
Pagi ini Lian dan Emma berangkat lebih awal. Karna ada meeting dikantor nanti jam 9 Dan Emma ingin membantu Lian.
" Li sudah pelajari dulu materinya biar itu aku yang urus laporannya " kata Emma.
" Sudah santai aja Em , materi hanya sedikit kok " kata Lian Yang membaca materi meeting nya. Karna memang nanti ia akan menemani Nathan.
Nathan yang baru datang berjalan menuju ruangan nya .Terlihat cukup tampan dengan memakai jas abu abu
" Pagi pa " sapa Lian dan Emma
" Pagi " jawab Nathan. Sambil melewati keduanya.
Lalu Lian dan Emma pun kembali sibuk dengan pekerjaan..Tak lama Nathan pun memanggil Lian
" Ya pa " kata Lian berdiri didepan meja Nathan .
" Hari ini kita meeting , apa kau sudah menyiapkan semuanya .
" Sudah pa " kata Lian.
" Baiklah kita berangkat 15 menit lagi Biar aku selesai kan berkas berkas ini " kata Nathan.
" Baik pa " kata Lian yang lalu kembali kemejanya..
Setelah siap dan menunggu selama 15 menit Lian dan Nathan pun pergi . Menghadiri meeting di perusahaan yang mewah. Yang menurut Nathan perusahaan baru ..Yang cukup bonafit Yang juga bergerak di bidang jasa property Yang membuat Lian kagum karna interior mereka sangat rapi dan elegan
" Pa apa ini perusahaan baru ?" tanya Lian
" Iya gedungnya , tapi pemiliknya pemain lama memegang bisnis ini karna dia putra pewaris perusahaan " kata Nathan .
" Oh begitu " kata Lian mengangguk.
Yang melihat lihat sekeliling ruangan . Tak lama tamu pun berdatangan dan cukup banyak yang hadir . Dan disana Lian juga melihat Clara yang juga datang bersama bos nya.
" Sialan kenapa dia juga ikut ?" kata Clara yang tak pernah senang pada Lian.Yang juga hadir dalam acara meeting itu
Sedang kan Lian bersikap tenang . Walau pun musuh nya menatap nya sinis. Karna Lian tahu tak mungkin Clara berani macam macam .Bila berada di tengah keramaian .
__ADS_1
Meeting berjalan dengan lancar sampai Lian menjelaskan . Materi tentang property mereka yang sedang berjalan . Dan memberikan tips Cara kerja Team work mereka yang berada di kantor . Hingga semuanya berjalan lancar. Rapat yang berlangsung 2 jam itu terkesan tenang dan serius. Nathan cukup puas Dengan penjelasan Lian . Padahal ia jarang sekali berdiskusi dengan Lian. Namun Lian cukup cerdas untuk menangani semua masalah Yang ada kantor mereka.
" Dia cantik dan pintar " kata pemilik perusahaan perusahaan berbisik pada asistennya
" Dia sekertaris tuan Nathan bos " kata sang asisten
" Oh ya terlihat masih sangat muda " kata Mattew yang memang baru terjun berbisnis mengantikan sang papi.
" Begitu lah bos , bahkan dia juga pintar dan cerdas " jawab asistennya berbisik ketika meeting sudang selesai
Sedangkan Lian merapikan semua berkas nya sambil sesekali melirik jam .Karna memang mereka harus segera kembali kekantor bila sudah selesai. Lian pun lalu mengirim pesan untuk Nathan bahwa ia Izin sebentar ke kamar kecil Yang dianggukan Nathan dari tempat duduknya. Yang bergegas keluar dari ruang rapat
" Wow. ....rupanya sekertaris baru ini cukup handal bernegosiasi ya " sindir Clara ketika berpapasan dengan Clara. Yang juga ke kamar kecil
Namun Lian tak menangapi nya .Karna tak ada gunanya baginya mengurusi hal yang tidak penting. Yang membuat Clara merasa kesal karna Lian bersikap cuek
" Cih ...sombong apa kau merasa hebat karna Nathan membelamu " kata Clara lagi
" Maaf nona Clara saya tak mau berurusan dengan anda. permisi " kata Lian yang sudah selesai mencuci tangannya . Lalu pergi. Namun Clara menghalanginya. Yang membuat Lian menarik nafas dalam.
" Cih apa kau merasa diri mu sudah hebat Karna baru mendapatkan status sekertaris terbaik . Kau pikir Nathan serius menyukai mu dia hanya ingin tubuh mu setelah bosan ia akan membuang mu seperti sampah " kata Clara sinis mencibir Lian
" Oh ya ...... tapi sepertinya itu berlaku untuk bos mu dan dirimu nona Clara. Apa tuan Brian senang meniduri mu Setelah bosan dia membuang mu seperti sampah. Sampai kau berambisi ingin menarik perhatian bos Nathan Cih....kasihan " kata Lian balik membalas.
Jleb ....
" Kau ....bos ku tak seperti itu Dia baik dan profesional tak seperti Nathan yang mencampur adukan perasaan dan pekerjaan " kata Clara tak terima.
" Oh ya lalu kenapa kau masih mencari cari keburukan orang lain .Urus saja diri mu dan bos mu itu. " kata Lian.
" Cih ....munafik Apa kau merasa dirimu bersih Paling kau juga mengoda Nathan kau Agar bisa tetap menjadi sekertaris nya. Padahal kau hanya karyawan magang " cibir Clara.
" Maaf tak ada guna nya meladeni orang yang sok tahu " kata Lian yang ingin pergi Namun Clara menendang sepatunya. Lian yang terlatih hanya menghindarinya .Dan pergi tak menoleh.
" Brak.........sret........
Clara langsung terjatuh yang membuat rok span nya sobek .
__ADS_1
" Auw........ sialan kau Ana " maki Clara yang membuat pakaian nya menjadi kotor. Apalagi terlihat belahan rok nya yang sobek
Dan Lian hanya meliriknya dan bergegas pergi .
" Akh...... dasar gila awas dia aku akan membuat perhitungan dengannya dan membuat nya menyesal nanti " kata Clara yang dongkol karna tak sekali pun ia bisa mengalahkan Lian.
Lian berjalan tenang kembali keruangan meeting Terlihat beberapa orang yang ikut meeting sudah berkurang dan pulang.
" Sudah selesai ayo pulang " kata Nathan
" Baik pa " kata Lian Yang lalu meraih berkasnya dan tas selempang nya .Lalu berdiri mengikuti Nathan yang sudah melangkah lebih dulu.
" Kami permisi tuan tuan dan nona " kata Lian pamit dengan sopan .Yang dibalas anggukan oleh para relasi bisnis mereka .
Lian pun bergegas menyusul Nathan dan berjalan di belakang nya. Untuk kembali ke kantor mereka.
" Ana kita makan siang dulu, Gee tempat biasa ya " kata Nathan ketika sudah duduk didalam mobil
" Ya pa " kata Lian ya duduk tenang disebelah Nathan.
Tak lama mobil pun merapat di parkiran sebuah restoran mewah . Nathan dan Lian
pun turun memasuki restoran Dan tampa sengaja disana mereka bertemu Jenny dan Jeb. Yang duduk tak jauh dari meja pesanan Nathan.
" Hei bro bergabung lah dengan kami " sapa Jeb
" Trimakasih kita sudah memesan tempat " tolak Nathan sopan. Karna tak mau ada masalah Karna tahu Jenny tak menyukai Lian.Dan itu terlihat jelas dimata Jenny.
Nathan dan Lian pun duduk tenang di kursinya .Ketika pelayan memberikan buku menu dan kembali ke belakang. Tak lama pesanan mereka pun datang . Nathan dan Lian pun dengan tenang menyantapnya.
" Wah asyik juga ya pasangan bos dan sekertaris yang serasi .Sama sama tukang makan dan cuek " sindir Jenny . Yang membuat Nathan memicingkan matanya
menatap tajam Jenny .
" Jaga mulutmu Jen " kata Jeb menegur Jenny yang tak senang dengan ucapan sekertarisnya itu dan menatap Jenny tajam
" Maaf " kata Jenny . Yang merasa iri dengan Lian.
__ADS_1