
Lian terbelalak tak percaya melihat bosnya itu berada di halaman mansion. Sedangkan Nathan tersenyum berjalan mendekati Lian dengan wajah terkejut.
" Kenapa bapa bisa......." kata Lian
" Aku mengantar mobil mu pulang ...apa aku boleh masuk " kata Nathan
" Hah ........masuk ....masuk kedalam ?" kata Lian kaget
" Iya masa tamu cuma disuruh berdiri didepan pintu " kata Nathan protes
" Eh..... tapi pa, anu..... bapa pulang saja ya biar sopir yang mengantar sebentar....." kata Lian hendak melangkah masuk.
" Ana ....aku ngak mau pulang , aku ingin bertemu kak Rayyan sebentar saja " kata Nathan yang tahu Lian pasti akan menghindarinya.
" Sayang ...... kenapa masih diluar?" kata bunda Aira yang berjalan mendekati Lian
Yang membuat Lian bingung . pa bapa pulang saja ya " kata Lian ya lalu menyuruh Nathan cepat cepat pergi.
" Ngak......" kata Nathan
" Aduh ..... bapa ngapain juga ngantar mobil kesini . Saya kan ngak nyuruh " omel Lian yang takut ketahuan sang bunda
" Bapa pulang ya nanti Saya suruh sopir yang mengantar " kata Lian yang menyuruh Nathan segera pergi..Namun Nathan tetap tak bergeming. Walau Lian mendorong tubuhnya
" Please....pa besok kita bertemu dikantor ya " kata Lian memohon dengan wajah memelas
" Baiklah " kata Nathan Yang tak tega melihat Lian seperti orang bingung . Padahal ia berharap bisa masuk ke mansion itu. dan bertemu Rayyan. Namun ketika hendak melangkah...
" Lian apa ada tamu sayang ?"kata bunda Aira yang sudah berdiri disebelah Lian.
" Hai .....apa kamu teman Lian " kata bunda Aira menelisik Nathan dari atas sampai bawah. Yang sempat membuat Nathan gugup .Namun berusaha bersikap tenang.
" Hai nyonya ....Saya Nathan saya ....
"' Oh come on please .. ayo ....sayang disuruh masuk . Kenapa tamunya dibiarkan didepan pintu itu tidak sopan " kata Bunda pada Lian
" Iya bun" kata Lian menyuruh Nathan masuk dengan perasaan khawatir
" Terimakasih nyonya " kata Nathan tersenyum . Lalu ikut melangkah masuk ke ruang tamu yang mengira bunda Aira adalah istri Rayyan
__ADS_1
Sedangkan Lian deg degan . Sambil berjalan keruang tamu. Bunda Aira menyuruh Nathan duduk dan meminta pelayan untuk membuatkan minum . Sedang kan Lian hanya terdiam .Karna bingung harus membuat alasan apa pada sang bunda.
Nathan duduk dengan tenang di sofa sambil melihat sekeliling ruang tamu . Karna isi mansion itu membuatnya penasaran.
" Oh ya tadi kau mencari Rayyan apa anda temannya Rayyan ?" kata bunda yang ikut duduk sambil tersenyum.
" Saya ...... saya kekasih Ana nyonya " kata Nathan yang membuat Lian kaget dan melotot menatap Nathan
" Pa apaan sih , ngak bun ini bos Lian di kantor tempat Lian magang " kata Lian jujur karna tak mau bundanya salah paham.
" Bos......atasan maksudnya " kata bunda memastikan. Sambil menatap Lian
" Iya bun bos atasan Lian .Dia kesini mengantar mobil tuh didepan " kata Lian .
" Iya nyonya saya bos Ana tapi saya juga kekasihnya. Ana " kata Nathan menjelas kan Yang membuat Lian tambah kaget dengan perkataan Nathan begitu juga dengan bunda Aira.
"Hah ...... kekasih......tunggu apa anda punya hubungan dengan Lian , maksudnya sebagai kekasih Antara bawahan dan atasan begitu " kata bunda Aira menatap Nathan.
" Iya nyonya " kata Nathan menganggukkan kepala. Dan tersenyum tampa dosa.
" Pa apaan sih , ngak ada.. ..bun dia cuma bercanda " kata Lian gugup .Karna takut Nathan menceritakan tentang hubungan mereka pada sang bunda Dan apa yang ditakutkan Lian kini terjadi. Itulah sebabnya Lian tak ingin menyuruh Nathan masuk dan bertemu salah satu dari keluargganya.
" Saya serius nyonya saya mencintai Ana dan ingin melamarnya . Apa anda akan menyetujuinya nyonya bila saya melamarnya " kata Nathan terus terang . Yang membuat bunda menatap Lian mencari jawaban.
Namun Lian hanya diam sambil memicing kan matanya tajam pada Nathan Namun Nathan tak perduli. Karna memang itu lah tujuannya mengikuti Lian.
" Bunda ....."
" Maaf nyonya apakah anda istri tuan Rayyan ? " kata Nathan bertanya. Memotong perkataan Lian yang ingin bicara.
Hah....... hahaha.........
Bunda Aira tertawa mendengar pertanyaan Nathan dengan wajah seriusnya. Karna menurutnya Nathan cukup lucu. Dan cukup baik dimata bunda. Karna pria itu cukup jujur tampa ada yang ia disembunyikan Dan Nathan juga terlihat sebagai pria yang polos sama seperti putrinya.
Sedangkan Lian menepuk jidatnya. Mendengar pertanyaan Nathan pada bundanya. Yang membuatnya menahan tawa.
" Hei ....apa saya terlihat masih muda ?" kata Bunda terkekeh .
" Oh maaf nyonya . Tapi anda memang terlihat masih muda dan juga cantik .Kalian seperti adik dan kakak . Dan saya pikir anda istri tuan Rayyan " kata Nathan.
__ADS_1
" Ok terimakasih . Tadi kau bilang nama mu Nathan apa benar ? Nathan B .... yang milyarder terkenal itukan " kata bunda yang memang juga banyak tahu tentang dunia bisnis. Karna bunda Aira juga mempunyai butik di Paris dan juga Milan .
" Iya nyonya terimakasih . Rupanya anda juga banyak tahu tentang dunia bisnis " kata Nathan rendah hati.
" Ok.... lalu kau bilang tadi kau menyukai Lian apa kalian dekat atau... maksudku
punya hubungan serius. " tanya bunda
" Bun kami hanya sekertaris dan bos bun ngak ada apa apa Cuma pa Nathan menganggapnya berlebihan " kata Lian . Yang tak mau bundanya percaya pada Nathan begitu saja.
" Hei aku serius .... Ana... kenapa kau tidak jujur saja kalo kita..." kata Nathan menggantung karna Lian menatapnya dengan mata melotot.
" Baiklah masalah itu kalian bicarakan berdua saja. ya.....bunda tak melarang Lian asal kalian tahu batasan " kata bunda bijak.
" Jadi nyonya setuju kalo saya dan Ana punya hubungan dekat " kata Nathan senang. Lalu tersenyum sumringah.
" Tergantung.....bagaimana sikap Lian dan juga hubungan baik kalian berdua" kata bunda Aira.
" Trimakasih nyonya , oh ya bagaimana sama harus memanggil nyonya.... " kata Nathan senang yang diberi lampu hijau .
" Terserah bunda, mom atau aunty apa ada masalah " kata bunda
" Pa she,s my mom " jelas Lian
" What....... your mother !!! " kata Nathan kaget tak percaya . Karna dia pikir dari tadi ia bicara dengan istri Rayyan.
" Hehehe.....hei kenapa kau terkejut anak muda" kata bunda melihat Nathan yang kaget .
Lalu Nathan langsung meraih tangan bunda Aira dan mencium nya . Seperti apa yang dilakukan Lian pada kedua orang tuanya. Yang membuat bunda Aira kaget. Begitu juga dengan Lian yang melongo .
Melihat kelakuan bosnya itu.
" Senang bertemu anda mom " kata Nathan tersenyum manis
Yang membuat bunda Aira dan Lian saling pandang lalu terkekeh..... dengan sikap Nathan.
" Lian bagaimana kau bisa bertemu dengan pria mengemas kan seperti ini dia calon mantu idaman " kata bunda yang terkekeh.....
" Bunda.....apaan sih...." kata Lian dengan wajah merona merah menahan malu.
__ADS_1
" What your mom say " kata Nathan menatap bingung . Karna bunda Aira berbahasa indonesia
" Nothing " kata Lian yang tak mau Nathan tahu. Apa yang bundanya katakan.