan lalu itu pergi.


.

__ADS_1


__ADS_2