
Nathan dan Dion pun saling pandang.
" Bukan siapa siapa Kita hanya membahas orang yang hampir mencelakai mu " kata Nathan ..
" Oh ya apa mereka sudah ditangkap." tanya Lian .
" Mereka kabur keluar kota tapi dalangnya sudah ditangkap " kata Nathan .
"' Oh ya syukurlah ini laporannya pa untuk hari ini Dan yang ini sekalian jadwal bapa " kata Lian
" Ok trimakasih " kata Nathan
" Ya pa saya permisi " kata Lian lalu pergi meninggalkan Dion dan Nathan yang berdiskusi..
" Apa kita tak beri tahu saja bos." kata Dion
" Tidak aku tak ingin Lian berurusan dengan mereka. Dan lagi Lian bukan seorang pendendam . Aku sendiri yang akan membuat perhitungan dengan Clara
" Baiklah bos " kata Dion
" Kita akan kesana nanti , Setelah makan siang ." kata Nathan
********
Sedangkan dirumah sakit Lukas sudah mulai makan sendiri.
" Bagaimana jim kau sudah mengawasi nya .Apa ia sudah keluar dari mansion.." kata Lukas
" Tidak bos wanita itu tak pernah keluar dari mansion Seperti yang lain nya yang pergi dan pulang bekerja dia tak pernah terlihat " Jimmy asisten Lukas .
" Sialan atau dia tak disana..Atau teman nya itu Yang memakai ponselnya . " kata Lukas gusar
" Kau benar tuan Lukas aku yang membawa ponsel Grace " kata seorang gadis Yang berdiri sambil membawa bunga dan sekeranjang buah .
" Kau ... Lian mau apa kesini." tatap Lukas
penuh selidik.
" Ingin memastikan bagaimana kondisi tuan Lukas yang sombong ini" kata Lian santai. Yang lalu menaruh bunga dan keranjang buah diatas bufet.
" Trimakasih bunga dan buah nya Dan sudah datang untuk melihatku Sekarang pergilah.Atau kau senang melihat ku seperti ini " kata Lukas. Menatap Lian tajam. Yang tadinya sangat menyukai Lian .Tapi kini setelah tahu Lian adalah teman Grace ia pun merasa benci. Dengan sekertaris Nathan itu.
" Wah rupanya aku tak diterima baik " kata Lian santai.
__ADS_1
" Maaf kau temannya bukan atau kau kesini ingin menertawakan ku" kata Lukas melirik Jimmy yang berdiri disamping nya
" Tidak juga aku hanya ingin memastikan saja kau tak sekarat Dan grace baik baik saja. Kalo kau berharap berdamai tunggu sampai kau sehat " kata Lian.
" Kau...." kata Lukas geram.
" Hahaha..... apa kau kesal tuan Lukas atau kau menyerah . .Kasihan sekali ... masa seorang Lukas casanova hebat bangkrut hanya karna menindas gadis kecil " ledek Lian yang membuat Lukas menatapnya tajam.
" Kau......apa karna kau berlindung di balik Nathan Sehingga kau jadi brani. Rupanya aslimu sangat mengerikan nona Lian " kata Lukas sinis
" Oh ya.........hahaha ......ih serem......apa kau kira kami wanita yang lemah .Mudah sekali diperdaya tuan Lukas. " kata Lian tersenyum mengejek.
" Kau harus tahu Grace tak selemah yang kau kira. Tadi nya ia ingin berdamai dengan mu ketika kau serius mencintainya . Tapi setelah kau menunjukkan sisi asli mu yang sepeti iblis itu. Dia berubah pikiran.. Dan wajar bila Grace juga bisa marah. Kau tahu bukan laki laki saja yang kuat. wanita pun akan menjadi kuat setelah dia disakiti dan di tindas seenaknya ." kata Lian.
" Pergi dari sini aku tak tertarik dengan ceramah mu " usir Lukas.
" Baik lah , aku datang kesini hanya untuk memperingat kan mu . Untuk bersikap gentleman. Dan lagi Grace tak tertarik memakai uang mu . Dia hanya menyimpan nya buat pajangan. Karna pewarisnya lah yang berhak memakai nya. Ok.....slamat istirahat tuan Lukas bye .... " kata Lian melambaikan tangan nya.
Lalu Lian pun keluar dari ruangan Lukas dengan santainya.
" Sialan..... gadis itu " umpat Lukas kesal
" Tuan apa perlu kita menghajarnya dan menangkapnya " kata Jimmy .
hah.... aku yakin kau lah yang akan babak belur " kata Lukas yang tahu Lian punya kemampuan bela diri dari Nathan. Sebab itu Lukas tak mengusiknya.
Sedangkan Lian berjalan menyusuri lorong rumah sakit .Ketika seseorang menyapanya.
" Nona Berlian alexander " kata seseorang yang menghentikan langkah Lian dan
berbalik
" Siapa ya ?" kata Lian yang melihat kearah pria paruh baya seumur papahnya
" Nona Berlian kan putri nona Alexa apa anda lupa saya Mike Andrew Steve " kata pria itu tersenyum .
" Oh iya paman Steve asisten Papah dulu kan putra asisten Grand pa tuan Steve Dewitt " kata Lian mengurai ingatannya .
" Iya benar sekali " kata Steve tersenyum karna terakhir bertemu dua tahun yang lalu.
Ketika tuan Albian dan Aira datang untuk berkunjung ke mansion Nya.
" Senang bertemu anda paman " kata Lian menyalaminya. Dan paman Steve pun menerimanya dengan tersenyum
__ADS_1
" Oh ya sedang apa disini ?" tanya Steve.
" Sedang menengok seseorang teman paman di ruang anyelir " kata Lian
" Oh ya putra ku juga dirawat disana dia habis kecelakan " kata paman Steve .
"' Oh ya siapa ? boleh aku ikut menengok nya tapi Lian tak membawa apa apa " kata Lian basa basi
" Kenapa tidak Lukas pasti senang kau mengunjunginya .Apa lagi mengenalmu .." kata paman Steve.
" Tunggu namanya Lukas " kata Lian kaget karna mirip dengan Lukas......
" Kau mengenalnya " kata Paman Steve kaget.
" Apa benar Lukas yang dikamar 102 itu putra paman " kata Lian tak percaya
" Hei....itu benar nak kenapa ?" kata Steve bingung.
" Bisa kita bicarakan paman . Biar tak ada kesalahpahaman " kata Lian sambil menuju kursi yang tak jauh dari tempat nya berdiri. Kursi tunggu pasien didepan taman.
" Baik " kata Paman Steve. Yang lalu ikut mendekati Lian dan duduk di kursi tunggu.
Keduanya pun bercerita . Dan Lian pun menceritakan apa yang terjadi antara Grace dan Lukas .Dan juga masalah kehamilan Grace Yang membuat Steve cukup terkejut .Tak menyangka putranya itu seorang pecundang dan pengecut .
" Tapi maaf sebelum nya paman Lian membantu Grace untuk memindahkan uangnya hingga Lukas bangkrut " kata Lian jujur.
" Yang membuat Steve tertawa. Karna dia tahu kecerdasan putra putri mantan bosnya itu. Yang bukan tandingan untuk Lukas. Apalagi Rayyan putra Albian itu cukup pintar sedari kecil. Dan Steve mengenal nya sejak mereka dari anak anak .
" Baik , maaf kan putraku bila menyingung anda nona. Kami akan segera berkunjung menemui Grace dan juga kedua orang tuanya. Karna bagaimana pun. Janin tak berdosa itu cucu kami..Dan tak mungkin kami membuang nya begitu saja. " kata Steve yang membuang nafas kasar Mengingat sikap bodoh putranya.
" Maafkan Lian paman kalo berita itu tak mengenakan buat paman. Lian tak bermaksud mempermalukan paman tapi hanya ingin ada jalan damai dan Tak ada permusuhan juga bagi yang tersakiti " kata Lian jujur.
" Tidak kau anak hebat . Paman bangga padamu . Kau bisa membantu teman mu dengan cara manusiawi. Hanya Lukas saja yang bodoh. Bagaimana bisa Dia tak bisa membedakan batu kali dan berlian Dia benar benar anak bodoh . Kami akan segera menemuinya nanti . Paman akan bicara dulu dengan Lukas " kata paman Steve.
" Trimakasih paman " kata Lian Yang senang masalah Grace bisa selesai dengan baik .
" Baiklah kalo begitu saya pamit pulang duluan paman Steve " kata Lian yang beranjak dari kursi.
" Ya hati hati oh ya berikan no mu biar paman bisa menghubungi mu " kata Paman Steve.
" Oh ya berikan ponsel paman biar Lian ketik nomornya ' kata Lian. .Yang setelah
itu pulang meminggalkan rumah sakit sedangkan Steve kembali melangkah menuju kamar putranya.
__ADS_1