Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 48 Aneh


__ADS_3

Lian terganga mendengar perkataan Nathan


" Maksud bapa apa ......!! teriak Lian marah. Karna bosnya sudah di luar batas.


" Kau tidur dengannya kan ....pria itu pria yang menelpon mu " kata Nathan yang ikut emosi .


Lian sejenak terdiam menarik nafas dalam memikirkan apa yang dimaksud bosnya.


" Aku........"tunjuk Lian pada dirinya sendiri.


" Iya...., lalu kenapa aku tidak boleh mencium mu aku.....


" Stop....." kata Lian yang tahu kemana arah pembicaraan Nathan.


" Jadi bapa cemburu ........" kata Lian menatap Nathan menyakinkan sesuatu.


" Aku.............." Nathan terdiam bingung harus menjawab apa


" Aish....." kata Lian menepuk jidatnya.Lalu meninggalkan ruangan bosnya itu.Dan menuju meja kerjanya.


" Ck.......jadi benar yang dikata Ayse " guman Lian. sambil duduk dikursinya


" Kalo pun itu benar .......berarti dia cemburu dengan kak Rayyan " bathin Lian .Lalu menelungkup kan kepalanya dimeja kerjanya dan sesat ia kembali merenung sambil memijit dahinya.


" Jadi dia cemburu ........aish ......kenapa jadi begini " guman Lian sambil mengeleng geleng kan kepalanya


Sedangkan Nathan berusaha menenangkan dirinya .Karna sikapnya yang sudah terbaca Lian. Ya........ ia cemburu........cemburu dengan


pria yang mendekati Lian.


" Sialan .......kenapa aku lepas kendali " guman Nathan kesal . Karna kini Lian tahu tentang perasaanya .


" Ah bodo amat ...":kata Nathan yang lalu mengecek berkasnya dan melihat jadwal yang diberikan Lian .

__ADS_1


Sedangkan Lian terdiam menghadap layar komputernya .Walau matanya menatap monitor komputer tapi pikirannya kemana mana.


" Tapi boleh juga ......kalo bos cemburu berarti dia ada hati. Pantasan dia sok perhatian dan mengatur ngatur ku, cih.......lama lama ...jadi ngak sehat otak gue " guman Lian.


Lalu ia pun kembali fokus pada pekerjaan . Karna bila dipikirkan akan membuatnya tambah pusing. Tak ada pembicaraan diantara Nathan dan Lian. Keduanya saling mendiamkan.


Nathan bingung harus berkata apa .karna kini Lian tahu ada apa dengannya. Sedangkan Lian juga tak bertanya . Dan tak terlalu kepo pada apa yang terjadi antara mereka berdua.


Jam makan siang Lian memilih berkumpul dengan Emma dan Grace .Sedangkan Nathan makan diluar. Karna dia merasa serba salah atas yang terjadi. tadi pagi Dan ia mengajak Dion untuk menemaninya.


"Tumben pa ngak ngakak Lian, lagi ribut ?" tanya Dion penuh selidik.Karna tadi pagi Nathan terlihat seperti marah.


" Ngak.......cuma bosan " jawab Nathan cuek


" Hah.........bosan .....bos aneh deh . Tapi tadi pagi kaya nya bos lagi marah . Apa marah sama Lian bos ?" tanya Dion kepo .Karna jarang sekali Nathan terlihat emosi kalo bukan karna sekertarisnya. Tapi yang ini lebih spesial menurut Dion. Karna ia tahu bosnya itu mulai menyukai Lian


" Apa aku terlihat aneh ......" kata Nathan bertanya . Karna memang ia merasa moodnya berubah akhir akhir ini. Karna perasaan pada Lian Membuat pikirannya tak fokus bekerja.


" Iya bos, dan ku saran kan bos jujur saja . Toh dari pada di simpan akan jadi masalah " kata Dion memberi masukan..Karna sejak mereka melakukan kunjungan kerja kekantor cabang Nathan banyak berubah.


" Ya terserah bos " kata Dion mengangkat kedua bahunya.. Karna ia tak mau ikut campur urusan pribadi bosnya itu.


Tak lama makanan pun datang .Keduanya pun langsung menyantap hidangan yang sudah dipesan tampa banyak bicara. Karna hari ini Nathan merasa sangat lapar .Karena emosi nya terpancing Dan tenaganya terkuras Memikirkan masalahnya dengan Lian.


Namun ia belum berani jujur . Tapi sepertinya Lian sudah tahu dan tak perlu lagi untuk menjelaskan nya.


Sedang Lian masih asyik dikantin makan bersama Emma dan Grace .


" Kamu sudah berapa hari ngak pulang Li masih betah tidur sama kakak Lho ?" tanya Emma seraya menata Lian .


" Sudah tiga hari, sebenarnya sih pengen pulang tapi keenakan dapat gratisan " sindir Lian pada kedua temannya. Tapi Lian gratisannya minta pada sang kakak.


" Ck........nyindir ...kita nih, terang aja kakak lho banyak duitnya kan dia kerja, kalo cuma untuk menyenangi adiknya sih ngak masalah iya kan" kata Emma.

__ADS_1


" Yoi....... Tapi skali kali kenalin kita dong Li, biar kita tahu tampangnya gimana gitu ? keren mana sama big bos ?" tanya Grace.


" Ya jelas kakak gue lah keren, pintar, yang tampan dan juga romantis " kata Lian bangga.


" Dih......pamer.....mentang mentang punya kakak tampan, tapi enak juga Li, karna ada yang dimintain duit dan juga royal ngak pelit . ngak kaya kita berdua yang punya saudara cowok malah ngerocoki " kata Grace yang memang iri Lian sering dapat transferan dari sang kakak.


" Yah disyukuri aja lagian nasip kita jalannya beda beda, siapa tahu besok kalian ketemu suami tajir " kata Lian .


" Aamiin ....kaya big bos kan Li" kata Emma sumringah.


" Iyalah ... ....pokoknya yang berkantong tebal " kata Lian.


" Mantap beb...... mudahan doa lho jadi kenyataan " kata Grace yang ikut mengamini doa Lian.


" Tapi tumben nih hari bos ngak ke kantin ?" tanya Grace . Seraya menyeruput jus lemon nya.


" Big bos lagi makan diluar sama kak Dion, mungkin lagi ada urusan pekerjaan " kata Lian datar. Yang tak mau terlalu ingin tahu urusan bosnya .Yang membuatnya pusing beberapa hari ini.


" Oh ....gitu, tumben lho ngak di ajak Li" tanya Emma


" Ngak karna urusan laki laki, masa aku ikut lagian gue kangen lihat muka lho berdua " jawab Lian asal.


" Hehehe.......... tumben lho kangen , oh ya lho pulang kan malam ini ke apartemen kita juga kangen lho buat bergosip berjamaah " kata Grace.


" Ya lihat nanti deh, mau minta bekal dulu sama kakak buat modal bergosip " kata Lian .Yang membuat Emma dan Grace terkekeh. Karna memang biasanya habis ketemu sang kakak Lian banyak membawa oleh oleh cemilan ke apartemen.


" Sip yang banyak ya Li, perut kita siap menadah " kata Emma terkekeh.


" Hadeh........ kalo gratisan mah hayo sikat ...masalah berat badan belakangan ya ngak Em " kata Grace yang memainkan kedua alisnya.


" Yoi........kan jarang jarang ada gratisan. Mumpung ada sikat.....beb toh banyak ini " kata Emma yang tahu Lian royal dan tak pelit masalah makanan. Apalagi bila sang kakak membelikan pasti makanan high class.


Setelah selesai ketiganya pun kembali kerja. tak lupa Emma dan Lian sholat karena keduanya muslim. Emma yang peranakan pakistan itu cukup taat .Juga sepeti Ayse yang peranakan turki.

__ADS_1


Lian kembali kemejanya .Sambil mengecek ponselnya. Dan bersamaan dengan Nathan yang melewatinya . Tampa menoleh sedikit pun . Namun Lian maklum .karna pasti bosnya itu sedang galau .Bertanya tanya tentang pria yang tidur bersama Lian.Yang membuat Lian tersenyum.....karna kini ia bisa mengerjai bosnya itu.


" Bos yang aneh...... tapi lumayan bakal ada kerjaan baru nih " bathin Lian .Yang kini bisa bermain perasaan .


__ADS_2