
Nathan menatap Lian.. Ada rasa kecewa diraut wajah Lian Dan Nathan tahu itu Nathan pun lalu diam..Entah apa yang di lakukan Lukas hingga Grace bersembunyi tapi melihat Lian seperti itu Ada sesuatu yang Lukas lakukan Yang sangat tak pantas dan pasti nya melukai hati Grace Hingga gadis itu pergi .dan menghilang .
Setelah selesai keduanya pun kembali kekantor .Tak banyak yang mereka bicara kan ketika dalam mobil.Dan sesampainya dikantor Lian langsung melanjutkan pekerjaanya. Sedangkan Nathan menyempatkan diri menghubungi Lukas .
" Bagaimana apa sudah ada petunjuk ?"
" Belum bro , aku rasa sekertaris mu tahu dia dimana , tapi dia diam tak mau bicara."
" Apa yang kau laku kan hingga dia pergi"
" Aku...... hanya marah dan menyuruhnya aborsi saat itu dan......"
" Dan apa ....?."
" Apa Lian melihatnya ? "
" Ya mereka bertiga membawanya pergi "
" Jadi saat kau marah Lian tahu semuanya maksudmu."
" Mereka masuk menerobos keapartemen ku dan memecahkan no sandi pintu dan masuk begitu saja. tampa sepengetahuanku "
" Huh............maaf bro aku tak bisa membantu mu seperti nya. Itu masalah mu Dan aku tak mau ikut campur. karna pasti ada alasan yang membuat Grace pergi Sehingga tak mau bertemu denganmu lagi "
" Baiklah maaf bila menganggu mu tapi tolong bila sekertaris menemui temannya kabari aku " pinta Lukas lalu menyudahi pembicaraan nya.
Nathan tak menjawab dan meletakan ponselnya diatas meja. " kau pasti menyakitinya. Karna Lian seperti tak senang mendengar nya dan melihatmu " kata Nathan lalu fokus kembali pada berkasnya.
Lian terlihat sibuk di mejanya. Menjelang pulang Lian merapikan .semua kertas dan berkas yang berserakan dilantai Dan mengumpulkannya serta menyusunnya diatas meja Karna hari ini ia berjanji pada Emma.untuk pulang ke mansion Kakaknya.
" Pa saya pulang duluan ya "' kata Lian berpamitan ketika waktu jam pulang.
" Tunggu biar ku antar pulang " kata Nathan
" Tapi pa saya tak mau menginap karna saya sudah berjanji pada Emma" kata Lian.
" Baiklah tapi pulang lah bersamaku " kata Nathan tak ingin memaksa.
" Sebentar aku matikan laptop dulu " kata Nathan
" Ya " kata Lian sambil menunggu big bosnya itu dan berdiri didepan pintu.
"' Ayo pulang " kata Dion yang melewati Lian. Dan menarik tangan Lian
" Lagi menunggu bos kak " kata Lian
" Dion........." kata Nathan yang melototi Dion dan bergegas menghampiri keduanya.
" Sorry bos .......saya pikir Lian dianggurin " kata Dion mengoda Nathan..Padahal Dion tahu pasti bos nya itu menahan Lian.
__ADS_1
" Sana pulang ........!!" kata Nathan.
Bukan nya pergi malah Dion menarik tangan Lian dan mengandeng nya sambil melangkah.
" Dion........." kata Nathan.
" Biarkan saja Li " kata Dion mengedipkan matanya sambil tersenyum Dan Lian pun berjalan digandeng Dion.
Nathan yang berjalan dibelakangnya terlihat kesal . karna ulah asistennya itu
" Jangan mau menunggu pria yang suka lelet Apalagi lambat seperti siput " sindir Dion.
" Hei kau bilang apa tadi " kata Nathan yang lalu menjauhkan tangan Dion dari Lian yang membuat Lian tersenyum melihat tingkah Nathan yang kekanakan.
" Ih kan cuma pegang tangannya kok pelit sih Lian saja tak keberatan " kata Dion ketika mereka memasuki Lift.
" Dia milikku , lagian kamu sudah punya kekasih " kata Nathan .
" Hahaha .......wah Li payah rupanya pria mu itu posesif dan pencemburu " ledek Dion yang membuat Nathan memicingkan matanya.
" Kau bilang apa ?" kata Nathan menatap Dion..
"' Sudah pa Dion hanya mengoda bapa "kata Lian yang mengusap dada Nathan karna ia berada diantara dua pria itu
" Hahaha.........rupanya Singa jantan sudah jinak ketemu pawangnya " ledek Dion lagi . Yang membuat Lian tersenyum mendengar ledekan -Dion pada Nathan
" Apa kau iri " kata Nathan
Ting........
Pintu lift pun terbuka dan ketiga nya keluar dari lift. Menuju halaman perkantoran .
" Li ayo ikut kak Dion saja " goda Dion lagi. Sambil mengedipkan matanya
" Hehehe.....maaf kak lain kali ya" kata Lian tersenyum Mengerti kalo Dion mengodanya.
" Pulang sana, kenapa kau senang sekali mengodanya " kata Nathan Yang risih melihat kelakuan asistennya itu.
" Ya saya hanya menawarkan bos, siapa mau Lian tertarik ya kan Li" kata Dion yang memainkan alisnya.
" Enyah lah , kami mau pulang " Nathan yang lalu mengapit tangan Lian dan membawanya kemobil Yang membuat Dion tergelak. Melihat sikap posesif Nathan.
Sedangkan Lian hanya tersenyum saja. tak bersuara. Lalu masuk kedalam mobil.Dan duduk tenang setelah Nathan duduk disampingnya.
" Gee cepat jalan " kata Nathan.
" Ya tuan " kata Gee. tersenyum . Melihat kelakuan Dion yang mengoda majikannya itu..Karna Gee tahu Nathan orang yang cuek dan ketika digoda Dion Wajah Nathan berubah merona menahan marah dan kesal.
" Apa Dion mengoda anda tuan ?" tanya Gee.
__ADS_1
" Apa kau ingin mengejekku juga Gee" jawab Nathan.
" Maaf tuan saya tidak berani Saya hanya bertanya " kata Gee tersenyum.
" Jangan di ambil hati Gee , biasa kan Dion hanya bercanda tapi bos menanggapinya berlebihan " kata Lian.
" Jadi kau membelanya " kata Nathan datar.
" Hei .... . kenapa gampang sekali sih emosi sayang .kan kak Dion cuma menggoda bapa " kata Lian yang lalu mengusap tangan Nathan yang erat Memegang tangan Lian. seakan tak mau jauh darinya..
" Aku tak suka " kata Nathan.
" Ya sudah jangan ditanggapi " kata Lian yang lalu duduk bersandar. Yang membuat Nathan melirik pada Lian .
Gee yang mendengar obrolan dua pasangan itu hanya diam dan fokus pada jalanan di depannya.
" Bapa ngantar sampai parkiran saja ya " pinta Lian.
" kenapa ? apa aku tak boleh melihat apartemen mu " tanya Nathan .
" Bukan begitu ini sudah sore , aku ingin langsung istirahat dan sholat " kata Lian.
" Baiklah apa nanti boleh aku menjemput untuk makan malam " kata Nathan seraya menatap Lian
" Maaf bukan menolak tapi aku janji sama Emma mau makan masakannya, bagaimana kalo lain kali saja " kata Lian yang juga menatap Nathan sambil tersenyum.
" Baiklah tapi jangan keluar malam Kalo kau butuh sesuatu bilang saja . Aku akan membelikannya " kata Nathan.
" Ya pa ....trimakasih " kata Lian. mengangguk yang membuat Nathan tersenyum.
Tak lama mobil pun berhenti di parkiran apartemen Lian. Lian pun bergegas turun.
Trimakasih pa , Gee hati hati di jalan ." kata Lian yang melambaikan tangannya
" Ya nona " kata Gee..
" Ingat jangan keluar malam " kata Nathan mengingatkan lagi ketika sudah turun dari mobil
" Siap pa " kata Lian yang melangkah pergi meninggalkan mobil Nathan lalu naik apartemennya..
Lian pun lalu membuka pintu apartemennya ketika sudah sampai di depannya . Dan bergegas masuk .
Sedang Emma yang baru sampai dan juga mau masuk keapartemen tak sengaja bertemu Nathan yang buru buru...
" Pa bos " kata Emma kaget melihat Nathan berdiri didepan pintu apartemen Lian
Ceklek .......
" Emma pa, kok kalian......???
__ADS_1
.