
Pagi nya Lian lebih awal datang kekantor. karna tadi malam ia lebih dulu tidur dari ketiga temannya. Grace dan Emma menginap di apartemennya . karna lelah . Dan Nanti sore ia harus mengamankan Grace agar Lukas tak bisa menemukannya. Karna tak mungkin Lukas mencari Mansion sang kakak yang cukup tertutup itu.
" Pagi cantik tumben datang lebih awal " kata Dion mengoda.
" Pagi juga kak, tadi malam mimpi buruk jadi aku bangun lebih awal dan berangkat pagi ." kata Lian .
"' Kalian sedang apa ?" kata Nathan yang baru saja datang..
" Ah tidak ada pa cuma ngobrol biasa " kata Lian seraya melirik Dion
" Iya bos , dah Lian sampai nanti siang ya " kata Dion tersenyum.
" Ada apa dengan nanti siang kalian mau kemana ?" tanya Nathan mencerca Lian
" Ngak kemana mana bos mau makan siang bareng " kata Dion berteriak .Yang mendengar Nathan mencerca Lian.
Lian hanya mengangkat dua bahunya Lalu kembali duduk. Sedangkan Nathan meninggalkan Lian menuju ruangannya
" Antar laporan mu " kata Nathan seraya melangkah masuk ruangannya.
" Ya pa sebentar " kata Lian . Yang lalu menyiapkan laporannya. Dan menuju ruangan bosnya.
Lian hendak mengetuk pintu ruangan Nathan Namun Nathan yang melihatnya
" Masuk saja " kata Nathan dari kursinya
" Ini pa " kata Lian yang menyodorkan jadwal bosnya dan juga berkas laporannya.
" Duduk lah kenapa berdiri , oh ya nanti malam mommy mengundangmu makan malam " kata Nathan.
" Ya pa terimakasih , tapi maaf saya tak bisa datang " kata Lian.
" Ada apa ? apa ada urusan penting ?" tanya Nathan
" Penting banget pa, teman bapa sudah menghamili teman saya hingga dia stress jadi saya harus menjaganya " kata Lian.
" Hah .. . ...apa maksudmu teman yang mana ? pria brengsek mana yang menghamili nya tak bertangung jawab " kata Nathan kaget.
" Ini pa Lukas dia menghamili Grace " kata Lian .Mengadu pada Nathan.
" Astaga bagaimana bisa " kata Lukas menatap Lian lalu menyugar rambutnya kasar . Karna dia tahu teman teman Lian sangat baik.Dan Nathan juga tahu siapa Lukas.
" Apa dia bekerja hari ini ?" tanya Nathan yang tahu besok berakhir masa magang mereka bertiga .
__ADS_1
" Iya pa masih , tapi besok sudah tidak karna kami sudah minta persetujuan dengan bu Katrina " kata Lian.
" Kau masih bekerja disini , kau masih terikat kontrak Apa kau lupa !!! " kata Nathan .
" Tapi bagaimana kalo saya cuti hamil saja pa " kata Lian yang membuat Nathan terkejut. dan ter batuk
Uhuk ......uhuk.......
" Apa kau hamil ? bagaimana bisa. " kata Nathan menatap Lian tak percaya.
" Kan Bapa sudah meniduri saya , kalo saya hamil juga gimana ? Grace cuma dua kali ditiduri pa Lukas sudah hamil .Nah saya 3x pa kan juga bisa hamil " kata Lian polos sambil mengangkat 3 jarinya.
Jleb.......
Nathan langsung mengaruk kepalanya yang tidak gatal.. " bagaimana bisa hamil melakukannya saja belum . Kalo cuma tidur bersama ngak bakal hamil hamil " bathin Nathan
" Bapa kenapa diam " kata Lian heran.
" Apa kau ingin hamil , kita bisa tidur bersama lagi besok biar kau bisa hamil " kata Nathan
" Hah.......tak perlu pa, ngak mau " kata Lian mengelengkan kepalanya .Yang membuat Nathan tersenyum geli melihat kepolosan Lian
": Cih kau ini cerdas tapi masalah begituan otak mu off " kata Nathan terkekeh.
" Ih ... apaan sih pa,. " kata Lian cemberut Yang membuat Nathan malah tambah terkekeh. Karna gemas dengan sikap Lian.
" Ya gimana bisa 3 hari pa, kan hamilnya 9 bulan masa cuti hamil 3 hari izin kali ya " gerutu Lian kesal Sambil beranjak dari kursi dan kembali kemejanya.
Nathan hanya tersenyum .Memikirkan perkataan Lian " Ada ada saja dia terlalu polos .Apa dia pikir membuat anak ini cuma tidur bersama " kata Nathan yang tersenyum senyum sendiri..
" Tumben senyum senyum sendiri bos " kata Dion yang sudah berpangku tangan didepan pintu.
" Apa kau tak punya pekerjaan " tanya Nathan
" Sudah selesai bos , oh ya bagaimana dengan duel mu nanti malam bos "kata. Dion .
" Lihat nanti " kata Nahan .
" Apa bos tak ingin bicara baik baik saja dengannya dari hati kehati " tanya Dion. Karna Dion tahu siapa Rayyan.
Nathan terdiam sesaat memikirkan perkataan Dion . Adalah ide yang bagus dari pada ia malu dan kalah lagi akhirnya.
" Ok.....ide mu bagus Yon, akan aku pertimbangkan kan " kata Nathan yang lalu kembali menandatangani berkas berkasnya.
__ADS_1
**********
Sore hari sepulang bekerja Lian meminjam sopir Rayyan . Dan membawa Grace untuk tinggal sementara di mansion sang kakak..Karna disana jelas aman .Dan Lian Yakin Lukas tak akan bisa menemukan Grace.
" Apa kau yakin Li, Grace aman disana ?" tanya Emma.
" Sangat aman Em, dan fasilitas terjamin kau akan betah disana . nggak perlu keluar .Pasti ada yang jaga dan menemani Grace. Dan kamarnya juga banyak " kata Ayse.
" Hah ....kau pernah kesana Ay" kata Emma menatap Ayse.
" Iyalah....." kata ayse.
" Ih curang Li, masa kita ngak diajak " kata Emma . Sedangkan Grace hanya diam .
" Grace jangan Sedih kita rawat bayi itu sama sama ok " kata Ayse yang tahu Grace sedih .
" Trimakasih kalian sudah perduli dan baik padaku. Aku menyesal percaya pada Rose malam itu " kata Grace. lirih
" Hai .....jangan sedih Grace Kita sahabat lupakan yang sudah lewat . Kau harus kuat. dan memikirkan bayi mu..Lagian tinggal nunggu wisuda Nanti setelah melahirkan kau bisa bekerja dikantor kakakku " kata Lian .
" Iya benar Grace kami akan membantumu " kata Ayse. Yang sangat iba pada Grace. Karna dari kemaren matanya masih sembab menangis terus . Menyesali apa yang terjadi.
Tak lama kemudian mereka sampai di mansion Rayyan . Mansion peninggalan sahabat kakek nya itu cukup tua dan masih bagus. Lalu Lian membawa Grace kekamar yang kosong dekat taman.
" Wow........ bagus banget Li, kenapa ngak bilang kakakmu si tampan itu tinggal disini dan punya mansion sebagus ini. " kata Emma takjub
" Yah lagian ngapain bilang sama Lho Em, dia sudah punya istri woi. .... nanti lho malah membuat masalah " kata Ayse.
" Ih .....bercanda lagi Ay, mana brani aku mengodanya . " kata Emma.
" Sudah yuk Grace ..... ku ajak berkeliling Aku sudah minta izin kau tinggal disini ditemani Ayse. karna Ayse minggu depan sudah bekerja Biar aku dan Emma sementara di apartemen " kata Lian
" Hah ....... sudah di acc Li, jadi gue sudah boleh kerja " kata Ayse senang.
" iya ...... Nah tugasmu menjaga Grace ya... kamu ngak pa pa kan Grace " kata Lian
Grace langsung memeluk Lian. Dan menangis sejadi jadinya . Karna sahabatnya itu sangat baik . Dan kini ia bisa sedikit tenang karna teman temannya perduli padanya. Tampa mengharapkan Lukas bertangung jawab .Ia bisa membesarkan anaknya sendiri dibantu teman temannya. Dan menjelaskan semuanya pada orang tuanya. Suatu hari nanti ketika ia sudah siap dan mandiri . .
" Sudah Grace jangan sedih lagi . Kami slalu akan membantumu " kata Emma.
" Iya Grace ...... kau harus memikirkan janin mu tak perlu memikirkan pria brengsek itu " kata Ayse.
" Iya .....ayo kita bersenang senang " kata Lian mengurai pelukan Grace dan merangkul sahabatnya itu untuk berkeliling mansion. bersama Emma dan Ayse.
__ADS_1
.
..