
Lian sedang sibuk dengan laporannya ketika Dion datang menghampirinya.
" Li, ini sisa laporan bos .oh ya kalo bos datang tolong bilang aku izin sebentar ke bank " kata Dion..
" Mau kemana memangnya ?" kata suara bariton Nathan.
" Eh... bos ku pikir tadi belum datang bos. Begini aku harus menyelesaikan urusan kemaren. Jadi aku izin dulu ya bos " kata Dion . meninta izin.
" Ya jangan terlalu lama " kata Nathan yang berdiri dengan kedua tangan di saku celananya
" Baik bos trimakasih, aku pergi dulu buar ngak antri " kata Dion . Yang lalu bergegas pergi meninggalkan bos dan sekertarisnya itu. Karna takut antri . Bila terlalu siang.
" Hati hati kak " kata Lian
" Iya " sahut Dion yang menuju Lift.
" Ana nanti kita makan diluar setelah rapat, siapkan berkasnya " kata Nathan
" Ya pa " kata Lian yang lalu mengecek berkas dan data yang akan dibawa.
Sedangkan Lian kembali keruangannya. Sambil tersenyum ia lalu membuka laptopnya. Dan mengecek semua email yang masuk . Lalu mulai menyesuaikan dengan data semua kleinnya.
Perusahaan Nathan bukan hanya berbisnis di bidang hotel dan penginapan tapi mereka juga menyewakan pulau pulau pribadi para di Kliennya yang butuh uang karna di tinggal terlalu lama. Dan juga jadi masukan bagi mereka Untuk tetap bisa merawat pulau pribadi mereka yang kosong.
Bagi orang orang tajir itu tak masalah. tapi bagi yang mendapat warisan itu cukup berat mereka lebih memilih menjual atau menyewakannya pada orang yang ingin berlibur dan juga healing . Dan perusahaan Nathan sangat kompeten dengan semua itu Apa lagi mereka sudah diberi kemudahan dan Fasilitas yang nyaman.
Di meja Lian . Lian masih sibuk dengan komputernya yang menambah laporan sang bos yang ditinggal Dion. Namun karna dia sekertarisnya itu sudah menjadi tugasnya . untuk membantu Dion . Lian juga bisa mengerti kesibukan Dion yang padat. Hingga mereka saling membantu dalam urusan pekerjaan. Apa lagi dalam kondisi darurat.
Setelah satu jam lebih Lian baru menyusun kembali berkasnya Dan langsung mengantarnya pada Nathan karna Nanti mereka akan ada pertemuan meeting sekitar jam 11 siang. Yang sudah diatur Dion
.
" Kau sudah siap " kata Nathan ketika Lian mengantar laporannya
" Siap pa, semuanya juga sudah selesai " kata Lian ketika berdiri didepan meja Nathan.
__ADS_1
" Kemarilah ..... mendekat ." kata Nathan
" Hah ...... bapa mau ngapain " kata Lian curiga karna ada saya ulah sang bos untuk dekat dengannya apabila sudah dikantor.
" Mendekat lah kenapa kau takut ?" kata Nathan menatap Lian yang mematung.
" Hehehe...... ngak pa tapi ngak enak, rasanya pasti bapa ada maunya, ini kantor pa " kata Lian yang tak mau mendekat.
" Ck...... . kau ini atau aku ......
" Nanti saja ya pa untuk urusan pribadi saya masih punya kerjaan " kata Lian yang bergegas pergi kabur dari bosnya itu.
" Aish....... terbaca juga " kata Nathan yang memang ingin memeluk Lian . Namun Lian sudah tahu keinginannya lebih dulu cepat menghindar. Dan Nathan hanya bisa tersenyum. Bahwa gadis kecilnya itu. semakin pintar menghindar darinya.
Lian yang kembali kemejanya mulai sibuk mengecek data laporan. Namun pikirannya teringat akan Grace yang belum sempat ia hubungi . Tapi karna ada Ayse bersamanya Lian yakin Grace pasti aman Ada teman ngobrol bila kesepian. Karna Ayse belum masuk kerja. Dan juga bisa menemani Grace untuk sementara waktu.
*********
Rapat pertemuan berjalan dengan lancar ..Disana Lian bertemu lagi dengan Clara dan Jenny sekertaris dari teman teman Nathan yang menatapnya sinis. Namun Lian hanya cuek fokus pada rapat dan juga berkasnya.
Nathan yang duduk disebelahnya hanya melirik sekilas. Sekertarisnya itu cukup tenang. Sambil sesekali ekor matanya menatap Clara yang tajam menatap Lian.
" Maaf bro bukan menolak tapi aku ada urusan lain " kata Nathan menolak halus karna ia ingin makan bersama Lian berdua saja.
" Yah ..... skali skali bergabung lah Jangan terlalu sibuk . Nikmati hasil kerja kerasmu bro " kata Brian kecewa. Karna sebenarnya ia ingin mengenal Lian lebih dekat
" Maaf banget bro bagaimana kalo lain kali saja " kata Nathan . Yang tak nyaman pada Clara yang memperhatikan Lian sedari tadi.
" Wah rupanya kau super sibuk bro, tapi baiklah ngak masalah " kata Brian yang lalu melirik Lian sekilas.
Nathan bukan tidak tahu kalo Lian menjadi incaran beberapa teman temannya. tapi itu tak akan ia biarkan begitu saja Karna Nathan juga tak mau di tikung lebih dulu.
Sedangkan ia baru saja dekat dengan Lian beberapa hari ini. Setelah lama menyakinkan gadis itu. Itu pun tidak mudah baginya menaklukan sekertarisnya yang terkenal.kuat dan mandiri Dan juga cuek.
" Ayo Ana kita pulang " kata Nathan.
__ADS_1
" Iya pa " kata Lian yang lalu berdiri di sebelah Nathan. Dan setelah basa basi pamitan Mereka pun pergi meninggalkan kantor Brian.
Nathan dan Lian langsung menuju mobil setelah keluar dari halaman perkantoran
Dan Gee sudah menunggu mereka sambil membukakan pintu mobil
" Gee kita ke restoran biasa ya " kata Nathan.
" Baik tuan " kata Gee. Yang membawa mobilnya keluar dari halaman gedung perkantoran menuju jalan raya. dan berbaur dengan mobil lain.
" Apa kau sudah lapar " tanya Nathan pada Lian.
" Sedikit " jawab Lian tersenyum tipis.
" Baiklah tunggu sebentar lagi " kata Nathan Pelan sambil mengenggam tangan Lian diatas pahanya.
Ada rasa bahagia. Ketika Nathan mendapat balasan perasaan dari Lian . Dia bersikap lebih lemah lembut lagi. Karna tahu Lian tak mungkin ia kasari. Sifat manja Lian terlihat jelas .Tapi Nathan tak perduli. Karna baginya Lian tetap wanita yang mandiri. dan kuat.
Dan wajar apabila seseorang wanita bersikap manja Karna ia ingin diperhatikan lebih.
Mobil berhenti disebuah restoran siap saji dan Nathan pun membawa Lian turun sambil mengandeng tangannya.
" Gee apa kau tak ingin ikut makan bersama kami " tawar Nathan.
" Tidak tuan saja diujung sana saja " kata Gee yang tahu kalo tuannya itu sedang jatuh cinta. Dan itu ia dapatkan dari nona Katrina
Yang slalu update memberi informasi. pada Gee. Untuk menjaga tuan mudanya itu.
Nathan dan Lian pun lalu masuk dan memilih meja kosong. Keduanya memesan makanan kesukaan masing masing. Dan sambil menunggu pesanan keduanya pun ngobrol tentang Grace yang belum bisa ditemui Lukas. Lian yang tahu Grace dimana hanya bersikap biasa. Karna tak mungkin ia memberitahukan keberadaan temannya itu.
" Apa dia tak mengabari kalian sama sekali ?" tanya Nathan disela makannya ketika pesanan sudah datang.
" Tidak mungkin dia butuh waktu untuk sendiri setelah apa yang dilakukan Lukas padanya " kata Lian
" Tapi bagaimana kalo Lukas berubah , mungkin dia hanya emosi. sesaat " kata Nathan lagi.
__ADS_1
" Dalam percintaan gak ada emosi sesaat pa, Menurutku pa Lukas sudah di luar batas . Dia sudah melukai perasaan Grace. hingga membuat Grace tak percaya lagi padanya " kata Lian.
Yang membuat Nathan cukup terkejut pada jawaban Lian.