
Lukas menelan salivanya.Setelah tahu Grace tinggal di mana. Karna mustahil seorang Grace yang gadis biasa itu. Bisa tinggal di mansion mewah milik pengusaha ternama itu.
" Astaga aoa ia kini mengoda pria lain " bathin Lukas. Entah mengapa kini ia merasa
tak suka mendengarnya.
" Kenapa kau terkejut " kata daddy.
" Bukan apa apa dad " kata Lukas merasa ada hawa panas di tubuhnya . Karna yang ia tahu Mansion itu milik pewaris tunggal tuan Alexander . Yaitu pengusaha muda yang Lukas tidak tahu siapa orangnya..
" Bagus lah " kata daddy lalu beranjak meninggal kan ruang rawat Lukas . Menyusul istrinya yang sedang mengurus adminitrasi.
*******
Sedangkan dikantor Lian duduk berpikir
karna ada sesuatu yang menganjal dihatinya." Apa dia tahu ya ........bagaimana dia bisa tahu . " pikir Lian
Yang merasa ia sudah memasang jaringan perangkat terbaik agar tak ketahuan .
" Pasti dia sudah melacaknya tapi masa bodoh. kita lihat saja kalo dia berani datang " bathin Lian.
" Kenapa Li ?" kata Emma.
" Ketahuan Em, pasti ia juga memakai hecker canggih " kata Lian .
" Hah bagaimana bisa trus gimana apa Grace aman " kata Emma.
" Aman aku sudah memberi tahu para penjaga untuk menjaga nya .Dan jangan ada orang asing yang masuk tampa seizin ku " kata Lian.
" Bagus lah " kata Emma.
" Ya sudah kita lanjutkan " kata Lian yang yang lalu melanjutkan pekerjaan nya Bersama Emma. Dan juga mengecek laporan kerja mereka.
Disisi lain Nathan sedang rapat dengan para Ceo di kantor Jeb. Memang hari ini ia tak membawa Lian . Karna meeting hanya khusus petinggi perusahaan. Selesai meeting ia pun merapikan berkas nya
Dan Dion yang menemani nya sedang menyalin berkas untuk kelengkapan dokumen
" Sudah selesai Yon " kata Nathan
" Tinggal satu lembar bos , apa bos lapar ?" kata Dion..
" Tidak juga selesai kan saja aku akan menunggu " kata Nathan santai Sambil mengecek ulang dokumennya.
__ADS_1
Jeb yang melihat junior nya lalu mendekati Nathan yang yang sedang asyik sendiri. Dengan asisten nya.
" Belum lapar , ayo makan bersama " tawar Jeb yang berdiri disamping Nathan
" Kalian bisa duluan aku masih mengecek dokumen " kata Nathan cuek.
" Hei ..... jangan terlalu serius, aku dengar kemaren sekertaris mu membuat keributan " kata Jeb yang membuat Nathan menoleh pada Jeb Dan menatap nya tajam .
" Apa itu yang kau dengar dari mulut ****** sekertaris mu itu . Bilang padanya aku bisa menyobek mulutnya Kalo ia brani bicara itu di depan ku " kata Nathan dengan nada ketus.
" Wow........ jangan emosi bro aku hanya bertanya kenapa kau menangapi serius " kata Jeb kaget dengan reaksi Nathan . Karna pastinya ia sudah menyinggung nya
" Kau bertanya ,Cih...... bukan nya kau sudah mengatakannya dengan jelas . Lalu bagaimana kau bisa bilang sekertaris ku membuat keributan Bilang pada sekertaris mesum mu itu . Dia perempuan murahan yang bermulut berbisa " kata Nathan balik membalas.
" Hei...... kenapa emosi aku hanya......
" Hanya percaya dan tak melihat karna kau slalu bisa menidurinya dengan gratis begitu ? ' kata Nathan menatap Jeb
" Huh......kau berubah Nat semenjak punya sekertaris muda itu " kata Jeb tak senang karna Nathan menyudutkannya
" Cih...... aku tak pernah berubah . Dan kuberi tahu sekertaris ku Tak pernah membuat ulah tampa campur tangan sekertaris mu dan Brian yang murahan itu. Dan satu hal lagi. Berliana bukan sekertaris yang mudah didapat dan tak bisa kau tiduri seenaknya seperti sekertaris mu itu " kata Nathan tegas yang membuat Jeb merasa tersindir.
" Dan bos jeb , Liana gadis yang pintar dan cerdas Tak seperti Clara dan Jenny yang bisa kau per daya begitu saja " kata Dion menambahi.
Jleb ........
" Kau sudah selesai yon ayo kembali ke kantor dan makan siang aku bosan mendengar omong kosong tak berguna " kata Nathan Yang beranjak dari kursinya.
" Siap bos , kami permisi tuan Jeb " kata Dion . Dan keduanya pun pergi meninggal kan kantor Jeb yang berdiri mematung menatap punggung Nathan dan Dion yang menjauh.
Lalu kembali keruangannya dengan rasa dongkol . Bersamaan Jenny yang masuk mengantar laporan kerjanya.
" Jenny apa yang kau kata kan kemaren itu benar atau kau membuat fitnah ." kata Jeb Karna tak mungkin Nathan marah bila gosip itu benar
" Aku.....aku ...
" Kata kan " bentak Jeb menatap tajam Jenny yang gugup. karna berbohong.
" Apa karna aku memberimu kebebasan sehingga kau berani menghina sekertaris lain " kata Jeb
Jenny pun terdiam. Dan tahu pasti kalo Nathan tak terima sekertarisnya itu di hina Dan pasti Jeb menanyakan langsung pada temannya itu. ..
" Itu......."
__ADS_1
" Itu tidak benar tuan , Nona Lian mendapat penghargaan sekertaris terbaik dan termuda disana. Yang membuat Rose tak terima dan Jenny bersama Clara mendukung nya. Yang membuat keributan ingin mempermalukan Nona Lian Dan saat itu tuan Nathan datang untuk mengajaknya makan siang bersama Dion dan juga nona Katrina. Tapi kebalikannya nona Rose lah yang dipermalukan " kata Jack asisten nya dan sekaligus pengawal Jeb Yang sempat mendengar gosip panas itu dan menyelidiki kebenarannya .
" Kau.... apa kau tidak kapok dipermalukan Lian . Aku tak mau kau sampai membuat ulah. Yang membuat Nathan menganggap ku musuh nya " kata Jeb menatap tajan Jenny
" Maaf pa " kata Jenny tertunduk .Walau ia wanita simpanan Jeb. Tapi dikantor dia tetap lah hanya seorang sekertaris.
" Pergilah jangan brani mengulangi gosip kebohongan palsu " kata Jeb tegas
" Ya pa maaf " kata Jenny yang bergegas pergi dari ruangan Jeb
Jack pun mengelengkan kepalanya dan lalu undur diri . Setelah mengantar kan berkas.
" Saya permisi bos " kata jack yang dianggukan Jeb. Yang mengingat ia sempat menjelekan sekertaris Nathan tampa tahu kebenarannya. Dan sama halnya ia merendahkan Nathan.
Sedangkan Nathan dan Dion sedang menikmati makan siang berdua disebuah restoran.
" Apa aku perlu memesan makanan untuk Lian " kata Nathan menatap Dion yang mengingat Lian.
" Tak perlu bos, pastinya Lian makan siang dengan Emma dikantor " kata Dion.
" Ya itu pasti. " kata Nathan . Yang lalu kembali menguyah makanannya. Padahal ia rindu pada kekasihnya itu Tapi karna jam kerja tak mungkin ia bersikap bodoh.. Karna Nathan bos profesional Dan begitu juga Lian. Yang bersikap biasa bila bertemu . Karna mereka berada di kantor dalam lingkungan pekerjaan.
Sedangkan Lian dan Emma baru saja menelpon Grace memastikan Grace baik baik saja. Karna tadi sempat membuat Lian Khawatir pada Grace. Yang tempat persembunyian nya sudah berhasil di ketahui Lukas
" Tapi kenapa Lukas tak kesana, aku harus menyelidikinya " kata Lian Yang lalu mengirim pesan untuk seseorang.
" Kenapa Li ?" tanya Emma.
" Aku hanya ingin mengawasi Lukas sedang apa dia sekarang Dan apa yang sedang direncanakannya " kata Lian.
" Apa Grace ketahuan ?" kata Emma menatap Lian serius.
" Iya tapi ia tetap aman selama dia tidak keluar dari mansion " kata Lian.
" Syukurlah " kata Emma Yang juga mengkhawatirkan Grace apa lagi sekarang makin rumit karna Lian mencairkan cek nya atas nama Grace. Yang pastinya Lukas akan makin mengejar ngejar Grace.
" Kenapa kau terlihat khawatir Em?" kata Lian melirik sahabatnya itu
" Aku hanya takut Grace dilaporkan Li, dengan tuduhan penggelapan uang Lukas" kata Emma
" Itu takkan terjadi " kata Lian santai
" Hah ..... kok bisa " kata Emma bingung.
__ADS_1
.
.