
" Hahaha.....Dion tertawa lalu kembali ke ruangannya .
Sedangkan Lian Langsung mengerjakan tugasnya ..Karna ia harus menyelesaikannya sebelum rapat. Hampir satu jam mengolah data dan laporan Lian meyelesaikan semuanya bersamaan Nathan yang keluar .
" Sudah siap " kata Nathan.
" Bapa duluan nanti saya susul " kata Lian Yang lalu merapikan berkas.
" Baik jangan lama " kata Nathan yang lalu meninggalkan meja Lian.
Lian pun cepat cepat menyiapkan semuanya . Lalu bergegas menyusul Nathan kebawah. Mobil yang disopiri Gee sudah siap di depan gedung perkantoran
Gee langsung membuka pintu ketika Lian Lian ingin menuju mobil
" Silahkan nona " kata Gee mempersilakannya masuk.
" Trimakasih Gee " kata Lian yang lalu duduk disebelah Nathan.
" Kenapa lama ?" tanya Nathan.
"'Ih .....Bapa lama apaan baru juga bapa turun " kata Lian protes. Entah mengapa bos nya itu senang sekali mengajaknya berdebat
" Em ...tapi 5 menit itu juga berharga time is money " kata Nathan
Lian hanya diam . Malas berdebat. karna tak kan ada habis nya bila ia meladeni bosnya itu..Yang slalu mengaturnya dan juga posesif Dan membuat Lian serba salah
Tak lama mereka pun tiba disebuah hotel mewah. Dan keduanya pun turun dan masuk kedalam hotel menuju ballroom yang sudah banyak orang menunggu mereka.
Nathan pun membawa Lian ke kursi mereka.menjadi pusat perhatian.
Beberapa pasang mata yang terkesan tak senang. Melihat Lian yang hadir seperti meremehkan Lian. Dimana di sana juga banyak undangan para pengusaha muda Ada juga Clara dan Jenny. Namun Lian bersikap tenang ..Bukan hal aneh baginya bila banyak orang meremehkannya.Karna itu sudah biasa. Karna ia orang asing.
Setelah pertemuan dibuka Nathan langsung bicara. memberikan pengarahan tips dan motivasi untuk para pengusaha muda. Dan juga menjelaskan kiat kiat sukses. Lian yang mendengar penjelasan Nathan kagum pada Nathan juga tahu Nathan sangat di segan di forum pertemuan anak anak muda itu Yang menjadi motivator merintis usaha dari nol
Seperti Nathan.
Setelah Nathan selesai , Nathan meminta Lian untuk menjadi motivator dadakan . Karna ia juga seumuran dengan para pengusaha muda. Yang membuat Lian terkejut. Karna ia tak tahu kalo Nathan menghadiri komunitas seluruh anak muda yang sedang merintis usaha Amerika..
Lian yang sedikit gugup mencoba tenang dan mulai bicara sesuai dengan apa yang diarahkan Nathan padanya
__ADS_1
Hampir satu jam Lian bicara .setelah itu Nathan pun melanjutkan nya. Dan mengiyakan semua pertanyaan para pengagumnya. yang dikatakan Lian. Karna Lian adalah sekertaris Nathan dan Nathan senang bisa berkerja sama dengan Lian. Dan Nathan juga menjelas umur Lian yang masih belia . Yang membuat semua orang tak percaya. Kalo Lian berumur 20 tahun dan Sedang menyelesaikan S2 nya.
" Ya ampun pa kenapa bapa membawa bawa saya " kata Lian disela mereka istirahat makan siang .
" Biar mereka bersemangat dalam bekerja Apalagi memang kau masih muda dan cocok jadi contoh " kata Nathan memuji.
" Trimakasih pa .tapi saya merasa biasa biasa saja " kata Lian .
" Kau terlalu merendah . kurasa kau cukup pintar untuk menguasai semua yang selama ini kau pelajari. Dan tak semua orang mampu Ana . Dan kau sekertaris terbaikku" kata Nathan memuji Lian . Karna ia kagum dengan gadis mungil itu.
" Trimakasih pa " kata Lian tersenyum ..
" Wow .....rupanya kalian juga akrab ya diluar kantor " kata Jenny dan Clara yang menghampiri meja keduanya.
" Ya karna kami atasan dan sekertaris itu wajar " jawab Lian.
Lalu Clara dan Jenny pun duduk bergabung. Tampa minta persetujuan Nathan . Nathan yang tahu sikap keduanya .Hanya cuek dan menikmati hidangannya dengan lahap.
" Apa kau sudah diangkat menjadi sekertaris tetap Ana " tanya Jenny sinis
" Magang dan tetap sama saja. Karna saja mendapat jaminan karyawan tetap dan gaji sekertaris permanen " kata Lian santai.
" Dia bekerja dengan baik dan juga profesional tampa melibatkan urusan pribadi " kata Nathan menyindir
" Oh ya tapi kulihat kalian sangat intim , apa itu bukan urusan pribadi " jawab Clara.
" Itu urusan kami, tapi kami tak melakukan hal di luar batas yang memaksa orang dan juga tak tahu malu " jawab Nathan Yang membuat Clara seketika diam.
Lian yang mendengar nya cukup kaget. Namun ia bersikap tenang karna tak tahu inti permasalahannya. Pastinya ada sesuatu diantara mereka Dan itu urusan Nathan dan para wanita sekertaris teman nya. Dan Lian tak mau ikut campur.
" Wah kalian kumpul disini rupanya " kata Jeb yang datang menghampiri . sekertarisnya.
" kami sedang ngobrol jeb " kata Nathan menatap teman nya itu.
"' Yah baguslah biar sekertaris mu juga bisa akrab dengan mereka " kata Jeb tersenyum lalu ikut duduk disebelah Nathan.
" Oh ya nona Ana kau luar biasa. Bisa membuat Seorang Nathan bisa dekat dengan sekertarisnya. Semenjak sekertaris lamanya berhenti. " kata Jeb menatap sekilas Lian kagum.
" Saya hanya berkerja sesuai tugas yang diberikan bos pa . Tak ada yang istimewa " kata Lian merendah.
__ADS_1
" Tapi dia mengandalkan mu .dan membuat pekerjaannya sedikit santai bukan begitu Nat " kata Jeb seraya melirik Nathan .
" Ya begitulah. "kata Nathan.
Yang membuat Clara dan Jenny merasa iri pada Lian. Karna Nathan seperti nya bersikap baik pada Lian dan sangat mengistimewakannya . Apalagi didepan orang banyak. Nathan terlihat perhatian dan bicara lemah lembut..Pada sekertarisnya itu.
Setelah acara selesai Nathan dan Lian pun kembali ke kantor. Lian tak banyak bicara karna ia tak ingin berdebat dengan bosnya itu. Apalagi beberapa kali mereka sering berciuman Yang dilakukan Nathan padanya .
Lian langsung kembali kemeja kerja nya begitu juga Nathan .Kembali sibuk dengan pekerjaan masing masing. Menginjak waktu pulang Lian langsung bersiap siap . Karna hari ini ia ada janji dengan Ayse bertemu dengan sang kakak.
Nathan masih sibuk membereskan mejanya. Ketika Lian berpamitan pulang
" Pa saya pulang duluan " kata Lian pamit. Lalu berlari cepat menuju lift.
" Hei tunggu ayo pulang bersama " kata Nathan.
" Tidak pa, saya ada janji sama Ayse " kata Lian yang langsung kabur begitu saja. Karna ia tak mau dipaksa menginap lagi.
" Aish...... sudah kabur aja " kata Nathan yang bergegas turun mengejar Lian . Namun Lian sudah naik taxi ketika Nathan sampai di parkiran
" Yah......... terlambat lagi " guman Nathan Yang melihat taxi Lian sudah pergi menjauh.
" Gee ayo pulang " kata Nathan yang lalu masuk kedalam mobil.
" Apa nona Ana tak pulang bersama tuan " tanya Gee yang melihat Nathan dari kaca spion.
" Dia kabur ....." kata Nathan.
" Mungkin tuan bermain kasar " kata Gee yang tahu hubungan Nathan menikah diam diam lewat Katrina.
" Aku tak bermain kasar, dia belum siap dan masih labil . " kata Nathan.
" Hahaha ..... tuan bisa saja. tapi nona masih terlihat masih anak anak . Dia imut dan cantik " kata Gee memuji.
" Gee.........!!" kata Nathan.
" Maaf tuan tapi memang begitu adanya " kata Gee jujur.
Nathan membuang nafas kasarnya. Memang Lian sangat mengemaskan bagi setiap orang. Itu sebabnya ia sangat senang mencium Lian..Walau Lian tak menyukai dan berusaha menghindarinya. Namun Nathan tak perduli. Kalo saja sudah menjadi istri. Ia akan mengurung Lian dalam kamar.
__ADS_1