Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 81


__ADS_3

Lian bergegas menyusun laporan dan jadwal sang bos Lalu menuju ruangan sang bos.


" Tolong tutup pintunya " kata nathan.


" Baik pa " kata Lian yang lalu menutup pintu. Dan Nathan langsung mengunci otomatis pintu.


" Lho kenapa dikunci pa ?" kata Lian heran. Pagi pagi sudah main kunci saja. Dan itu tidak dari biasanya Lalu Lian pun duduk di hadapan Nathan.


" Kesini " kata Nathan menyuruh Lian mendekatinya


Lian menggelengkan kepalanya " Saya duduk disini saja pa " kata Lian .


" Kesini ...!!" perintah Nathan sekali lagi seraya menatap Lian .


Lian yang ditatap balik menatap Nathan hingga keduanya saling tatap . Karna Lian tak menurutinya Nathan beranjak dari kursinya Dan berputar mendekati gadis mungil itu.


" Bapa mau apa ? " kata Lian ketika Nathan


mendekatinya .


"Apa Kau mau bermain main denganku " kata Nathan yang langsung mengendong tubuh Lian. Lian yang kaget berontak namun kalah karna Nathan memeluk tubuhnya erat dan mengunci pergerakannya. Dan membawanya ke sofa.


" Bapa apaan sih mau ngapain " kata Yang berusaha melepaskan dirinya. Dari pelukannya Nathan yang lalu memangku nya bak anak kecil yang di pangku.


" Diam lah " kata Nathan..yang makin memeluk Lian erat


" Ih......lepas pa Kalo ngak aku akan teriak " kata Lian .


" Silahkan saja lagian ngak akan ada yang bisa mendengar kan. ruangan ini kedap suara " kata Nathan.


" Bapa mau apa sih " kata Lian


" Aku mau dirimu " kata Nathan yang lalu mencium pipi Lian tampa seizinnya


" Bapa ih lepas " kata Lian yang mencoba memberontak dan melawan namun sia sia karna Nathan sudah tahu tehnik bela diri.Dan ia juga sudah biasa mencium Lian.


" Tenanglah kita cuma berdua disini " kata Nathan yang memeluknya semakin erat.


" Pa saya ngak bisa bernafas ini pa " kata Lian yang mencoba mengalihkan perhatian Nathan Namun Nathan sudah tahu apa rencana Lian.Yang terbaca.


" Kau gadis cerdas, pintar dan cerdik. tapi kau tak bisa mengerjaiku mulai hari ini " bisik Nathan yang nafasnya terasa dipipi Lian.


" Ok bapa mau apa " kata Lian menyerah. dan duduk tenang .


" Kenapa kau tak bilang kalo Rayyan adalah kakak mu dan kalian berdua mengerjaiku kan" kata Nathan.

__ADS_1


" Lah bapa sendiri yang salah , kenapa marah marah dan mengatai saya pacaran jadi sekalian saja saya katakan kekasih saya Lalu kenapa bapa ngatai saya bohong " kata Lian .


" Ok ......saya akui saya salah . Tapi bisa kah kau ajak kami bicara baik baik " kata Nathan .Aku ingin mengenal Rayyan.


"" Hah.....ngapain bapa kenal kakak saya , ngak mau Malah nanti tambah ribet " kata Lian cemberut.


Cup .....


" Bapa apaan sih malah nyium nyium " kata Lian kesal.


" Kan kita mau menikah betulan , makanya aku ingin kau membawaku ke kakakmu. Dan menikahi mu karna kemaren kau bilang kau hamil.kan


Deg........


" Aku.......


" Jangan bergerak , diam lah kau bilang kemaren kau hamil kan . Nah jadi aku akan bertangung jawab . Dan menikahi mu " Kata Nathan serius


Lian lalu menatap Nathan intens .Dan kedua manik mata mereka saling bertemu. Dan sesaat membuat Lian lalu membuang wajahnya .


" Kenapa?" bukankah aku sudah bersedia " kata Nathan tampa sedikitpun melonggar kan pelukan pangkuannya. Yang membuat Lian tak berkutik. Malah Nathan semakin erat memeluknya.


" Pa, sudah lepas ah " kata Lian


" Tak akan sampai kau berjanji membawa ku pada Kakakmu. " kata Nathan kekeh..


" Baiklah " kata Nathan lalu mengurai pelukannya Dan Lian pun turun dari pangkuan Nathan. Namun tak sengaja. Belum lagi ia tegak berdiri tubuhnya oleng Karna kurang seimbang membuat Nathan menangkap cepat tubuhnya cepat . Yang membuatnya kembali jatuh ke pelukan Nathan. Dengan posisi miring.


Bug....


"'Em....kenapa lagi " kata Nathan


" Maaf aku tak sengaja pa " kata Lian Dengan wajah bersemi merah .Yang ingin bangkit namun Nathan menahannya membuat Lian gugup karna Nathan mendekati wajahnya. sangat dekat.


"'Apa kau sengaja melakukannya " kata Nathan tersenyum.


" A...aku.....mpt.......mpt......


Nathan pun tak menyia yia kan nya. Ia langsung mencium bibir Lian Yang ingin bicara. Karna itu ia bisa ******* nya bibir mungil itu dalam. Tampa bisa membuat Lian berontak. Karna posisinya ia memegang krah kemeja Nathan.


Mulanya Lian hanya diam. tapi karna ia terbuai . Ia pun membalas ciuman Nathan. Yang membuat Nathan semakin dalam memeluk tubuh Lian . Hampir 15 menit keduanya melakukannya. . Lalu Nathan melepas kan ciumannya. Dan menatap lekat wajah Lian .


" Jangan menghindar lagi kau juga menyukainya kan " kata Nathan yang menempelkan bibirnya pada bibir Lian.


" Aku ....tidak tahu ..." kata Lian gugup lalu matanya keduanya beradu . Dan kembali Nathan ******* bibir Lian . kali ini Lian menikmati nya. Dengan mengalungkan tangannya di leher Nathan

__ADS_1


Entah kenapa. Lian merasakan itu begitu nikmat dan menutut. Lama kedua nya berciuman. Dan dan saling membalas Yang membuat keduanya lupa kalo mereka sedang berada dikantor.


Tok....tok....tok.......


Lian langsung melepas ciuman nya lalu turun dari pangkuan Nathan Dan membenahi pakaiannya yang kusut .Begitu juga Nathan bergegas beranjak dari sofa dan mengambil remote pembuka pintu .


" Masuk " kata Nathan.


Ceklek..


Pintu pun terbuka dan Dion berdiri dengan mimik tersenyum.


" Apa aku menganggu kalian " kata Dion


" Ah tidak masuklah " kata Nathan sedangkan Lian bergegas keluar dari ruangan Nathan tampa bicara apapun . Dengan Wajah merah merona.


" Apa yang kau lakukan padanya bos " kata Dion ketika Lian berlalu


" Cuma berciuman " kata Nathan jujur.


" Ish......ish...... pantas mukanya kaya kepiting rebus setengah matang " goda Dion.


" Apa aku menganggu ?" Kata Dion pelan.


" Tidak ..... kami hanya melakukannya sebentar Ada apa kau kesini. " kata Nathan menatap Dion.


" Lukas ada di ruangan ku tadi ia ingin menemui bos tapi pintunya terkunci jadi ia menemui ku " kata Dion.


" Baik suruh dia kesini, ada apa perlu apa dia kesini ?" kata Nathan heran .karna tak biasanya temannya itu datang kekantornya.


" Aku tidak tahu " kata Dion yang lalu mengangkat kedua tangannya .Lalu keluar untuk memanggil Lukas. Dan kembali lagi bersama Lukas dengan wajah datar.


" Ada angin apa kau datang kesini ?" kata Nathan .


Lukas tak menjawab tapi langsung menarik kursi didepan meja Nathan dan lalu duduk. Dengan tenang.


" Ada yang ingin ku bicarakan empat mata " katanya seraya melirik Dion. .


Dion yang merasa dilirik pun langsung mengundurkan diri . Dan melihat kearah Nathan " saya kembali ke ruangan saya dulu bos " kata Dion .


" Ya " kata Nathan. Sambil melihat Dion yang melangkah keluar dari ruangan nya.


" Bicaralah " kata Nathan


" Langsung saja apa benar Grace karyawan magang mu ?" tanya Lukas menatap Nathan.

__ADS_1


" Grace.......iya dia karyawan magang ku teman Ana dan Emma .Ada apa apa ada masalah " kata Nathan sambil menatap Lukas dan berpikir. Mengingat apa yang pernah Lian ceritakan.


"Jadi benar kau....yang menghamilinya!!" kata Nathan menatap Lukas yang terkejut.


__ADS_2