Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 120


__ADS_3

Sedang kan Nathan membawa mobilnya menuju mansion Rayyan . Yang ingin menemui Orang Tua Lian . Hampir satu jam ia membawa mobil nya. Karna ada sedikit kemacetan. Terpaksa ia harus bersabar. Dan akhirnya ia pun sampai. Lalu turun dari mobil untuk minta izin pada penjaga membuka pintu gerbang.


" Maaf bisa kah kau buka pintu nya " kata Nathan .


" Maaf tuan anda ingin bertemu siapa ? mansion kosong " kata penjaga itu.


" Hah apa nona Lian pergi ?" tanya Nathan


" Ia baru saja setengah jam yang lalu mereka sedang pergi jalan jalan bersama tuan besar dan nyonya .Nona Lian dan teman temannya juga ikut " kata penjaga itu menjelaskan.


" Aish ........" kata Nathan meraup kasar wajahnya karna terlambat datang.


" Kemana mereka pergi ?" tanya Nathan


" Kurang tahu tuan ,kenapa anda tak menghubungi nona Lian saja " kata penjaga gerbang itu .


" Baik trimakasih " kata Nathan yang lalu kembali ke mobilnya dan mencoba menghubungi Lian. Dan nihil tak diangkat sama sekali


" Aish ..... gadis itu hobby banget mengabaikan ku " gerutu Nathan lalu membawa mobilnya pergi meninggal mansion Rayyan menuju mall besar.


" Ayo lah Ana angkat " kata Nathan yang menyetir sambil menghubungi Lian namun belum juga bisa.


" Apa ponselnya lowbat " kata Nathan yang tahu Lian kadang bisa lupa dan sembarangan menaruh ponselnya dan lagi ketika lowbat ia lupa me ngeces nya .


" Oh iya Emma " kata Nathan yang mengingat Emma dan lalu menelpon nya .


" Drt .....drt...... drt.......


Ponsel Emma bergetar ketika mereka baru selesai makan . Dan Emma beranjak dari kursi nya karna ingin menerima telpon dari bos nya .Karna tak sopan menerima telpon di meja makan Apalagi ada orang tua Lian ..


📱" Hello bos ada apa ?" kata Emma


📱" Kalian dimana dan lagi apa ?" tanya Nathan


📱" Kami lagi makan bos, di mall xxx sedang meraya kan wisuda kemaren " kata Emma di area ........


📱" Ok ......aku akan menyusul kesana " kata Nathan lalu lansung menutup telpon .Dan bergegas menambah laju mobilnya .


Sedang Emma kembali duduk sambil melirik Lian .


" Apa bos Nathan tak menelpon mu " kata Emma berbisik pelan.


Lian yang baru selesai makan pun melap bibir nya Dan lalu membuka tas nya ..Dan mencek ponselnya .


" Astaga dia menelpon ku hampir 10 x " guman Lian yang menaruh kembali ponselnya didalam tas.

__ADS_1


" Sayang papah dan bunda setelah ini mau bertemu teman lama Kalian bisa pulang duluan atau belanja dulu juga ngak pa pa " kata Bunda Aira.


" Ya bun oh ya apa lama bertemu nya ?" tanya Lian.


" Ya lihat sikon mungkin kami akan pulang larut malam .Sekalian papah dan mamah mencari oleh oleh untuk opa dan oma mu .Jadi kalian berempat bisa bersenang senang uang nya papah transfer sekarang Kalo mau belanja " kata papah.


" Ya pah terimakasih " kata Lian


" Ya sudah sayang , biar papah bayar dulu apa kalian mau menambah cemilan lagi " tanya papah Bian.


" Ya pah " kata Lian yang lalu menulis pesanannya Dan memberikan nya pada sang papah Dan papah Bian pun menuju kasir untuk membayar semuanya .


" Kalian hati hati ya sayang " kata Bunda ketika suaminya memberi kode . untuk pergi Setelah selesai membayar


" Ya bun, Ya aunty " kata mereka bersamaan.


Tak lama papah Bian pun menghilang bersama bunda Aira diantara banyaknya orang yang lalu lalang .


" Emma Ayse bawa Grace pulang .Bos Nathan mau kesini Dan aku akan menunggu nya " Kata Lian Yang menatap Grace memakai rambut palsu dan berkaca mata untuk menyamarkan penampilan nya . Sambil mengirim pesan pada Nathan


" Ya sudah kita pamit , kamu hati hati ya Li " kata Ayse yang beranjak dari kursi dan begitu juga Emma dan Grace.


" Ya kalian juga " kata Lian. yang tak mau keberadaan Grace di ketahui Nathan.


" Mana orang tuamu ?" kata Nathan menarik kursi untuk duduk.


Lian menyodorkan cappucino untuk Nathan dan sepiring cake yang berbeda rasa dihadapannya.


" Papah dan bunda ku sedang menemui sahabatnya jadi buru buru. pergi Kau terlambat " kata Lian


" Lalu teman teman mu " kata Nathan yang tahu Lian juga bersama ketiga teman temannya.


" Mereka sudah pulang lebih dulu" kata Lian sambil menyesap jus buah .


" Lalu kenapa tadi kau tak mengangkat ponsel mu " kata Nathan menatap Lian dan menyesap minumannya .


" Maaf ponselku hanya bergetar didalam tas " kata Lian .


" Ya ampun kau ini kebiasaan " kata Nathan yang tahu kebiasaan gadis kecilnya itu.


Namun Nathan tak mungkin memarahinya untuk mengomel saja ia bingung karna terlalu sayang pada gadis kecil yang duduk tenang dihadapannya itu. Dikantor memang Lian bawahannya Tapi di luar mereka tetap sejajar Dan bersikap biasa


"' Kenapa menatap ku seperti itu " kata Lian yang salah tingkah.


" Hei apa aku tak boleh menatap kekasih ku..Aku terpesona dan juga kagum padanya tapi dia malah mengomeliku " kata Nathan

__ADS_1


" Ih bapa apaan sih " kata Lian manyun.


" Hei jangan seperti itu ,kau membuat ku ingin mencium mu saja " kata Nathan terkekeh karna Lian makin memanyunkan bibir nya


" Bapa mesum " kata Lian cemberut


" Tapi kau suka kan , makannya aku ingin bertemu orang tuamu biar kita bisa cepat menikah " kata Nathan tampa basa basi.


" Hah......bapa jangan bercanda " kata Lian kaget.


" Kau pikir aku bercanda , aku sudah bilang aku mencintai Ana " kata Nathan yang menarik tangan Lian diatas meja dan mengengam nya .


Lian terdiam dan manik mata keduanya saling bertemu .Yang membuat dada Lian serasa berlompatan merasakan apa yang baru ia rasakan hari ini.


" Kita temui orang tuamu , aku akan melamar mu " kata Nathan dengan mimik serius .


" Tapi aku....." kata Lian tergagap


" Jangan takut aku akan bicara baik baik pada kedua orang tuamu.. " kata Nathan yang semakin erat mengengam erat tangan Lian.


" Sekarang habis kan minum mu kita jalan jalan .Mumpung kita disini " kata Nathan Sambil menyesap capuccino nya dan menghabiskan.


Setelah itu keduanya berjalan jalan di dalam mall. Sambil berbelanja apa yang Lian ingin kan Dan ini kalinya Lian belanja di temani seorang pria selain papah dan kakaknya. Tampa mereka sadari sepasang mata memperhatikan keduanya Yang terlihat mesra . Dan Nathan membawa belanjaan Lian dengan senang hati Keduanya sambil tertawa. dan bercanda.


" Sialan gadis itu. Bagaimana bisa ia mendekati Nathan dan menguras uangnya dengan begitu mudah " kata wanita itu


Membuang nafas kasar dengan perasaan iri dan benci melihat Lian. Yang begitu banyak belanja dan Nathan terlihat senang dan juga sangat memanjakannya .


" Kau kenapa ? " kata seorang pria menegurnya.


" Bukan apa apa ayo kita pergi " kata Wanita itu dengan perasaan jengkel Meninggalkan area tempat mereka belanja


Dengan hati panas membara.


" Aku akan buat perhitungan dengan nya nanti , bagaimana aku bisa kalah dengan gadis kecil yang baru kemaren sore dan masih magang " bathinnya marah


Sedang kan Nathan menenteng belanjaan Lian yang cukup banyak.


" Pa apa ini tidak terlalu banyak " kata Lian merasa tak enak hati.


" Hei... aku saja tak keberatan, kenapa kau bingung. Kalau pun kau belanja tiap hari seperti ini Tak akan menghabiskan uang ku " kata Nathan sombong .


" Ck..... sombong " kata Lian.


" Hahaha.....ayo kita pulang " kata Nathan yang merangkul Lian dengan hati bahagia karna akhirnya ia bisa membuat gadis kecil itu percaya padanya. Karna cukup susah baginya menaklukan seorang Lian

__ADS_1


__ADS_2