
Lian kembali sibuk dengan pekerjaanya. Sedang Nathan masuk ruangan nya dengan tersenyum..Ada rasa senang dihatinya hari ini bisa dekat dengan Lian Walau gadis itu terkesan menghindar dan jaga jarak.
" Baik cantik kita pelan pelan saja " bathin Nathan menyeringai tipis .
Sedikit lega dihatinya.Setelah mengikat gadis itu. Apalagi kini ia bisa dekat dengan Lian. Dan sore ini ia ingin mengajak Lian pulang kerumah grand pa.
..................................
Lian sedang merapikan tasnya ketika Dion lewat di depannya. Karna memang sudah waktunya pulang.
"'Sore cantik sampai ketemu besok." kata Dion melambaikan tangannya.
" See you tomorrow take care " balas Lian tersenyum yang juga melambaikan tangannya pada Dion.
Dan Lian pun sudah merapikan mejanya . Ketika hendak berdiri .
" Ayo pulang " kata Nathan yang berdiri di depan mejanya.
" Huh........ saya pulang sendiri saja pa " kata Lian .
" No ....kita mau mampir sebentar kerumah grand pa .baru kau ku antar pulang " kata Nathan. Yang kini menjadikan grand pa nya. Alasan biar bisa dekat dengan sekertarisnya itu.
" Em........tapi pa saya bisa kesana sendiri besok pa " kata Lian.
" Tidak bisa .....aku sudah janji pada grand pa membawamu kesana " kata Nathan.
Mau tak mau Lian pun menurut lalu berjalan mendahului Nathan karna kesal. Entah mengapa ia kesal .Namun akhirnya ia pun mengalah.
Keduanya masuk lift dan menuju parkiran.
Dan Nathan membukakan pintu untuknya.
" Masuklah " kata Nathan datar.
" Thanks " kata Lian yang lalu masuk dan duduk di kursi depan.
Nathan pun berputar untuk masuk kedalam.mobil . Lalu menghidupkan mesin mobil dan membawanya keluar meninggal kantor menuju jalan raya. Mobil melaju dengan santai Dan di dalam mobil hanya deru mesin yang terdengar. Karna tak ada pembicaraan di antara keduanya.
Hampir 50 menit mereka sudah sampai di mansion grand pa. Nathan turun lebih dulu dan membukakan pintu. Grand pa yang melihat mereka datang langsung menyambut keduanya.
" Nathan.....Ana ayo masuk....." kata grand pa senang.
" Grand pa sudah menunggu kalian sedari tadi. " kata grand pa sumringah.
" Hah ......."
Lian kaget. Namun ia tahu Nathan tak berbohong. Bahwa sang kakek sudah menunggu keduanya. grand pa pun lalu duduk disebelah Lian dan merangkulnya .
" Menginap disini ya ...grand pa ingin kalian menemani grand pa " kata Benyamin pada Lian.
" Tapi........
__ADS_1
" Iya grand pa kami akan menginap disini ya kan sayang .Agar bisa menemani grand pa " jawab Nathan pada sang kakek.
Deg ........
Lian pun terdiam. Dan lalu membuang nafas kasar .Menatap bosnya itu.
" Oh ya sayang , kamar kita ada dipojok sana .mandilah dan istirahat lah sebentar. Nanti kita makan malam bersama.Dan sudah ada pakaian ganti untuk mu .ya kan grand pa ?" kata Nathan.
" Iya ...Nathan benar kau pasti lelah " kata grand pa tersenyum.
" Baiklah opa , saya permisi dulu " kata Lian yang memang sudah gerah ingin mandi.
" She is very beautiful Nathan " kata grand pa tersenyum.
" Iya grand pa " kata Nathan tersenyum. Menatap punggung Lian .Yang meninggalkan nya bersama grand pa.
Keduanya pun lalu asyik ngobrol Sedang Lian masuk kesebuah kamar yang ditunjuk Nathan. Kamar itu cukup luas . Lalu sejenak mengamati sekelilingnya. Dan menuju lemari.pakaian dan lalu membukanya. Benar saja didalam nya. Sudah tersedia banyak pakaian wanita.Lalu Lian mengambil salah satu nya .
" Pas...... bagaimana ia bisa tahu ukuran ku " bathin Lian
" Ah sudah lah emang gue pikirin . aku sudah gerah " kata Lian yang lalu mengambil baju handuk yang tergantung dan masuk kekamar mandi.
Lian baru menyelesaikan ritual mandinya dan berpakaian . Ketika Nathan masuk kekamar .
" Kenapa masuk sini. ?" tanya Lian kaget.
" Hei ....kita sudah punya perjanjian kan " kata Nathan menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur
" Sudah cantik tak perlu berlama lama di depan cermin " kata Nathan.
" Memangnya kenapa ? wajar kan wanita bersolek " kata Lian yang lalu memutar badannya kearah Nathan.
Tampa bedak Lian memang sudah cantik parasnya yang manis dan berkulit putih menambah ia semakin imut Apalagi cantiknya alami tampa polesan. Lama keduanya saling tatap. Sampai akhirnya...
"'Aku mau mandi dulu , ngobrol lah dengan grand pa bila kau bosan " kata Nathan yang beranjak dari ranjang .Mengambil jubah mandinya dan masuk kamar mandi. Karna tak tahan berlama lama melihat pesona sekertarisnya itu. Apalagi ia hanya berdua dikamar.
Lian pun lalu keluar dari kamar. Dan menuju ruang tengah .Untuk berkeliling melihat lihat rumah besar itu. Yang sangat luas.
" Nona apa anda ingin kudapan atau teh hangat " kata seorang pelayan yang tergopoh gopoh menghampirinya.
" Apa boleh ?" tanya Lian.
" Tentu saja Nona " kata pelayan itu tersenyum ramah.
" Buat kan saja coklat hangat dan roti bakar " kata Lian.
" Baik nona akan kami siapkan " kata Pelayan itu bergegas meninggalkan Lian .
Lian lalu menuju serambi mansion itu. Yang di luarnya terlihat taman cantik yang membuat Lian tersenyum melihatnya. Lalu duduk disebuah kursi yang tak jauh dari taman itu.
" Taman yang cantik " guman Lian seorang diri mengingat di selatan kota. Sang kakak juga tinggal dirumah peninggalan kakeknya. Yang cukup luas. Walau Lian jarang kesana .Namun Lian kangen untuk bisa berkunjung . Sayangnya ia belum punya waktu.
__ADS_1
" Jangan melamun " kata Nathan yang sudah berdiri dibelakangnya. Yang wajahnya cukup dekat dengan Lian.
" Kenapa suka sekali mengangetkan orang " kata Lian tampa menoleh.
" Kau saja . yang tak menyadarinya " kata Nathan lalu ikut duduk disebelah Lian.
" Huh......apa saya harus menginap disini pa " tanya Lian
" Ya tentu saja karna kakek memintanya " kata Nathan. tersenyum .Karna sekarang ia bisa dekat dengan Lian .
Lian hanya Lian . Ia merasa terperangkap sendiri .Dan tak menyangka kalo Nathan membawanya untuk menginap. Ketika belum ada persiapan .
..................................
Sehabis makan malam bersama Nathan dan Grand pa. Mereka ngobrol sebentar di ruang tengah. Sambil bercanda
" Ana grand pa senang kau disini, sering seringlah kemari " kata grand pa.
" Iya grand pa " jawab Lian dengan berat hati.
Walau merasa tak nyaman .Namun ia harus bersikap biasa. Agar semuanya terlihat baik baik saja.
Setelah ngobrol lama. Lian pun masuk ke dalam kamar lebih dulu. Lalu merebahkan dirinya di kamar dan melihat langit langit kamar.
" Kenapa jadi begini, .....ish Lian kamu bodoh banget sih " gerutu Lian sambil memukul keningnya dengan telunjuk.
Ceklek........
Pintu kamar pun terbuka. Terlihat Nathan masuk dan mengunci pintu. Sedangkan Lian hanya santai saja -diatas tempat tidur.
" Kau sudah mengantuk?" tanya Nathan yang mendekati Lian yang berbaring.
" Ya kenapa bapa kesini . Bapa tidur disofa sana. " usir Lian .
" Hahaha ........kau lucu ini juga kamarku " kata Nathan Yang mendekatkan wajahnya pada Lian.
"'Tak ada sentuhan fisik diantara kita pa " kata Lian.
" Ok ..baiklah aku ingin lihat apa yang bisa kau lakukan girl ......" kata Nathan dengan mimik sinis nya menatap Lian lekat dan hampir tak berjarak diatas ranjang.
Lian tersenyum tak ada rasa takut yang terlihat diwajahnya .
" Banyak......apa kau ingin mencobanya " tantang Lian tersenyum lalu memainkan telunjuk nya di dada bidang Nathan dengan melukis gambar abstrak
Yang membuat Nathan menelan salivanya menatap Lian didepannya . Dengan bibir mungil dan mata sipit yang terlihat indah
" kau pikir .kau siapa hah...!! Aku tak takut padamu " bathin Lian yang juga bukan gadis sembarangan.
Deg..............
.
__ADS_1