
Lian pun terdiam. Untungnya sang bos tak mendengar jelas apa yang mereka bahas
"' Silahkan duduk pa " kata Grace basa basi..
"'Trimakasih , apa kalian teman satu kampus ?" tanya Nathan.
" Iya pa, kami teman satu kampus "'Kata Emma. Yang tersenyum pada Nathan.
"'Pantas saja kalian dangat dekat " kata Nathan yang lalu duduk disebelah Lian. Yang membuat Lian merasa cangung
Lalu mereka pun makan bersama. sambil ngobrol tentang kampus. Sampai selesai Setelah.itu kembali lagi untuk bekerja .
..............................
Lian baru saja selesai sholat . ketika ia hendak keluar ruangan. Tangan kekar Nathan sudah menarik tangannya Yang membuat Lian terkejut .Yang membawanya ke sebuah ruangan .
" Ih bapa apaan sih bikin kaget aja" dumel Lian .Yang menghempaskan tangan Nathan .karna terlalu erat memegangnya.
" Bapa ngapain sih ?" tanya Lian. heran.
" Ikut dengan ku " kata Nathan lalu menarik tangan lian lagi
" Ih pa ngak usah dipegang " kata Lian kesal .Namun Nathan tetap memegangnya dan membawanya kesebuah ruangan.
" Ini ada apa sih pa ? " kata Lian bingung
" Siang sayang "'kata grand pa yang sudah duduk santai diruang tunggu sambil tersenyum . Membawakan banyak makanan. Membuat Lian kaget. Dan Nathan tersenyum sambil merangkul Lian.
" Siang grand pa kami baru selesai makan siang " kata Nathan. melepas rangkulannya dan menyuruh Lian duduk dan Nathan disebelahnya membuat Lian kaget. Atas sikap Nathan
" Kenapa grand pa bisa ada disini ?" tanya Lian tergagap..Namun sambil tersenyum.
" Grand pa mampir sebentar mau melihat kalian dan membawakan ini " kata grand pa Yang menunjukan buah dan cake .
" Ya ampun opa kenapa repot repot sih " kata Nathan
" Grand pa khawatir tadi Ana belum sempat makan siang , jadi grand pa belikan saja . kebetulan tadi ada teman grand pa yang juga membeli kan untuk cucunya yang hamil muda" kata grand pa .
__ADS_1
Deg .......
Dada Lian langsung berdetak . Seakan menyindirnya Sedang Nathan duduk santai sambil tangannya merangkul Lian layaknya mereka sepasang kekasih .
" Oh terimakasih grand pa, Nanti kami akan memakannya ya kan sayang " kata Nathan melirik Lian .Sambil tersenyum .Yang membuat Lian mendelikkan matanya Namun Nathan cuek saja.
" Iya grand pa, maaf bila membuat grand pa . repot sampai mengantarnya kekantor " kata Lian basa basi.
" No....aku ingin cucu grand pa slalu sehat . Dan kebetulan lewat dan ingat denganmu Ana " kata grand pa. lalu memegang tangan Lian. Lalu pindah duduk disamping Lian dengan Lian ditengah. dan merangkul Lian yang membuatnya tak berkutik dengan sikap kakek dan cucunya itu
" Kau tahu Ana ....harusnya kau tak perlu bekerja . Biar Nathan saja yang bekerja. Uang nya sudah banyak . Tapi mengapa masih tega membiarkan cucu grand pa ini lelah sih " kata grand pa.
" Oh bukan begitu grand pa, Ana tak bekerja yang berat berat kok ,ya kan sayang. Cuma mengurus berkas saja " kata Nathan .Sambil menyenggol Lian memberi kode
" Iya ...grand pa " kata Lian ikut mengiyakan Dengan perasaan tak nyaman dengan sikap berlebihan Nathan .Yang merangkulnya mesra.
" Baiklah .....tapi janji jangan bekerja yang berat berat ya , bilang grand pa bila Nathan memaksa mu bekerja terlalu lelah . Sekarang grand pa akan pulang. " kata grand beranjak dari duduknya . Dan terlihat jelas grand pa sangat menyukai dan menyayangi Lian .
" Iya grand pa " kata Lian yang lalu menyalami pria tuan itu dan mengandengnya keluar. mengantar grand pa sampai depan Lift. bersama Nathan yang akan mengantarnya kebawah.
" Dih.....tu bos ya ,cari kesempatan " dumel Lian.Yang kesal ulah bosnya yang sok romantis. Namun Lian tak bisa berbuat apapun. Karna pastinya Nathan juga sedang berakting.
Lian lalu duduk di meja kerjanya dengan wajah cemberut. Mengingat sikap Nathan yang membuatnya pusing. Karna mau ngak mau itu membuat Lian semakin jauh ikut bersandiwara.
"Ih kok jadi gini akhirnya ya harus nya aku menolak dari awal " gerutu Lian kesal menyesali keputusannya.
Namun Lian tak bisa lagi menghindari dari Nathan . Yang membuatnya bingung dan juga serba salah. karna Nathan bersikap romantis di depan grand pa nya seakan akan mereka pasangan benaran. Dan itu membuat Lian sadar bahwa iya mau tak mau mengikuti permainan Nathan . Sesuai perjanjian yang mereka sepakati..
Tak lama kemudian Nathan sudah kembali. Ia berjalan santai menuju ruangannya melewati Lian. Yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
Lian hanya melirik bosnya itu dengan ekor matanya . Sambil membuang nafas kasar Sambil memikirkan sikap Nathan padanya.
" Ana " panggil Nathan.
Lian pun bangkit dari kursinya dan menuju ruangan bosnya itu.
"'Iya pa ada apa ?" tanya Lian menatap bosnya itu. Yang terlihat tersenyum.
__ADS_1
" Ini berkas untuk meeting kita besok. oh ya tadi grand pa meminta kita menginap lagi dirumahnya " kata Nathan.
" Pa bisa ngak tidak sekarang lain waktu ,kenapa bapa mengiyakan sih . kan kemaren sudah "kata Lian protes.
" Grand pa ya minta , bagaimana aku bisa menolaknya " kata Nathan berdalih.
" Kan bapa bisa memberi alasan yang lain " kata Lian. Dengan mencebikkan bibirnya hingga lancip ..Membuat Nathan tersenyum gemas melihat sikap Lian.
" Kenapa kita sudah terikat kontrak , dan kau siap menjalani nya kan " kata Nathan yang berdiri dan mendekati Lian di kursinya .
" Bapa mau apa ?" kata Lian waspada. Yang berjongkok mendekati wajah Lian .Membuat Lian kaget.
Nathan lalu mengambil anak bulu mata Lian yang jatuh pipinya
" Hanya ingin mengambil ini " kata Nathan dengan sangat dekat. Seakan terlihat mereka seperti akan berciuman.
Lalu Lian mendorong tubuh Nathan menjauh darinya. " Bapa ngak perlu repot repot mengambilnya kan saya bisa sendiri " kata Lian cemberut.
" Hehehe......kenapa? kau gugup ...atau ...
" Apa kita hanya sebatas atasan dan sekertaris pa " potong Lian cepat.
" Baiklah nona sekertaris ku. ini bawalah ke mejamu.aku takut kau jatuh cinta kelamaan disini " kata Nathan tersenyum lalu kembali duduk di kursi kebesarannya.
" Apa ....tadi bapa bilang apa?" tanya Lian kaget
"Lupakan ,sana kembalilah " kata Nathan tersenyum. Senang bisa mengoda Lian. Yang terlihat mengemaskan matanya.
Lian pun mengambil berkas yang diberikan Nathan dan beranjak pergi meninggalkan ruangan Nathan dengan perasaan dongkol.
" Sialan tuh bos, dia pikir aku tuli " gerutu Lian yang lalu duduk dimeja kerjanya. Dengan perasaan yang bercampur aduk .Karna hari ini mood nya tidak baik.
Sedangkan Nathan tersenyum senyum sendiri. Karna bisa membuat Lian kesal. Apalagi saat ada sang grand pa yang membuat Nathan mengambil kesempatan untuk bisa merangkul Lian.
" Lihat saja seberapa hebat kau bertahan
nona .....!!!" kata Nathan tersenyum penuh arti .karna ada seribu ide di kepala nya.
__ADS_1