
Lian sudah sampai di meja kerjanya . Lalu langsung menghidupkan komputer di mejanya.
" Pagi pa "'kata Lian menyapa Nathan yang baru datang
" Pagi " kata Nathan singkat.
Lalu masuk ke ruangannya.. Sedang Lian Sibuk membuat salinan untuk meeting bosnya .Lalu setelah selesai ia pun langsung mengantarnya ke meja Nathan .
Tok... tok..... tok
" Masuk " kata Nathan.
" Ini pa bahan untuk meeting nanti " kata Lian.
" Baiklah trimakasih " kata Nathan
" Oh ya Ana. Apa kau sudah mengecek tiket kita. Hubungi admin untuk semua datanya " kata Nathan .
" Baik pa " kata Lian yang lalu keluar dari ruangan.
Nathan pun menghela nafas .Dan bersandar dikursi kebesarannya .Sambil memijat kepalanya yang sedikit pusing. Untungnya Lian slalu sigap dengan pekerjaan . Yang membuat Nathan sedikit tenang . karena sudah dua minggu ini Lian menjadi sekertaris tetap nya. Sebelum 9x berganti ganti sekertaris.
"'Aku akan memberikan mu bonus apabila sebulan nanti kau bekerja dengan baik " kata Nathan. Karna Lian sekertaris yang paling cepat beradaptasi.
Nathan pun lalu kembali berkutat dengan berkas berkasnya. Melanjut kan pekerjaanya yang tertunda.Ia harus membereskan semuanya .Sebelum pergi kekantor cabang selama seminggu. Karna sekalian mengaudit semua data cabang .Agar sesuai dengan data pusat. Karna banyak data yang tak sesuai masuk. Dan sebab itu lah ia harus berkeliling.
Sedang di mejanya Lian fokus pada pekerjaannya .
" Kok datanya ada yang berbeda ya. ? bathin Lian. Apa bos tahu .ya Pastilah ..tapi biar ku cek dulu . Agar besok bisa disesuaikan disana" guman Lian.
Lian yang memang banyak belajar bisnis dari sang bunda cukup mahir dalam bidang audit .Karna bunda nya sering mengajaknya ke butik dan mengajarinya .Saat Orang orang kepercayaan nya . Membuat kesalahan. dalam mengisi data yabg salah .Harus cepat diperbaiki Hingga tak ada ketimpangan . Walau tidak ada korupsi Namun itu cukup fatal kalo tidak dibenahi. dengan cepat Akan membuat data tak seimbang. Dan kesalahan terus berlanjut. Dan Lian tahu itu.
Lian pun lalu merevisinya. Dan memberi catatan tersendiri. Pada buku agendanya. Agar nanti ia tak lupa mana saja data yang akurat dan yang belum sesuai.
" Lian........"
" Eh kak kenapa ?" kata Lian mengerutkan alisnya .
" Ini data yang kau butuhkan.Oh ya apa nanti kau akan ikut meeting. ?"tanya Dion.
" Lihat nanti kak, tergantung bos memang kenapa kak? " kata Lian.
" Tidak sebenarnya kak Dion ingin izin sebentar ke bank. Namun setelah bos keluar. Kalo tidak ikut, kita bisa makan siang bersama. Tapi sepertinya tidak mungkin kau tinggal mengingat meeting ya cukup lama " kata Dion
__ADS_1
" Oh gitu, lain kali saja kak " kata Lian tersenyum.
" Iya, ya sudah lanjutkan . Kak Dion mau ke bagian data keuangan dulu " kata Dion .
" Eh tunggu kak bisa titip periksakan data ini nggak. Nanti suruh Emma mengirimkan ke email lian ya kak " kata Lian .Yang lalu menulis kode di secarik kertas memo .Dan memberikannya pada Dion.
" Ok....nanti akan ku beri kan ,dan menyuruh Emma mengirimnya " kata Dion.
" Trimakasih kak " kata Lian tersenyum.
" Sama sama. " kata Dion yang lalu pergi meninggalkan meja Lian.
Tampa sadar ada mata menatap tajam . Melihat keakraban keduanya.
" Apa yang mereka bicarakan ? " bathin Nathan penasaran.
Lalu kembali lagi fokus ke berkasnya Sambil melihat beberapa email yang masuk.
..........................................
Siang itu Nathan dan Lian sudah berada di ruang rapat. Pertemuan itu tidak terlalu ribet Karna hanya membahas tentang pembukaan kantor cabang baru dan penempatan orang orang yang layak dan kompeten. Lian menyimak setiap masukan. Dan juga saran dari berbagai pimpinan .Termasuk sang bos.
Karna itu jadi tolak ukur untuk perkembangan perusahaan.
Dan setelah keluar dari ruang rapat.Nathan langsung mencari tempat makan siang karena lapar .
" Apa kau sudah menyiapkan keperluan mu Ana ? kita akan berangkat besok sore " kata Nathan. Ketika mereka didalam mobil
" Sudah pa " kata Lian.
" Baguslah cek lagi berkas berkas yang akan dibawa. Agar tak ketinggalan dan terjadi kesalahan ." kata Nathan mengingatkan.
" Ya pa " kata Lian singkat.
Setelah itu keduanya pun terdiam. Dan ketika mobil sudah berada didepan restoran Keduanya pun turun. Dan lalu masuk ke dalam. Dan mencari teman duduk yang nyaman.
" Pesan lah apa yang kau suka " kata Nathan memberikan buku menu . Dan ia sendiri sudah memilih makanan kesukaannya.
" Ya pa trimakasih " kata Lian .
Entah mengapa akhir akhir ini. Lian merasa bosnya menjadi perhatian dan bersikap lembut .Tak seperti biasanya. Namun Lian hanya bisa bertanya tanya dalam hati. Tak mungkin ia berani menanyakan itu pada atasannya.
" Lian......."
__ADS_1
" I....Iya pa ada apa ?" kata Lian yang kaget karna ia sempat melamun.
" Kenapa? ada masalah?" tanya Nathan menatap lekat sekertarisnya.
" Oh tidak pa "jawab Lian tergagap.
" Lalu kenapa melamun?" tanya Nathan Lagi.
" Hah melamun......eh tidak pa, tadi hanya sedang memikirkan orang tua saya " kata Lian berbohong. Karna tak mungkin ia jujur mengatakan. Memikirkan perubahan sikap bosnya itu.
" Kau merindukan mereka . Kenapa tidak menghubungi mereka ?" tanya Nathan.
" Iya pa , mungkin nanti malam saja. Saya akan menghubungi mereka. Kan jam jam begini mereka juga bekerja " kata Lian memberi alasan .
" Itu bagus " kata Nathan.
" Ya pa " kata Lian.
" Ih tahu aja sih bos aku ngelamun. Untung dia ngak tahu aku ngelamun dia " bathin Lian .
Keduanya pun makan dengan tenang. tampa banyak bicara. Setelah selesai keduanya kembali kekantor. Dan ketika sudah sampai mejanya Lian pun duduk .
" Lian .... keruangan ku sebentar " kata Nathan.
" Baik pa" kata Lian yang lalu menaruh tasnya .Dan mengambil file berkas dan menuju ruangan Lian.
" Ini adalah email yang dikirim dari tiap kantor cabang tolong kau cek ulang. Karna aku akan ada di pertemuan dengan dewan direksi " kata Nathan .Yang menyodorkan laptopnya.
Deg ...........
" Ya pa " kata Lian gugup karna kepala mereka saling berdekatan . Yang membuat Lian merasakan hembusan nafas sang bos .
" Setelah ini semua selesai. Kau print dan susun sesuai datanya. Karna berkas ini akan kita sesuai kan besok . Ketika kita berangkat ke kantor cabang.
" Baik pa " kata Lian.
" Kau bisa mengecek nya disini " kata Nathan yang . Lalu mengambil jasnya dan mengenakannya. Lalu keluar meninggalkan Lian seorang diri di ruangannya.
" Huh..... kamu bisa Lian.....tunjukan diri mu . " kata Lian .Untung dulu sang bunda slalu mengajarkannya dalam menyusun laporan. Yang kini jadi dasar ia praktek langsung . Untuk tugas sekalian kerja nyata. Yang belum ia bayangkan sebelumnya.
Lian pun mengerjakan tugas yang diberikan sang bos . ia harus bisa update skill setiap saat untuk menunjang kariernya. Karna Titel gelar sarjana bukan hanya gelar pendidikan. tapi ia harus berkembang. Dan ini tantangan yang diberikan dosennya. untuk jadi lebih punya potensi dan produktif dalam teamwork nya bersama bosnya.
Dan Lian harus mengasah kemampuannya. Karna keberhasilan tak didapat secara instan tapi belajar dan terus belajar . Karna suatu hari nanti ia akan turun langsung mengurus perusahaannya sendiri.
__ADS_1