
" Apa dia Nathan " kata Lian
" Iya nona " kata bibi Maria.
" Suruh dia masuk dan bergabung untuk makan bi " kata bunda Aira.
" Baik nyonya " kata bi Maria yang lalu . Kembali keluar menuju ruang tamu .
Tak lama kemudian Nathan muncul dan langsung menghampiri papah Bian dan bersujud di kakinya .Yang membuat semua orang kaget . Begitu juga papah Bian .
" Tuan maafkan saya. tolong izinkan saya
mencintai putri tuan. Karna kami saling mencintai " kata Nathan mengiba. Yang membuat bunda Aira beranjak dari duduk nya Dan mendekati Nathan .
" Bangunlah nak , kau tak pantas melakukan itu " kata bunda Aira Yang lalu mengandeng Nathan untuk duduk dikursi
" Tapi bun " kata Nathan .
"Duduk dan makan lah dulu nanti kita bicara " kata Papah Bian .Yang membuat suasana meja makan menjadi tegang.
Grace , Emma dan Ayse saling pandang
Begitu juga Lian yang memandang bunda dan kakak nya .
" Kenapa berhenti ayo makan " kata bunda Yang lalu mengambil piring dan mengisi nasi sayur dan lauk dipiring Nathan.Lalu memberikannya pada Nathan.
" Terima kasih bun " kata Nathan.
Lalu mereka pun makan bersama . Tampa ada obrolan sama sekali Paling hanya bunda
sesekali untuk menyuruh untuk menambah makanan .Dan setelah selesai Nathan pun lalu diajak bicara empat mata oleh papah Bian Di ruang kerja nya Yang membuat Lian cemas Dan takut terjadi apa apa Dengan bos nya itu.
" Lian ayo kedepan de, ngak usah ditunggui nanti juga keluar " kata Rayyan Yang melihat Lian berdiri mematung Menatap ruangan kerja papahnya.
" Tapi kak " kata Lian
__ADS_1
" Ayo ....tak akan terjadi apa apa. merka hanya bicara antar pria." kata Rayyan Yang mengandeng Lian keruang tengah untuk berkumpul dengan bunda dan teman temannya.
" Bun......" kata Lian mendekati bunda nya.
" Bunda Aira yang mengerti kecemasan Lian langsung merangkulnya putrinya
" Tenang lah biar kan papah mu bicara berdua dengannya " kata Bunda. Yang mengerti kekhawatiran Lian
Grace Ayse dan Emma lalu mendekati Lian dan tersenyum
" Bos Nathan pasti bisa bicara baik baik pada papah mu Li , tenang lah " kata Ayse Yang mengengam tangan Lian Untuk membuat sahabatnya itu tenang Yang tegang menunggu Nathan keluar dari ruang kerja papah Bian
Di dalam ruangan Nathan tertunduk ditatap pria paruh baya. Yang masih terlihat tampan dan gagah juga berwibawa. Bagaimana tidak pria yang ia kenal slama ini sebagai pengusaha berpengaruh adalah ayah dari wanita yang sangat dicintainya. Yang membuat nya cemburu malam itu. karna Nathan hampir menamparnya
" Apa kau serius dengan putriku " kata papah Bian membuka pembicaraan .
" iya tuan saya serius karna saya sangat mencintai putri tuan " kata Nathan gugup.
" Kenapa kau tidur dengannya . Dan mengaku ngaku istrimu sedang kan kalian tak punya ikatan " kata Papah Bian.
" Saya .... hanya ingin menyenangkan grand pa Ben tuan, tapi itu salah Dan sekarang grand pa terbaring koma dirumah sakit. Saya menyesalkan maafkan saya tuan .Tapi saya serius mencintai Ana. .Dan saya ingin menikahnya .Sekaligus menyenang kan grand pa agar beliau cepat pulih. Karna grand pa menyukai Ana. Sebab itu lah saja membuat perjanjian dengan Ana " kata Nathan Lirih.
" Saya mencintai nya tuan, grand pa juga menyayangi Ana karna dia baik .Saya aku mengalah dan bersedia mengikuti dan belajar keyakinan Ana tuan " kata Nathan
" Kau yakin .... masyarakat disini mengenal kami radikal dan kaum ******* Lalu bagaimana kau yakin karna cinta Kau merubah keyakinan mu. begitu saja Tampa menimbang dan melihat logika Apa kau yakin bisa menjawab semua pertayaan keluargga mu .Ana putriku dia sangat berharga dari sekedar uang trilyunan Seorang ayah tak akan menukar putrinya Hanya demi harta dan tahta Dan perlu kau tahu ..Aku tak tertarik sama sekali dengan apa yang kau punya. ." kata Papah Bian Menegaskan kalo ia tak mau Nathan main main dengan putrinya.
Deg.......
" Saya mengerti tuan ,anda sudah punya segalanya. Tap kami saling mencintai Tolong restui kami . Saya berjanji akan mencintai nya dan menjaganya " kata Nathan .
" Kau yakin , putriku bisa menjaga dirinya sendiri. Tampa kau menjaganya Karna kami mendidiknya dengan baik . Mengasuh dan memberi kan nya kasih sayang . Hingga dia tumbuh menjadi gadis yang tangguh. Aku yakin kau belum mengenalnya baik Nathan aku akan memberi mu kesempatan Dan maaf bila itu cukup mengagetkan tuan Ben. Tapi kau harus membuktikan keseriusan mu dulu sebelum kau menikahi putriku Benahi dulu dirimu . Sebelum kau menemui ku lagi nanti " kata papah Bian
" Tapi tuan bisakah kami bicara " kata Nathan
" Silahkan tapi ingat tak ada lagi paksaan dan tekanan. Juga perjanjian . Kalo kau memaksa Ana aku sendiri yang akan menghancurkan mu "kata papah Bian tegas. Yang membuat dada Nathan bergetar Mendengar apa yang diucapkan papah wanita nya itu. Karna jelas Tuan Albian menentangnya.
__ADS_1
" Tuan......tapi...."
" Kecuali kau serius dan ku kupegang janjimu itu. Tapi sebelum kalian punya ikatan aku secara pribadi melarang Ana untuk menemui keluargga mu .Apa kau mengerti " kata tuan Bian .
" Baik tuan saya berjanji " kata Nathan Yang tak bisa mundur lagi. Karna ia akan berjuang sampai darah penghabisan untuk mengejar cintanya. Dan memiliki Ana. Karna ia mencintai gadis itu segenap jiwanya
Lalu keduanya terdiam .Hanya terdengar helaan nafas .Papah Bian sengaja bicara berdua agar ia bisa mengenal karakter calon menantu itu. Karna ia tak ingin Lian sakit hati dan hancur. Karna ini pertama kalinya keluargga mereka Punya hubungan dengan pria asing Dengan berbeda budaya agama dan tradisi . Yang membuat cara pandang mereka berbeda .Juga dengan kehidupan sosial mereka yang bebas
Yang membuat papah Bian bersikap tegas. Karna dulu sepupunya menikah dengan orang asing Namun berakhir tragis . kehidupannya hancur sampai akhir nya sepupunya meninggal.
" Kita sudah selesai . Sekarang bicaralah dengan Ana baik baik. Jangan menyakiti putriku bila kau bermain main ." kata Papah Bian
" Baik tuan " kata Nathan Yang beranjak dari kursi Lalu dan berpamitan Dan keluar dari ruangan menuju pintu
Lian yang melihat Nathan keluar langsung menghampiri nya.
" Pa anda baik baik saja " kata Lian cemas.
" Aku baik baik saja Aku mencintai mu
bisa kah kita bicara di luar " kata Nathan sambil melihat kearah Bunda Aira .Rayyan dan ketiga teman Lian.
Bunda tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.
" Ayo " kata Lian yang membawa Nathan ke teras depan mansion Sambil melihat alam terbuka .
Tak lama Papah Bian pun keluar . Yang membuat bunda Aira langsung
menghampiri suami nya itu.
" Bagaimana bi ,apa yang kalian bicarakan Apa kau merestui mereka. " tanya bunda.
" Tidak........" kata papah Bian
" Hah...... astagfirullah bi kenapa kau tega sih mereka saling mencintai " omel bunda.
__ADS_1
" Tapi aku......." kata papah Bian menggantung
" Apa .....???