Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 159.


__ADS_3

Nathan Dion dan Lian juga Emma kembali kekantor nya. Dan Nathan menyuruh pengacaranya untuk mengurus dan mengusut tuntas rencana pembunuhan dirinya.


Sedangkan di rumah sakit seorang pria menyuruh seorang anak buahnya mendekat dan berbisik pelan. Entah apa yang mereka bicarakan.


Tak lama seorang wanita berlari menghampiri pria diatas ranjang


" Hen..... kenapa bisa begini ?" kata Wanita itu terisak.


" Bajingan itu tahu kami ingin mencelakakan nya " kata Hendrik merintih.


menahan sakit sekujur tubuhnya .


" Iya sekertaris nya itu juga tahu bahkan ia mengejek ku " kata wanita itu yang tak lain adalah Rose.


"' Mereka akan mati nanti kalo aku sudah sembuh " geram hendrik Yang membuat Rose juga makin membenci Lian..Padahal ia masih sangat menyukai Nathan.


Dikantor keempatnya berdiskusi dengan apa yang terjadi . Dan sepakat membantu menyelesaikan masalah ini dengan jalur hukum berdasarkan bukti yang ada. Yang membuat Nathan jengkel dan ia akan mengusutnya sampai ke akar akarnya .


" Ana simpan dulu semua bukti . Jangan sampai hilang . Aku akan membuat mereka jera dan juga membongkar semua orang yang terlibat. " kata Nathan Yang kini tak akan tinggal diam saja Setelah semua yang terjadi dikantornya.


" Ya pa " kata Lian .


" Emma awasi semua orang yang masuk tampa izin dan jangan sampai masuk keruangan ku !!" kata Nathan


" Siap bos " kata Emma.


Dion pun mencari informasi tentang Hendrik dan Zee yang ingin menjatuhkan nya . Dan hampir memenjarakannya kalo saat itu Lian tak datang. Mungkin ia sudah meringkuk di tahanan. Padahal ia tak tahu apa apa.


" Awas kalian polisi kurup akan aku buat perhitungan " kata Dion mengepalkan tangannya .


Sedangkan Lian dan Emma bersiap siap untuk pulang ..


" Apa kalian mau pulang ?" kata Nathan Yang melihat dua gadis itu sedang merapikan mejanya Juga semua berkasnya


" Ya pa..." kata Emma.


" Emma kau duluan saja nanti , Aku pinjam Lian ada yang ingin aku bicara kan sebentar .Oh ya An tolong copy semua bukti biar Dion punya arsipnya " kata Nathan .


" Ya pa " kata Lian . Yang setelah beres beres lalu keruangan Dion memberikan semua vidio bukti kecelakaan sampai rencana yang dibuat Hendrik .


" Li Kamu dia antar big bos kan pulang nya " kata Emma yang kepala nya menyembul di balik pintu ruangan Dion .


" Ya Em kamu duluan aja ." kata Lian


" Ya sudah aku duluan ya . kamu juga ingat jangan lengah ..." kata Emma yang lalu membuka pintu lebar lebar


" Apa kau hanya pamitan dengan Lian saja Sayang kok aku ngak di pamitin " kata Dion yang membuat Lian kaget sedangkan Emma memicingkan mata nya .


" Hahaha hei..... kenapa marah aku bercanda " kata Dion memberi kode


" Aish kak Dion ini , ya sudah Li aku duluan ya " kata Emma cuek Yang tak mau Lian tahu .Nanti ada saat nya teman temannya tahu. Karna Emma ingin semua nya berjalan baik dan lancar.

__ADS_1


" Ya Em pergi lah " kata Lian yang menatap Dion.


" Kak Dion jangan suka mengoda gitu nanti dikira serius sama Emma dan dia serasa di php " kata Lian..


"' Hahaha....... iya ngak lagi " kata Dion .terkekeh.


Sedangkan Nathan masih bicara dengan Seorang pengacaranya Yang akan mengurus semua nya dari ponselnya


"' Aku ingin kau selidiki juga kedua pria itu. Yang sudah punya rencana licik untuk menghilang kan nyawa orang Lain." kata Nathan.


" Baik tuan muda akan saya selesaikan semuanya " kata pengacara itu .


*********


Nathan membuka kan pintu mobil untuk Lian ketika keduanya pulang bersama . Setelah tadi sempat berdiskusi panjang .


Lalu Nathan pun masuk kedalam mobil dan melaju tenang menuju Mansion Rayyan.


"' Apa kau punya waktu sayang , besok malam aku ingin bicara..mungkin setelah kasus ini selesai aku akan kejakarta bersama mu " kata Nathan.


" Iya besok malam saja ya pa " kata Lian


" Ok " kata Nathan


Mobil pun berjalan cepat namun tiba tiba .... srek .. srek.....


" Astaga..... " Kata Nathan panik yang mencoba mengendalikan mobilnya .


" Remnya blong mereka pasti sudah merencanakan semuanya " kata Nathan


" Astaga cepat bapa keluar biar aku Yang membawanya .Telpon seseorang " kata Lian Yang mencoba mengambil alih Setir mobil sedangkan Nathan menelpon Dion dan menyuruh orang mengikutinya dengan memberikan kiriman lokasi. Yang dituju.


Mansion Rayyan pun terlewati . Nathan tak lupa menelpon kakak Lian itu. Mengatakan mobil mereka rem nya blong Dan mobil terus berjalan jauh . Dion yang menyusul bersama Emma dan Ayse . mengikuti mobil yang berlari cepat .


" Pa cepat keluar .... loncat cepat itu mobil Dion dibelakang " teriak Lian Yang mencoba tenang karma sudah hampir setengah jam mereka mencari tempat untuk membenturkan Mobil namun mobil masih berjalan cepat .


" Pa loncat cepat ....." kata Lian ..


" Bagaimana dengan mu aku tak mau biar kita mati bersama saja " kata Nathan berteriak.


" Aku belum mau mati , bapa mati sendiri saja , cepat melompat sehabis itu saya menyusul " teriak Lian kesal karna bos nya itu ngak mau melompat juga padahal sudah mendekati jurang .


"' bos ayo lompat " kata Dion yang berteriak menyusul mereka .


" Ayo cepat didepan sana ada jurang " kata Ayse .


" Lian lompat cepat , jangan nekat " kata Emma Yang ikut berteriak .


Mobil pun terus melaju .... cepat dan akhirnya Mau tak mau Nathan pun buka pintu dan lalu disambut tangan Dion sedang mobil dikendalikan Ayse .


" Ayo cepat .....kita semakin jauh " kata Dion yang lalu menangkap tangan Nathan yang lalu melompat ke mobil Dion .

__ADS_1


" Hap.........cit..... ..Ayse pun mengerem karma hampir saja mobil bertubrukan .


Dan Lian sudah kewalahan membawa mobilnya yang semakin liar .


"' Lian ayo " teriak Ayse yang kembali mengejar Mobil Nathan .


" Cepat Ayse mobilnya makin mendekati jurang " kata Emma


Mobil itu pun saling berkejar kejaran untuk berusaha menyelamatkan Lian .


" Ayo Li ulurkan tangan mu" kata Ayse sedangkan Nathan dan Dion mengulur tangan mereka untuk menyambut Lian


ketika mobil makin melaju Lian pun lalu memberikan tangannya dan mobil makin cepat


" Lian pegangan " kata Nathan . Dan Lian mencoba meraih tangan Nathan namun ketika Lian meraih tangan Nathan bajunya tersangkut . dan tangan Lian pun terlepas . ...


" Lian Lian......." teriak Nathan


" Ayo cepat kejar dia " kata .Nathan panik


Namun belum lagi mobil mendekati mobil Nathan.


Brak..........pyar.......


Mobil terjatuh ke jurang yang menjorok kelaut dengan Lian. didalam nya .


" Cit......." brak.


Nathan cepat berlari dan melihat mobilnya yang terjatuh


" Lian...Lian...... Lian.....Lian .....teriak Nathan yang ingin terjun namun Dion menarik baju .Nathan.


"' Bos jangan nekat " kata Dion menahan Nathan .


" Lian ..... tangis Emma bersamaan dengan Mobil Rayyan yang datang . ...


" Mana Lian ..... teriak .Rayyan.


" Di sana kak " kata Ayse menangis .


Rayyan ingin terjun namun ditahan Jhon


" biar saya tuan " kata Jhon.


" Ya jhon selamatkan dia " kata Rayyan


Dan Jhon pun melompat ke jurang .terjun bebas.......


Burr .......


Lalu Jhon pun hilang

__ADS_1


__ADS_2