
Nathan cukup kaget dengan permintaan Lian
yang membuatnya membelalakkan mata .
" Kenapa ? bapa kaget...."
"'Bapa pikir saya takut ,saya akan menerima nya dengan 3 syarat....dan itu syarat pertama.Kalo bapa mengacam saya .saya juga bisa. Saya akan mengatakan pada semua karyawan kantor.Bahwa bapa memutuskan kontrak magang saya .Karna memaksa saya untuk nikah pura pura " kata Lian tegas.
Deg............
" Aish sialan "umpat Nathan kesal. Karna Lian berbalik mengacam nya .
Nathan tak menyangka Lian akan balik mengacamnya. Yang membuatnya tak berkutik.Padahal ia tak pernah berpikir Lian membalasnya.
" Mampus kau bos. Kau pikir aku bodoh. Enak saja mengacam ku " bathin Lian menatap Nathan tajam.
" Ok aku akan pertimbangkan syarat mu .Apalagi yang Kedua dan yang ketiga " kata Nathan yang tak mau kalah dengan anak bau kencur itu.
" Besok akan kuberi tahu , saya harus rapat hari ini " Kata Lian yang bangkit dari kursi menuju pintu.
" Tunggu aku ikut " kata Nathan . Yang lalu mengambil jasnya yang tergantung
" Hah........." kata Lian kaget
" Kenapa ? kau kaget. aku akan mengantarmu kesana " kata Nathan yang memasang jasnya.
Yang membuat wajah Lian berubah masam. Karna bosnya itu menemaninya rapat. Padahal kerjaan banyak kenapa harus mengantarnya.
"'Terserah " kata Lian. Lalu membuka pintu dan keluar menuju meja kerjanya.
Lian membuang nafas kasar memikirkan bosnya itu. Tapi kini mereka sama seimbang karna ia pun bisa membuat bosnya itu terancam .Bagaimana tidak Nathan terlihat bingung sendiri karna ulahnya.
" Emang dia pikir dia saja .yang hebat. aku juga bisa " kata Lian dalam hati .Sambil menyusun berkas yang akan ia bawa.rapat. untuk mewakili Dion pagi ini.
" Ayo berangkat " kata Nathan yang menghampirinya. Dan lalu melangkah lebih dulu.
" Ya pa " kata Lian yang lalu mengikuti sang bos dari belakang.
Keduanya tak bicara selana dalam perjalanan sibuk dengan pikiran masing masing. Yang sama sama berpikir untuk menjadi jalan keluar. Nathan tak menyerah begitu saja. Begitu juga Lian yang tak mau diperlakukan seenaknya.
Keduanya sampai di gedung perkantoran yang di tuju..Lian lebih dulu turun . Tampa menoleh sedikit pun pada Nathan. Nathan pun hanya diam. Entah sejak kapan ia dibuat gemas dengan tingkah gadis kecil itu. Tapi Nathan mengakui Lian gadis hebat. Yang membuat Nathan tertantang menaklukan Lian.
" Ok girl hari ini kau hebat bisa membalas ku ,tapi lihat saja nanti " kata Nathan tersenyum miring .Menatap Lian yang berjalan menuju pintu masuk perkantoran.
Nathan memarkir mobilnya terlebih dulu .Lalu pergi menyusul Lian . Lian yang mewakili Dion langsung menuju ruang rapat. Sedang Nathan duduk santai Sambil mencari ide berlian. Supaya bisa membuat Lian tak berkutik.
__ADS_1
Cukup lama Nathan menunggu. Dia menjadi perhatian beberapa orang yang melihatnya..Namun Nathan cuek dan tak perduli. Karna asyik sibuk ber chat ria dengan temannya untuk meminta saran .
Sedang asyik dengan ponselnya .Tiba tiba Lian sudah berdiri di depannya.
" Pa ayo ......."kata Lian
" Hah ...sudah selesai ?" tanya Nathan kaget.
" Lagian bapa ngapain ikut , kenapa ngak dikantor saja .Kan ada sopir yang bisa disuruh " dumel Lian. Sambil berjalan meninggalkan Nathan.
" Kau ini, Gee sedang cuti. Jadi terpaksa aku mengantarmu. " kata Nathan yang berjalan di belakang Lian.
" Kan bisa suruh sopir lain " kata Lian.
" Aish.....apa kau tak senang aku mengantarmu " kata Nathan yang lalu masuk ke dalam mobilnya
Lian pun lalu ikut masuk dan duduk disamping Nathan.
" Bukan begitu, bapa membuang waktu . Lagian dikantor bapa punya kerjaan .Kenapa repot repot mengantar saya " kata Lian.
" Cih........ngak bersyukur " kata Nathan berdecak kesal.
Lian pun lalu diam Karna tak ingin memancing kemarahan Nathan. Yang terlihat kesal. Sambil mengemudikan mobil kembali kekantor.
.....................................
Sedangkan Nathan sibuk dengan berkasnya tang menumpuk. Karna tadi ia bekum sempat menjamahnya sama sekali. Hati ini ia tak bisa konsentrasi kerja Karna ulah Lian yang membuatnya tersudut.
Uang bukan masalah bagi Nathan . Ia mampu membuat gadis manapun mendekatinya. Tapi Lian berbeda . Dan malah balik mengacamnya untuk membalasnya. Bukan masalah uang memang tapi harga dirinya sekarang dipertaruhkan sebagai bos. Karna itu terlihat jelas di mata Lian.
" Siapa kau sebenarnya ?" kata Nathan dalam.hati. Sambil memeriksa berkas.
Karna tidak semua orang brani seperti Lian. Yang terlihat cuek dan santai. Yang membuat Nathan semakin penasaran dengan sekertaris kecilnya itu.
Lalu Nathan mengambil ponselnya . Dan mengirim pesan untuk seseorang .Untuk mencari tahu tentang Lian.
" Ok nona Berliana . Kuakui kau hebat. belum ada orang yang cukup brani menantang ku
Apalagi cuma sekertaris. magang " bathin Nathan sambil berpikir
..............................................
Sorenya Lian pulang naik taxi. Ia berjalan gontai menuju kamarnya .
" Hei nona kenapa lemas gitu, kaya orang habis berperang saja " kata Ayse yang sudah lebih dulu pulang.
__ADS_1
" Bete......" kata Lian cemberut.
" Ck........ngak biasanya mana Lian yang full power . Ada masalah ?" tanya Ayse memainkan alisnya menatap Lian.
Lian hanya mengangkat kedua bahunya .Lalu menuju kamar.
" Woi .....aneh dia yang lemas dan letoy kok nanya gue sih kenapa tuh anak ????" " kata Ayse bingung.
" Ih.....kerasukan apa ya ....!!!" Kata Ayse yang lalu duduk disofa sambil nonton televisi.
Tak lama Lian keluar setelah mandi dan sholat. Yang sudah terlihat rapi dan cantik memakai baju rumahan.
" Lho kenapa sih Li ?" tanya Ayse . Yang heran dengan tingkah Lian
" Lagi bete aja, dikantor lagi banyak kerjaan " jawab Lian .
" Hah .....kok bisa wah tuh bos tega banget ngasih kerjaan banyak " kata Ayse
" Tahu ah.......ngak mood Ay " kata Lian
" Mau keluar cari angin biar hilang tuh rasa bete lho. Lagian ngapain dipikir. Tatap aja wajah tampan bos lho itu kelar deh biar semangat " kata Ayse.
" Hah ..........gila lho Ay ....karna lihat mukanya itu gue bete hari ini. Dia bikin aku kesal " kata Lian manyun.
" Hah... kok bisa , wah jangan jangan .....??"
" Apa........!! " kata Lian menatap Ayse
" Bos lho ada hati sama lho Li , makanya dia bikin lho bete..Dia lagi pedekate kali." kata Ayse.
" Dih jangan ngawur deh .....mana ada " kata Lian cuek sambil meraih toples cemilan.Dan membukanya lalu memakannya.
" Ya bisa aja Li , tuh bos lho perhatian banget sama lho, Dan kupikir ia memang ada hati sama lho " kata Ayse.
" Dari mana tahunya.?" tanya Lian menatap Ayse heran .Menatap Ayse yang memberikan pendapat asal.
" Lah mana ada bos yang mau ngantar dan perhatian sama sekretarisnya . Di lain sisi dia juga sibuk ditambah banyak perempuan yang mengejarnya. Dan tuh bos lho kan tajir . Gampang baginya nyuruh lho pake sopir..Tapi ketika lho pulang dia mau nganterin kan aneh " jawab Ayse.
" Yah kan dia punya waktu longgar " kata Lian.
" Iya waktu longgar biar bisa dekat dengan lho Li " kata Ayse penuh penekanan.
Deg .............
" Apa iya sih.........???" kata Lian
__ADS_1