Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 39 Perjanjian Bersama


__ADS_3

Lian diam sejenak memikirkan apa yang dikata Ayse Masa iya bosnya itu jatuh cinta padanya . Sedangkan selama ini mereka sebatas dekat biasa Dan tak lebih dari atasan dan bawahan.


" Kenapa ? kok bingung " kata Ayse heran.


" Entahlah Ay aku bingung saja " kata Lian


" Sudah ngak usah dipikiran bawa nyantai


aja Li " kata Ayse .


" Ya Ay.... " kata Lian Yang sedang memikirkan perkataan bosnya. tadi siang.


....................................


Pagi seperti biasanya Lian sudah siap berangkat kekantor.. Setelah sarapan bersama Ayse keduanya pun berangkat.


Hari ini Lian sengaja naik taxi .Karna malas membawa motor.


" Pagi cantik " kata Dion menyapa Lian ketika Keduanya bertemu di depan Lift .


' Pagi juga kak " kata Lian tersenyum manis . Lalu keduanya pun memasuki lift . Namun ketika pintu hendak tertutup . Kembali pintu lift terbuka .


Deg.


Nathan yang terlihat gagah masuk berdiri diantara keduanya. Lian dan Dion hanya saling pandang. Satu sama Lain . Karna Nathan berdiri tanpa bicara .


Ting..........


Pintu pun terbuka. Lian pun keluar berjalan mengikuti bosnya Bersama Dion dibelakang tampa bicara.


" Ana .........siapkan laporan " kata Nathan sambil melangkah ke ruangannya.


" Ya pa " kata Lian yang mengambil berkas dimeja nya . Lalu langsung menuju ke ruangan bosnya.


Lian hendak mengetuk pintu " masuk saja" kata Nathan yang duduk di kursi kebesarannya. .


" ini pa " kata Lian .


" Duduklah " kata Nathan


Lian pun lalu duduk . dihadapan Nathan. Yang sedang melihat laporan dan juga berkasnya.


" Bagaimana dengan permintaan ku kemaren ?" tanya Nathan menatap Lian


Lian pun mengeluarkan secarik kertas dari saku bajunya .Dan memberikan nya pada Nathan .Nathan pun mengambilnya dan membacanya.


** Tidak ada sentuhan fisik dan semacamnya .


** Tidak mencampuri urusan masing - masing


** Tiap bulannya ada bonus untuk nikah kontrak


*** Segala tangung jawab masalah semua ditanggung pihak pertama.

__ADS_1


" Ok ngak masalah " kata Nathan langsung menandatangani perjanjian itu. dan mengeluarkan sebuah cek lalu menulis cek kosong itu dengan nilai satu trilyun .


"'Deal cinta kontrak kita satu trilyun " kata Nathan mengulurkan tangannya pada Lian.Dan Lian pun menerimanya.


" Deal " kata Lian yang terpaksa melakukan nya karna Lian kasihan pada sang grand pa .


" Ok kita bekerja seperti biasa tapi bila dirumah grand pa panggil aku sayang " kata Nathan


" Hah ....ya ngak bisa pa , kan itu......


" Kan tak ada dalam perjanjian . Jadi wajar kita memanggil sayang di depan grand pa " Kata Nathan..


" Ok hanya di depan grand pa saja tidak di depan yang lain " kata Lian.


" Ok .....ngak masalah " kata Nathan lalu menyodorkan kertas perjanjian dan Cek senilai satu trilyun.


" Ingin kau apakan uang sebanyak itu ?" tanya Nathan penuh selidik.


" Secret privasi for me " kata Lian santai .


" Ok ....enjoy your money for your life " kata Nathan yang juga bersikap santai.


" Sudah selesai kan pa, saya permisi " kata Lian. beranjak dari kursinya.


" Ya slamat bekerja " kata Nathan Dan yang menatap pungung Lian menghilang di balik pintu.


" Huh.........akhirnya...kita lihat seperti apa nanti reaksi mu girl " kata Nathan dengan mimik wajah penuh misteri.Lalu kembali fokus dengan pekerjaanya.


Sedang Lian menyimpan surat perjanjian mereka dan cek didalam tasnya dengan rapi..Agar tak hilang.


...................................


Lian duduk tenang dikursi kosong untuk makan. Ketika Emma dan Grace datang menghampirinya.


" Woi kok ngak nungguin kita " kata Emma.


" Keburu kelaparan gue nungguin lho berdua.Apalagi pas kelaparan " kata Lian cuek.


" Yah ......kan bisa nyemil dulu Li, oh ya nanti malam nongkrong yuk mumpung tanggal muda " Kata Grace.


" Kemana ?" tanya Lian.


" ke cafe biasa " sahut Emma


"'Lian ngak bisa pergi, karna ada janji dengan saya " kata Nathan yang ikut bergabung dengan mereka bertiga.


" Hah . ...Kapan janjiannya " kata Lian kaget.


Ketika Nathan muncul tiba tiba .


" Kita mau kerumah grand pa malam ini .Apa kau lupa " kata Nathan.


" What............... Maksud bapa apaan ? Kerumah siapa dan mau apa ?? " kata Grace kepo pada Nathan.

__ADS_1


" Mau tahu aja, lho grace kepo" ledek Emma.


" Kan perlu, karna perginya sama Lian " kata Grace .Yang merasa ada sesuatu antara bos dan temannya itu.


" Ana akan pergi dengan saya. Jadi bila Ana pergi dengan kalian .Harus izin dangan saya " kata Nathan


" Hah ............." kata Ketiganya kaget. Ngak salah tuh pa . Masak harus dikawal bapa. Emang bapa bodyguard nya " kata Grace.


" Bukan tapi .........


" Calon suaminya " bathin Nathan. Karna tak mungkin ia mengatakan semua itu .Didepan teman teman Lian.


Sedang kan Lian hanya diam . Tak mau ribet.Akan banyak pertanyaan bila ia ikut bicara. Karna itu bukan porsinya.Dan lagi Lian takut salah bicara .


"Wah tumben kumpul, ikut gabung ya " kata Dion yang duduk disebelah Lian. Yang membuat Nathan mendelik kan matanya. Pada Dion .Dion yang mengerti maksud bosnya itu. lalu berdiri.


" Silahkan bos kita tukar tempat " kata Dion mempersilakan Nathan. Nathan pun lansung beranjak dari kursinya Dan duduk di disebelah Lian . Lalu merekapun makan dengan tenang.


Grace dan Emma saling pandang tak banyak bicara .Karna ada big bos mereka ikut bergabung . Hingga keduanya jadi jaim. Tak bisa berkutik.


Setelah selesai makan. Lian hendak mencuci tangan di wastafel . Ketika Emma dan Grace mendekatinya.


"Li lho punya hubungan apa sama big bos sampe lho diatur sama dia" bisik Emma pelan.


" Iya Li , kok gue curiga ya " kata Grace ikutan .


" Em.....ngak ada apa, cuma sebatas atasan dan bawahan . " jawab Lian santai.


" Tapi kok dia ngikutin lho mulu, curiga gue " kata Emma


"Iya Li, pake ngatur ngatur segala " kata Grace yang juga kepo .


"' Yah .....kepo deh , biasa dia bos kan bos wajar ngatur " kata Lian .Yang lalu cepat pergi. Dari kantin karna tak ingin diintrogasi dua temannya itu


Lalu Lian keruang ibadah untuk sholat. Karna disana tak ada mushola . Jadi hanya ruangan biasa untuk tempat sholat. Setelah selesai ia pun kembali kemeja kerjanya.


"'Dari mana ?" tanya Lian yang mendadak muncul .


":Astaga pa..... bisa ngak sih ngak bikin kaget " dumel Lian . Yang kaget ketika Nathan muncul tiba tiba.


"Em...Kau terlihat cantik kalo mengomel begitu " kata Nathan yang menaruh dagunya di bahu Lian yang lagi duduk.


Deg.. .....


Jantung Lian langsung berdegup kencang. Karna kalo ia menoleh .Jelas saja pipi keduanya saling bersentuhan .Yang membuat Lian serba salah


" Pa apa bapa ngak ada kerjaan ?" tanya Lian yang merasa tidak nyaman didekati Nathan.


" Kenapa? ini hal pertama agar kau tidak kaget bila kita berdekatan . Apalagi di depan Grand pa " kata Nathan


" Huh ......baiklah....pa tapi ini dikantor apa bapa tidak takut digosipin " kata Lian.


Nathan pun tersenyum lalu mengangkat kepalanya . Dan berdiri tegap .dengan dua tangan disaku celananya. yang berdiri disamping Lian

__ADS_1


" Ok nona Ana slamat bekerja " kata Nathan yang lalu melangkah menuju ruangan nya .


" Alhamdulilah........huh....... bikin gue jantungan aja tuh bos " bathin Lian karna lega bosnya itu sudah pergi.


__ADS_2