
Akhirnya semuanya hanya saling pandang
Karna Lian tak.mungkin menceritakan hal konyol yang terjadi . Apalagi masalah nikah kontraknya Bisa bisa dia bakal jadi bulan bulanan ketiga teman temannya . Dari pada pusing akhir nya ia memilih diam . Dan lagi Emma juga tak akan berani buka suara sebelum Lian bicara.
" Ya sudah aku mandi duluan ya " kata Emma yang sudah merasa gerah
" Ya aku juga " kata Lian
Keduanya pun berlalu meninggal kan ruang tengah. Yang membuat Ayse dan Grace saling pandang
" Li kamu ngak mau menjelaskan apa yang terjadi " kata Emma ketika hendak masuk kamar .
" Aku pusing Em, masalahku banyak . Lagian itu ngak penting. Tadi aku pulang aja lansung tidur dan mereka ngak tahu " kata Lian.
" Ya sudah lupakan ....aku juga pusing " kata Emma lalu masuk kekamar masing masing. Walau sebenarnya Emma sangat penasaran Namun ia melupakannya . Karna Dion juga cuek dan tak menceritakan apa pun padannya.
Mereka berempat berkumpul setelah makan malam . Kamar mereka yang masing masing bersebelahan Membuat keempatnya bisa saling menyapa . Dan setelah selesai makan mereka pun berjejer rapi duduk dikamar Lian. Mengikuti Lian masuk kekamarnya
" Kalian kenapa lagi ?" kata Lian dengan wajah bingung .
" Kita hanya bingung ada apa dengan mu Li?" kata Ayse menatap Lian penuh curiga.
" Tak ada yang perlu ku jelaskan karna itu hanya salam paham, aku dan bos memang berkencan Tapi orang tuanya menginginkan lebih Lalu aku bisa apa ?" kata Lian.
" Tapi kau hebat , kau bisa jadi menantu idaman " kata Emma. Karna tahu Lian di jemput langsung kedua orang tua Lian.
" Yah .... tapi aku ngak bisa Em semuanya akan mengira itu benaran tapi Pa Nathan hanya sedang bermain peran. Lagi pula besok papah dan bunda ku pulang aku bisa dapat masalah. Bila ketahuan pacaran. Dan kuharap kalian tutup mulut " kata Lian bersandar lemas di ranjangnya.
" Sudah ngak usah dipikir berat Li, kita gerti kok . Oh ya terus Grace besok harus gimana ?" kata Ayse
" Ya biasa , bukan nya orang tuamu datang Grace , kamu pulang duluan saja setelah selesai .Karna kalo tidak Lukas akan mengawasi mu dan ingat hindari tempat sepi " kata Lian
__ADS_1
" Iya Grace karna saat seperti itu kita ngak bisa mengawasi mu , Kamu harus menjaga dirimu sendiri Dan kuharap Lukas tak mengenali mu bila kau tampil beda untuk menyamarkan wajah mu" kata Ayse.
" Iya besok kita bakal dandani Grace , Dan juga jangan jauh jauh dari kita " kata Ayse yang tahu pasti akan ada kehebohan bila sampai Grace di culik Lukas..
" Ya aku juga bingung dan khawatir . Tapi karna ada kalian Aku bisa sedikit tenang " kata Grace yang percaya pasti teman teman nya akan kompak membantunya
" Ya sudah .... sana kembali kekamar masing masing mungkin papa dan bunda ku sudah sampai nanti pagi " Kata Lian.
" Tapi benaran kami ngak akan dapat masalah disini Li " tanya Emma .
" Ngak, kalian santai saja. . Kan Grace dan Ayse sudah bertemu bunda ku Jadi santai saja Em.." kata Lian.
" Iya Em bunda nya Lian baik kok . Lagian beliau aja nggak banyak nanya " kata Ayse.
" Ya sudah ayo bubar kita besok siap siap untuk wisuda dan bangun pagi " kata Emma yang memang mereka akan wisuda jam 9 pagi di kampus.
*******
Sedangkan Nathan masih asyik berkutat di ruang kerjanya .di mansion . Karna ia harus menyelesaikan semua.nya Sebelum menghadiri meeting besok.
" Gadis kecil itu slalu membuat ku pusing . Dia slalu saja bisa menghindari ku " bathin Nathan.
Tapi tak menghilang kan rasa sayangnya pada Lian . Karna Lian sangat berbeda dari gadis lain . Yang materialistis dan hanya mementingkan ego juga popularitas . Apalagi Nathan seorang Ceo perusahaan ternama Pasti nya wanita yang bisa mendekatinya akan merasa bangga ..Dan merasa hebat seperti Clara Jenny juga Rose temannya.
Sedangkan Lian gadis itu masa bodo dengan pangkat kedudukan Dan juga popularitas Dia asyik sendiri dengan teman temannya. Bahkan ia sering menghindari Nathan hanya untuk ketenangan nya.
" Sedang apa dia sekarang?" bathin Nathan.
" Besok saja aku menemui nya sehabis meeting dari kantor Jeb " kata Nathan Lagi.
Sambil menyugar rambutnya kasar Dan menyandarkan punggung nya di kursi malas.
__ADS_1
Setelah selesai Nathan kembali kekamar nya dan menghempaskan badan nya diatas kasur . Sambil tersenyum mengingat ciumannya pagi tadi.
" Lihat saja nanti kalo kau sudah jadi miliki ku " ku buat kau terkurung seharian di dalam kamar Ana " kata Nathan menyeringai penuh arti.
" Mhem....... kenapa senyum senyum sendiri Apa otak mesum mu sedang bekerja . memikirkan yang kejadian tadi pagi " kata Katrin yang tiba tiba masuk ke kamar Nathan
" Hei....... kenapa kau suka sekali masuk tampa mengetuk pintu hah...... kata Nathan kesal .
" Aish salah sendiri kenapa tak mengunci pintu nya " kata Katrin.
" Gimana rasanya berciuman dengan wanita impian mu itu ?" kata Katrin Sambil memainkan kedua alisnya
" Ck........ kenapa kau tidak mencari pria yang bisa kau ajak berciuman ..Kau tahu rasa nya .... beuh............ sangat nikmat dan rasanya membuat melayang layang ke langit ketujuh " kata Nathan memanasi katrin karna kakak sepupunya itu. Yang anti pria mesum dan pastinya berciuman saja tak pernah.
" Ck....... asal saja paling juga kau pasti mengada ada ?" kata Katrina berdiri sambil berpangku tangan.
" Yah ..... kau belum merasakan nya Nanti kau coba sendiri Kenapa kau tak mencoba nya dengan Jhon .Nanti kau akan ketagihan . Dan minta lebih " sindir Nathan .
" No nothing for love aku mau melakukan nya setelah menikah " kata Katrin cuek
" Kalo begitu cepatlah menikah dari pada kau slalu mengusik ku , kau bisa merasakan sendiri berciuman dengan orang yang Kau cintai " kata Nathan ikut cuek.
" Ah bodo....... amat " kata Katrin yang lalu hendak melangkah keluar
" Oh ya jangan lupa berkas laporan ku kau minta dengan Dion untuk meeting besok " kata Katrin yang lalu pergi keluar kamar . Dengan wajah cemberut.
Brak......pintu pun ditutup dengan kasar.
" Cih ..... dia yang mulai dia yang kesal sendiri. .lagian kenapa ngak mencari suami. Itu akibat nya pilih pilih kelamaan jadi perawan tua " kata Nathan Sambil memeluk guling nya lalu membayangkan Lian dan mencium nya .
*********
__ADS_1
Di kamar Lian sedang asyik rebahan sambil melihat langit langit atap kamar nya . Yang membuat hatinya rindu dengan bos mesum nya itu. Nathan memang galak dan terkesan cuek. Tapi dengan Lian pria itu slalu bersikap manis . Bahkan kadang sangat memanjakan Lian yang memang aslinya sangat manja. Apalagi dengan keluargganya. Tapi tidak di depan teman temannya .Yang berbanding terbalik dari kehidupan nya dirumah dan di luar rumah.
Yang sangat jarang diketahui orang Lain Dan hanya keluargga nya yang tahu.