
Lian cepat cepat membuang wajahnya. Karna merasa serba salah .Entah mengapa ia menjadi bingung. Karna bosnya itu kadang baik dan kadang juga suka mengatur.
" Saya duluan mandi pa " kata Lian yang beranjak dari duduknya. Dan meninggalkan Nathan sendiri.
Nathan hanya tersenyum . Melihat Lian yang terlihat gugup ketika berduaan dengannya
" Tuan muda membuatnya malu " kata pelayan yang meletakan secangkir kopi dihadapan Nathan
" Hehehe.......dia mengemaskan bi " kata Nathan terkekeh
" Tapi dia sepertinya gadis yang baik tuan" kata pelayan sambil mengambilkan beberapa potong roti panas buat Nathan.
" Aku tahu bi, dia juga pintar dan cerdas " kata Nathan menambahi. Yang kagum pada Lian dan juga mulai terpikat dengan gadis itu.
Sedang dikamar Lian sedang memilah milah pakaian untuk berangkat kekantor.
" Kenapa banyak pakaian wanita yang pas buat ku, apa dia sengaja membelikan semua ini " bathin Lian. Yang sangat pas ketika memakai pakaian yang diambilnya. Dan semuanya masih punya lebel . Dan pakaian itu semua seperti baru dipesan.
" Ah biarlah " kata Lian lalu duduk didepan kaca rias untuk memberikan bedak tipis di wajahnya
Ceklek.
" Kau sudah mandi ?" tanya Nathan. Yang melihat Lian sudah cantik dan rapi. Dan ia sempat tertegun melihat gadis itu
" Belum baru mau mandi " kata Lian menyindir
" Hahaha ..........bisa saja kau ,. tunggulah didepan sambil ngobrol dengan grand pa .Aku akan segera bersiap " kata Nathan .Yang lalu masuk kekamar mandi.
" Em.......,".dehem Lian . Yang lalu berdiri menyiapkan tasnya untuk berangkat kerja.
................................
Lian asyik menemani grand pa sarapan sambil ngobrol .Ketika Nathan datang menghampiri mereka
" Apa kau sudah sarapan than? " tanya grand pa .pada cucunya itu yang terlihat gagah pagi ini
" Sudah grand pa tadi pagi bersama Ana" kata Nathan yang melirik Lian.
" Kalian pasangan yang serasi, pastinya lapar kan sehabis olahraga " sindir grand pa pada Nathan.
" Em iya grand pa ,oh iya kami berangkat dulu " kata Nathan pamit . Yang memeluk tubuh tua kakeknya itu. Lalu Lian pun ikut berpamitan dengan bersalaman pada sang grand pa
" Hati hati dijalan jaga istrimu " kata grand pa pada Nathan.
Deg........langkah Lian terhenti sebentar. Namun setelah itu ia tersenyum .Dan kembali melangkah dengan perasaan tak nyaman
__ADS_1
.
Brak..........
Pintu mobil pun tertutup. ketika Lian sudah masuk dan duduk tenang . Menunggu Nathan yang memutari mobil .
" Kau belum memakai sabuk pengaman " kata Nathan yang lalu memasangkan sabuk pengaman untuk Lian .
Tubuh keduanya berdekatan yang membuat Lian tak bergerak . Karna Nathan sedang memasang sabuk pengamannya untuk nya Dan wajah kedua nya begitu dekat membuat sehingga membuat Lian gugup.
" Kan saya bisa memasangnya sendiri pa " kata Lian.
" Tak masalah kau pantas dilayani " kata Nathan.
" Hah........Apa pa ?" kata Lian yang tak mengerti maksud Nathan.
" Tidak ada " kata Lian yang lalu menjalankan mobilnya menuju kantor Dan keduanya tak banyak bicara selama di mobil Kecuali hanya beberapa obrolan tentang pekerjaan.
..................... ......
" Pagi Li, tumben hari ini tampil berbeda " kata Dion menyapa Lian.
" Pagi kak, apanya yang berbeda " kata Lian heran.
" Kau lebih cantik hari ini " puni Dion Yang membuat Lian tersipu malu. Mendengarkan pujian Dion.
" Eh.. ..maaf bos , tapi memang pagi ini Lian terlihat spesial bos .Jadi wajar saya saya memasang jadwal merayu " jawab Dion santai.
" Kau........." kata Nathan memicingkan matanya pada Dion.
" Wow......wow ....... sorry bos hanya bercanda untuk sarapan pagi . penyemangat kerja " kata Dion cuek lalu melewati Nathan yang berdiri mematung dekat meja Lian.
" Apa bapa perlu sesuatu, biar nanti saya antar !" tanya Lian tersenyum . Karna melihat wajah kesal Nathan ulah asistennya pagi ini.
" Ya antar keruangan ku " katanya lalu meninggalkan Lian di meja kerjanya.
" Cih......cari kesempatan " bathin Nathan kesal. Karna merasa di saingi Dion.
Lalu Nathan duduk dikursinya. Dan tak lama Lian lalu datang ke ruangannya. Mengantar berkas jadwal meeting dan laporan hari ini.
" Hari ini kita ada meeting di perusahaan KD siapkan semuanya ." kata Nathan .
" Iya pa " kata Lian yang lalu keluar menuju meja kerjanya .
" Huh .......besok juga ada meeting diluar kota. Mudahan aku tidak ikut " guman Lian yang ingin tiduran di apartemennya .
__ADS_1
Lian lalu sibuk membuat memeriksa email dan data yang dikirim Dion dan juga jadwal besok dan Laporan besok lusa . Yang harus ia rekap hari ini..Agar perkerjaan ya tidak terlalu menumpuk.
....................................
" Lian......... lho kemana aja ?" tanya Emma yang lalu duduk disamping Lian ketika jam makan siang bersama Grace.
" Aku sudah bilang kan ada kakakku yang menjemput kemaren " kata Lian berbohong
" Yah .....tapi skali sekali kenalan kita dong " kata Grace yang memang lama penasaran dengan kakak Lian yang menurut Ayse sangat tampan.
" Ya lain waktu " kata Lian sambil menyuap makanannya
" Apa bos juga akan makan dikantin ?" tanya Emma melirik Lian.
" Entah lah " kata Lian sambil mengangkat kedua bahunya .
" Yah padahal kita penasaran " kata grace yang memang ingin tahu banyak tentang big bos mereka .yang masih bujangan itu.
" Penasaran apanya..........? " tanya Lian menatap Grace dan Emma
" Katanya dia masih lajang , aku tertarik buat menarik perhatiannya. Siapa tahu aja nyangkut " kata Grace berbisik pelan
" Iya Li, lumayan bisa buat traktir kita beli tas branded terbaru " kata Emma ikut berbisik
" Dih matre ........ ogah kalian berdua aja " kata Lian.
" Yah ngak setia kawan..Kalo naksir lho kan bisa dimanfaatkan Li " kata Emma.
" Ck ........malas " kata Lian memutar bola matanya. Karna tahu kedua temannya itu mencari kesempatan untuk di traktir.
" Ayo lah Li, lagian ngak dosa ini kan masih lajang dan juga tajir " kata Grace Yang tahu bahwa Lian akhir akhir ini dekat dengan bosnya Dari gosip yang beredar.
" Kalian aja. aku ngak mood lagian masih banyak tugas Yang harus aku dikerjakan " kata Lian cuek
" Yah menyerah sebelum berperang Dia Grace , masa ngak berani dengan bos sendiri Padahal dia punya banyak kesempatan. " kata Emma. pelan.
" Iya Li, ambil kesempatan lumayan buat hiburan hitung hitung punya teman untuk keluar malam minggu " kata Grace menimpali.
" Hadeh kalian ini pemaksaan ya, ngak ya ngak.....buat kalian aja sana. Pusing kepalaku mikir " kata Lian yang lalu menyuap makanannya.
" Yah ........bakal ngak ada tantangan Grace , padahal biar seru nih hidup ada yang buat mood booster " kata Emma. Yang memang tertarik mendekati sang bos.
" Yah kita aja Em ,Lian ngak usah " kata Grace sambil memainkan bibirnya untuk mencari cara agar bisa merayu Nathan.
" Sana aku ngak ikutan , malas sudah bosan juga ketemu tiap hari " kata Lian .
__ADS_1
" Apanya yang bosan dilihat ..........?" tanya suara bariton yang membuat Lian kaget.
" Waduh.............." kata Lian yang langsung menelan saliva. takut ia mendengar apa yang barusan ia katakan.