
" Ana ........" teriak Nathan yang lalu mendekati Lian .Yang terbaring diatas rerumputan
" Astaga kakimu " kata Nathan yang Lalu mengangkat kepala Lian.
" Apa sakit ?" tanya Nathan
" Sedikit pa aku tak melihat ada duri ketika aku melompat " kata Lian
" Sudah ayo kita kerumah sakit " kata Nathan yang lalu mengendong Lian
" Dion...... siapkan mobil " kata Nathan berteriak Sambil mengedong Lian ala ala bridal
" Lian....., ya bos tunggu disini biar aku ambil mobil " kata Dion yang bergegas karna banyak darah di kaki Lian.
Lalu setelah mobil mundur Nathan pun masuk sambil menduduki Lian disebelah nya . Dan setelah Nathan duduk . Mobil pun melaju menuju rumah sakit Dan sesampainya disana . Nathan Langsung minta ruangan khusus Vvip .
" Maaf Li, kami terlambat menolong mu" kata Dion .Ketika Lian sudah di tangani dan dipindahkan ke kamar rawat inap.
" Ngak pa pa kak " kata Lian Yang terbaring di tempat tidur Sedangkan Nathan sedang mengurus semua keperluan Lian
Tak lama Nathan kembali keruangan Lian Yang masih berpakaian sobek Di lengan dan di kaki nya karna goresan ketika terjatuh
" Bos biar aku carikan makan dulu ya " kata Dion.
" Iya yon. dan beli kan minuman juga.." kata Nathan yang duduk di sebelah Lian
" Baik bos "' kata Doin yang kasihan melihat bos dan sekretarisnya itu. yang terlihat lelah .
Sepeninggalan Dion Nathan duduk di dekat Lian . " apa sudah ngak sakit ?" tanya Nathan .
" Sakit sedikit pa, apa bapa terluka maaf saya mendorong bapa " kata Lian
" Aku baik baik saja " kata Nathan sambil membenahi selimut Lian lalu berbaring disebelah Lian.
"' Pa ....... " kata Lian.
" Aku hanya ingin memeluk mu " kata Nathan yang tadi khawatir setengah mati.
Pada Lian takut terjadi apa apa.
" Nanti dilihat orang pa " kata Lian gugup ketika mereka saling berhadapan.
" Aku tak perduli aku mencintai mu , aku hampir mati memikirkan mu " kata Nathan merengkuh Lian dalam pelukannya . Membuat wajah mereka berdekatan.
__ADS_1
Cup.....
" Tidurlah aku akan menunggumu " kata Lian yang mengecup kening Lian. Karna tadi ia sempat hampir gila memikirkan Lian yang menyelamatkannya. Sedangkan ia diselamatkan Lian
" Mhem......dehem Lian yang memejam kan matanya .Ketika Nathan memeluknya. Padahal disebelahnya masih ada ranjang kosong . Namun Nathan tak tertarik ia lebih memilih memeluk gadis pujaan itu
" Tidur lah ....anggap saja itu hanya mimpi buruk " kata Nathan mengusap punggung Lian . Yang tak terasa tertidur. Begitu juga dengan Nathan Keduanya pun tidur sambil berpelukan.
******
Emma yang dapat kabar dari Dion langsung membawa mobilnya ke apartemen Untungnya ia membawa mobil Lian pulang ke apartemennya hingga ada mobil yang ia pake. Karna malam agak susah mencari angkutan umum kecuali taxi.
" Ya Allah mudahan kamu ngak pa pa Li" kata Emma yang sempat mengabari Rayyan . Yang langsung menuju rumah sakit sepulang bekerja.
Emma membawa mobilnya diantara kemacetan jalan . Yang membuatnya bersabar.." aduh pake macet lagi " dumel Emma yang hanya bisa menunggu .
Sedangan Rayyan yang mendengar kabar Lian kecelakaan langsung kerumah sakit dan mencari keberadaan adik nya itu.
" Mereka di ruang vvip no 29 tuan " kata perawat yang mengecek keberadaan Lian.
" Ok trimakasih " kata Nathan yang lalu menuju ruangan yang dimaksud.
Dan ketika sampai disana .Dion juga hendak masuk kamar . Sambil membawa makanan dan buah di dalam kantong plastik .
" Apa ini kamar rawat Lian ?" kata Rayyan
" Anda siapa ?" kata Dion mengernyitkan alisnya . Menelisik Rayyan dari atas sampai bawah. Lalu masuk di ikuti Rayyan
" Shut........" kata Dion yang melihat kedua nya tertidur . Membuat Rayyan kaget dengan apa yang ia lihat. Tak percaya adik nya itu bisa tidur sambil berpelukan dengan Nathan .
" Mereka sedang tidur , jangan berisik mungkin pengaruh obat " kata Dion yang meletakkan makanan diatas meja.
" Apa yang terjadi dengan mereka " kata Rayyan yang menatap Dion.
" Shut.... pelan kan suara mu mereka baru saja istirahat itu bisa menganggu mereka " kata Dion yang memang tahu kondisi Nathan Yang sempat panik hingga membuatnya lelah .
Rayyan pun terdiam .Tak bicara lagi menatap adiknya Lian dipeluk Nathan yang terlihat begitu menyayangi Walau dengan kondisi baju Nathan yang kotor dan juga lecek. Karna belum berganti pakaian.
Ceklek......
" Di........"
" Shut.........." kata Dion yang pada Katrina dan Alex datang melihat kedua pasangan itu tertidur diranjang dengan saling berpelukan .
__ADS_1
Lalu tampa sengaja Katrina melihat Rayyan yang berdiri sambil memasukkan kedua tangannya disaku celananya. Yang membuat Alexa terpukau melihat Pria tampan itu.
" Dion siapa dia " bisik Alexa pelan
"' Kenapa kau bisa disini ?" kata Katrina yang menatap Rayyan . Teman kampus nya dulu yang dipuja puja banyak wanita. Namun Rayyan lebih muda 2 tahun darinya.
" Aku yang seharusnya bertanya pada mu Apa hubungan mu dengan Nathan " kata Rayyan.
" Hei apa kalian saling kenal ?" tanya Alexa. melihat ke arah katrina dan juga Rayyan.
" Hei ...... bicara lah diluar sana Kalian berisik " kata Dion yang duduk diatas tempat tidur yang kosong.
" Ayo bicara diluar " kata Katrina pada Rayyan.
" Mhem........" .dehem Rayyan yang lalu keluar dari ruangan rawat.
" Siapa dia, dia tampan sekali " kata Alex pelan Sambil menatap Rayyan yang keluar dan menghilang dibalik pintu bersama katrina.
" Entahlah tadi dia mencari Lian Jangan
jangan dia ......" kata Dion menggantung. Mengingat
" Astaga kenapa aku lupa kan dia kakaknya Lian " guman Dion . Yang memang melupakan Nathan berduel dengan Rayyan dan sekarang ia mengingatnya.
" Aish......." kata Dion menepuk jidatnya.
" Kau kenapa sih yon ?" kata Alex bingung melihat teman nya itu.
Sedangkan Rayyan dan Katrina saling tatap. Dulu mereka teman kuliah dengan jurusan yang berbeda tapi satu tingkat.
" Jangan bilang kau saudaranya pria brengsek itu " kata Rayyan..
" Kalo iya kenapa apa kau merasa kalah bersaing atau kau menyukai Liana juga hah ...." kata Katrina menatap Rayyan karna dulu mereka sempat akrab namun karna Rayyan menolak cintanya membuat mereka tak akur .Padahal waktu itu Rayyan sudah menikah dengan Jasmine.
" Ck ...... kau ini sifat mu tak pernah berubah dan slalu egois pantas kau masih belum menikah " kata Rayyan cuek.
" kau......"
" Apa.......sudah ku bilang kan kita hanya berteman kat, aku tak mau mencampur adukan urusan pribadi . " kata Rayyan yang berpangku tangan.
" Ck .....sombong apa karna kau sudah sukses Lalu lupa dengan teman lama " kata Katrina yang juga berpangku tangan Dan duduk dikursi tunggu.
" Bagus lah kalo kau sudah menganggap ku teman tidak ada yang lain lagi kan Aku harap akan terus begitu " kata Rayyan yang juga ikut duduk.
__ADS_1
" Geer siapa yang berharap " kata Katrina memalingkan wajahnya Karna tak ingin melihat pria tampan Yang dulu akrab dengannya itu lebih lama. Karna keyakinan mereka yang berbeda membuat keduanya regang Dan Rayyan menganggapnya hanya seorang teman biasa tak lebih dari itu.
" Hehehe ..... baiklah aku berdoa kau segera menikah teman " kata Rayyan terkekeh