
Emma pun masuk menaruh laporannya itu atas meja . Setelah itu ia pun berpamitan keluar. " Permisi pa " kata Emma.
" Ya Em " kata Nathan yang sibuk memeriksa berkas.
Sedangkan Lian baru saja keluar dari ruangan sholat . Dan langkahnya terhenti ketika.....
" Cih ...... mau apa dia kesini ?" mencari tahu atau minta bantuan atau dua duanya " bathin Lian . Bersandar di balik tiang penyangga.
Setelah pria itu menghilang Lian pun kembali melangkah. menuju meja kerja nya .." Aku yakin dia minta bantuan bos , Untuk dan masalah Grace " bathin Lian sambil melangkah ke meja kerja nya.
Lian pun lalu duduk disebelah Emma yang sedang mengecek memo dan hasil laporan untuk di jadi kan notulen rapat .
" Apa tadi Lukas dari ruangan bos ?" tanya Lian .
" Hah..... aku tak melihat nya tapi......."
" Tapi tadi kaya nya memang bos menerima tamu Karna habis makan . Ada bekas dua box . Yang Dion buang " kata Emma.
" Sudah kuduga dia pasti kesini " kata Lian
" Siapa ?" kata Emma.
" Lukas pria brengsek siapa lagi , pasti kau melewatkannya. " kata Lian.
" What.....wah pastinya dia minta bantuan Bos Nathan " kata Emma.
" Pastilah dia stres dan gila karna bangkrut . Kita lihat sejauh mana dia bertahan Dan ingat jangan bicara apa pun pada Kak Dion dan bos Nathan . Bilang kau tak tahu apapun " kata Lian
" Iya Li " kata Emma yang kembali fokus pada pekerjaan nya . Sedangkan Lian mengecek laporan untuk besok.
" Ana .......... kemari " kata Nathan yang memangil nya dengan berdiri didepan pintu.
"' Li......." kata Emma melihat Lian.
"' Tenang saja kau lanjutkan saja laporan mu..Ini urusanku " kata Lian yang beranjak dari kursinya lalu menuju ruangan Nathan.
" Masuk dan tutup pintunya ,!!!" kata Nathan yang melihat Lian ingin mengetuk pintu . Namun tak jadi karna Nathan sudah memerintah kan nya. masuk
" Duduk lah " kata Nathan sambil menutup laptop nya. dan mengambil remote pengunci otomatis . Yang membuat Lian me.manyun kan bibirnya
" Kok dikunci pa " kata Lian tenang .
Sedangkan Nathan beranjak dari kursinya dan mendekati Lian . Dan Lalu duduk diatas meja persis didepan Lian.
" Kau sudah menerima buket bunga nya kemaren , kenapa tak mengingatkan ku
Kalo kau wisuda aku pasti bisa datang " kata Nathan.
" Oh iya lupa pa , teimakasih untuk bunga dan kadonya " kata Lian tersenyum . seraya menatap bosnya itu.
" Boleh aku bertanya sesuatu" kata Nathan menatap lekat Lian .
__ADS_1
" Of course why not " kata Lian santai
"' Apa kalian masih bersahabat dengan Grace Aku tidak melihat nya lagi Setelah dia berhenti magang " kata Nathan
" Hehehe ....... to the point saja pa pada intinya " kata Lian terkekeh
"' Ok sayang " kata Lian yang langsung ditarik Nathan berdiri dan jatuh dalam pelukan Nathan yang membuatnya gelagapan .
" Pa ..... " kata Lian gugup. Karna Ia tak menyangka Nathan sudah memeluknya . Sebuah pergerakan yang cepat. Dan Lian berdiri menghadap Nathan dengan berdiri diantara dua paha Nathan yang duduk menatapnya
" Kenapa ? .kaget aku sudah mengunci pintu. " kata Nathan tersenyum Yang menatap Lian lekat dan memeluknya.
" Bapa mau apa " kata Lian
" Kurasa kau sudah tahu mau ku " kata Nathan yang mendekatkan tubuh Lian semakin dekat dengan menjepit kaki Lian dengan kakinya.
" Bapa mesum " kata Lian cemberut .
Cup........
Lian ingin menghindar namun tetap saja bos nya itu lebih gesit dan berhasil mencium pipinya.
" Kau tahu aku merindukan mu " kata Nathan .
Deg ........
" Aish Lian kuat jangan tergoda " bathin Lian yang menatap Nathan tersenyum Dan merapatkan tubuh keduanya walau Lian dalam posisi berdiri.
"' Menikah lah dengan ku , aku akan tetap mengizinkan mu Kuliah " kata Nathan mengecup bibir mungil Lian.
" Tapi ....... Aku " kata Lian menggantung dengan dada yang berdetak lebih kencang .
" Aku serius kenalkan aku pada orang tuamu " kata Nathan yang mencium pipinya sambil berbisik pelan.
" Baik tapi kita ......
Mpt....... mpt.........
Nathan pun membungkam bibir Lian yang menganga Saat akan bicara dan lalu ********** dalam . Namun perlahan dan juga lembut. Dengan tangan kirinya menahan tubuh Lian Dan tangan kanan nya menahan tengkuk Lian dan membuat keduanya bertukar saliva.
"' Pa ......" kata Lian ketika Nathan melepas ciumannya dan wajah keduanya masuk dekat .
" Kenapa apa kau tak mau jadi istriku " kata Nathan pelan yang semakin memeluk tubuh mungil Lian.
" Bukan begitu nanti Emma akan curiga saya lama diruangan bapa " kata Lian sambil menelan salivanya .Karna Nathan menatapnya dalam dan semakin erat memeluk dirinya
" Emma sudah tahu kita sepasang kekasih. Kenapa takut " kata Nathan mengecup benda kenyal itu yang membuat gairahnya semakin membara.
"' Tapi ini kantor " kata Lian .
" Ya aku tahu " kata Nathan kembali mengecup bibir Lian . Yang sudah menjadi candu bagi nya Dari sejak .pertama kali ia mencium bibir manis gadis mungil itu
__ADS_1
Nathan pun lalu kembali ******* bibir Lian dengan lembut Hingga tampa sadar tangan Lian melingkar di bahu Lian ketika
Ciuman itu makin menuntut. Dan dada Lian bergemuruh hebat. Lama keduanya bertukar saliva. Lalu Lian berhenti ketika tubuhnya terasa lemah karena menahan hasratnya.
"' Kenapa ayo kita menikah " kata Nathan
pelan masih mengecup pelan bibir Lian.
" Apa bapa serius ,Tapi kita berbeda keyakinan " kata Lian. menatap mata pria yang beberapa hari ini membuatnya hati nya gelisah.
" Tak masalah , aku bisa mengikuti mu " kata Nathan yang tak berhenti mengecup bibir Lian .Yang membuat Lian semakin bingung apa yakin Nathan mencintainya.
" Apa bapa yakin " kata Lian pelan .
" Why ..... aku serius " kata Nathan yang meciumi bibir Lian pipi dan seluruh wajah Lian dan kening lalu kembali mengecup bibir Lian .
" Aku mencintai mu, aku ingin kau menjadi miliki seutuhnya " kata Nathan sambil mengigit telinga Lian pelan yang membuat gelayar aneh menyeruak didada Lian .
Lian menatap dalam mata Nathan mencari kebohongan Namun ia tak menemukan nya. Disana terlihat Nathan tulus mencintainya. Dan mengatakan aku hanya milik mu. Yang membuat Nathan kembali memungut bibir mungil itu. Dan ********** pelan . Cukup lama keduanya larut Namun terhenti ketika ponsel Nathan bergetar.
" Angkat lah " kata Lian mengurai pelukannya Dan melepaskan diri dari bos mesum nya itu.
Nathan pun meraih ponselnya dengan tangan nya masih memegang pinggang Lian
📱 " Ya pi ada apa ?" kata Nathan.
📱" Hei boy kapan kau membawa menantu ku kesini hah...... dimana kau menyimpan nya " kata papi Paul yang terdengar jelas.
📱 " Aku sedang bersama nya sekarang " kata Nathan yang mengubah nya menjadi vc dan jelas terlihat Lian sedang dipeluk Nathan.
📱" Hai dad " sapa Lian yang menyapa mertua palsunya itu . Dengan ciuman Nathan yang mendarat dipipinya.
📱" Pulang lah sayang .......kami merindukan mu " kata Daddy Paul yang melihat keduanya terlihat mesra.
📱" Ya lihat nanti dad, kami sedang dikantor " kata Nathan yang tak sungkan mencium pipi Lian lagi. Yang membuat wajah Lian seketika merona karna malu
Nathan benar benar memperlihatkan mereka adalah suami istri .Yang membuat
Daddy paul tersenyum bahagia .
📱" Baiklah......kami tunggu bye " kata Daddy paul memutuskan sambungan teleponnya.
" Kau menginap disana malam.ini " kata
Nathan.
" Ngak bisa ada orang tua ku di mansion " kata Lian
" Hah......" kata Nathan kaget
" Happy reading tunggu lanjutannya " ****
__ADS_1
.