
Sore harinya mereka pulang setelah ashar Dan Lian sempat membawa dua buah peti buah anggur dan strawberry yang ia beli dari petani langsung . Untuk oleh oleh pulang .
Mobil Van pun di bawa Dion Yang senang dapat hadiah buah anggur dan strawberry yang dibelikan Nathan. cukup banyak.
" Ayo berangkat kita mampir restoran muslim aja ya nanti biar bisa sholat magrib dan isya " kata Emma
" Ok atur manis saja " kata Ayse tersenyum Sedang kan .Lian tersenyum tipis Karna sepertinya teman temanya sengaja mengerjainya.
" Bu bos ayo berangkat " kata Grace yang mengendong Callan masuk ke kursi tengah
" Grace di belakang aja enak bisa tiduran sama Callan " kata Lian
" Kamu aja Li ini juga cukup kan big bos menyediakan buat kalian berdua " bisik Ayse
"Ih ngak juga kan kita bisa ngobrol bareng bareng ." kata Lian
" Santai bu bos kami teman yang sangat pengertian " kata Grace tersenyum.
Yang membuat Lian terpaksa harus berdua lagi dengan Nathan .Dan Nathan hanya tersenyum melihat teman teman Lian mengodanya.
" Kenapa ?" kata Nathan melihat wajah imut Lian yang cemberut.
" Tidak ada apa apa " kata Lian
" Kenapa cemberut " kata Nathan sambil menutup pintu Van setelah Lian masuk lebih dulu.
" Ngak ..... siapa yang cemberut " kata Lian memamerkan senyum nya Yang membuat Nathan tersenyum .
" Siap bos kita berangkat " teriak Dion
" Ya .... kita pulang " jawab Nathan lalu menutup gorden pembatas kursi tengah
Agar tak terlihat.
" Aish bikin iri Grace " kata Ayse manyun
" Makanya cepat cari gebetan " kata Grace
" Santai beb aku takut sepertimu " kata Ayse melirik Grace.
" Ya hati hati saja " kata Grace yang tak pernah mempermasalahkan teman temannya bicara tentang dirinya. Karna itu kenyataan dan Grace bersyukur teman temannya masih perduli. padanya Terutama Lian yang sangat banyak membantunya.
"' Ya doakan ya Grace agar aku mendapat pria yang baik dan suatu hari nanti kau juga akan menyusul " Kata Ayse.
" Ya beb " kata Grace yang masih memangku Callan yang masih menyusu.
Sedang kan Lian dan Nathan duduk diam melihat film action lewat ponsel Nathan Yang disadarkan di dinding Van.
" Sini sambil tiduran " kata Nathan yang mengelar kasur Lipat dan lalu mengambil bantal besar karna memang semua sudah disiapkan Nathan sampai selimut pun juga ada.
" Tapi ini ....pa " kata Lian gugup yang ditarik Nathan ke pelukannya. Dan Lian pun menaruh kepalanya di dada Nathan.
Menjelang magrib mereka pun turun sholat dan makan Lalu sholat lagi dan setelah itu mereka berangkat lagi Lian yang kekenyangan bernafas lega Bisa tiduran di kasur empuk Sedangkan Nathan duduk menemani Lian Sambil memangku kepala kekasih kecilnya itu
__ADS_1
********
Lian merasakan pelukan hangat yang membuat nya nyaman . Sedang kan Rayyan berkacak pinggang Melihat keduanya tidur nyaman Tampa sedikit pun merasa terganggu oleh orang lain
" Woi bangun sudah siang " teriak Dion nyaring yang keduanya kaget .
" Astaga Dion kenapa tak membangunkan kami " kata Nathan yang lalu mengucek matanya kaget lalu langsung duduk begitu juga Lian.
" Astaga kok sudah siang " kata Lian
" Iya enak ya tidur peluk pelukan bukan muhrim " kata Rayyan yang berdiri dengan pakaian kantor nya
" Kak.... maaf ini " kata Lian bingung
" Marah lah dengan ku jangan padanya. Aku yang memaksanya tidur bersama " kata Nathan . Merasa bersalah karna Lian disindir sang kakak ..
" Ok.....Nat nanti kau ikut dengan ku Ada yang perlu kita bicarakan " kata Rayyan menatap Nathan .Karna tak mungkin ia marah pada Lian Jalan terbaik menikahkan nya agar tak ada fitnah .
" Baik " kata Nathan Yang sudah siap menerima resiko apa pun . Sekali pun dia akan hajar Rayyan
" Aku mandi dulu ya " kata Lian yang bergegas beranjak dari Van mobil
Sedangkan Dion diam saja Tadi malam Dion memang mengantar kan Grace pulang bersama Ayse Tapi Rayyan tak memperbolehkan Dion pulang Karna larut malam Lalu menyuruhnya menginap karna banyak kamar kosong. Dan membiarkan Lian dan Nathan tidur di Van mobil karna aman. Ketimbang mereka pulang .Karna Rayyan tadi malam mendapat kabar Rose kabur dari tahanan .Yang membuat Rayyan khawatir pada Lian dan Nathan .
Drt. ... drt..... drt.......
" Ya pah " kata Rayyan mengangkat ponselnya .
" Baik Rayyan akan kesana " kata Rayyan .
" Hah ..... apa sekarang juga " kata Nathan
" Tahun depan " kata Rayyan yang lalu menuju mobilnya. Yang sudah di tunggu Jhon.
Nathan pun bergegas masuk mansion diikuti Dion Yang si suruh Rayyan menemani nya kesebuah masjid islamic center di pusat tengah kota.
Sedangkan di sebuah masjid besar Seorang pria paruh baya sedang duduk selesai sholat dhuha Yang baru saja dari bandara tadi pagi Karna ada pertemuan bisnis. Dan besok ia harus kembali lagi ke Jakarta
" Bian " kata seseorang menyapanya .Yaitu seorang imam masjid .itu
" Hai .... Han " kata pria itu tersenyum menjabat tangan teman lamanya itu dan memeluknya.
"' Ada perlu apa ? sepertinya ada hal yang sangat penting " kata Hanafi yang sudah lama menetap di New york.
" Aku ingin menikahkan putriku .Takut hubungan mereka terlalu jauh . Jadi aku ingin minta kau untuk menikahkan nya Berkasnya akan menyusul bersama Rayyan .
" Hah .. kenapa aku , tidak kau saja kau papahnya aku akan membantumu " kata Hanafi.
" Apa aku bisa " kata papah Bian.
" Why not sangat bisa mana mereka ?" kata Ustad Hanafi sekaligus pada pemilik restoran itu
" Masih di jalan " kata Papah Bian.
__ADS_1
" Seperti kau buru buru " kata Hanafi yang lalu duduk berhadapan mengajak papah Bian ngobrol .
" Iya ada rapat siang ini dan aku harus kembali lagi kejakarta besok Maaf bila mendadak " kata papah Bian
" Tak masalah apa calon nya muslim ?" tanya Hanafi
" Dia seorang mualaf tak satu pun dari keluargga nya ada yang tahu" kata papah Bian menatap Ustad Hanafi
" Luar biasa Putri mu pasti harus sabar menanganinya . " kata Hanafi tersenyum
" Insyaallah mudahan saja " kata papah Bian.
Tak lama Rayyan datang menghampiri keduanya . " assalamualaikum ustad maaf bila kami merepotkan " kata Rayyan
" Tidak sama sekali berikan berkasnya " kata Hanafi yang lalu di sodori sebuah map oleh Rayyan Dan lalu membukanya.
" Nathan B....... bukan nya dia ....dan .. Jadi Berliana putrimu Bi " kata Hanafi kaget
" Ya " kata Papah Bian
" Masyaallah Allah selalu memberikan keselamatan pada orang orang yang baik " kata Hanafi. Yang lalu berita tentang tewasnya Lian Lalu melihat Kearah orang yang baru datang Yang sedang di tunggu. tunggu
Lian yang bingung pun kaget . Dan lebih kaget lagi ketika sang papah sudah ada disana . Duduk dengan tenang
" Papah " kata Lian yang memeluk papah Bian.
" Kenapa papah ada disini ?" kata Lian
Sedangkan Nathan menyalami tangan papah Bian dengan takzim.
" Kalian akan menikah hari ini , Papah tak mau kedekatan kalian jadi fitnah. Dan hari ini mumpung papah datang papah bisa menyaksikan kalian menikah " kata papah Bian menjelaskan.
" Tapi pah...." kata Lian
" Tak ada tapi tapian masalah izin ke orang tua Audi biar papah yang mengurusnya " kata papah Bian yang mengusap kepala Lian
Sedangkan Ustad Hanafi menjelas kan syarat dan tata cara pernikahan pada Nathan Ada Dion dan Emma yang ikut hadir juga Jhon dan Rayyan yang akan menjadi saksi akad nikah Setelah nanti dua bulan lewat Baru bisa dipublikasikan. Sekarang masih di rahasiakan Dan karna darurat Hanya beberapa saja yang hadir
" Baik kau siap " kata papah Bian yang menjabat tangan Nathan .
" Siap pah " kata Nathan gugup .Namun ia berusaha tetap tenang .
" Ok......" kata papah Bian ya lalu menikah kan Lian dengan Nathan .
" Saya terima nikah dan kawin nya Berliana Mutiara binti Albian Atmaja dengan mas kawin cek 10 trilyun dibayar tunai " kata Nathan sekali hentakan yamg sempat Menulis cek terburu buru ketika tahu ia akan menikahi Lian.
" Sah ........" kata ustad Hanafi .
" Sah ....sah....." kata para saksi dan Ustad Hanafi pun memimpin doa setelah ijab
Yang membuat Nathan lega kini tak ada lagi penghalang baginya setelah Lian sah menjadi hak milik nya
.
__ADS_1
.