
Siang itu setelah pekerjaan Lian selesai . Nathan pun mengajak Lian makan siang. Di luar kantor. Lian yang menurut saja apa kemauan bosnya. Hanya mengikuti kemana bosnya pergi.
" Mau makan kemana lagi nih bos. Padahal nanti sore aku mau ngirim data laporan kekampus " bathin Lian dalam hati.
" Lian......ayo turun " kata Nathan yang sedari tadi diam saja.
" Baik pa " kata Lian Lalu turun dari mobil mewah milik bosnya itu.
Nathan memasuki sebuah restoran cepat saji .Yang diikuti Lian. Yang mengikuti sang bos menuju meja yang sudah di reservasi
" Wah lumayan nih tempat cukup.nyaman " kata Lian .Yang sangat suka kulineran bersama sang kakak.
" Pilih menu sendiri " kata Nathan menyodorkan buku menu.
" Baik pa " kata Lian.
Lian cukup kaget .Ketika direstoran itu ada makanan indonesia.nya Yang membuat Lian memesannya. Yaitu masakan rendang spesial .Karna cukup langka bagi Lian .Ada restoran yang menyediakan menu Indonesia.
Tak lama keduanya menunggu. Makanan pun datang. Sedang sopir Nathan tidak ikut karna Nathan menyuruhnya mengantar kan. sesuatu.
" Itu menu apa ?" tanya Nathan bertanya pada Lian. Yang memesan Nasi dan Rendang juga sop daging.
" Ini menua asia pa " kata Lian.
" Apa enak ?" tanya Nathan .
" Bos mau mencobanya silahkan " kata Lian yang menyodorkan rendangnya pada big bosnya.
Nathan pun menyicipi nya. " lumayan, apa ini terbuat dari daging" tanya Nathan.
" Iya pa , dan juga rempah rempah" jelas Lian.
" Enak " puji Nathan yamg menguyah rendang .pelan di mulutnya.
" Kalo bapa suka ambil saja " kata Lian menawarkan lagi.
" Tidak cukup " kata Nathan .Yang lalu membuat mereka saling tatap. Namun Lian cepat mengalihkan perhatiannya ketempat lain. Karna tak ingin melihat mata setajam elang itu.
Deg......
" Ya ampun tuh bos bikin gue salah tingkah deh " kata Lian. Yang lalu berdoa dulu sebelum makan.
Nathan memperhatikan sekertarisnya itu Yang asyik menikmati makan siangnya. Keduanya pun diam tak banyak bicara Sampai selesai makan.
Entah mengapa siang itu hari tak bersahabat hujan pun turun .Ketika mereka hendak pulang.
" Yah hujan pa " kata Lian.. Ketika melihat suasana hujan lebat.
__ADS_1
" Kita disini dulu saja sampai Gee menjemput kita " kata Nathan. Yang melepaskan jasnya .Lalu menutupi tubuh Lian.
Deg .......
" Trimakasih pa " kata Lian. Karna tak mungkin ia menolaknya. Karna memang suasana nya memang dingin.
" Tumben nih bos bersikap manis. Padahal galak " kata Lian dalam hati.
Bagaimana tidak .Lian tak berani membantah bosnya itu .Apalagi Nathan sebagai atasannya. Lian sangat menjunjung tinggi sikap profesional kerjanya Yang menghargai sikap baik siapa saja. Apalagi bosnya.
Sedang Nathan hanya diam. Menatap hujan lebat yang menguyur bumi. Wajahnya terlihat tenang . Memperhatikan titik titik air hujan yang jatuh membasahi tanah.
"'Bos cukup tampan bila dilihat dari dekat " kata Lian dalam hati. Mana mungkin dia brani berkata seperti itu langsung.. Di hadapan sang bos. Malah nanti jadi tambah malu Lian.
" Ayo masuk lagi " kata Nathan yang kembali masuk dan duduk ditempat mereka makan tadi.
" Pelayan tolong buatkan susu jahe hangat dua " kata Nathan. Ketika seorang pelayan ketika melewati mereka berdua.
" Baik tuan " kata pelayan itu bergegas ke belakang.
" Apa kau kedinginan " tanya Nathan pada Lian.
" Sedikit pa " jawab Lian .Sambil menatap jam.nya.
" Kenapa ? " tanya Nathan menatap Lian.
" Aku bosnya ,kenapa kau takut. Tenang saja tak akan ada yang memarahi mu " kata Nathan.
" Ish......ya tentu saja kan dia bos nya " kata Lian dalam hati.
Lian bukan takut. Tapi ia hanya ingin mengirim tugasnya lewat email .takut keburu sore.Dan waktunya habis.
Tak lama. pelayan restoran kembali membawa dua gelas susu hangat yang dipesan .Dan meletakkannya di depan Lian dan Nathan.
" Minumlah biar kau tak kedinginan . " kata Nathan. Yang tak mau sekertarisnya itu kedinginan . Entah mengapa ia mendadak perhatian pada gadis itu.
" Trimakasih pa" kata Lian .Lalu meminum sedikit demi sedikit susu jahe. Yang terasa hangat di tenggorokannya.
" Kenapa dia tahu aku suka susu jahe" bathin Lian. Karna memang Lian sangat suka dengan susu jahe apa lagi di musim dingin.
Keduanya sibuk dengan pikirannya masing masing . Ketika hujan mereda .mereka pun kembali kekantor. Dan Lian langsung mengirim tugas yang tadi ia rencanakan . Agar nanti tak repot repot mengantarnya. Karna cuaca nya sekarang tak bersahabat.
Lian memang gampang sekali kedinginan
Karna di negaranya hanya dua musim. Sedang disini ia harus menghadapi empat musim. Semula tak masalah bagi Lian. Tapi karna ia gampang lelah. Ia menghindari banyak keluar malam. Apalagi tak ada keluargga . Yang ada hanya sahabat sahabatnya. Dulu pertama kuliah ada sang kakak slalu mengawasinya .Tapi sejak kakak nya menikah. Lian . harus bisa mengurus dirinya. Karna kakaknya kadang berada di indonesia kadang berada disini. Hanya untuk bolak balik berbisnis.
" Lian ..........."
__ADS_1
" Hai kak Dion " kata Lian.
" Sedang apa ?" tanya Dion yang berdiri disamping mejanya.
" Mengirim tugas kuliah kak, tadi kak kemana kok ada pas makan siang?" tanya Lian yang sempat mencari Dion.
" Kak Dion ada janji makan diluar, bukannya kau tadi juga makan di luar sama bos " kata Dion berbicara pelan.
" Iya kak . " kata Lian.
" Ini apa ?" kata Dion. yang memegang jas di tubuh Lian yang kebesaran . Karna Dion tahu siapa pemiliknya.
" Jangan kau bilang......
" Ini tadi bos pinjamkan untukku kak, karna aku kedinginan pas menunggu hujan reda " kata Lian jujur.
" Oh ya......." kata Dion tersenyum penuh arti.
" Ya sudah teruskan kak mau bertemu dewan direksi dulu " kata Dion.
" Iya kak " kata Lian.
Sedang Nathan yang melihat interaksi keduanya hanya membuang nafas kasar. Entah mengapa ia merasa tak nyaman dengan keakraban dua bawahannya itu.
"'Apa apaan si Dion mendekati Lian" kata Nathan pelan. Lalu kembali melanjutkan pekerjaannya Yang tadi sempat terusik karna memperhatikan sekertarisnya itu.
Sedangkan Lian membuka pesan di ponselnya. Ketika ponselnya bergetar.
Grace " sudah . ngerjain tugas lum "
Lian " Sudah ditangan prof barusan"
Emma " Kok bisa "
Lian " Sudah aku Kirim lewat email "
Grace " Curang ngak kasih contekan. "
Lian " Mana bisa mau di hukum "
Emma" Biasa bercanda dia beb "
Lian pun tersenyum . Karna sudah biasa baginya. Four girl group itu saling bercanda dalam group mereka. Karna mereka satu kampus. Hanya Ayse yang berbeda tempat magang . Karna yang direkrut hanya 3 orang kandidat dan Ayse tak tersaring. Jadilah mereka berpisah.
Nathan memperhatikan Lian yang sedang tersenyum. Jarak ruangannya hanya sekitar 3 meter kearah pandang meja Lian. Yang terlihat jelas .Untuk mengawasi sekertarisnya itu.
" Dia tersenyum dengan siapa?" guman Nathan. Yang jengah melihat Lian terlihat bahagia. Seolah tak ada beban hidup .
__ADS_1
Entah mengapa beberapa hari ini perasaannya tak nyaman..Nathan sendiri tidak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya. Yang membuatnya gelisah tak bisa tidur