
Lian berusaha berontak Namun Nathan menahannya. Dan ia langsung membalik tubuh Lian cepat. Dan sekejap Nathan sudah berada di atas Lian.
" Apa yang bapa lakukan " kata Lian tergagap.
" Mengulang kejadian tadi malam .. Jadi jangan bergerak kalau kau tak ingin terulang " kata Nathan menatap Lian dalam.
Jleb. ......
Lian tak berkutik karna ada sesuatu sudah mengeras dibawah sana yang membuatnya terdiam. Walau sebenarnya ia ingin sekali membunuh pria yang berani menyentuhnya.
Kedua manik mereka bertemu . saling menatap dalam . Yang membuat Nathan menahan diri tingkat tinggi karna hasratnya sudah di ubun ubun . Bisa saja ia nekad melakukannya . Namun ia sadar bahwa memaksa kan kehendaknya membuat Lian akan semakin membenci dirinya.
Lama keduanya saling tatap. Lian lansung membuang mukanya kesamping . Karna tak tahan ditatap Nathan.
" Dengar ....aku akan bertangung jawab apapun yang terjadi diantara kita. " kata Nathan berbisik pelan di telinga Lian . Sambil tangannya mengengam tangan Lian erat.
Lian hanya diam . Karna bergerak sedikit pun merasakan hatinya hancur .berkeping keping Dan makin membenci pria yang kini ada diatas tubuhnya.
Nathan yang tak tahan lalu beranjak dari posisinya . dan bergegas bangkit dan buru buru masuk kamar mandi . Ketika hasratnya naik.Karna tak ingin menodai orang yang cintai
Brakk..........
Sedangkan Lian menangis sejadi jadinya sepeninggalan Nathan . Sambil memegang dadanya yang sakit .Karna terkejut dan shock dengan apa yang terjadi. Yang membuat nya menangis sesenggukan hingga tampa sadar ia langsung tak sadarkan diri.
Tak lama Nathan keluar dari kamar mandi dan melihat Lian yang masih telungkup .
" Ana bangunlah ...sarapan dulu " kata Nathan .Sambil mengambil pakaiannya . dan memasang pakaian rumahan dan lalu mendekati Lian.
" Ana ....Ana..... " kata Nathan yang lalu menepuk pungung Lian namun tak ada respon .Lalu ia mencoba membalikan tubuh Lian
" Ana............!!!!" teriak Nathan panik.
********"
Nathan mondar mandir gelisah didepan kamarnya karna dokter yang memeriksa Lian belum juga keluar dari kamarnya.
__ADS_1
" Tenang lah boy pasti dia baik baik saja " kata Paul yang melihat Putranya itu sangat gelisah. dan khawatir tingkat dewa.
Ceklek.......
" Bagaimana dok, apa dia baik baik saja " tanya Nathan ketika dokter Nelly Yang baru keluar dari kamarnya.
" Dia baik baik saja dia hanya kaget dan lelah .Aku sudah menulis resep untuk nya jagalah dia dan jangan terlalu memaksanya dia masih muda ....oh ya selamat istrimu sangat cantik tuan Nathan " kata dokter Nelly tersenyum.
" Trimakasih dokter " kata Nathan. lalu bergegas masuk kedalam.kamar. tak perduli lagi dengan dokter dan papinya.
" Baiklah kalo begitu saya pergi dulu." kata dokter Nelly .
" Iya silahkan biar saya antar " kata paul yang menemani sahabat istrinya itu.
Sedangkan di dalam Nathan menatap
Lian yang terbaring .Yang terlihat pucat dengan mata sembab.
" Kau keterlaluan ...kenapa memaksa nya dan membuatnya sampai lelah " kata Mommy Sheila menatap putranya tajam . sambil membelai rambut Lian.
" Mom berangkat lah bekerja biar Nathan yang mengurus Ana. " kata Nathan.
" Itu harus karna kau suaminya , oh ya sayang istirahat lah mommy berangkat dulu ya " kata Mommy sheila. Yang di anggukan Lian
Mommy sheila lalu keluar dari kamar . Dan hanya tinggal Nathan dan Lian yang terbaring lemas diatas tempat tidur . Lalu Nathan duduk di sebelah Lian . " Makan lah sedikit kau belum makan sedari tadi " kata Nathan. membujuk Lian.
Namun Lian malah memiringkan badan nya kesamping .Menolak tak mau makan Karna masih marah dengan ulah Nathan. Nathan mencoba tenang dan sabar menghadapi Lian . Sambil merayu Lian agar mau makan sedikit. Namun Lian tetap menolak. Tapi Nathan tak kehabisan akal ia lalu memberikan jus agar Lian meminumnya.
******
Seharian ini Nathan mengurus Lian . Dengan sabar dan telaten ia menyuapi Lian
mau tidak mau Lian harus makan. karna perutnya terasa sakit..Asam lambungnya naik. Agar Lian tidak bosan dikamar Nathan mengedong Lian ke taman belakang. Agar Lian tak jenuh dikamar .Untu melihat mawar yang bermekaran . di taman samping.
Lalu Nathan mendudukkan Lian dikursi malas sambil mengganjal bantal empuk. Dipunggung Lian Dan menyelimuti. Lian juga menemani nya sambil mengupas buah apel untuk Lian
__ADS_1
Lian menatap sekilas wajah bosnya itu. Dengan separuh kebencian . Sisanya ia mengakui Nathan pria yang baik dan perhatian. Karna tak sedetik pun pria itu meninggalkannya. Ketika ia sakit Bahkan melayani semua apa yang Lian mau.
*******
Suara burung terdengar jelas . Ketika Lian membuka matanya. yang masih terbungkus selimut. Hawa sejuk angin semilir menyapu wajah nya Ketika cahaya mata hari masuk dari celah celah jendela.
" Aku dimana ?" kata Lian heran melihat kamar yang berbeda. karna ada kelabu
putih berhias bunga di kamarnya.
" Kita sedang di villa " kata Nathan yang datang membawa nampan dengan dua coklat hangat .Dan roti panggang juga omelette kesukaan Lian. Lalu meletakkannya dibatas meja .Dan lalu mendekati Lian yang masih terbaring lemah.
" Sarapan dulu ya sambil melihat pemandangan diluar sana " kata Nathan yang menaruh tangannya dibawah kaki Lian dan membopongnya ke balkon .Di depan kamar dan men dudukannya disofa .Dengan menaruh bantal besar di belakang punggung Lian. Lalu menyandarkan nya
Lian melihat sekelilingnya . Terlihat jelas bunga tulip berwarna warni di taman di bawah sama. Yang membuatnya bingung.
" Kita dimana pa ?" kata Lian
" Kita sedang di villa milik mommy. ini minumlah " kata Nathan menyodorkan coklat hangat dan roti panggang lalu duduk disebelah Lian. Dan membelai rambut Lian .
" Cepat lah sembuh " kata Nathan yang mencium pucuk rambut Lian yang tertegun melihat wajah bosnya itu. Yang menyiratkan ke khawatiran yang dalam..Yang terlihat jelas ada penyesalan di mata Nathan. Lian hanya terdiam. ada sedikit perasaan aneh di hatinya ketika Nathan memperlakukannya dengan baik. Apalagi tampa mengeluh sedikit pun Merawatnya selama dua hari ini .dengan kasih sayang.
" Lihat lah pemandangannya bagus kan " kata Nathan yang merangkul bahu Lian . Sambil menikmati suasana pagi yang masih terasa dingin. Namun Nathan sudah memberinya selimut hangat untuk menutupi tubuh Lian .
Lama Lian termenung menatap taman dibawah sana. Ketika ia menoleh. Nathan tertidur dengan nafas teratur disebelahnya . Karna tadi malam menjaga Lian .Yang tidur gelisah. Lian menatap wajah bosnya. Entah mengapa kebenciannya menguap begitu saja . Ketika melihat Wajah Nathan yang begitu lelah. Tertidur pulas disamping nya .Tampa merasa terusik. sedikit pun.
Lama Lian menatapnya. Tak ada yang kurang dari segi ketampanannya. Pintar cerdas dan seorang milyuner. Pasti lah banyak yang wanita antri mengharapkannya. .
Lian membuang nafas kasar nya . Dan menyentuh wajah Nathan yang terasa dingin ditempa angin . Lalu menarik selimut untuk berbagi . menyelimuti tubuh Nathan . lalu bersandar di bahunya dan tampa sadar terlelap bersama . Karna tadi malam ia hampir tak bisa tidur. Karna gelisah menahan perutnya yang sakit. Namun Nathan menemaninya sampai larut malam.
Nathan terbangun ketika waktu menunjukan angka 11 siang ditangannya. Dan melihat Lian terlelah di bahunya.
" Kau sangat cantik bila tidur seperti ini " kata Nathan yang lalu menahan sedikit kepala Lian dan memindahkan kepala Lian untuk bersandar di dadanya.
" Aku mencintai mu Apa pun yang terjadi aku tetap mencintaimu " kata Nathan yang lalu mendekap Lian dalam pelukannya. Dan membetulkan selimut keduanya lalu kembali tidur setelah mengecup rambut Lian .
__ADS_1