Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 58


__ADS_3

Dengan wajah kesal Lian duduk di meja. Entah apa yang dirasakannya bercampur aduk. itu pertama kalinya ia berciuman. Yang membuat nya tak habis pikir. Kenapa Nathan memaksanya.


" Aish....kenapa harus dia sih pria egois pemaksa dan akh....pusing " kata Lian yang lalu memegang bibirnya.


" Astaga.... .. benar benar gila " bathin Lian yang mengelengkan kepalanya yang teringat pada yang barusan terjadi. Bahkan ia sempat terhanyut dan terbuai. Lian kembali menggelengkan kepalanya .


"Ngak....mungkin , ngak mungkin aku ada rasa dengan nya " bathin Lian lagi yang berusaha melupakan kejadian itu. tapi di otaknya terus muncul Yang membuat konsentrasi kerja Lian pecah.


" Aish...... kenapa sih, aku harus bagaimana "'kata Lian yang malu sendiri pada dirinya. Karna mengingat Ciuman Nathan yang lembut dibibir ya.


*****


Lian memilih meja yang paling belakang agar tak terlihat karna ia ingin duduk makan dengan tenang.


" Woi kok disini " kata Emma yang memegang bahunya.


" Aku disini saja Em" kata Lian yang berdoa karna ingin makan. Emma pun lalu ikut duduk


di sebelah Lian.


" Mana Grace ?" tanya Lian.


" Tuh sama kak Dion kayanya dia sedikit dekat sekarang bisik Emma. Sambil melirik Grace yang asyik makan berdua. Sedangkan Lian hanya melihatnya sekilas.


" Sore ini kita hang out yuk .....Li " lama ngak keluar cari angin segar berempat." kata Emma.


" Ya lihat nanti " kata Lian . Yang tak mau berjanji . Lalu menikmati makannya dengan lahap ..Karna ia sangat lapar .


" Tadi aku lihat big bos lagi keluar sama bu Katrina .Tumben lho ngak ikut beb..." kata Emma menatap Lian.


" Itu bukan urusan dari pekerjaan ku " kata Lian yang tak mau tahu.


" Tapi ku dengar dengar gosip big bos sudah menikah , dan istrinya masih muda katanya " kata Emma.


" Hah .......kapan??? ..Deg........." Lian pun langsung merasa gugup.


" Aduh jangan jangan ketahuan nih " bathin Lian yang mulai tak enak hati. Padahal. mereka sepakat dan tak ada yang boleh tahu dan memberi tahu kan orang lain.


" Kamu dengar dari mana Em?" tanya Lian penuh selidik menatap Emma.

__ADS_1


" Dari desas desus saja , tapi belum terbukti , toh big bos aja santai. kalo menikah jelas ada pesta kan dan undangan juga .Masa sekelas big bos tak membuat acara syukuran .Walau hanya karyawan kantor Paling tidak makan makan lah " kata Emma yang membuat wajah Lian berubah .


" Lho kenapa ?" tanya Emma heran .


" Ngak pa pa cuma beberapa hari ini aku capek banget " kata Lian memberi alasan .Agar Emma tak curiga. Apa yang ia pikirkan


" Pantesan orang Ayse juga ngak mau gangguin kamu, katanya kamu pulang malam lembur . Bikin proyek apa sih ? sama bos. Kak Dion pernah sempat cerita kalian juga pernah di hadang preman pas pulang malam " kata Emma yang tahu sahabatnya itu jago bela diri. Jadi ngak khawatir Lian pulang malam.


"Biasa cuma bikin cabang dan kerjasama sama klein " jawab Lian sekenanya . Padahal ia bergadang karna ulah bosnya.


Keduanya pun asyik ngobrol sampai selesai makan Dan lalu sholat . Dan setelah itu Lian kembali kemeja kerjanya.


*****.


Lian merapikan meja kerjanya sebelum pulang. Karna ia terbiasa rapi dan bersih Dan juga tidak ada suka dengan hal hal yang kotor.


" Lian.....":.panggil Nathan.Dari dalam ruangannya.


" Iya pa" kata Lian yang bergegas keruangan Nathan yang pintunya sudah terbuka .


" Nanti pulang bersama ku aku ingin memperkenalkan mu dengan keluargaku " kata Nathan seraya menatap wajah imut Lian.


" Ngak bisa , aku sudah janji sama mommy dan daddy " kata Nathan .


" kok bapa memaksa sih, kan peraturannya ngak ada paksaan dan hari ini tadi bapa sudah mencium saya secara paksa " kata Lian


" Tapi kamu menikmatinya kan " kata Nathan cuek.


" Ngak.......siapa bilang " kata Lian dengan wajah yang memerah karna malu.


" Ngak usah munafik , kita nikmati saja semuanya seperti air yang mengalir " kata Nathan.


" Mungkin itu bapa saya tidak, bapa yang memaksa saya. hingga semuanya jadi kacau " kata Lian mengomel.


" Hei ....tapi kau juga mau, trus kenapa? dipermasalahkan atau uangnya masih kurang aku masih sanggup membayar mu 10 trilyun lagi " kata Nathan santai.


" Pa..... bukan begitu maksud saya" kata Lian kesal karna Nathan tak mau kalah apalagi mengalah.


" Apa .....atau mau kucium lagi atau lebih dari itu " kata Nathan sambil memainkan kedua alisnya . Yang membuat Lian melotot kan matanya pada Nathan.

__ADS_1


" Dasar tuan mesum " kata Lian jengkel lalu keluar dengan dari ruangan Nathan. Dengan perasaan bercampur aduk. kalo bukan karna nikah kontrak Dan juga bosnya mungkin Lian sudah pergi menghilang.


Nathan hanya tersenyum. Memandangi punggung Lian yang meninggalkannya.


" Menarik , aku semakin gemas melihat mu " kata Nathan tersenyum . Entah mengapa ia merasa senang bila bisa membuat Lian kesal .


Selama ini Nathan mengenal Lian dengan baik, gadis itu sangat spesial dan unik. Jarang ada dari 1000 wanita . Dan Lian satu satunya yang membuat hati Nathan terusik. Bahkan bisa membuatnya jatuh cinta. Bagaimana tidak . Selain pintar dan lincah gesit dan jago beladiri . gadis itu juga sangat polos dan pemalu. yang membuat Nathan semakin jatuh cinta. Padahal diluar sana banyak yang lebih cantik dari Lian. Tapi Lian tetap berbeda bagi Nathan . yang membuatnya bertekad bisa menaklukan gadis kecil yang lumayan keras kepala itu.


******


Lian keluar dari lift . Ketika hendak pulang . Bersama para karyawan lain..Dan ia melihat Emma dan Grace sudang menunggu taxi didepan gedung perkantoran.


" Emma , Grace " kata Lian yang berlari kecil mendekati kedua temannya.Yang membuat Emma dan Grace menoleh tersenyum melihat Lian yang berjalan kearah mereka berdua.


" Ayo pulang " kata Grace tersenyum .


" Huh.... ok ayo , " kata Lian ngos ngosan. karna berjalan cepat Lalu mengatur nafasnya biar normal kembali.


" Taxi sudah otw tunggu sebentar lagi mungkin lagi dijalan " kata Emma .


" Kita jadi kan hang out kan malam ini .cuma cari makan lama ngak ngumpul " kata Grace. Yang sambil membetul kan pakaiannya yang kusut.


" Jadilah biar aku yang traktir kalian " kata Lian . Sambil tersenyum


" Ok ngak masalah Li, baru dapat duit dari kakak ganteng ya. kapan dia mampir lagi ?" tanya Grace


" Ngak tahu, dia lagi pulang .kakak iparku sudah mau melahirkan " jawab Lian .


Namun tiba tiba Nathan datang menghampiri mereka bertiga " Lian....ayo ikut dengan ku " kata Nathan .Yang membuat ketiga gadis itu kaget


" Ngak pa, saya mau pulang ini sudah diluar jam kerja " kata Lian menolak .


" Hei kita masih ada urusan aku akan hitung lembur Emma Grace kalian pulang duluan aku ada urusan dengan teman kalian ini " kata Nathan sambil mengeluar dompet dan memberi beberapa lembar uang dollar pada Emma


" Apa ini pa ?" tanya Emma bingung . begitu juga Grace.


" Untuk bayar taxi dan aku sewa teman kalian " kata Nathan yang langsung membopong tubuh mungil Lian seperti karung beras . Yang membuat Lian berontak dan memukul mukul punggung kokoh bosnya itu.


" Turunkan pa ...malu dilihat orang....!!" kata Lian berteriak. Yang membuat Emma dan Grace hanya melongo tampa ingin menolong.

__ADS_1


__ADS_2