Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 29. Macet


__ADS_3

Lian hanya tersenyum melihat reaksi Ayse dan Emma kaget.


" Dari mana sih Li , ginap sama kakak.mu lagi " kata Emma. penuh selidik


" Yap.....kan mumpung disini. Jarang jarang bisa ketemu apalagi dia sekarang sudah punya bini " kata Lian santai dan menarik kursi untuk duduk


" Ngak sarapan " tanya Ayse.


" Sudah " jawab Lian singkat.


"'Kayanya hidup lho beruntung Li, punya kakak yang baik ,orang tua perhatian .di tambah dapat magang kerja jadi sekertaris bos . Komplit deh " kata Grace yang baru saja datang bergabung untuk sarapan.


" Hanya kebetulan saja guys . Tapi sebenarnya juga rumit "Kata Lian .Yang hanya melihat ketiga temannya itu sarapan.


" Masa sih Li, yang kulihat sih lho santai aja toh " kata Ayse.


" Ya kalian kan hanya melihatnya saja . Tak mengalaminya. Kita tidak tahu masalah setiap orang berbeda beda. Begitu juga dengan kalian .Mungkin orang lain hanya bisa menilai. Tapi kita yang menjalaninya lebih tahu apa yang terjadi " kata Lian.


" Iya juga sih..." kata Emma.


" Iya benar Li, tapi paling tidak kau punya keluarga yang sayang dan juga perhatian " kata Ayse.


" Iya Li, abang gue ngak seperti abang lho .Yang datang pergi ngajak adiknya jalan jalan. Atau ngasih duit. ngerjain malah iya " kata Grace.


" Hehehe.. .......mungkin dia kangen Grace makan nya usil " kata Emma terkekeh.


" Ya sudah slamat sarapan, aku ganti baju dulu ya. Siap siap kekantor " kata Lian.


" Ok ....oh ya jangan lupa traktir kita kalo tuh bos lho ngasih bonus " kata Emma.


" Ok ...." kata Lian .Yang lalu pergi meninggalkan ketiga temannya .Yang lagi sarapan. Untuk berganti pakaian .


......................................


Lian sudah duduk di meja kerjanya ketika Nathan datang . Lian lalu berdiri memberi hormat .Yang di anggukan Nathan.


Lalu Lian langsung menyiapkan jadwal bosnya. Dan mengantarnya keruangan Nathan yang sedang menghidupkan laptopnya.


" Ini jadwalnya pa " kata Lian.


" Baik taruh saja disitu." kata Nathan .


" Baik pa, kalo begitu saya permisi " kata Lian.


" Mhem " jawab Nathan dengan deheman.


Sedang Lian kembali kemeja kerjanya .Untuk melanjutkan pekerjaannya. Yang tadi sudah ia kerjakan separo.


Nathan melirik Lian dari ruangannya. Hari ini terlihat banyak senyum dan juga terlihat lebih ceria..


" Ada apa dengannya ? kata Nathan yang sesekali memperhatikan Lian dari kursinya.


Sambil melihat beberapa email masuk dan laporan dari kantor cabang.

__ADS_1


Tok....tok.....tok.......


" Masuk " kata Nathan tampa menoleh.


" Pagi bos , ini laporan hasil survei kita kemaren " kata Dion .Yang datang membawa setumpuk berkas.


" Letakkan saja disitu" kata Nathan .


" Baik bos, oh ya orang yang dari cabang cina kemaren hari ini akan kembali pulang Apa bis ingin bertemu " tanya Dion


" Ya nanti , setelah jam makan siang. Apa mereka pulang sore " kata Nathan.


" Iya bos " kata Nathan


" Ya sudah kembali lah kerja " kata Nathan


" Baik bos " kata Dion. Yang lalu meninggalkan ruangan bosnya itu


Nathan pun kembali fokus pada pekerjaannya. Memilah dan melihat laporan . dan juga memeriksa hasil survei kerja kantor cabang baru.


........ ......................


Setelah makan siang Nathan mengajak Lian Untuk menemui kepala cabang yang hendak pulang .Dan membeli kan oleh oleh sebagai tanda mata. Bahkan Nathan mengajak Lian menemui mereka .Ke hotel untuk sekedar memberikan perhatian khusus untuk para karyawan nya.


Setelah selesai keduanya pun pulang . Namun ketika di perjalanan. Terjadi kecelakaan sehingga jalanan jadi macet. Dan kedua terjebak cukup lama didalam mobil.


" Apa masih lama Gee? "'tanya Nathan .


" Kurang tahu tuan saya belum bisa memprediksikannya " kata Gee yang lalu keluar dari dalam mobil melihat separah apa kecelakaan tersebut.


" Sepertinya tidak karna padat merayap " kata Nathan.


" Yah mana mau hujan lagi " kata Lian .Yang melihat cuaca tidak mendukung. Karna mobil juga tak bisa berputar karna depan belakang mobil semua .


" Kau mau kita berjalan kaki ?" tanya Nathan.


" Apa bisa ?, kalau bisa ngak jadi masalah kata Lian . Yang sudah mulai tak betah menunggu mobil berjalan.


" Cukup jauh namun sepertinya di persimpangan. Juga tak akan bisa naik taxi " kata Nathan


" Yah ....pa, masa harus menunggu sampai malam " kata Lian.


" Atau kau mau beristirahat sambil minum kopi didepan sana " kata Nathan. Menawarkan Lian untuk santai sambil menunggu jalan lancar. Karna ada cafe di dekat mereka.


" Boleh pa " kata Lian.


" Ayo kita kesana " kata Nathan.


Lalu keduanya pun menuju cafe .Setelah Nathan memberitahukan Gee. Mereka lalu memesan ruang privasi room . Agar nyaman sambil beristirahat .


" Wah cafe yang bagus pa ,sampai punya ruang vvip " kata Lian.


" Mereka mengutamakan kenyamanan pelanggan " kata Nathan.

__ADS_1


" Sepertinya begitu , oh ya kenapa kita tidak mengajak Gee juga " tanya Lian.


" Biarkan saja ia mengurus mobil ,nanti bawakan coffe nya dan roti saja " kata Nathan. Yang lalu membawa Lian masuk ke ruangan . Tampa sengaja Lian......


Brak...........


Hap ......tangan Nathan sigap menangkap tubuh Lian yang hampir jatuh . Karna sepatunya tersangkut ujung karpet lantai .


Deng ..........


Jantung Nathan langsung berdegup kencang ketika wajah keduanya berhadapan . Apalagi tak ada jarak .Dan bibir mungil Lian persis di hadapannya.


Begitu juga Lian yang kaget. Karna tadi tubuhnya hampir limbung . Karna terpeleset. dan tangan kokoh Nathan menahan tubuhnya .


" Maaf pa " kata Lian yang sadar ketika bibir keduanya hampir bersentuhan.


" Astaga.......hampir saja " bathin Lian yang sempat deg degan .


Nathan pun lalu bersikap biasa. Walau tadi juga sempat deg degan . Karna hampir mencium sekertarisnya itu. Yang membuat jantungnya seperti berlompatan .


" Apa kaki mu sakit? " tanya Nathan ketika kedua sudah mulai tenang . Karena sempat merasa cangung.


" Oh .....tidak pa " maaf tadi tak sengaja menyenggol ujung karpet " kata Lian


" Tak masalah itu hanya reflek " kata Nathan.


Lalu keduanya terdiam. Namun sesekali Nathan melirik Lian dengan ekor matanya.


" Permisi ini pesanan anda tuan ,nona " kata pelayan cafe.


" Oh ya letakan saja " kata Nathan .


Lalu pelayan itu pun meletakan satu cangkir coffe dan coklat hangat. Pesanan Lian juga Nathan . Bersama roti dan cake yang mereka pesan. sebelum ke privasi room.


" Minum lah " kata Nathan .Sambil meraih coffe nya dan langsung menyesapnya .


" Ya pa " kata Lian. Yang masih merasa cangung. Karna kejadian tadi.Namun ia berusaha bersikap normal.


" Ya ampun hampir saja bibirku ngak perawan " bathin Lian yang lalu menyesap coklat hangatnya perlahan.


Sesaat suasana menjadi hening. Tak ada pembicaraan diantara keduanya .


"Kenapa rotinya tak dimana ?" tanya Nathan .buka suara Yang lalu mencomot satu dan memakannya.


" Iya ...pa " kata Lian .Yang lalu ikut mengambil cake coklat pesanannya.


keduanya kembali diam. Sibuk menguyah makanan masing masing . Setelah habis Nathan kembali lagi mengambil roti yang lain .Namun tak sengaja manik mata keduanya saling beradu


Deg..............


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2