Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 72


__ADS_3

Lian lalu. kembali kemeja kerjanya. Karna para tamunya masih makan siang Lian pun lalu menyempatkan diri untuk menelpon sang kakak ipar untuk.mengucapkan slamat. atas kelahiran keponakannya. Setelah selesai Lian pun kembali mengecek laporan untuk besok..


Tak lama kemudian Terlihat Nathan dan Dion sudah kembali. Melewati Lian yang sibuk


Dion pun lalu berhenti


" Li kenapa tadi makan dikantin sih .Padahal kita mau ngajak kamu bareng makan di restoran. "kata Dion yang berdiri disamping meja Lian .


" Ngak pa pa kak, tadi memang makan bareng Emma dan Grace kok sudah janjian " kata Lian Yang memang menghindari bosnya .


" Ya sudah slamat kembali bekerja " kata Dion yang lalu kembali ke ruangannya


Sedangkan Nathan hanya melirik sekilas mendengar apa yang mereka bicarakan.


********


Sore nya Lian membereskan semua pekerjaan nya sebelum pulang . Ketika Dion sudah menghampirinya.


" Li mau bareng pulang ngak ?" tawar Dion


" Trimakasih kak duluan aja " kata Lian yang masih merapikan berkas.


" Ok hati hati sampai ketemu besok " kata Dion lalu meninggalkan Lian . Setelah selesai Lian pun ingin melangkah pulang ketika sebuah tangan menarik tangannya .


Bug..........


Lian kaget ketika ia menabrak tubuh Nathan


yang berdiri di depannya.


" Maaf pa , kenapa bapa menahan saya " kata Lian kaget.


Nathan tak bicara tapi ia menyeret Lian keruangannya. " duduk aku mau bicara " perintah Nathan.


Lian pun duduk disofa yang saling berhadapan dengan Nathan. Yang menatapnya lekat.


" Apa kau masih berhubungan dengannya ?" tanya Nathan


" Maksud bapa ?" tanya Lian yang pura pura tak mengerti.


" Pria itu kekasih mu " kata Nathan menatap Lian penuh dengan intimidasi


" Kalo masih bapa mau apa ? " kan kita hanya pura pura nikah kontrak " kata Lian yang tahu Nathan cemburu.


" Apa kau senang memainkan perasaan orang " kata Nathan

__ADS_1


" Maaf pa, itu tidak yang seperi yang bapa pikirkan " kata Lian yang merasa tak enak karna Nathan melihatnya seperti tatapan burung elang yang siap memangsa. Kapan pun saja.


" Hari ini ikut aku untuk pulang ke mansion grand pa " kata Nathan


" Maaf pa tapi ......


" Tak ada tapi tapian harus .... " kata Nathan penuh penekanan Yang terlihat mulai emosi.


" Tapi pa ......mpt.........mpt ........


" Pa...... bug......


Lian cukup kaget ketika Nathan membungkam bibir nya yang membuat Lian berontak Namun malah membuat keduanya jatuh ke sofa dengan Lian yang berada dibawah tubuh Nathan . Yang bertubuh besar.


" Pa minggir " kata Lian yang berusaha mendorong tubuh Nathan. Yang membuat rok Lian tersingkap.


'" Bagaimana kalo aku tidak mau " kata Nathan yang langsung meraih remote otomatis yang membuat pintunya ruangannya terkunci.


" Apa yang ingin bapa lakukan kan " kata Lian mencoba mendorong tubuh Nathan . Namun posisi yang terjepit terlentang membuatnya tak berkutik.


" Biarkan seperi ini , bukan kah kita pernah melakukan lebih dari ini " kata Nathan


Deg..............


" Aku sudah melihat semuanya " kata Nathan berbisik yang membuat Lian merinding karna ia dalam kondisi tidak sadar saat itu.


Kedua mata mereka saling bertemu dan yang membuat Lian membuangnya kesamping namun Nathan menahannya.


" Kenapa , kenapa menghindar apa aku tak pantas untukmu " kata Nathan yang memegang pipi Lian dan mengelusnya pelan.


" Aku ......mpt......mpt.....


Lian berontak ketika Nathan mencium bibirnya namun semakin ia berotak semakin kuat Nahan mendekapnya.


" Apa yang mau bapa lakukan .....apa bapa tidak takut dipergoki orang " kata Lian . kesal karna Nathan makin menghimpitnya dan mengunci pergerakannya.


" Aku sudah mengunci pintunya, apa kau mau melakukannya dengan keadaan sadar agar kau tahu bagaimana rasanya. " kata Nathan menakuti Lian . Lalu mengunci mati pergerakan Lian yang tak bisa bergerak sama sekali


" Menyingkirkan atau aku .akan ....


" Apa ...." kata Nathan yang mendekatkan wajahnya talk berjarak sedangkan satu tangan nya sudah masuk kedalam blus Lian dan meraba punggungnya hingga terasa bra Lian terlepas .


" Apa yang bapa ingin kan " kata Lian gugup karna tak bisa berkutik lagi .Karna sekali dia bergerak Pasti Nathan menyerangnya . karna sudah ada sesuatu yang mengeras dibawah sana persis si antara kedua pahanya. Yang membuat Lian semakin gugup.


" Mengulang nya " bisik Nathan pelan menatapnya lekat .

__ADS_1


" Bapa jahat " kata Lian dengan mata berkaca kaca . Yang membuat Nathan zak tega. melihatnya .


" Jangan menangis " kata Nathan memeluk Lian erat . dan mencium bibir Lian lembut karna ia tahu pasti Lian ketakutan .


" Jangan menangis aku mencintaimu " kata Nathan . Menghapus setetes air mata Lian yang lolos . dan mecium bibir Lian lagi.


Lama keduanya berciuman . Dan Nathan tak mengubah posisinya . dan terasa seperi pasrah dan membalas ciuman nya yang membuat Nathan mengusap pungung Lian . untuk memberi rangsangan . Entah berapa lama keduanya melakukannya. Hingga Nathan sadar tak ada lagi balasan Lian .Yang membuat Nathan berhenti mencumnya.


" Astaga dia tertidur sialan " umpat Nathan dalam hati ketika tubuh Lian tak bergerak tapi nafasnya naik turun .


" Kau mengerjai ku " kata Nathan yang beranjak dari tubuh Lian .Lalu duduk disampingnya sambil meraup wajahnya kasar Lalu bergegas menuju kekamar mandi .


Cukup lama Nathan dikamar mandi entah apa yang dilakukannya . Setelah itu ia keluar hanya dengan celana pendek dan kemeja putihnya yang terbuka .


" Sialan aku ingin mengerjai nya malah dia mengerjai ku " kata Nathan yang melihat Lian tertidur dengan rok tersingkap .


Yang membuat Nathan menyeringai penuh arti Lalu membuka pintu kamar rahasianya .


" Ok gadis kecil kita lihat kau bisa apa nanti " guman Nathan membuka pintu lebar dan melihat Jam 08 malam. Karna tadi lama keduanya berciuman. . Yang membuat Lian sampai tertidur karna lelah


Nathan lalu mengangkat tubuh mungil Lian kekamarnya dan membaringkannya diranjang daruratnya. Yang cukup untuk dua orang. Lalu membuka semua pakaian Lian tampa ada yang tersisa. dan lalu menyelimutinya ..


Sebenarnya Nathan tak tega pada Lian tapi karna Lian salah paham padanya Maka ia membenarkannya . Semua itu ulah katrina dan Alex ketika kepalanya pusing hingga ia tak sadar sepupu nya itu mengerjai nya . Tapi ia tak mau menceritakan pada Lian.


Kini gilirannya mengerjai gadis kecil itu yang sudah membuat dirinya cemburu. setengah mati . Dan melihat apa reaksi Lian padanya.


Nathan tak pernah melakukan hubungan badan dengan siapa pun karna ia ingin melakukannya dalam ikatan pernikahan


Dan itu juga yang di lakukan Nathan pada Lian ia ingin Lian menyerah kan semuanya dengan sukarela bukan dengan paksaan . Karna Nathan sangat mencintai Lian. Dan ia tak mau memaksa Lian


Lama Nathan menatap wajah Lian yang tertidur Sehingga terlihat mengemaskan .


Nathan pun lalu masuk kedalam selimut yang sama sambil melepas kemeja dan celana nya dan melemparnya ke sembarang arah . Lalu berbaring disebelah Lian .


" Ok kita lihat apa yang terjadinya besok pagi " kata Nathan tersenyum. dan memejamkan matanya disamping Lian.


Lian mengerjapkan matanya ketika bangun .ketika ada sesuatu yang menindih tubuhnya.


Deg..........


Mata Lian terbelalak melihat Nathan yang tertidur pulas memeluknya dengan keadaan polos begitu juga dengan dirinya dan mengingat apa terjadinya semalam.


" Ya ampun bodoh bodoh....kamu Lian " kata Lian yang memukul mukul pelan kepalanya. lalu menyingkirkan tangan dan kaki Nathan lalu turun dari ranjang an meraih pakaian nya yang berserakan di lantai. dan bergegas menuju kamar mandi. denan perasan bingung


.

__ADS_1


__ADS_2