
Lian hanya tersenyum ketika Rose bergegas pergi Meninggalkannya bersama Nathan Yang membuat nya sedikit Lega
" Ada apa dengannya " tanya Nathan
" Biasa pa paling juga mau merecoki kita tapi ngak jadi " kata Queen.
" Yah biarkan saja , bagus lah dia pergi " kata Nathan yang tak ambil pusing dengan Rose .Apalagi Nathan tak mau punya urusan. dengan Rose .
Sedang ditempat lain Rose mengepalkan tangannya .." Sialan bagaimana ia bisa tahu " batin Rose kesal
" Aku harus bicara dengan Hendrik nanti sepulang dari sini " kata Rose yang lalu menelpon kekasihnya itu.
Sedangkan Lian hanya Memperhatikan nya dari jauh . Lalu mengambil fotonya dan menyuruh orang kepercayaan nya untuk mengikuti Rose setelah pulang. Karna tadi ia sengaja memancing Rose dan pasti sepulang dari sini Rose akan menemui pria itu. Pria yang berniat mencelakai nya dan Nathan.
" Masuk perangkap kau " kata Lian tersenyum
Sedangkan Nathan sibuk dengan dengan makanannya . Yang sudah sedari tadi di sedia kan para pelayan dan panitia acara
pertemuan
Sedangkan Rayyan baru saja menerima laporan mengenai kasus Nathan.
" Bos benar Hendrik yang mencelakai tuan Nathan . Dan ia merekayasa semua nya Agar dia aman tampa melibatkan namanya. Dan ia membayar jumlah besar untuk semua kaki tangan nya.
" Ku akui dia pintar Namun kejahatannya tak bisa disembunyikan begitu saja ." kata Rayyan.
" Lalu bagaimana bos." kata orang Rayyan
"' Kita awasi saja gerak gerik nya. Jangan terlalu dekat " kata Rayyan
" Baik bos " kata pria itu
" Oh ya awasi juga adikku aku ingin dia baik baik saja. Walau Lian bisa menjaga diri .Tapi aku tetap khawatir " kata Rayyan .
" Siap bos kalo begitu saya permisi " kata Pria itu
" Ya hati hati oh ya apa Jhon sudah mentransfer gajimu " tanya Rayyan.
" Sudah bos terima kasih " kata pria itu.
" Yang sama sama " Kata Rayyan yang kembali fokus pada pekerjaannya.
********
Disisi Lain Lian dan Nathan baru saja sampai di kantor. .Ketika Emma tersenyum menyambutnya .
__ADS_1
" Siang pa oh ya pa Tadi ada tamu yang ingin bertemu bapa " kata Emma.
" Siapa ? " kata Nathan
" Kurang tahu pa Tapi sudah di tangani Dion di ruangannya . " kata Emma
" Baiklah trimakasih Em " kata Nathan yang lalu menuju ruangannya. Sedangkan Lian kembali duduk di.meja kerjanya.
" Bagaimana berjalan lancar " kata Emma .
" Alhamdulilah lancar Em " kata Lian.
" Syukurlah " kata Emma yang memang tak mau pekerjaan Lian bermasalah
Lalu keduanya pun kembali bekerja . Dan Emma meneruskan kembali mendata berkas berkas . Yang belum selesai ia kerjakan .
Sedangkan di ruangan Dion Dua orang Pria sedang berunding Untuk mengajukan kerjasama dengan perusahaan Nathan..
" Kami bukan tidak mau tuan Hendrik tapi aturan main nya memang begitu Dan itu juga berdasarkan kesepakatan dari awal sejak perusahaan berdiri " kata Dion .
" Apa tak ada keringanan " kata Zee teman Hendrik ..Yang ingin menjalin kerja sama.
" Maaf kami tak bisa Perusahan kami memiliki banyak anak cabang ..Kalo kami merubah keputusan Hanya untuk satu perusahaan saja itu mustahil . Karna banyak yang akan kecewa " kata Dion tenang ..
Kedua pria itu pun terdiam.
" Baiklah apa kami masih bisa bertemu pa Nathan lain kali " kata Hendrik yang melirik Zee sekilas
" Kalian bisa bertemu Pa Nathan bila sudah ada janji " kata Dion
" Baiklah kalo begitu cukup ini saja kita selesai ..Maaf kalo kami membuat pa Dion
repot Slamat siang sampai ketemu lagi " kata Zee ramah
" Sama sama pa " kata Dion Yang beranjak dari kursi nya Untuk mengantar keduanya ke depan pintu.
Kedua pria itu pun lalu pergi meninggalkan ruangan Dion Sambil melangkah kedua nya sempat melirik keruangan Nathan yang tertutup pintunya Lalu melewati meja sekertaris .
Lian yang mengenali wajah pria itu hanya melirik sekilas Karna ia tahu siapa pria
itu bukan pertama kalinya dilihat Lian.
" Astaga mau apa dia kesini " bathin Lian Yang tahu pria itu berniat mencelakai Nathan .
" Apa dia kesini Untuk mengawasi Nathan dan menyelidiki nya " kata Lian menatap punggung dua pria itu.
__ADS_1
Lian pun lalu beranjak dari kursinya .
" Emma aku mau kekamar kecil sebentar ya " kata Lian. Yang ingin menyusul dua pria itu.
" Iya Li " kata Emma
Lian pun bergegas mengikuti dua pria itu Yang tidak memasuki lift melainkan menuju ruangan di pojok dekat tangga darurat. Dan mengikuti kemana dua pria itu.
" Rupanya mereka punya tujuan lain " kata Lian Yang lalu mengawasi mereka lebih dekat lagi
" Aku pikir mereka perlu diberi pelajaran " kata pria bernama Zee itu yang menaruh tasnya lalu mengeluarkan bom rakitan . Lian Yang melihat pun sempat mengambil videonya Dan mengirim pesan ke Emma.
Mereka pun memasang Bom itu . Setelah selesai mereka pun lalu pergi lewat tangga darurat. Lian bergegas mendekatinya .Dan mencabut bom yang sudah dipasang dan di timer . Dan berlari kedalam Lif hanya dua menit ia langsung turun Dan menuju mobil asing lain di halaman parkir .Karna Lian cukup hafal dengan mobil para karyawan perusahaan mereka.
" Itu dia .... kata Lian menuju mobil yang ia yakini milik kedua pria itu..Dan bergegas menaruh bom di bawah mobil di sela ban. mobil tersebut Lalu cepat menjauh dari tempat itu.Dan bersembunyi di balik mobil lain
" Ini adalah senjata makan tuan . Lita lihat hasilnya " kata Lian yang melihat Jam ditangan nya .
Sedang kan Hendrik dan Zee baru saja sampai di halaman parkir. Dan langsung masuk mobil .
" Ayo kita pergi aku ingin Lihat reaksi Nathan melihat Kantornya hancur " Zee terkekeh .
" Ya ayo pergi " kata Hendrik yang menyetir mobil dan keluar dari area parkir menuju jalanan .
" Bye Nathan " kata Zee tertawa..
" Hahaha........dia pasti hancur " kata Hendrik . Namun ketika baru memasuki Jalan besar.
Duarr ..........
Brak ....... mobil pun meledak . kedua orang itu pun melayang terhempas ke jalanan Yang membuat .Para penguna jalan langsung kaget . Hendrik dan Zee pun terlempar ke jalanan dengan Bersimbah darah .
" Aaa........... tolong " kata Hendrik. Yang masih bisa bicara.
Sedang Zee tak bisa bersuara...Ada beberapa orang yang turun menolong mereka . Karna melihat mereka masih hidup lalu ada juga yang menelpon ambulans dan menelpon 911.
Nathan dan Dion yang kaget mendengar suara ledakan keras langsung keluar dari ruangan nya dan .....
" Emma mana Lian " kata Nathan panik . lalu menuju ke jendela Dan melihat banyak orang berkerumun. di bawah sana.
" Lian kekamar kecil pa " kata Emma .Yang lalu melihat Lian yang tergopoh gopoh keluar dari lift .
" Dari mana " kata Nathan penuh selidik dan mengajak Dion turun kebawah.
" Dari kamar kecil pa " kata Lian
__ADS_1
" Ya sudah kalian disini saja . Kami mau melihat apa yang terjadi.." kata Nathan yang diikuti Dion. Bergegas berjalan memasuki lift
-