Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 102


__ADS_3

" Apa .....kalian pikir aku cuma lihat setingan "Kata Ayse.


" Enak ya pagi pagi sudah dapat ciuman dan sarapan gratis " sindir Ayse.


" Eh.....tapi ini banyak kok cukup buat kita " kata Nathan yang mengalihkan pembicaraan Lalu membuka kantong kreseknya Dan menaruh makanannya diatas meja. Lalu ia mengambilnya satu kotak buat Lian.


" Sini aku yang menyuapinya bapa minggir bukan muhrim " kata Ayse Yang lalu menarik kursi dan duduk.


" Lah kan saya mau duduk disitu " kata Nathan.


" Ngak boleh bapa makannya disitu aja. Pagi pagi sudah mesum. .Mana lho mau aja li di cium cium " omel Ayse


" Aish kanapa kau jadi mengomel " kata Nathan bingung.


Lian hanya diam ia tahu Ayse cukup tahu batasan Karna itu temanya itu mengomel agar Lian tak macam macam. Tapi Lian tak menapik karna bukan sekali ini mereka berciuman. Bahkan sudah sering mereka melakukannya


" Ayo makan " kata Ayse yang ingn menyuapi Lian. Namun lian hanya menatap Ayse


Sedang kan Nathan mulai menikmati makan nya Sambil melihat kearah Lian. Walau tidak dekat tapi ia cukup senang. Karna Ayse melarangnya untuk menyuapi Lian


" Aku makan sendiri aja Ay, sana kamu makan juga. Kan tangan ku ngak sakit " kata Lian yang tidak mau disuapin Ayse. Yang menurutnya seperti anak kecil .. Karna ia masih bisa makan.


" Yakin ngak mau disuapin" kata Ayse


" Makan lah aku bisa sendiri " kata Lian tersenyum..


Nathan yang sudah lebih dulu menghabiskan makanannya. Lalu meminum sebotol air meneral yang langsung tandas tampa tersisa.


" Bapa kerja kan hari ini ?" tanya Lian pada Nathan


" Iya , kau tak perlu memikirkan kantor dulu aku sudah menyuruh Emma untuk mengantikan mu sementara waktu " jawab Nathan


" Hah..........kok bisa " kata Ayse kaget.


" Kan dia juga teman Lian, jelas dia tahu kerjaan Lian apa . Jadi ngak perlu repot mencari sekertaris..Karna hanya untuk sementara saja " kata Nathan.


" Terserah bapa saja " kata Lian . Yang masih menyuap makanan nya ke mulut


" Baiklah kalo begitu aku kekantor dulu . Nanti siang aku akan kesini lagi kau mau makan apa ?" tanya Nathan menatap Lian


" Terserah bapa " kata Lian ..

__ADS_1


Nathan pun ingin mendekati Lian .Namun


Ayse menghalanginya.


" Hei .... aku hanya ingin pamit " kata Nathan


" Bapa dilarang dekat dekat dengan Lian kan bukan suaminya. Masih berstatus ke....ka...sih " kata Ayse memperjelas.


Agar Nathan tidak macam macam


" Tapi aku........." kata Nathan menggantung


" No morning kis " kata Ayse tegas. Yang membuat Lian tersenyum.


" Baik lah tapi paling tidak biar kan aku mendekatinya " kata Nathan.


" Tidak bisa kami Muslim Mr Nathan Are you understand " kata Ayse terlihat galak.


" Kenapa ribet banget sih kan hanya mencium kening nya bukan meniduri nya bahkan kami........" kata Nathan


" Pa ...... " kata Lian yang melotot memotong perkataan Nathan. yang keceplosan .Yang hampir saya membuat Lian jantungan..


" Kalian apa......?" kata Ayse penasaran yang menatap Nathan.


" Oh.....bukan apa apa kok cuma mau bilang kami mau bicara empat mata nanti " kata Nathan mencari alasan.


" Pa sudah berangkat sana." kata Lian menyuruh Nathan pergi. Karna tak ingin Ayse punya banyak pertanyaan yang tak mungkin ia jawab kalo Nathan berlama lama di kamar rawatnya.


" Baik sayang aku berangkat dulu " Kata Nathan yang mengobral manisnya kata katanya tampa perduli Ayse mendengarnya .


" Iya pa hati hati " kata Lian .


" Dah ....... sampai ketemu nanti " kata Nathan sambil memberikan kiss bye jauh yang lalu melewati pintu begitu saja . Yang membuat Ayse cemberut.


" Kenapa tuh muka ditekuk " kata Lian heran.


" Lebay........sok romantis , jangan mau Li di cium cium belum menikah juga ..Nanti malah kaya Grace tuh hamil duluan " kata Ayse ketus


Deg ..........


Seperti ada sebuah tamparan keras di wajah Lian mendengar perkataan Ayse. Yang menyindirnya. Karna apa yang dikatakan Ayse benar. Dan tak salah sama sekali. Apalagi sekarang Grace hamil. Dan ia takut itu juga terjadi padanya. Karna ia dan Nathan sudah beberapa kali tidur bersama tampa ikatan..Yang membuat Lian diam mematung.

__ADS_1


" Li...... Li...... kenapa ?" kata Ayse. Menatap Lian yang terdiam.


" Jangan bilang kalo kamu juga pernah......."kata Ayse mengantung


" Pernah apa...... ?" kata suara bariton yang memotong perkataan Ayse. Yang mengangetkan Lian dan juga Ayse.


" Kakak........" kata Lian kaget..Karna Rayyan muncul tiba tiba dan membawa makanan.


" Ini kakak bawakan makanan. kalian belum sarapan kan " kata Rayyan


" Eh...... sudah kak tadi Pa Nathan mengantar sarapan untuk kami pagi pagi sekali " kata Ayse.


" Hah .......... dia kesini " kata Rayyan kaget.


" Iya kak cuma mengantar makanan " kata Lian penuh penekanan sambil melirik Ayse dan mengedipkan mata.


" Iya kak " kata Ayse . Yang tak mungkin mengadukan apa yang dilakukan Nathan pada sahabatnya Karna tahu Rayyan akan marah. Karna dia sudah mendengar semua cerita Lian. .


" Ya sudah ini buat kalian nanti kalo lapar. Bagaimana apa tadi malam ngak demam kan de " kata Rayyan bertanya


" Ngak kak Lian bisa tidur nyenyak kok " kata Lian yang memang tak merasa demam Karna pasti nya Rayyan takut kaki Lian infeksi dan bengkak.


" Syukurlah, Ayse jaga Lian ya kalo ada yang macam macam segera laporkan sama kakak ..!!!" kata Rayyan


" Ya kak siap " kata Ayse sambil melirik Lian sekilas. Yang membuat Lian gugup .Kalo Ayse melaporkan apa yang tadi Nathan lakukan padanya. Yang pastinya membuat kakaknya tidak senang


" Ya sudah kak Ray mau kekantor dulu.ya assalamualaikum " kata Rayyan.


" Walaikum salam " jawab Lian dan Ayse bersamaan.


" Huh........ " kata Lian membuang nafas lega. Karna sang kakak sudah pergi.


" Lega Li, untung aku ngak keceplosan coba kalo tadi aku bilang .....


" Awas kalo kamu berani bilang Ay, aku pecat jadi sahabat " kata Lian mengancam sambil cemberut.


" Cih....... mulai mengacam nih " ledek Ayse pada Lian.


" Tahu ah " kata Lian merebahkan badanya dan menarik selimut menyelimuti tubuhnya. Sedangkan Ayse menaruh kotak makanan yang dibawa Rayyan di atas meja.


Ayse hanya tersenyum melihat temannya itu kesal. Namun itu memang Ayse lakukan karna ia sayang pada Lian .Dan tak mau Lian seperti Grace . Yang hamil diluar nikah. Karna bagaimana pun mereka sudah lama bersahabat. Walau mereka tinggal di negara orang Ayse slalu menjaga adab tan norma norma agama. Karna itu juga untuk kebaikan diri mereka sendiri Karna menurutnya . Pergaulan bebas tak baik dan itu sangat merugikan . Apalagi untuk gadis sebaik Lian . Yang membuat Ayse. .Tak mau Lian sakit hati. Apalagi dia tahu Nathan dikelilingi banyak wanita Yang bebas berbuat apa pun Karna ia seorang bos dan juga banyak uang. Dan itu terjadi pada Grace.

__ADS_1


" Li....... memikir kan apa ?" kata Ayse yang duduk disebelah Lian.


" Ngak ada Ay , cuma memikirkan pekerjaan dikantor "kata Lian Yang menoleh pada Ayse yang duduk disebelahnya


__ADS_2